Anda di halaman 1dari 4

LAMPIRAN

Lampiran 1. Metode Analisis Karakteristik Fisik


A. Uji Derajat Putih dengan alat Kromameter (De Man, 1989)
1. Prinsip kerja : Pengukuran warna didasarkan pada perbedaan warna/kecerahan
sampel dengan standar.
2. Langkah kerja :
a. Pengukuran warna dilakukan dengan menggunakan alat chromameter
Minolta.
b. Kalibrasi alat dengan menggunakan standar warna putih hingga diperoleh
nilai L = 91,62 ; a = 3,21 dan b = 3,22.
c. Sampel dimasukkan ke dalam tabung khusus dan tutup.
d. Letakkan diatas lensa lalu ukur nilai L, a dan b.
Derajat Putih = 100 [(100 L)2 + (a2 + b2)]1/2

Lampiran 2. Metode Analisis Karakteristik Kimia


A. Uji Kadar Air dengan Metode Thermogravimetri (Sudarmadji dkk, 1997)
1. Prinsip kerja :

menguapkan air yang ada dalam bahan dengan

pemanasan, kemudian menimbang sampai berat konstan yang


berarti semua air sudah diuapkan.
2. Langkah kerja :
a.

Timbang sampel yang telah berupa serbuk atau bahan yang telah dihaluskan
sebanyak 1-2 gram dalam botol timbangan yang telah bersih dan kering dan

b.

diketahui beratnya.
Keringkan dalam oven pada suhu 100oC-105oC selama waktu tertentu
tergantung jenis bahannya. Untuk bahan-bahan yang relatif kering seperti
biji-bijian, kedelai, kacang-kacangan memerlukan waktu 3-5 jam, sedangkan
bahan-bahan basah memerlukan waktu 24 jam. Makin besar kandungan air
dalam suatu bahan pangan makin lama waktu pemanasan yang diperlukan.
Panaskan lagi dalam oven 30 menit, dinginkan dalam desikator dan
ditimbang; perlakuan ini diulangi sampai tercapai berat konstan (selisih
penimbangan berturut-turut kurang dari 0,2 mgram).

c.

Pengurangan berat merupakan banyaknya air dalam bahan.


(c s )'(c s)"
(c s )'c
% KA =
x 100%

dimana, (c + s )
( c + s )

: berat cawan dan sampel awal


: berat cawan dan sampel akhir

B. Uji Kadar Protein Terlarut dengan Metode Lowry (Sudarmadji, 1997)


1. Prinsip kerja : reduksi Cu2+ dari CuSO4 (Reagen Lowry B)
menjadi Cu+ oleh tirosin, triptofan dan sistein yang terdapat
dalam protein. Ion Cu+ bersama dengan fosfomolibdat dan
fosfotungstat yang terkandung dalam reagen Folin membentuk
warna biru yang dapat ditera oleh spektrofotometer.
2. Langkah kerja :
a. Preparasi sampel :
1. Hancurkan 5-10 gr sampel padat dengan blender dan penambahan air,
saring, sentrifuse. Supernatan didekantasi.
b. Pembuatan Kurva standar :
1. Siapkan 6 tabung reaksi, isi masing-masing dengan 0 ; 0,2 ; 0,4 ; 0,6 ;
0,8 ; dan 1 ml larutan standar. Tambahkan aquadest sampai volume 1 ml.
2. Tambahkan pada masing-masing tabung 8 ml larutan Lowry B, biarkan 10
menit.
3. Tambahkan 1 ml larutan Lowry A, kocok dan biarkan 20 menit.
4. Tera absorbansinya pada 600 nm dengan spektrofotometer.
5. Buat kurva standar hubungan antara absorbansi dan konsentrasi.
6. Tentukan persamaan kurva standar.
c. Penentuan Kadar Protein Terlarut :
1. Ambil 1 ml larutan sampai jernih, lakukan prosedur yang sama dengan
pembuatan kurva standar mulai dari no. 2 4.
2. Tentukan kadar protein terlarut dengan menggunakan persamaan kurva
standar.
x . fp
% protein terlarut = b . sampel (mg) x 100%
C. Uji Kadar Amilosa
1. Prinsip kerja : reduksi Cu2+ dari CuSO4 (Reagen Lowry B) menjadi Cu+ oleh
tirosin, triptofan dan sistein yang terdapat dalam protein. Ion Cu + bersama
dengan fosfomolibdat dan fosfotungstat yang terkandung dalam reagen Folin
membentuk warna biru yang dapat ditera oleh spektrofotometer.
2. Langkah kerja :
a. Pembuatan Kurva Standar :
1. 40 mg amilosa murni dimasukkan ke dalam labu takar 100 ml.
2. Tambahkan 1 ml ethanol 95 % dan 9 ml NaOH 1 N kemudian dipanaskan
dalam air mendidih selama 10 menit, setelah itu didinginkan.

3. Setelah dingin, masing-masing dipindahkan ke dalam labu takar 100 ml


dan volumenya ditetapkan sampai tanda tera dengan aquades.
4. Selanjutnya masing-masing dipipet sebanyak 1,2,3,4 dan 5 ml,
dimasukkan ke dalam labu takar 100 ml.
5. Tambah asam asetat 1 N sebanyak 0,2; 0,4; 0,6; 0,8 dan 1,0 ml dan
ditambahkan masing-masing 2 ml larutan iodium.
6. Tambahkan aquades sampai tanda tera, dan didiamkan selama 20 menit.
7. Diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer pada panjang
gelombang 625 nm.
b. Penentuan Kadar Amilosa :
1. 100 mg sampel dimasukkan ke dalam labu takar 100 ml.
2. Tambahkan 1 ml ethanol 95 % dan 9 ml NaOH 1 N kemudian dipanaskan
dalam air mendidih selama 10 menit, setelah itu didinginkan.
3. Setelah dingin, larutan dipindahkan ke dalam labu takar 100 ml dan
volumenya ditetapkan sampai tanda tera dengan aquades.
4. Selanjutnya dipipet sebanyak 5 ml dan dimasukkan ke dalam labu takar
100 ml.
5. Tambah asam asetat 1 N 1,0 ml dan ditambahkan masing-masing 2 ml
larutan iodium.
6. Tambahkan aquades sampai tanda tera, dan didiamkan selama 20 menit.
7. Diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer pada panjang
gelombang 625 nm.
8. Tentukan kadar amilosa dengan menggunakan persamaan kurva standar.
Lampiran 3. Metode Analisis Karakteristik Fisikokimia
A. Uji Swelling power dengan Metode Leach (Artiani, 2010)
1. Prinsip kerja : mengukur berat sampel yang megembang dengan berat sampel
kering.
2. Langkah kerja :
a. Sampel 0,1 gr dilarutkan dalam aquadest 10 ml.
b. Larutan dipanaskan menggunakan water bath dengan temperatur 60oC
selama 30 menit.
c. Supernatan dipisahkan menggunakan centrifuge dengan kecepatan 2500 rpm
selama 15 menit.
berat pasta (gr)
Swelling power = berat sampel kering (gr)
B. Uji Daya Serap Air (Sathe dan Salunkhe, 1981)
1. Langkah kerja :

a. Sebanyak 1 gram sampel dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian


ditambahkan 10 ml aquades.
b. Sampel diaduk dengan menggunakan vorteks sampai semua bahan
terdispersi kemudian didiamkan selama 15 menit.
c. Selanjutnya tabung disentrifugasi dengan kecepatan 5000 rpm pada suhu
ruang selama 15 menit. Supernatan yang diperoleh dituangkan secara hatihati kedalam wadah lain dan ditimbang beratnya, kemudian dilakukan
perhitungan.
berat air awal (gr) - berat supernatan (gr)
berat sampel (gr)
DSA (g/g) =
C. Uji Kelarutan (Fardiaz dkk, 1992)
1. Langkah kerja :
a. Keringkan kertas saring dalam oven selama 30 menit pada suhu 105 oC,
dinginkan dalam desikator 15 menit kemudian timbang beratnya.
b. Sejumlah tepung dilarutkan ke dalam 100 ml air, kemudian saring dengan
kertas saring.
c. Setelah penyaringan, kertas saring beserta residu dikeringkan dalam oven
pada suhu 105oC selama 3 jam.
d. Dinginkan dalam desikator 15 menit kemudian timbang beratnya.

Kelarutan =
dimana, a
b
c
KA

[1-{

(c b)
((c KA) a/100)

}]

x 100%
: berat sampel awal (g)
: berat kertas saring (g)
: berat kertas saring + residu (g)
: kadar air sampel yang digunakan (%)