Anda di halaman 1dari 3

Tentang Film "AMOUR"

Amour, atau di dalam Bahasa Indonesia berarti "Cinta" sebenarnya agak bingung ingin
mengartikan kata tersebut dengan bagaimana. Karena setelah menonton film ini, kita sekarang
akan menjadi makin percaya, apabila hanya emosi dari dalam diri kita sendiri lah yang dapat
mempresentasikan secara langsung apa arti dari kata "cinta" itu, yang bukan lah dengan
mendengarkan kata-kata dari orang lain, karena mereka sendiri pun memiliki presentasinya
masing-masing dalam hal mengartikan kata tersebut.

Awal film, kita akan diperlihatkan sejenak tentang akhir kisah dari film ini, yang itu adalah
sebuah kematian dari seorang wanita tua, yang dimana ia sedang berada di tempat tidurnya yang
sudah bagaikan tempat untuk kuburannya sendiri (seperti dengan adanya banyak bunga di
sekeliling kepalanya).
Kemudian, kita akan melihat sebuah hubungan dari sepasang kekasih manula, bernama Georges
dan Anne (wanita tua yang berada di awal cerita tersebut). Dan langsung saja, ketika di suatu
sarapan pagi, tiba-tiba saja Anne menjadi terdiam cukup lama dengan tatapan yang begitu
kosong, yang sangat membuat Georges menjadi begitu ketakutan, namun tetap 'tenang' tentunya
(itu lah salah satu karakter dari Georges ini). Lalu, walau akhirnya Anne bisa kembali pulih, hal
tersebut pun sebenarnya adalah suatu pertanda kalau Anne akan mengalami sebuah penyakit
yang begitu mematikan, yang dimana kata Dokter, kalau kondisi tubuhnya Anne akan menjadi
semakin parah tiap harinya.

Dan benar saja, Anne pun mulai tak bisa menggerakkan tangan kanannya lagi, lalu juga kedua
kakinya yang makin lama malah makin lumpuh. Hal tersebut pun membuat Georges menjadi
harus merawatnya dengan susah payah tiap harinya, dan itu sendiri karena janjinya terhadap
Anne, yang dimana Anne tak mau kalau dirinya dibawa ke Rumah Sakit.
Setelah itu, hanya dengan hitungan hari, keadaan Anne mulai kelihatan makin tak berdaya,
karena ia pun akhirnya sudah tak bisa berbicara dengan jelas dan bahkan menggerakkan semua
tubuhnya. Ia hanya bisa mengeluarkan suara-suara yang susah sekali untuk diucapkan, dan itu
juga yang keluar satu atau dua patah kata saja.

Disini kita akan dibawa masuk ke dalam emosi dari kehidupan sepasang manula tersebut, yang
benar-benar sangat menyentuh batin, karena kita pun mungkin akan mengalami masalah yang
serupa seperti Anne itu nantinya, yang sungguh tak berdaya lagi, sebab masa tua itu memang lah
masa yang penuh dengan penurunan kondisi tubuh, apalagi dengan sebuah penyakit mematikan
yang sudah tak bisa terelakkan lagi.
Namun, bukan hanya karena masalah kondisi itu lah yang akan lebih ditekankan disini. Tapi kita
akan dibawa melihat langsung dari perspektif Georges, yang sudah sangat kebingungan harus
bagaimana lagi caranya untuk merawat istrinya tersebut, yang bahkan, waktu ingin memberikan
minum pun, Anne sama sekali tak mau, karena mungkin memang mati adalah jalan satu-satunya
yang paling baik disaat keadaan yang sungguh menyedihkan seperti itu. Dan Georges, kita
mungkin akan sangat setuju dengan apa yang sudah dilakukannya di dalam klimaks yang sangat
tak terduga tersebut, yang benar-benar langsung membuat kita mengerti kalau perlakuannya itu

adalah, memang karena atas dasar dari cinta, yang jujur berasal dari lubuk hati Georges yang
paling dalam.
Dan mungkin untuk kebanyakan penonton, kalian pastinya akan sangat tak terbiasa pada saat
melihat sebuah sajian film yang sangat lambat seperti pada Film Amour ini. Karena ada banyak
sekali pengambilan gambar yang serasa sama sekali tak ada artinya, lalu juga durasinya yang
begitu lambat pula. Dan bahkan, kita tak akan mendengar dialog-dialog yang puitis, serta satu
musik latar pun disini, kecuali untuk sebuah permainan piano yang akan diperdengarkan sebentar
pada saat Georges yang sedang menyetel musik tersebut di tip-nya. Hal ini ditujukan agar kita
bisa lebih mendalami emosi yang terpancar dari akting yang sudah diberikan dengan secara
maksimal dari para pemainnya itu, yang itu pun akan sangat dibawakan dengan begitu perfect
oleh Emmanuella Riva, sebagai Anne yang benar-benar sangat kesal dan juga sedih pada waktu
mengetahui kalau dirinya sedang mengalami penyakit yang begitu mematikan tersebut. Dan oleh
karena itu lah, dirinya pun berhasil menjadi wanita tertua yang akhirnya menjadi salah satu
nominator Oscar di tahun ini.

Yah, ini lah dia Amour, yang sudah berhasil menyuntikkan kadar emosinya ke dalam hati gua,
sehingga gua pun sungguh sangat mengerti kalau apa yang sudah terjadi di dalam film ini, adalah
karena atas dasar dari yang namanya cinta semata. Dan untuk para pemain utamanya, JeanLouis Trintignant, Emmanuelle Riva, dan satu lagi anak dari mereka berdua Isabelle
Huppert, sudah benar-benar memberikan kualitas akting yang benar-benar luar biasa, jadinya
dapat membuat film yang beralur lambat ini menjadi begitu perfect untuk ditampilkan kepada
semua penontonnya yang mungkin harus lebih bersabar untuk bisa menikmati inti dari film ini.
Thanks