Anda di halaman 1dari 10

UJIAN TENGAH SEMESTER

Mata kuliah: Teori Akuntansi


Program Studi: Akuntansi S1
Dosen: Prof. Dr. Sutrisno T., S.E., Ak, MSi., C.A. Sifat: takehome exam
Dikumpulkan: Sesuai kesepakatan
Jam: jam kuliah Teori Akuntansi
1. Jelaskan definisi teori akuntansi yang paling sesuai menurut saudara, dan apa tujuan
mempelajarinya?
Jawaban :
Teori Akuntansi dapat diartikan sebagai susunan konsep, definisi, dalil yang menyajikan
secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara
variabel yang satu dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud
dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin akan muncul. Dengan
adanya teori akuntansi akan mampu dijadikan pegangan bagi lembaga penyusun standar
akuntansi menyusun standarnya. Teori Akuntansi juga memberikan kerangka rujukan
untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi,
menentukan batas dalam hal melakukan judgement dalam penyusunan laporan
keuangan, meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi
yang disajikan laporan keuangan dan mampu meningkatkan kualitas dapat
diperbandingkan. Teori akuntansi merupaka instrumen yang sangat penting dalam
menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyusunan
laporan keuangan untuk disajikan pada para pemakainya.
2. Jelaskan rerangka konseptual (conceptual framework) menurut saudara, dan sebutkan
pula publikasi apa saja yang termasuk rerangka konseptual tersebut!
Jawaban :
Kerangka konseptual menurut saya adalah sebuah sistem yang koheren yang tujuannya
saling terkait dan fundamental yang diharapkan dapat mengarah pada standar yang
konsisten sebagai upaya untuk memberikan teori akuntansi yang terstruktur. Kerangka
kerja konseptual menyediakan resep sehingga mereka biasanya dianggap teori akuntansi
normatif karena menentukan sifat, fungsi dan batas-batas akuntansi keuangan dan
pelaporannya. Selain itu dapat pula Kerangka konseptual itu sendiri adalah sebuah frame
atau dasar agar nantinya dapat memuat standar akuntansi yang konsisten serta sesuai
dengan tujuan negara itu sendiri.
FASB mendefinisikan kerangka konseptual sebagai: (Gaffikin,2008) ....sistem koheren
dari tujuan yang saling berhubungan dan fundamental yang diperkirakan menjadi
petunjuk standar konsisten dan menentukan lingkungan, fungsi dan batas dari akuntansi
keuangan dan pelaporan (FASB 1978, SFAC1, p.1).

Publikasi yang termasuk rerangka konseptual:


a) A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) yang dihasilkan oleh American
Accounting Association (AAA) pada tahun 1966.
b) Accounting Principles Board Statement No. 4, dihasilkan oleh Accounting Principles
Board (APB) pada tahun 1970.
c) Objective of Financial Statements yang dihasilkan oleh Trueblood Committee tahun
1973.
d) Statement of Accounting Theory and Theory Acceptance (SATTA), yang dihasilkan oleh
American Accounting Association (AAA) pada tahun 1977.
e) Statement of Financial Accounting Concept (SFAC), yang dihasilkan Financial
Accounting Standard Board (FASB) :
(1) SFAC No. 1, Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises, yang
menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi (1978).
(2) SFAC No. 2, Qualitative Characteristics of Accounting Information, yang
menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi bermanfaat (1980).
(3) SFAC No. 3, Element of Financial Statement of Business Enterprises, yang
memberikan definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan (1980)
(4) SFAC No. 4, Objectives of Financial Reporting by Nonbusiness Organizations
(1980)
(5) SFAC No. 5, Recognition and Measurement in Financial Statement of Business
Enterprises, yang menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran fundamental serta
pedoman tentang informasi apa yang biasanya harus dimasukkan dalam laporan
keuangan dan kapan waktunya (1984).
(6) SFAC No. 6, Element of Financial Statements, yang menggantikan SFAC No.3 dan
memperluas lingkup SFAC No. 3 dengan memasukkan organisasi nirlaba (1985)
(7) SFAC No. 7, Using Cash Flow Information and Present Value of Accounting
Measurements, yang memberikan kerangka kerja bagi pemakaian arus kas masa
depan yang diharapkan dan nilai sekarang (present value) sebagai dasar pengukuran
(2000)
(8) SFAC No. 8, Conceptual Framework for Financial Reporting, menggantikan SFAC
No. 1 dan No. 2 (2010).
3. Perkembangan teori akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam teori akuntansi tradisional
dan teori akuntansi positif. Jelaskan dengan argumen yang mendukung!
Jawaban :
Teori akuntansi tradisional
Beberapa pendekatan untuk merumuskan suatu teori akuntansi dikenal sebagai
pendekatan tradisional, dikarenakan pendekatan-pendekatan tersebut diwarnai oleh tidak
adanya proses verifikasi yang sungguh-sungguh dilakukan dalam upaya mengembangkan
suatu teori akuntansi. Pendekatan-pendekatan tradisional lebih merupakan penelitian
konvensional daripada aliran baru dalam penelitian yang bersandar pada penalaran
tradisional dalam merumuskan kerangka akuntansi konseptual. Pada awal mulanya para
penulis hanya menjelaskan praktik yang telah diamati, dan dengan menyajikan aturan
pedagogik untuk mengklasifikasi praktik tersebut.Kemudian setelah U.S. Securities Acts
1933 dan 1934 mengatur disclousure para teoretisi akuntansi mengembangkan teori
normative. Pada masa itu, validitas empiris dari hipotesis sebagai tempat bersandarnya
teori normative tidak mendapat perhatian.

Teori akuntansi positif


Teori akuntansi positif bertawal dari penelitian yang dilakukan oleh Watts dan
Zimmerman. Watts dan Zimmerman tidak menggunakan teori normative, melainkan teori
positif yang dalilnya menjelaskan bagaimana bekerjanya dunia nyata. Teori akuntansi
positif ini dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena. Teori ini tidak
akan dibuktikan kebenarannya, melainkan akan diuji apakah prediksinya dapat ditolak
oleh bukti empiris. Teori terdiri atas asumsi dan sehimpunan hipotesis substantif. Garis
besar metodologi positivist: pengembangan teori dimulai dengan penjelasan fenomena
yang dipikirkan oleh peneliti. Di samping itu juga harus ada asumsi baik dinyatakan atau
tidak. Setelah dipelajari saling hubungan antarfenomena dengan asumsi tertentu,
diderivasi hipotesis, kemudian dikumpulkan data yang dibutuhkan. Prosedur berikutnya,
menguji hipotesis. Jika terbukti tidak salah, muncullah teori. Teori akan selalu berubah
dan ber-evolusi jika ada usaha oleh peneliti (lain) untuk mengembangkan metodologi
peneliti sebelumnya.
4. Di dalam pendekatan teori akuntansi tradisional untuk merumuskan teori akuntansi
dikenal pendekatan nonteoretis. Jelaskan menurut pendapat saudara!
Jawaban :
Pendekatan nonteoretis adalah suatu pendekatan pragmatis dan pendekatan kekuasaan.
Pendekatan pragmatis terdiri atas penyusunan suatu teori yang ditandai oleh kesamaan
dengan praktik di dunia nyata yang berguna dalam artian memberikan solusi yang
sifatnya praktis. Sedangkan pendekatan kekuasaan untuk merumuskan suatu teori akuntansi
yang terutama dipergunakan oleh organisasi professional terdiri atas
penerbitan pernyataan sebagai regulasi dari praktik-praktik akuntansi. Karena pendekatan
kekuasaan berusaha untuk memberikan solusi praktis, pendekatan ini dengan mudah
disamakan dengan pendekatan pragmatis. Kedua pendekatan berasumsi bahwa teori
akuntansi dan teknik akuntansi harus disebutkan dalam dasar penggunaan akhir laporan
keuangan, jika akuntansi memeiliki suatu fungsi yang berguna. Dengan kata lain, suatu
teori tanpa konsekuensi praktik adalah suatu teori yang buruk. Intinya, pendekatan
pragmatis untuk mengembangkan prinsip-prinsip akuntansiyang telah diikuti oleh otoritas
akuntansi di masa lampau, dan berusaha untuk menurunkan konflik-konflik dari praktik
yang ada hingga saat ini masih bersifat sangat hati-hati dan sementara. Kita juga
berpendapat bahwa pendekatan pragmatis adalah bagian dari suatu teori akun.
Pendekatan ini, yang berdasar pada rasionalisasi dari pembukuan berganda, dimuat dalam
Summa Aritmatica, Geometria, Propotioni et Proponationalita dari Luca Pacioli, yang
diterbitkan oleh di Venesia tahun 1494.
Pendekatan teori akun merasionalisasikan pilihan dari teknik-teknik akuntansi
yang berdasarkan atas pemeliharaan persamaan akuntansi, yaitu persamaan neraca dan
persamaan laba akuntansi.
Pernyataan neraca biasanya dinyatakan sebagai :
AKTIVA= KEWAJIBAN + EKUITAS
Persamaan laba akuntansi biasanya dinyatakan sebagai :
LABA AKUNTANSI = PENDAPATAN BEBAN
Dua persamaan dalam pendekatan teori akun ini mengarahkan kepada berkembangnya
dua posisiyang terdapat dalam badan penyusunan standar, yaitu, posisi yang beorientasi
pada neraca dan berorientasi pada laba. Dalam kasus manapun, pendekata teori akun,
seperti juga pendekatan pragmatis dan kekuasaan, tidak memiliki fondas yang teoritis.

Pendekatan Non-teoritis, berupa pendekatan pragmatis dan pendekatan kekuasaan.


Pendekatan pragmatis terdiri dari penyusunan teori yang ditandai dengan penyesuaian
terhadap praktik sesungguhnya, yang bermanfaat untuk memberi saran solusi praktis.
Menurut pendekatan ini, teknik-teknik dan prinsip akuntansi seharusnya dipilih atas dasar
manfaatnya bagi pengguna informasi akuntansi dan keterkaitannya dengan proses
pembuatan keputusan
5. Apa yang saudara ketahui tentang hipotesis pasar efisien, dan tingkatan efisiensi pasar
menurut Fama (1970).
Jawaban :
Menurut Fama (1970) tentang konsep pasar efisien, pasar dikatakan efisien bilamana
harga-harga yang terbentuk di pasar merupakan cerminan dari informasi yang ada. Suatu
pasar dikatakan efisien apabila tidak seorangpun, baik investor individu maupun investor
institusi, akan mampu memperoleh return tidak normal (abnormal return), setelah
disesuaikan dengan risiko, dengan menggunakan strategi perdagangan yang ada. Artinya,
harga-harga yang terbentuk di pasar merupakan cerminan dari informasi yang ada atau
stock prices reflect all available information. Ekspresi yang lain menyebutkan bahwa
dalam pasar yang efisien harga-harga aset atau sekuritas secara cepat dan utuh
mencerminkan informasi yang tersedia tentang aset atau sekuritas tersebut. Menurut
Fama (1970), ada tiga bentuk tingkat efisiensi pasar berdasarkan pada tingkat penyerapan
informasinya, yaitu pasar efisien bentuk lemah, pasar efisien bentuk semi kuat, pasar
efisien bentuk kuat. Teori efisiensi pasar telah menjadi acuan kajian yang mendapat
perhatian luas selama tiga dasawarsa terakhir dan menjadi topik paling menarik dalam
perkembangan teori keuangan perusahaan. Bukti empiris yang sejauh ini telah
dikemukakan cenderung mendukung hipotesis bahwa pasar modal di Amerika cenderung
berbentuk efisien dalam tingkat semi-kuat. Artinya, informasi yang membentuk harga di
pasar masih didominasi oleh informasi historis dan informasi publik, walaupun dalam
banyak hal masih belum dapat dikatakan pasti. Sisi menarik lain yang terkait dengan
hipotesis pasar efisien adalah ditemukannya anomali yang dalam banyak hal sepertinya
mementahkan konsep efisiensi pasar yang berkembang selama ini. Setidaknya ada empat
kelompok anomali yang dikenal sejauh ini, yaitu anomali perusahaan, anomali musiman,
anomali peristiwa atau kejadian, dan anomali akuntansi.
6. Jelaskan implikasi pasar sekuritas efisien terhadap pelaporan keuangan!
Jawaban :
Efisiensi pasar sekuritas memiliki implikasi yang penting di dalam akuntansi keuangan.
Salah satunya adalah bahwa efisiensi pasar sekuritas membawa implikasi secara langsung
terhadap konsep full disclosure. Efisiensi berimplikasi bahwa informasi mengandung
disclosure, bukan dalam bentuk disclosure itu sendiri, tetapi yang bermanfaat bagi pasar.
Sehingga, informasi dapat di sampaikan dengan mudah dalam bentuk catatan kaki
(footnotes) dan mengungkapkan tambahan (supplemantary disclosure) seperti halnya
yang terdapat di dalam laporan keuangan itu sendiri.
7. Jelaskan perkembangan teori akuntansi positif dan hubungannya dengan kemajuan riset
akuntansi, dan pasar modal!
Jawaban :
Perkembangan riset akuntansi dan keuangan tersebut tidak dapat dipisahkan dari muncul
dan berkembangnya teori akuntansi positif (Watts dan Zimmerman, 1986) yang sangat
4

dominan dalam mewarnai riset-riset akuntansi saat ini. Watts dan Zimmerman tidak
menggunakan teori normatif, melainkan teori positif yang dalil-dalilnya menjelaskan
bagaimana bekerjanya dunia nyata. Teori akuntansi positif adalah teori yang digunakan
untuk memprediksi tindakan pemilihan kebijakan akuntansi yang dilakukan perusahaan,
dan bagaimana perusahaan akan merespon standar akuntansi yang baru (Scott, 2000).
Teori akuntansi tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena
akuntansi. Teori tidak akan dibuktikan kebenarannya, namun demikian akan diuji apakah
prediksinya dapat ditolak oleh bukti empiris.
8. Jelaskan tujuan pelaporan keuangan oleh perusahaan bisnis!
Jawaban :
Pelaporan keuangan hendaknya memberikan informasi yang berguna bagi calon investor
dan kreditor maupun yang sudah ada dan para pengguna lainnya dalam membuat
investasi, kredit, dan keputusan keputusan lain yang serupa secara rasional. Informasi
tersebut sebaiknya dapat dimengerti oleh mereka yang memiliki cukup pemahaman akan
bisnis dan aktivitas ekonomi serta bersedia untuk mempelajari informasi tersebut dengan
ketekunan yang wajar. Pelaporan keuangan hendaknya memberikan informasi untuk
membantu para calon investor dan kreditor serta para pengguna lain yang sudah ada
dalam menilai jumlah, waktu, dan krtidakpastian dari penerimaan kas prospektif untuk
deviden atau bunga dan penerimaan dari penjualan, penebusan, atau jatuh temponya surat
berharga atau pinjaman. Prospek terjadinya penerimaan kas tersebut akan mempengaruhi
oleh kemampuan perusahaan untuk cukup kas guna memenuhi kewajibannya ketika jatuh
tempo dan kebutuhan kebutuhan kas operasional lainnya, untuk melakukan investasi
kembali dalam operasi, membayar deviden kas, dan dapat juga dipengaruhi oleh persepsi
secara umum dari para investor dan kreditor atas kemampuan tersebut, yang
mempengaruhi harga pasar dari saham perusahaan tersebut. Jadi, pelaporan keuangan
hendaknya memberikan informasi untuk membantu para investor, kreditor dan pihak lain
dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian dari prospektif arus kas masuk bersih
kepada perusahaan yang bersangkutan. Pelaporan keuangan hendaknya memberikan
informasi mengenai sumber daya ekonomi dari perusahaan, klaim untuk sumber daya
tersebut (kewajiban dari perusahan untuk mentransfer sumber daya ke entitas dan ekuitas
pemilik lainnya), serta dampak dari transaksi transaksi, peristiwa, dan kejadian yang
mengubah sumber daya dan klaim tas sumber daya tersebut. Pelaporan keuangan
hendaknya memberikan informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan selama periode
tersebut. Para investor dan para kreditor sering kali menggunakan informasi masa lalu
untuk membantu menilai prospek dari sebuah perusahaan. Jadi, meskipun keputusan
investasi dan kredit mencerminkan ekspektasi dari para investor dan kreditor mengenai
kinerja perusahaan di masa depan, ekspektasi ekspektasi tersebut umumnya didasarkan
pada paling sedikit sebagian dari evaluasi kinerja perusahaan di masa lalu.
Fokus utama dari pelaporan keuangan adalah mengenai kinerja perusahaan yang
diperoleh dari pengukuran hasil dan komponen komponennya. Pelaporan keuangan
hendaknya memberikan informasi mengenai bagaimana perusahaan memperoleh dan
menggunakan kasnya, mengenai pinjaman dan pembayaran kembali pinjaman tersebut,
mengenai transaksi transaksi modalnya, termasuk deviden kas dan distributor sumber
ekonomi lainnya kepada pemilik, dan mengenai faktor faktor lain yang dapat
mempengaruhi likuiditas maupun solvabilitas perusahaan tersebut. Pelaporan keuangan
hendaknya memberikan informasi mengenai bagaimana menejemendari sebuah
perusahaan menggunakan tanggung jawab pengurusannya kepada pemilik (pemegang
5

saham) untuk penggunaan sumber daya perusahaan yang dipercayakan kepadanya.


Pelaporan keuangan hendaknya memberikan informasi yang berguna bagi para menejer
dan direktur dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan keinginan dari pemilik.
Secara singkat, tujuan pelaporan keuangan oleh perusahaan bisnis :
1. Pelaporan keuangan hendaknya memberikan informasi yang berguna bagi para calon
investor dan kreditor maupun yang sudah ada dan para pengguna lainnya dalam
membuat investasi, kredit dan keputusan-keputusan lain yang serupa secara rasional.
2. Memberikan informasi untuk membantu para calon investor dan kreditor serta para
pengguna lain yang sudah ada dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian dari
penerimaan kas prospektif untuk deviden atau bunga dan penerimaan dari penjualan,
penebusan, atau jatuh temponya surat berharga atau pinjaman.
3. Memberikan informasi mengenai sumber daya ekonomi dari perusahaan, klaim untuk
sumber daya tersebut, serta dampak dari transaksi, peristiwa, dan kejadian yang
mengubah sumber daya tersebut.
4. Memberikan informasi mengenai bagaimana perusahaan memperoleh dan
menggunakan kasnya, mengenai pinjaman dan pembayaran pinjaman tersebut,
mengenai transaksi modalnya, dll.
5. Memberikan informasi yang berguna bagi para manajer dan direktur dalam
mengambil keputusan yang sesuai dengan keinginan dari pemilik.
9. Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1 dan 2 telah digantikan dengan
SFAC # 8, namun tetap membahas tentang karakteristik kualitatif informasi akuntansi
terkandung konsep relavance (relevan) dan reliable (andal). Saudara jelaskan konsep
tersebut! Jelaskan pula petimbangan cost-benefit menurut saudara!
Jawaban :
SFAC merupakan pedoman untuk tujuan, karakteristik kualitatif, dan pedoman lain dari
fenomena ekonomi untuk pengakuan dan pengukuran dalam pelaporan keuangan dan
penyajiannya. SFAC sendiri menjadi guide bagi FASB dalam mengembangkan standar
akuntansi keuangan di Amerika Serikat. Secara total, FASB menerbitkan 8 (delapan)
buah statements. Statements yang pertama terbit pada November 1978, yaitu SFAC No. 1
tentang Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises pada November 1978,
sampai terbit SFAC No. 8 pada September 2010 tentang Conceptual Framework for
Financial Reporting.
Karakteristik kualitatif dalam statements yang diterbitkan FASB terletak pada SFAC No.
2 tentang Qualitative Characteristic of Accounting Information yang muncul pada Mei
1980. Namun, SFAC No. 2 ini digantikan oleh SFAC No. 8, dengan adanya perubahan
mendasar antara SFAC No. 2 dengan SFAC No. 8, yaitu kualitas informasi dalam SFAC
No. 8 dibagi menjadi kualitas informasi utama dalam SFAC No. 8 terdiri dari Relevance
dan Faithful Representation dan kualitas informasi pendukung yang terdiri dari
comparability, verifiability, timeliness dan understandability, yang sebelumnya pada
SFAC No. 2 kualitas informasi utama adalah relevance dan reliability.
Conceptual Framework for Financial Reporting (Rerangka Kerja untuk Pelaporan
Keuangan) bulan September 2010 atau yang dikenal dengan SFAC No. 8 merupakan
sebuah konsep pengganti SFAC No. 1 dan SFAC No. 2. SFAC No. 8 adalah salah satu
dari serangkaian publikasi di Dewan Standar (FASB) untuk akuntansi dan pelaporan
keuangan. SFAC No. 8 ini mencakup 2 bab rerangka konseptual baru yang menggantikan
SFAC No. 1, Tujuan Pelaporan Keuangan oleh Business Enterprises, dan SFAC No. 2
yaitu karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi. SFAC No. 8 ini dimaksudkan untuk
menetapkan tujuan-tujuan dan konsep-konsep fundamental yang akan menjadi dasar
6

untuk pengembangan akuntansi keuangan dan pedoman pelaporan. Dalam hal ini Dewan
Standar Akuntansi Keuangan terus membuat kemajuan khususnya terkait pada rerangka
konseptual dengan mengeluarkan statement baru ini. Sebuah SFAC dapat diubah, diganti,
maupun ditarik melalui prosedur yang sesuai dibawah The Boards Ruler Procedure.
SFAC No. 8 terdiri atas 3 bab. Bab 1 merupakan tujuan pelaporan keuangan, Bab 2 berisi
entitas pelaporan, dan Bab 3 berisi karakteristik kualitatif informasi keuangan.
SFAC No. 8 lebih menjelaskan mengenai tujuan dengan melakukan pelaporan keuangan
ke pihak-pihak atau pengguna informasi tersebut dan bagaimana tujuan dari pelaporan
keuangan. Pelaporan keuangan yang dimaksud menjelaskan mengenai bagaimana sumber
dari ekonomi suatu entitas atau perusahaan, klaim sumber daya ekonomi dan juga
membuat mengenai perubahan sumber ekonomi tersebut. Selain itu juga, di dalam SFAC
No. 8 itu menjelaskan bahwa di dalam laporan keuangan harus menjelaskan mengenai
kinerja perusahaan yang direfleksikan melalui arus kas masa lalu. Selain itu di dalam
SFAC No. 8 juga menjelaskan mengenai karakteristik kualitatif dalam informasi
keuangan yang akan dihasilkan oleh perusahaan. Jika dalam informasi tersebut memiliki
karakteristik kualitatif informasi yang baik maka laporan keuangan tersebut harus
memuat unsur relevan, materialitas, faith representation, comparability, veriability,
timeliness, serta understandability.
Perbandingan SFAC No. 1 & 2 dengan SFAC No. 8
SFAC No. 2 diganti menjadi SFAC No. 8 dikarenakan untuk mengakomodasi
konvergensi standar akuntansi dengan IFRS. Di dalam SFAC No. 2 terlihat bahwa
decision usefulness bukan menjadi pertimbangan utama bagi sebuah informasi, namun
dalam SFAC No. 8 ini justru menjadi yang utama. Sebuah informasi harus dapat
memberikan manfaat bagi pengambil keputusan, dan kemanfaatan ini menjadi tujuan
utama munculnya IFRS. Hal ini sejalan dengan pernyataan di bawah ini:
The objective of general purpose financial reporting is to provide financial information
about the reporting entitiy that is useful to existing and potential investors, lenders and
other creditors in making decisions. Thus, one of the key objectives of IFRS usefulness
of financial reporting (Landsman, et. al, 2011)
Hal dimaksudkan agar nantinya standar akuntansi yang berlaku dengan menggunakan
IFRS bisa diterima oleh masyarakat secara luas. Selain itu dengan menggunakan
perubahan dari SFAC No. 2 menjadi SFAC No. 8 dimaksudkan agar nantinya kualitas
informasi yang akan dihasilkan oleh perusahaan memiliki informasi yang lebih baik
dalam hal ini lebih relevan dan dapat disajikan dengan representation faithfulness.
Selain itu, FASB juga menyatakan bahwa:
The Conceptual Framework Project is a joint effort with the IASB, aimed at
producing a signal framework that both Boards could use in developing (ideally
converged) standards
Conceptual framework project (CFP) adalah upaya bersama dengan IASB yang
menandakan bahwa Dewan Komisaris dan Direksi bisa mengembangkan (idealnya
konvergensi) standar. Untuk lebih memastikan bahwa tujuan utama digantinya SFAC No.
2 menjadi SFAC No. 8 adalah untuk mengakomodasi adanya konvergensi IFRS, dalam
table berikut akan disajikan perbedaan karakteristik kualitatif informasi akuntansi antara
US-GAAP dengan IFRS :
US-GAAP
1. Relevance
2. Reliability

IFRS
1. Understandability
2. Relevance
7

3. Comparability
4. Consistency

3. Reliability (prudence)
4. Comparability (includes consistency)

Sumber: Stroud dan Barnes dalam http://belkcollegeofbusiness.uncc.edu

Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa karakteristik kualitatif IFRS yang ketiga adalah
reliability (keandalan), secara sepintas mungkin ini terlihat sama dengan karakteristik
kualitatif versi US-GAAP, namun ada penekanan dalam konsep keandalan versi IFRS,
yaitu keandalan yang dimaksud di sini terkait dengan kehati-hatian. Pembuat laporan
keuangan harus berhati-hati dalam membuat penilaian tentang perkiraan (aset atau
pendapatan agar tidak di lebih-lebihkan dan kewajiban atau beban tidak akan dikecilkan).
Melihat konsep ini, maka sejalan dengan konsep faithful representation dalam SFAC No.
8, dimana SFAC No. 8 mengganti konsep keandalan dengan konsep faithful
representation. Kemudian karakteristik versi IFRS yang terakhir yaitu comparability
yang di dalamnya sudah termasuk concistency juga sejalan dengan SFAC No. 8 yang
memandang bahwa consistency berperan penting untuk mewujudkan comparability.
SFAC No. 8 menjelaskan mengenai tujuan dari pelaporan keuangan yang dimana
merupakan pengembangan dari tujuan pelaporan keuangan dari SFAC No. 1 yaitu oleh
perusahaan bisnis. Informasi yang dihasilkan memiliki manfaat (useful) dalam hal
menyediakan informasi dalam keputusan investasi dan kredit, penilaian prospek arus kas,
informasi tentang sumberdaya perusahaan (klaim dan perubahan atasnya).
Selain itu juga pada SFAC No. 8 terdapat perubahan mengenai isi dari SFAC No. 2 yang
menjelaskan karakter kualitatif informasi akuntansi. Ini merupakan ingredients yang
menjadikan informasi bermanfaat dan menjadi rujukan pada saat membuat pilihan
terhadap perlakuan akuntansi tertentu. Selain itu juga dalam SFAC No. 8 dijelaskan
mengenai informasi yang harus dikandung dalam laporan keuangan yang dimana harus
menjelaskan mengenai pelaporan entitas sebuah bisnis, klaim yang dilakukan oleh sebuah
entitas, dan dampak yang dihasilkan dari sebuah transaksi yang dimana harus memuat
mengenai perubahan dari sumber dan klaim yang dilakukan oleh sebuah entitas.
Selain itu SFAC No. 8 memuat mengenai penggantian dari karakteristik fundamental
kualitatif laporan keuangan seperti yang kita ketahui bahwa karakteristik fundamental
kualitatif laporan keuangan SFAC No. 2 berupa relevan dan keandalan. Dimana relevan
di sini dimaksudkan laporan keuangan yang seharusnya dibuat harus menjadi relevan,
informasi harus tepat waktu dan memiliki nilai prediktif dan/atau umpan balik.
Sedangkan keandalan menyebutkan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan harus
menghasilkan menyajikan informasi dengan jujur dan apa adanya (representational
faithfulness) dan dapat diverifikasi serta netral. Sedangkan pada SFAC No. 8 karakteristik
fundamental kualitatif dari informasi akuntansi terdiri dari relevan dan faithful
representation. Dimana konsep relevan dalam SFAC No. 2 di sini mampu membuat
perbedaan dalam keputusan yang dibuat oleh pengguna. Informasi dapat membuat
perbedaan dalam keputusan bahkan jika beberapa pengguna memilih untuk tidak
mengambil keuntungan dari itu. Sedangkan pada konsep faithful representation memuat
mengenai laporan keuangan yang menggambarkan pandangan wajar/menyajikan dengan
wajar posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi suatu perusahaan. Meskipun
demikian rerangka dasar ini tidak menangani secara langsung konsep tersebut, penerapan
karakteristik kualitatif pokok dan standar akuntansi keuangan yang sesuai biasanya
menghasilkan laporan keuangan yang menggambarkan apa yang pada umumnya
dipahami sebagai suatu pandangan yang wajar/menyajikan dengan wajar.

Tidak seperti pada SFAC No. 2, pada SFAC No. 8 hanya membedakan atas 2
karakteristik kualitatif yakni fundamental dan pendukung yang memperkuat kualitatif
informasi dalam laporan keuangan. Pada pendukung kualitatif laporan keuangan memuat
mengenai comparability, verifiability, timeliness, understandability. Dimana pada SFAC
No. 2 tidak memuat ke empat elemen tersebut. Dalam SFAC No. 2 hanya ada dua
pendukung kualitatif laporan keuangan yaitu comparability dan concistency. Dalam hal
ini tentunya ada harapan atas penggantian dari SFAC No. 1 & 2 ke SFAC No. 8. Dengan
diterapkannya SFAC No. 8 maka diharapkan: Dalam SFAC No. 2, semua informasi
diberikan dan nantinya akan tergantung bagaimana si pembuat keputusan yang memilih
informasi mana yang dibutuhkan. Sedangkan dalamn SFAC No. 8, informasi yang
diberikan hanya informasi yang benar-benar bermanfaat dan dibutuhkan oleh si pembuat
keputusan saja. Jadi, informasi yang diterima bisa saja berbeda-beda, sesuai dengan
kebutuhannya. Hal ini terlihat juga dalam informasi laba. SFAC No. 8 menyatakan bahwa
informasi laba berfungsi untuk menilai kinerja manajemen, membantu memperkirakan
kemampuan laba dalam jangka panjang, memprediksi laba, menaksir resiko dalam
meminjam atau investasi. Untuk menentukan keputusan investasi, calon investor perlu
menilai perusahaan dari segi kemampuannya untuk memperoleh laba bersih sehingga
diharapkan perusahaan dapat memberikan tingkat pengembalian yang tinggi. Untuk itu,
perusahaan harus mampu memaksimalkan laba. Sasaran pertama perusahaan yang sering
dinyatakan adalah memaksimumkan laba atau keuntungan (Budi, 2007).
Dalam SFAC No. 8, salah satu kualitas primer dari karakteristik kualitatif informasi
akuntansi adalah faithful representation yang menggantikan keandalan yang menjadi
kualitas primer SFAC No. 2. Keandalan di dalam SFAC No. 2 berarti bahwa laporan
keuangan tersebut dapat diverifikasi melalui konfirmasi kebenaran, sehingga ada konsep
conservatism dalam SFAC No. 2 ini. Menurut Bliss dalam Watts (2003) konservatisme
secara tradisional didefinisikan sebagai antisipasi terhadap semua rugi tetapi tidak
mengantisipasi laba. Hal ini nyata terlihat dalam konsep keandalan dalam SFAC No. 2.
Oleh sebab itu, di dalam SFAC No. 8 keandalan tidak lagi menjadi kualitas utama yang
bersanding dengan relevan, tetapi faithfulness representation. dimana dalam faithfulness
representation ini. Di dalam SFAC No. 8 ini konsep conservatism masih ada, hanya saja
lebih kepada prinsip-prinsip kehati-hatian (prudence). Prudence tidak seekstrim
konservatisme, jadi dalam SFAC No. 8, laba yang belum terealisasi bisa diakui asalkan
jujur.
Untuk pertimbangan cost-benefitnya: Dalam SFAC No. 8, konsep benefit>cost bermakna
bahwa manfaat yang diperoleh harus lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan, dan ini
tidak jauh berbeda dengan batasan yang ada di SFAC No. 2. Dua karakteristik kualitatif
utama informasi akuntansi dalam SFAC No. 8 adalah relevansi dan faithful
representation. Informasi yang relevan mampu membuat perbedaan dalam keputusan
pengguna. Informasi keuangan yang relevan jika memiliki nilai prediksi, nilai
konfirmatori, atau keduanya. Item adalah material jika menghilangkan atau misstating
bisa mempengaruhi keputusan pengguna. Oleh karena itu, ambang batas materialitas
berkaitan dengan karakteristik kualitatif relevansi. Informasi memiliki kualitas faithful
representation jika informasi tersebut menggambarkan apa yang dimaksudkan untuk
mewakili. Sebuah representasi setia harus lengkap, netral, dan bebas dari kesalahan.
Kelengkapan membutuhkan informasi yang disajikan atau digambarkan dengan cara
pengguna dapat memahami objek yang digambarkan. Netralitas mengharuskan item
digambarkan tanpa bias kepada pengguna. Bebas dari kesalahan berarti bahwa tidak ada
kesalahan atau kelalaian dalam informasi yang dilaporkan.
9

Untuk memperkuat karakteristik kualitatif informasi akuntansi, diperlukan comparibility


(including concistency), verifiability, timeliness, dan understandability. Comparibility
memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi dan memahami persamaan dan
perbedaan antara item. Konsistensi mengacu pada penggunaan metode akuntansi yang
sama dalam periode yang berbeda. Oleh karena itu, concistency membantu mencapai
comparibility karena membantu pemakai informasi dalam membuat perbandingan pada
seluruh periode waktu yang berbeda. Verifiability terjadi ketika sumber yang berbeda
mencapai konsensus atau kesepakatan atas jumlah keterwakilan item. Verifiability
langsung terjadi melalui pengamatan langsung; verifiability tidak langsung terjadi dengan
menggunakan teknik seperti memeriksa formula atau menghitung ulang jumlah.
Meskipun ke depan informasi tidak dapat diverifikasi, asumsi, metode, fakta, dan
keadaan dapat diungkapkan untuk membantu pengguna menentukan apakah informasi
tersebut berguna. Timeliness membutuhkan informasi yang tersedia bagi pembuat
keputusan ketika hal ini berguna untuk membuat keputusan. Understandability
melibatkan klasifikasi, karakteristik, dan penyajian informasi dengan jelas dan ringkas.
Understandability mengasumsikan bahwa pengguna memiliki pengetahuan yang cukup
atas aktivitas bisnis dan ekonomi untuk memahami laporan keuangan.
10. Pengungkapan informasi akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam pengungkapan
wajib (mandatory) dan sukarela (voluntary). Jelaskan menurut pendapat saudara!
Pengungkapan wajib merupakan pengungkapan minimum yang disyaratkan oleh standar
akuntansi yang berlaku. Semua perusahaan yang go public telah melakukan
pengungkapan wajib (mandatory) secara jelas dan lengkap sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Sedangkan untuk pengungkapan sukarela merupakan pilihan bebas manajemen
perusahaan untuk memberikan informasi akuntansi dan informasi lainya yang dipandang
relevan untuk pembuatan keputusan para pemakai laporan tahunannya. Pengungkapan
sukarela menjadi informasi yang sangat penting bagi investor dan pemakai informasi
lainnya dalam membuat keputusan yang lebih baik karena dianggap pengungkapan wajib
belum mencukupi dalam menyediakan informasi bagi investor. Pengungkapan sukarela
adalah pengungkapan yang dilakukan perusahaan di luar apa yang sudah diwajibkan oleh
standar akuntansi. Manajemen selalu berusaha untuk mengungkapkan informasi privat
yang menurut pertimbangannya sangat diminati oleh investor serta pemegang saham,
khususnya jika informasi tersebut merupakan berita baik (good news). Manajemen juga
berminat menyampaikan informasi yang dapat meningkatkan kredibilitas dan kesuksesan
perusahaan meskipun informasi tersebut tidak diwajibkan. Sedangkan bagi para investor,
informasi yang disampaikan oleh manajemen perusahaan dijadikan sebagai alat analisis
dan pengawasan terhadap kinerja manajemen perusahaan. Penyajian pengungkapan
sukarela masih menjadi isu kontroversial, khususnya mengenai motivasi atau alasan
penyampaian pengungkapan sukarela. Keputusan untuk pengungkapan sukarela
dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor. Pengungkapan sukarela hanya akan
dilakukan, jika persepsi terhadap manfaat melebihi (outweigh) biaya pengungkapan itu
sendiri.

10

Anda mungkin juga menyukai