Anda di halaman 1dari 3

BAB1.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Fisika termasuk kumpulan ilmu pengetahuan hasil (produk) dari proses
pengkajian gejala alam. Fisika dalam pembelajaran tidak cukup hanya memperhatikan
dua aspek proses dan produk atau materi yang dikuasai siswa, tetapi lebih dari itu,
dalam aspek proses diharapkan dapat memunculkan keterlibatan sikap ilmiah
(scientific attitude) pada siswa. Van Denberg dan Liem (dalam Indrawati, 2007),
mempelajari Fisika tidak cukup hanya dengan buku-buku sebagai acuan untuk
memperoleh teori melainkan juga perlu didukung dengan perlengkapan untuk
demonstrasi, eksperimen, atau praktek.
Labolatorium merupakan suatu tempat yang sangat vital dalam menunjang
suatu pembelajaran.Salah satu pembelajaran yang sering kali memanfaatkan
labolatorium dalam menunjang pembelajaran adalah Fisika. Keberadaan labolatorium
yang terstandar, akan menjadikan pembelajaran yang disediakan disekolah akan
menunjang pembelajaran menjadi lebih baik (Awitaningsih N.E., Sutarto, & Supriadi.
B., 2012).
SesuaiPP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa
Laboratorium dan jenis peralatannya merupakan sarana dan prasana penting untuk
penunjang

proses pembelajaran di sekolah. Menurut Moedjadi (1979 : 12),

laboratorium adalah tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan.


Laboratorium memiliki peran sebagai tempat dilakukannya percobaan atau
penelitian.Di dalam pembelajaran sains, laboratorium berperan sebagai tempat
kegiatan penunjang dari kegiatan kelas.Laboratorium Sains/ Laboratorium FISIKA di
sekolah didefinisikan sebagai tempat melakukan pengamatan dan percobaan sebagai
bagian integral pendidikan sains. (Tyan, 2012)
Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas
laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen biologi, bahan kimia), dan
aktivitas

yang

dilaksanakan

di

laboratorium

yang

menjaga

keberlanjutan

fungsinya.Mengetahui pentingnya kegiatan praktikum, maka kondisi laboratorium


haruslah memenuhi standar yang telah ditentukan supaya kegiatan praktikum berjalan
dengan lancar. Laboratorium dilengkapi peralatan untuk melangsungkan eksperimen
didalam sains atau melakukan pengujian dan analisis.Tidak hanya kondisi gedung
yang baik, tetapi sarana dan prasarana yang tersedia dalam laboratorium harus

mendukung kegiatan praktikum itu sendiri. Disisi lain, pemerintah sendiri telah
mengeluarkan peraturan terkait sarana dan prasarana laboatorium di sekolah yaitu
PERMENDIKNAS Nomor 24 Tahun 2007.
Laboratorium memiliki arti penting bagi setiap peneliti, bagi para pengkaji ilmu
pengetahuan, bahkan bagi lembaga pendidikan. Keberadaan laboratorium untuk kemajuan
lembaga pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, bahkan pesantren, adalah sangat
penting artinya.
Setiap

pelajaran

sebenarnya

memerlukan

ruangan

khusus

sebagai

media

pembelajaran. Dalam hal ini, para siswa memerlukan ruangan khusus untuk belajar bahasa,
FISIKA, Kimia dan lain-lain. Disinilah pentingnya setiap lembaga pendidikan membangun
laboratorium.
Ada beberapa alasan mengapa laboratorium sangat penting bagi setiap peneliti, atau
pun lembaga pendidikan dalam setiap levelnya. Berikut ini penjelasannya.
1

Keaktifan seorang siswa atau pun mahasiswa tidak akan bisa terwujud tanpa adanya
media, dan media tersebut adalah laboratorium. Sebab, laboratorium mendorong
semua pihak (guru, dosen, santri, kiai, siswa, mahasiswa, aktivis, dan lain-lain) untuk

aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah untuk menunjang pembelajaran secara langsung.


Kegiatan-kegiatan yang berpusat pada pengembangan keterampilan proses,
keterampilan motorik, dan pembentukan sikap ilmiah (khususnya pengembangan
minat untuk melakukan penyelidikan, penelitian-penelitian lingkungan dan minat
untuk mempelajari alam secara mendalam) tidak akan bisa terwujud tanpa adanya
laboratorium. Sebab, keterampilan-aketerampilan tersebut hanya bisa diraih dengan
praktik, penelitian, uji coba, maupun eksperimentasi. Keterampilan-keterampilan itu
tidak bisa diraih hanya dengan penguasaan teori semata. (Decaprio, 2013)
Mengingat begitu penting arti dari sebuah labolatorium, maka penulis
mencoba memaparkan bagaimana kondisi dari labolatorium yang ada di MAN 2
JEMBER.

1.2

Rumusan Masalah

1.2.1
1.2.2
1.2.3

Bagaimana kondisi fisik laboratorium FISIKA MAN 2 JEMBER ?


Bagaimana struktur organisasi laboratorium FISIKA MAN 2 JEMBER ?
Bagaimana perencanaan dan penataan laboratorium FISIKA MAN 2 JEMBER

1.2.4
1.2.5

?
Bagaimana pengadministrasian laboratorium FISIKA MAN 2 JEMBER ?
Bagaimana pengamanan, perawatan dan pengawasan laboratorium FISIKA

1.2.6

MAN 2 JEMBER ?
Bagaimana kesesuaian laboratorium FISIKA MAN 2 JEMBER dengan standar
sarana dan prasarana dalam PERMENDIKNAS RI No. 24 Tahun 2007 ?

1.3

Tujuan dan Manfaat


1.3.1 Tujuan
a. Mengetahui kondisi fisik laboratorium FISIKA MAN 2 JEMBER.
b. Mengetahui struktur organisasi laboratorium FISIKA MAN 2 JEMBER.
c. Mengkaji perencanaan dan penataan laboratorium FISIKA MAN 2 JEMBER
d. Mengkaji pengadministrasian laboratorium FISIKA MAN 2 JEMBER
e. Mengkaji pengamanan, perawatan dan pengawasan laboratorium FISIKA
MAN 2 JEMBER
f. Mengetahui kesesuaian laboratorium FISIKA MAN 2 JEMBER dengan
standar sarana dan prasarana dalam PERMENDIKNAS RI No. 24 Tahun
2007.
1.3.2

Manfaat
a. Bagi Sekolah
Hasil Observasi ini secara khusus dapat dijadikan wahana untuk
evaluasi kinerja manajemen laboratorium FISIKA di sekolah.Dengan
begitu,

sekolah

diharapkan

dapat

mengelola

sistem

manajemen

laboratorium FISIKA sekolahnya dengan lebih baik lagi.


b. Bagi Pembaca
Hasil observasi ini dapat bermanfaat bagi pembaca sebagai salah
satu sumber informasi dalam belajar tentang manajemen laboratorium
FISIKA
c. Bagi Penulis (Observator)
Dengan adanya observasi ini, observator dapat meningkatkan
potensi dirinya agar kelak dapat menjadi guru yang baik dan professional.