Anda di halaman 1dari 49

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN

SKRIPSI
JUNI 2014

UNIVERSITAS HASANUDDIN

FAKTOR NON MEDIS PENYEBAB DILAKUKANNYA ABORTUS

OLEH :
Juliarwon Putra
C 111 09 284

PEMBIMBING :
Dr. dr. H. A. Armyn Nurdin, M.Sc

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


PADA BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014

HALAMAN PENGESAHAN

Telah disetujui untuk dibacakan pada seminar proposal di Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin dengan Judul :

FAKTOR NON MEDIS PENYEBAB DILAKUKANNYA ABORTUS

Pada
Hari / Tanggal : Senin / 28 April 2014
Pukul

: 10.00 WITA

Tempat

: Ruang Seminar PB. 622 IKM & IKK FK-UNHAS

Makassar, 25 April 2014

Menyetujui,

Pembimbing

Dr. dr. H. A. Armyn Nurdin, M.Sc

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Telah disetujui untuk dibacakan pada seminar hasil penelitian di Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin dengan Judul :

FAKTOR NON MEDIS PENYEBAB DILAKUKANNYA ABORTUS

Pada
Hari / Tanggal : Senin / 02 Juni 2014
Pukul

: 10.00 WITA

Tempat

: Ruang Seminar PB. 622 IKM & IKK FK-UNHAS

Makassar, 30 Mei 2014

Menyetujui,

Pembimbing

Dr. dr. H. A. Armyn Nurdin, M.Sc

iii

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


DAN ILMU KESEHATAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

TELAH DISETUJUI UNTUK DICETAK DAN DIPERBANYAK

Judul Skripsi :
FAKTOR NON MEDIS PENYEBAB DILAKUKANNYA ABORTUS

Makassar,

Menyetujui.

Pembimbing

Dr. dr. H. A. Armyn Nurdin, M.Sc

iv

Juni 2014

PANITIA SIDANG UJIAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN

Skripsi

dengan

judul

DILAKUKANNYA

FAKTOR

ABORTUS

telah

NON

MEDIS

diperiksa

dan

PENYEBAB

disetujui

untuk

dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi di Bagian Ilmu Kesehatan


Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin. Yang dibawakan oleh :

Nama

: Juliarwon Putra

Stambuk

: C 111 09 284

Hari / Tanggal : Jumat / 06 Juni 2014


Pukul

: 10.00 WITA

Tempat

: Ruang Seminar PB. 622 IKM & IKK FK-UNHAS

Makassar,

Juni 2014

Ketua Tim Penguji

Dr. dr. H. A. Armyn Nurdin, M.Sc

Penguji I

Penguji II

Dr. Muh. Ikhsan Madjid, MS, PKK

dr. M. Rum Rahim, M.Kes

KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
dengan judul Faktor Non Medis Penyebab Dilakukannya Abortus yang disusun
dalam rangka tugas kepaniteraan klinik pada bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
dan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Segala persiapan, pelaksanaan, dan pengolahan data serta penyusunan
skripsi ini tidak lepas dari hambatan dan kesulitan, namun atas dukungan dan
bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini tidak lupa penulis menyampaikan
terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada :
1. Kedua orang tua tercinta atas dukungan dan semangatnya.
2. Pimpinan Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin;
Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III.
3. Dr. dr. H. A. Armyn Nurdin, MSc selaku pembimbing atas waktu, saran, dan
nasehatnya.
4. Keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (para Dosen dan
Staf).
5. Teman-teman angkatan 2009 Prote09lycan atas bantuan moril dan materil.
6. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu per satu yang telah
turut membantu baik secara langsung dan tidak langsung dalam proses
pembuatan skripsi ini.
Penulis sangat menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki banyak
kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, segala saran perbaikan demi
kesempurnaan skripsi ini sangat diharapkan oleh penulis untuk menjadi
sumbangsih ilmu yang sangat berharga. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
vi

pembacanya dan mempunyai kontribusi dalam memperkaya khasanah ilmu


kedokteran.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Makassar, Juni 2014

Penulis

vii

SKRIPSI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
JUNI, 2014
Juliarwon Putra, S.Ked C 11109284
Dr. dr. H. A. Armyn Nurdin, M.Sc
FAKTOR NON MEDIS PENYEBAB DILAKUKANNYA ABORTUS
ABSTRAK
Latar Belakang : WHO memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar
500.000 wanita meninggal setiap tahunnya karena masalah yang berkaitan dengan
kehamilan. Di Indonesia, pada tahun 2000 diperkirakan terjadi sekitar 2 juta
aborsi. Perkiraan ini cukup tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain di
Asia : dalam skala regional sekitar 29 aborsi terjadi untuk setiap 1.000 perempuan
usia reproduksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan untuk melakukan
aborsi antara lain karena : masalah sosioekonomi; pandangan keluarga dan
masyarakat; dan perencanaan berkeluarga serta ketersediaan pelayanan aborsi.
Tujuan : Mengetahui faktor non-medis yang menjadi penyebab
dilakukannya abortus.
Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel diambil
dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 3 orang.
Hasil Penelitian : Wanita yang melakukan aborsi berusia 15-25 tahun
sebanyak (66.7%), pendidikan tamatan SMA (100%), berpenghasilan menengah
kebawah (66.7%), tinggal di daerah perkotaan (100%), belum pernah
mendapatkan pendidikan seks (66.7%). Aborsi tersebut paling banyak dilakukan
oleh diri sendiri dengan menggunakan Gastrul (misoprostol).
Kesimpulan : Ada pengaruh faktor non-medis terhadap dilakukannya
aborsi, khususnya dari masalah sosio-ekonomi yang memiliki pengaruh yang
cukup signifikan.

Kata Kunci : abortus, faktor non medis, sosio-ekonomi, pandangan

Kepustakaan : 16 (1995-2014)
(xiv + 31, 10 tabel, 3 grafik, 1 gambar, 3 lampiran)

viii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...............................................................................
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................
HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................
KATA PENGANTAR .............................................................................
ABSTRAK ...............................................................................................
DAFTAR ISI ...........................................................................................
DAFTAR TABEL ...................................................................................
DAFTAR GRAFIK .................................................................................
DAFTAR GAMBAR ...............................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................
BAB I.

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ...............................................................
1.2. Rumusan Masalah ..........................................................
1.3. Tujuan Penelitian ...........................................................
1.4. Manfaat Penelitian .........................................................

i
ii
iv
vi
viii
ix
xi
xii
xiii
xiv

1
5
5
6

BAB II.

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Aborsi ............................................................................ 7
2.2. Teknik Aborsi ................................................................ 9
2.3. Resiko dan Komplikasi Aborsi ....................................... 10
2.4. Hubungan Antara Faktor Sosio-ekonomi Terhadap
Kemungkinan Dilakukannya Aborsi .............................. 12

BAB III.

KERANGKA KONSEP, KERANGKA TEORI, DAN


DEFINISI OPERASIONAL
3.1. Kerangka Konsep............................................................ 14
3.2. Kerangka Teori ............................................................... 14
3.3. Definisi Operasional ...................................................... 14

BAB IV.

METODE PENELITIAN
4.1. Desain Penelitian ........................................................... 16
4.2. Waktu dan Lokasi Penelitian .......................................... 16
4.3. Populasi dan Sample Penelitian....................................... 16
4.4. Alur Penelitian ............................................................... 17
4.5. Pengumpulan Data ......................................................... 17
4.6. Manajemen Data dan Analisis Data ................................ 17
4.7. Etika Penelitian .............................................................. 17

ix

BAB V.

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN


5.1. Profil Lokasi Penelitian .................................................. 18
5.2. Visi dan Misi Rumah Sakit ............................................ 19
5.3. Prinsip Pelayanan Rumah Sakit ...................................... 19
5.4. Tugas Pokok dan Fungsi Rumah Sakit ........................... 19

BAB VI.

HASIL PENELITIAN
6.1. Hasil Penelitian .............................................................. 21

BAB VII.

PENUTUP
7.1. Kesimpulan .................................................................... 28
7.2. Saran .............................................................................. 29

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 30


LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Tingkat aborsi pada negara-negara di dunia dari tahun 1985-1991
per 1.000 wanita yang berusia 15-44 tahun .................................... 1
Tabel 2.1 Komplikasi dari 170.000 aborsi yang dilakukan pada trimester
pertama .......................................................................................... 11
Tabel 2.2 Tingkat kematian per kasus aborsi berdasarkan tipe prosedur
yang digunakan dan usia gestasi di Amerika Serikat tahun 19741987 .............................................................................................. 11
Tabel 6.1 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan usia .......... 21
Tabel 6.2 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan
pendidikan ..................................................................................... 22
Tabel 6.3 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan pekerjaan
diri sendiri ..................................................................................... 22
Tabel 6.4 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan pekerjaan
suami ............................................................................................. 23
Tabel 6.5 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan
penghasilan .................................................................................... 23
Tabel 6.6 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan agama ...... 24
Tabel 6.7 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan ras/etnis .... 24

xi

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1.1 Jumlah (%) perempuan yang melakukan aborsi di tempat-tempat


pelayanan kesehatan di Indonesia .................................................. 2
Grafik 1.2 Rasio aborsi (1:1.000) di Amerika Serikat pada tahun 1973-2001
berdasarkan kelompok usia ............................................................ 3
Grafik 2.1 Teknik aborsi yang digunakan di Indonesia .................................... 10

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 5.1 Peta Lokasi RSKD IA Siti Fatimah Makassar .............................. 18

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Lembar Persetujuan
2. Form Kuisioner dan Checklist
3. Persuratan Perizinan Penelitian

xiv

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di seluruh dunia, sekitar 46 juta wanita melakukan aborsi setiap
tahunnya, dan sekitar setengah dari prosedur tersebut merupakan prosedur
ilegal dan dikategorikan sebagai tindakan tidak aman oleh WHO; prosedur
tersebut dilaksanakan baik oleh orang yang tidak terlatih atau pada keadaan
yang tidak aman, atau keduanya.(1) Secara global, sekitar 15% dari kematian
ibu terjadi karena aborsi yang tidak aman. (2)
WHO memperkirakan bahwa diseluruh dunia sekitar 500.000 wanita
meninggal setiap tahunnya karena masalah yang berkaitan dengan kehamilan.
Sebagian besar dari masalah tersebut merupakan akibat dari komplikasi
aborsi. Lebih lanjut, 98% kematian ibu terjadi di negara berkembang. (2)
Di Amerika Serikat, pada tahun 1940an, lebih dari 1.000 wanita
meninggal setiap tahunnya karena komplikasi dari aborsi. Pada tahun 2001,
tingkat aborsi nasional adalah sekitar 246 aborsi setiap 1.000 kelahiran hidup,
dan 16:1.000 untuk wanita yang berusia 15-44 tahun. Kebanyakan dari wanita
yang melakukan aborsi adalah wanita yang tidak menikah (82%), serta
perbandingan aborsi yang dilakukan oleh wanita yang tidak menikah 9 kali
lebih tinggi dari wanita yang menikah. Data tersebut menunjukkan bahwa 18%
wanita yang melakukan aborsi berusia 19 tahun, dan 51,3% berusia 24
tahun. (1)

Tabel 1.1 Tingkat aborsi pada negara-negara di dunia dari tahun 1985-1991 per 1.000 wanita
yang berusia 15-44 tahun (1)

Di Indonesia, pada tahun 2000 diperkirakan terjadi sekitar 2 juta aborsi.


Angka ini berasal dari penelitian yang dilakukan terhadap sampel dari
fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada. Estimasi aborsi berdasarkan penelitian
ini adalah angka tahunan aborsi sebesar 37 aborsi untuk setiap 1.000
perempuan usia reproduksi (15-49 tahun). Perkiraan ini cukup tinggi bila
dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia : dalam skala regional
sekitar 29 aborsi terjadi untuk setiap 1.000 perempuan usia reproduksi. (3)
Grafik 1.1 Jumlah (%) perempuan yang melakukan aborsi di tempat-tempat pelayanan kesehatan
di Indonesia (3)

Aborsi merupakan suatu indikator pasti adanya kehamilan yang tidak


diinginkan. Rasio aborsi berdasarkan kelompok usia mengindikasikan bahwa
dilakukannya aborsi paling sering terjadi pada wanita usia muda dan paling
jarang terjadi pada wanita berusia akhir 20an atau awal 30an. (1)
Diestimasikan bahwa sekitar 30% wanita di Amerika akan melakukan
aborsi karena kehamilan yang tidak diinginkan. Pada tahun 2008, sebanyak

51% kehamilan tidak diinginkan, dan 40% diantaranya berakhir dengan


aborsi. (4)
Grafik 1.2 Rasio aborsi (1:1.000) di Amerika Serikat pada tahun 1973-2001 berdasarkan
kelompok usia(1)

Komplikasi aborsi juga merupakan penyebab utama mortalitas untuk


wanita pada negara berkembang. Walaupun insidensnya tinggi, akurasi data
morbiditas terkait aborsi yang lengkap sulit didapatkan. Infertilitas, disabilitas
kronik, infeksi terkait transfusi, dan perawatan darurat untuk komplikasi
aborsi menjadi tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai kesehatan
maternal. (2)

Ada banyak alasan mengapa seorang wanita memutuskan untuk


melakukan aborsi, termasuk : (5-7)

Masalah personal

Kehamilan terjadi karena kejadian yang bersifat traumatik,


contohnya pemerkosaan

Kondisi fisik atau mental yang beresiko terhadap kesehatan ibu jika
kehamilan dilanjutkan

Kemungkinan besar anaknya akan mengalami kelainan medis

Kontrol kehamilan (kontrasepsi) yang gagal

Ketidakmampuan untuk merawat anak tersebut

Mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan

Salah satu alasan yang sering diungkapkan oleh perempuan yang


mengupayakan aborsi adalah bahwa mereka sudah mencapai jumlah anak
yang diinginkan. Selain itu, banyak dari perempuan yang belum menikah
melakukan aborsi karena mereka ingin meneruskan pendidikannya sebelum
mereka menikah. Data salah satu penelitian ditemukan bahwa hanya 4% dari
klien yang melakukan aborsi mengakhiri kehamilannya karena alasan untuk
menjaga kesehatan fisik mereka. (3)
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ellie Lie dkk (Juni 2004),
faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan wanita di Inggris untuk
melakukan aborsi antara lain karena : masalah sosioekonomi; pandangan
keluarga dan masyarakat; dan perencanaan berkeluarga serta ketersediaan
pelayanan aborsi.

(8)

Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh

Sousa et al, 3 variabel yang secara positif dan signifikan berhubungan dengan
kemungkinan dilakukannya suatu aborsi adalah : 1) apakah wanita tersebut
melaporkan kehamilan yang tidak tepat waktu; 2) apakah wanita tersebut
melaporkan kehamilan yang tidak diinginkan; dan 3) jika wanita tersebut
memiliki 3 atau lebih anak pada saat dilakukannya aborsi. (9)

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka
rumusan masalah dari penelitian ini adalah : Belum diketahuinya faktorfaktor non-medis yang menjadi penyebab dilakukannya abortus

1.3. Tujuan Penelitian


1.3.1. Tujuan Umum
Mengetahui faktor non-medis yang menjadi penyebab dilakukannya
abortus.
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Mengetahui pengaruh faktor non medis terhadap dilakukannya abortus.
2. Mengetahui pengaruh masalah sosio-ekonomi terhadap dilakukannya
abortus.
3. Mengetahui pengaruh pandangan keluarga dan masyarakat terhadap
dilakukannya abortus.

1.4. Manfaat Penelitian


1.4.1. Memberikan informasi baru kepada masyarakat mengenai faktor nonmedis penyebab dilakukannya aborsi.
1.4.2. Sebagai bahan referensi dalam pengembangan keilmuan khususnya bagi
civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
1.4.3. Sebagai bahan masukan bagi Dinas Kesehatan dalam upaya penyuluhan
kesehatan di masa yang akan datang.
1.4.4. Memberikan rangsangan bagi rekan sejawat untuk meneliti lebih lanjut
mengenai faktor non-medis penyebab dilakukannya aborsi.
1.4.5. Menjadi

pengalaman

berharga

bagi

peneliti

dalam

rangka

mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang penelitian.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Aborsi
2.1.1.Aborsi
Aborsi adalah sebuah proses medis yang dilakukan untuk mengakhiri
kehamilan sehingga tidak terjadi lahirnya seorang bayi dengan cara
melepaskan bayi dan plasenta dari rahim ibu (uterus). Biasa disebut juga
sebagai terminasi atau terminasi kehamilan. (5, 6)
Aborsi tidak sama dengan keguguran, dimana keguguran merupakan
kehamilan yang berhenti dengan sendirinya / tanpa adanya intervensi medis
sebelum usia 20 minggu (walaupun pengobatan medis mungkin diperlukan
setelah terjadinya keguguran). (5, 6)
Setiap tahunnya jumlah wanita yang meninggal karena aborsi yang
tidak aman diestimasikan sekitar 68.000, 13% dari semua kematian ibu di
seluruh dunia, dan 17% di Amerika Latin, dengan rasio mortalitas rata-rata
aborsi yang tidak aman adalah 34 per 100.000 kelahiran hidup di negara
bagian dimana aborsi itu illegal. (9)
Aborsi yang tidak aman dikarakteristikkan dengan tidak ada atau
kurangnya kemampuan penyedia jasa aborsi, teknik yang berbahaya,
dan/atau tempat yang tidak bersih. WHO mendefinisikan kehamilan tidak
aman sebagai sebuah prosedur terminasi kehamilan yang tidak diinginkan
baik oleh individu yang tidak memiliki keahlian yang diperlukan, atau
dilakukan di lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal, atau
keduanya. Tipe pekerja kesehatan yang memiliki keahlian yang diperlukan
dapat bervariasi tergantung standar legal dan medis di masing masing
negara. (9)
3 faktor yang

berhubungan

signifkan terhadap kemungkinan

dilakukannya aborsi yang tidak aman adalah : apakah rumah tangga wanita
tersebut termasuk miskin; lama pendidikan; dan asal daerah wanita tersebut.
(9)

Sousa et al menemukan bahwa aborsi yang tidak aman secara


signifikan berhubungan dengan status ekonomi yang lebih rendah, daerah
asal wanita tersebut, dan lamanya pendidikan. Hal ini juga sesuai dengan
penelitian dari negara lain dimana aborsi itu illegal. Sebagai contoh di
Amerika Serikat, ketika aborsi masih illegal, wanita miskin dan minoritas
terpaksa melakukan prosedur yang tidak aman jika dibandingkan dengan
wanita dengan kemampuan finansial yang mampu mendapatkan prosedur
yang aman.(9)

2.1.2.Hukum mengenai Aborsi


Di Indonesia saat ini hukum tentang aborsi didasarkan pada hukum
kesehatan tahun 1992. Walaupun bahasa yang digunakan untuk aborsi
adalah samar-samar, secara umum hukum tersebut mengizinkan aborsi bila
perempuan yang akan melakukan aborsi mempunyai dokter yang
mengatakan bahwa kehamilannya membahayakan kehidupannya, surat dari
suami atau anggota keluarga yang mengijinkan pengguguran kandungannya,
tes laboratoritum yang menyatakan perempuan tersebut positif dan
pernyataan yang menjamin bahwa setelah melakukan aborsi perempuan
tersebut akan menggunakan kontrasepsi. (3)
Berdasarkan hukum di Inggris, aborsi dapat dilakukan selama 24
minggu pertama kehamilan selama kriteria The Abortion Acttahun 1967
terpenuhi : (5, 8)

Aborsi harus dilakukan di rumah sakit atau di klinik dokter


spesialis yang memiliki surat izin.

2 orang dokter harus setuju bahwa aborsi memiliki efek yang lebih
sedikit terhadap fisik dan mental wanita tersebut daripada
melanjutkan kehamilan.

Adapun keadaan-keadaan lain dimana aborsi dapat dilakukan setelah


24 minggu pertama kehamilan :(5)

Perlu untuk menyelamatkan nyawa ibu

Untuk mencegah trauma permanen yang berat terhadap fisik dan


mental ibu

Jika ada resiko kalau anaknya dilahirkan, akan memiliki kelainan


fisik/mental yang berat

2.2. Teknik Aborsi

Vakum Kuretase
Vakum kuretase (juga disebut sebagai suction kuretase atau uterine
aspiration) merupakan metode aborsi yang paling banyak digunakan di
Amerika Serikat. (10)
Kebanyakan aborsi pada trimester pertama dilakukan dengan
teknik vakum kuretase. Prosedurnya dilakukan dengan anestesi lokal
tanpa sedasi, biasanya dilakukan pada pasien rawat jalan di klinik
dokter spesialis atau kantor dokter. Dilatasi serviks menggunakan
dilator metal, atau dengan laminaria atau misoprostol 400 g yang
diberikan per vaginal atau buccal 3 sampai 4 jam sebelum prosedur.
Kanul vakum plastik dengan diameter 5 sampai 12 mm digunakan
dengan

sumber

vakum

(1)

elektrik. Tetracycline,

manual

doxycycline

atau

atau

pompa

vakum

minocycline

biasanya

diberikan untuk mencegah infeksi karena memiliki efek antimikroba


spektrum luas dan absorbsi oral yang baik. (1, 10)
Komplikasi akibat vakum kuretase sebelum usia gestasi 14 minggu
dipaparkan pada Tabel 2.1. (1)

Aborsi dengan obat medis


3 regimen yang sangat efektif untuk aborsi medis dini yang
tersedia adalah : 1) mifepristone (RU486) dengan misoprostol, 2)
methotrexate dengan misoprostol, dan 3) misoprostol saja. (10)
Mifepristone (juga disebut sebagai Mifeprex atau RU486)
merupakan analog dari progestin norethindrone. Bekerja dengan cara
menghambat efek dari hormon progesteron, sehingga menyebabkan
penghentian pertumbuhan plasenta, mengenyalkan serviks, dan

membuat uterus siap untuk proses melahirkan.

(1, 11)

Obat ini secara

efektif menyebabkan aborsi pada tahap awal kehamilan; namun


kombinasi antara mifepristone dengan prostaglandin dosis rendah
terbukti sangat efektif, menyebabkan aborsi pada 96% sampai 99%
kasus. (1, 10)
Antifolat methotrexate merupakan pendekatan medis lain untuk
terminasi kehamilan. Methotrexate bekerja dengan cara menghambat
pertumbuhan plasenta. Tidak seefektif mifepristone dan membutuhkan
waktu yang lebih lama untuk mengakhiri kehamilan. (1, 11)

Grafik 2.1 Teknik aborsi yang digunakan di Indonesia (3)

2.3. Resiko dan Komplikasi Aborsi


Tidak ada prosedur klinis yang bebas resiko, namun aborsi memiliki
sedikit resiko terhadap kesehatan fisik ibu, khususnya jika dilakukan
selama 12 minggu pertama kehamilan. Faktor resiko terkait aborsi antara
lain : (5, 6)

Perdarahan terjadi pada 1 dari 1.000 aborsi

Kerusakan serviks (leher rahim) terjadi pada sekitar 10 dari 1.000


aborsi

Kerusakan rahim terjadi pada sekitar 4 dari 1.000 aborsi

Infeksi uterus atau tuba fallopi

Perforasi uterus

Tabel 2.1 Komplikasi dari 170.000 aborsi yang dilakukan pada trimester pertama (1)

Tabel 2.2 Tingkat kematian per kasus aborsi berdasarkan tipe prosedur yang digunakan dan usia
gestasi di Amerika Serikat tahun 1974-1987 (1)

Selain itu, ada juga komplikasi aborsi terhadap status kesehatan mental,
seperti : (12)

Depresi

Anxietas (kecemasan)

Penggunaan obat-obatan

Perilaku ingin bunuh diri

10

Perilaku membahayakan diri sendiri

Resiko mortalitas aborsi akan meningkat sesuai dengan usia gestasi,


awalnya sekitar 0.1 per 100.000 pada usia gestasi 8 minggu atau kurang. (1)

2.4. Hubungan Antara Faktor Sosio-ekonomi Terhadap Kemungkinan


Dilakukannya Aborsi
Keputusan seorang wanita muda untuk melakukan aborsi atau tidak
cenderung lebih bergantung kepada konteks ekonomi dan sosial dalam
kehidupan mereka, daripada pandangan moral yang abstrak. Ada hubungan
yang kuat antara proporsi kehamilan wanita dibawah usia 18 tahun yang
berakhir dengan dilakukannya aborsi dengan proporsi kehamilan orang
dewasa yang berakhir dengan aborsi. Hal ini menunjukkan bahwa hal yang
berhubungan dengan keluarga dan/atau proses kultural juga memiliki peranan
penting. (8)
Dokter atau klinisi jarang memiliki peranan secara langsung terhadap
pengambilan keputusan untuk mengakhiri atau melanjutkan suatu kehamilan.
Kebanyakan wanita muda telah memutuskan hal tersebut sebelum mereka
membuat janji untuk bertemu dengan dokter. Namun analisis statistik
menunjukkan bahwa proporsi aborsi berhubungan dengan ketersediaan
layanan melalui 3 cara : tersedianya layanan family planning pada suatu
klinik; proporsi kehamilan wanita secara umum; dan ketersediaan sektor
layanan aborsi yang independen. Dapat dikatakan bahwa faktor sosioekonomi dan/atau kultural memiliki hubungan yang independen terhadap
proporsi kehamilan wanita. (8)
Menurut penelitian yang dilakukan Sousa et al, ada perbedaan sosioekonomi yang besar terhadap dilakukannya aborsi yang tidak aman : wanita
yang lebih miskin cenderung melakukan aborsi yang tidak aman jika
dibandingkan dengan wanita yang lebih kaya; wanita dengan masa
pendidikan 6-9 tahun dan yang pendidikannya lebih dari 13 tahun lebih
jarang untuk melakukan aborsi yang tidak aman; dan wanita pribumi
memiliki kemungkinan

yang

lebih untuk melakukan aborsi.

Jadi,

kemungkinan seorang wanita pribumi miskin dengan pendidikan < 5 tahun


11

untuk melakukan aborsi 9 kali lebih tinggi dari wanita non pribumi yang kaya
dan berpendidikan. (9)
Lebih rinci, masih dari penelitian yang sama, wanita miskin memiliki
kecenderungan 2,5 kali lebih besar untuk melakukan aborsi daripada wanita
kaya. Wanita dengan lama pendidikan 6-9 tahun memiliki kecenderungan 70%
lebih kecil untuk melakukan aborsi tidak aman dibandingkan dengan wanita
tidak mengenyam pendidikan. Wanita dengan pendidikan lebih dari 13 tahun
memiliki kecenderungan 93.5% lebih kecil untuk melakukan aborsi tidak
aman dibandingkan dengan wanita tidak mengenyam pendidikan. Wanita
pribumi 5 kali lebih mungkin untuk melalukan aborsi yang tidak aman
dibandingkan wanita non pribumi. Selain itu, juga ditemukan ketimpangan
geografis bahwa wanita yang tinggal di daerah yang sangat miskin memiliki
resiko yang lebih tinggi untuk melakukan aborsi yang tidak aman(9)
Informasi mengenai mengapa seorang wanita melakukan aborsi
berbeda dari 1 negara ke negara lainnya; usia mungkin merupakan
karakteristik yang paling umum. Kelompok wanita dengan kemungkinan
tingkat aborsi yang tinggi cenderung memiliki kesulitan untuk mencegah
kehamilan atau memiliki motivasi yang kuat untuk mengakhiri kehamilan
tersebut. (13)
Pada banyak kelompok, wanita muda yang belum menikah yang aktif
secara seksual memiliki kesulitan untuk mencegah kehamilan yang tidak
diinginkan, karena ketakutan akan stigma yang melekat pada aktifitas seksual
sebelum menikah menghambat mereka untuk mendapatkan layanan
kontrasepsi dan menggunakan metode kontrasepsi yang tepat. (13)
Faktor lain yang dapat mempengaruhi pola usia saat melakukan aborsi
adalah usia saat perkawinan, serta keinginan untuk subur dan memiliki anak.
Usia rata-rata perkawinan telah meningkat di banyak negara, dan resiko
kehamilan yang tidak diinginkan serta aborsi diantara kalangan wanita yang
aktif secara seksual pada awal usia 20an mereka juga meningkat. (13)

12

BAB III
KERANGKA KONSEP, KERANGKA TEORI, DAN
DEFINISI OPERASIONAL
3.1. Kerangka Konsep
FAKTOR-FAKTOR

ABORSI

NON-MEDIS

3.2. Kerangka Teori


FAKTOR-FAKTOR
NON-MEDIS
Sosio-ekonomi
ABORSI
Pandangan
keluarga dan
masyarakat

Variabel independen

Variabel dependen

3.3. Definisi Operasional

Aborsi
Adalah suatu prosedur medis yang dilakukan untuk mengakhiri
kehamilan sehingga tidak terjadi lahirnya seorang bayi.

Sosio-ekonomi
Sosio-ekonomi yang dimaksud disini adalah segala hal yang menyangkut
sosial dan ekonomi yang dapat mempengaruhi ibu / wanita yang hamil
untuk melakukan aborsi.

13

Faktor-faktor sosioekonomi tersebut terbagi menjadi :


-

Umur
Umur yang kami maksud disini adalah usia yang dihitung dengan
menggunakan satuan tahun.

Pendidikan
Pendidikan yang kami maksud di sini adalah pendidikan formal
terakhir yang sudah dilalui, misalnya tamat SMA.

Pekerjaan
Pekerjaan yang kami maksudkan disini adalah pekerjaan normal,
baik pekerjaan yang dilakukan oleh ibu tersebut atau yang dilakukan
oleh suaminya.

Pendapatan / Penghasilan
Pendapatan / penghasilan yang kami maksud disini adalah jumlah
uang yang didapatkan perbulannya dari pekerjaan yang dilakukan,
dihitung dengan satuan mata uang rupiah.

Agama
Agama yang kami maksudkan disini adalah misalnya agama Islam,
Kristen, dan seberapa sering responden beribadah yang dihitung
dalam satuan kali/bulan.

Ras / Etnis
Ras / etnis yang kami maksudkan disini adalah misalnya ras
Mongoloid, etnis misalnya etnis Tionghoa.

Daerah Tempat Tinggal


Daerah tempat tinggal yang kami maksudkan disini adalah dimana
tempat tinggal sampel, misalnya di daerah perkotaan atau di daerah
pedesaan.

Pandangan keluarga dan/atau masyarakat


Adalah bagaimana pendapat dari keluarga dan/atau masyarakat di sekitar
tempat tinggal ibu / wanita hamil tersebut mengenai aborsi.

14

BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1. Desain Penelitian
Rancangan yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan
data-data mengenai faktor-faktor penyebab dilakukannya abortus melalui
penggunaan kuisioner. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode
studi kasus deskriptif / descriptive case study.
4.2. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan dengan mengambil sampel di RSKD Ibu dan
Anak Siti Fatimah Makassar. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 3
minggu.
4.3. Populasi dan Sampel Penelitian
4.3.1. Populasi penelitian ini adalah semua wanita yang telah melakukan
aborsi. Populasi terjangkau adalah semua wanita yang telah
melakukan aborsi di Makassar.
4.3.2. Sampel penelitian ini adalah sebagian dari populasi terjangkau,
khususnya kasus aborsi yang dilakukan di RSKD Ibu dan Anak Siti
Fatimah Makassar yang telah memenuhi kriteria inklusi dan kriteria
eksklusi. Sampel yang akan digunakan tergantung dari jumlah kasus
yang ditemukan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
teknik total sampling.

Kriteria Inklusi
Wanita usia 15-45 tahun.
Domisili tetap.

Kriteria Eksklusi
Memiliki gangguan kejiwaan.
Riwayat gangguan kandungan sebelumnya.
Riwayat melahirkan anak dengan cacat fisik/mental sebelumnya.

15

4.4. Alur Penelitian


Penelitian ini akan dimulai dengan melakukan kunjungan ke RSKD Ibu dan
Anak Siti Fatimah Makassar untuk mendapatkan sampel secara acak. Setelah
itu, sampel diminta untuk mengisi kuisioner. Dari hasil kuisioner yang telah
diisi tersebut selanjutnya dilakukan analisa dan dibuat kesimpulan mengenai
faktor-faktor non-medis penyebab dilakukannya aborsi.
4.5. Pengumpulan Data
Pengumpulan data akan dilakukan dengan menggunakan kuisioner.
4.6. Manajemen Data dan Analisis Data
Data yang diperoleh dari hasil pengisian kuisioner akan diinput dan diolah
menggunakan program SPSS. Setelah itu ditarik kesimpulan sesuai dengan
rumusan masalah yang ada.
4.7. Etika Penelitian
Hal-hal yang terkait dengan etika penelitian dalam penelitian ini adalah :
4.7.1. Menyertakan surat pengantar yang ditujukan kepada pihak pemerintah
dan instansi kesehatan terkait sebagai permohonan izin untuk
melakukan penelitian.
4.7.2. Responden yang diwawancarai untuk pengisian kuisioner pada
penelitian ini diberi jaminan kerahasiaan terhadap data-data yang
diberikan dan berhak untuk menolak menjadi responden. Sebelum
melakukan penelitian terlebih dahulu responden diberi informed
consent dan menandatanganinya untuk legalitas persetujuan.

16

BAB V
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
5.1. Profil Lokasi Penelitian (14)
Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar
awalnya bernama Rumah Bersalin Melania yang didirikan pada tanggal 11
Agustus 1931 oleh organisasi wanita Katolik bernama Since Melania Werk
yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan.
RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah adalah rumah sakit milik Pemerintah
Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Pada tanggal 4 Februari 2002 berubah
nama dari Rumah Sakit Bersalin Siti Fatimah menjadi Rumah Sakit Ibu dan
Anak Siti Fatimah, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi
Selatan No. 12 tahun 2002.Pada tanggal 19 Agustus 2008 terakreditasi Tipe
B Khusus sesuai surat Nomor 775/Menkes/SK/VIII/2008.
Rumah sakit ini memiliki luas tanah 2.381 m2 dengan luas bangunan
1.808 m2, terletak di Jl. Gunung Merapi No. 75 Kelurahan Lajanggiru
Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.

Gambar 5.1 Peta Lokasi RSKD IA Siti Fatimah Makassar(15)

17

Saat ini, Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah
Makassar dipimpin oleh dr. H. Leo Prawirodihardjo, Sp.OG (K), M.Kes, MM,
Ph.D selaku direktur. (14)

5.2. Visi dan Misi Rumah Sakit (16)


5.2.1. Visi
Menjadikan Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah
sebagai Center of Excellence di Indonesia bagian Timur Tahun 2015

5.2.2. Misi


Meningkatkan sumber daya Manusia yang Profesional dan mampu


memberikan pelayanan prima menuju kemandirian.

Meningkatkan sistem Manajemen dan Klinis yang terkemuka dan


handal.

Meningkatkan dan mengembangkan Informasi Teknologi terkini.

Pengembangan Infrastruktur Rumah Sakit berbasis Go Green.

Mempertahankan dan meningkatkan Continyuitas Quality Rumah


Sakit.

5.3. Prinsip Pelayanan Rumah Sakit (16)


5 S : Senyum, Sapa, Salam, Sentuh, Santun
Kepuasan pasien adalah kebahagiaan kami

5.4. Tugas Pokok dan Fungsi Rumah Sakit (16)


5.4.1. Tugas Pokok
a. Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna
dengan

mengutamakan

upaya

penyembuhan,

pemulihan

yang

dilakukan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan dan


pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan
b. Melaksanakan pelayanan bermutu sesuai standar pelayanan Rumah
Sakit

18

c. Melaksanakan pembinaan kepada unit pelayanan kesehatan dasar di


sekitarnya.

5.4.2. Fungsi
a. Pelayanan Medis
b. Pelayanan penunjang medis dan non medis
c. Pelaksanaan upaya pencegahan akibat penyakit dan pemulihan
kesehatan
d. Pelayanan dan asuhan keperawatan
e. Pelayanan rujukan
f. Pendidikan dan pelatihan
g. Penelitian dan pengembangan
h. Pelayanan administrasi umum dan keuangan

19

BAB VI
HASIL PENELITIAN

6.1. Hasil Penelitian


Berdasarkan hasil pengumpulan sampel di RSKD Ibu dan Anak Siti
Fatimah Makassar selama 3 minggu dari tanggal 12 Mei 31 Mei 2014,
didapatkan jumlah sampel sebanyak 3 orang yang memenuhi kriteria inklusi
dan tidak memenuhi kriteria eksklusi, dengan hasil pengolahan data sebagai
berikut :

6.1.1. Data Sosioekonomi Responden


Hasil penelitian distribusi responden berdasarkan data sosio-ekonomi
dapat dilihat pada tabel-tabel dibawah ini :

Tabel 6.1 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan usia

Usia

15-25 tahun

66.7

26-35 tahun

33.3

36-45 tahun

Total

100

Sumber : Data Primer 2014

Tabel 6.1 menunjukkan bahwa responden yang berusia 15-25 tahun


sebanyak 2 orang (66.7%), dan yang berusia 26-35 tahun sebanyak 1 orang
(33.3%).
Kelompok usia tersebut kami golongkan kedalam 2 kelompok besar,
yaitu usia muda (15-25 tahun) serta usia tua (26-35 tahun dan 36-45 tahun).

20

Tabel 6.2 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan pendidikan

Pendidikan

Tamat SD

Tamat SMP

Tamat SMA / sederajat

100

Lulusan S1

Lulusan S2

Total

100

Sumber : Data Primer 2014

Tabel 6.2 menunjukkan bahwa responden yang tamat SMA sebanyak 3


orang (100%). Pendidikan tersebut kami golongkan kedalam 2 kelompok
besar, yaitu menengah kebawah (tamat SD dan tamat SMP) serta menengah
keatas (tamat SMA, lulusan S1, dan lulusan S2).

Tabel 6.3 - Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan pekerjaan diri sendiri

Pekerjaan

Wiraswasta

Pegawai Negeri

Pegawai Swasta

33.3

IRT

33.3

Tidak bekerja

33.3

Total

100

Sumber : Data Primer 2014

Tabel 6.3 menunjukkan bahwa responden yang bekerja sebagai


pegawai swasta sebanyak 1 orang (33.3%), IRT 1 orang (33.3%), dan tidak
bekerja sebanyak 1 orang (33.3%).

21

Tabel 6.4 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan pekerjaan suami

Pekerjaan

Belum menikah

33.3

Wiraswasta

33.3

Pegawai Negeri

Pegawai Swasta

33.3

Buruh Harian

Tidak Bekerja

Total

100

Sumber : Data Primer 2014

Tabel 6.4 menunjukkan bahwa responden yang belum menikah


sebanyak 1 orang (33.3%), suami responden yang bekerja sebagai wiraswasta
1 orang (33.3%), dan suami responden yang bekerja sebagai pegawai swasta
1 orang (33.3%).

Tabel 6.5 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan penghasilan

Penghasilan

500.000 Rp 1.000.000

Rp 1.000.000 Rp 1.500.000

66.7

Rp 1.500.000 Rp 2.000.000

33.3

Rp 2.000.000 Rp 3.000.000

Total

100

Rp

Sumber : Data Primer 2014

Tabel 6.5 menunjukkan bahwa responden yang memiliki penghasilan


perbulan sebesar Rp 1.000.000 Rp 1.500.000 sebanyak 2 orang (66.7%),
dan yang berpenghasilan Rp 1.500.000 Rp 2.000.000 sebanyak 1 orang
(33.3%). Penghasilan tersebut kami golongkan kedalam 2 kelompok besar,

22

yaitu menengah kebawah (Rp 500.000 Rp 1.000.000 dan Rp 1.000.000


Rp 1.500.000) serta menengah keatas (Rp 1.500.000 Rp 2.000.000 dan Rp
2.000.000 Rp 3.000.000).

Tabel 6.6 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan agama

Agama

Islam

100

Kristen

Katolik

Hindu

Buddha

Total

100

Sumber : Data Primer 2014

Tabel 6.6 menunjukkan bahwa responden yang beragama Islam adalah


sebanyak 3 orang (100%).

Tabel 6.7 Distribusi wanita yang melakukan abortus berdasarkan ras/etnis

Ras/etnis

Bugis

66.7

Makassar

Bugis Makassar

33.3

Jawa

Total

100

Sumber : Dara Primer 2014

Tabel 6.7 menunjukkan bahwa responden yang memiliki ras/etnis


Bugis sebanyak 2 orang (66.7%), dan yang memiliki ras/etnis Bugis
Makassar sebanyak1 orang (33.3%).

23

Sedangkan untuk daerah tempat tinggal, kami membaginya menjadi 2


kelompok besar, yaitu di daerah perkotaan serta di daerah pedesaan. Dari 3
responden, semuanya (100%) tinggal di daerah perkotaan.

6.1.2. Data tambahan


Dari 3 responden yang kami dapatkan, semuanya masuk rumah sakit
dengan keluhan utama keluar darah dari jalan lahir (vagina).
Usia rata-rata kehamilan pada saat dilakukan aborsi adalah 11.33
minggu (9 minggu 14 minggu).
Rencana penatalaksanaan selanjutnya adalah kuretase yang akan
dilakukan kepada 3 responden tersebut.

6.1.3. Data pertanyaan seputar abortus


Dari 3 orang responden, ketiganya mengetahui apa itu aborsi dan dapat
menjelaskannya secara tepat sesuai dengan pemahaman mereka sendiri.
Responden A : Aborsi itu menggugurkan kandungan dok. Responden N :
Menggugurkan kandungan dok. Responden H : Mengeluarkan janin
dari kandungan dok.
Untuk alasan dilakukannya aborsi, responden A hanya diam dan tidak
ingin menjawab pertanyaan tersebut. Responden N menjawab : Ditinggal
ma sama pacarku dokter. Pigi mi, nda tau mi dimana ki sekarang.
Sementara responden H menjawab : Pernah ka jatuh dokter, 5 hari yang
lalu (sebelum masuk rumah sakit). Terus berdarah ki. Keluar darah. Jadi
saya kira kalau gugur mi, mati mi anakku, nda bisa mi diselamatkan. Jadi
saya mau kasih keluar ki. Saya kasih masuk batang tanaman ke dalam baru
saya tusuk-tusuk ki.
Dari ketiga responden tersebut, ketiganya (100%) melakukan aborsi
tersebut sendiri. 2 orang (66.67%) dengan menggunakan Gastrul
(misoprostol), yaitu responden A dan N. Informasi mengenai metode
aborsi ini diperoleh dari rekam medis responden, karena responden tidak

24

mau menceritakan mengenai hal tersebut kepada peneliti secara langsung.


Sementara 1 orang lainnya (33.33%), yaitu responden H melakukan aborsi
dengan menggunakan batang jarak seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya. Responden H : Saya cuma ikut-ikut ji caranya tetangga ku
dok. Saya pernah dengar kalau dulu dia pake cara begini ji juga, kasih
masuk batang tanaman.
Hanya 1 orang responden yang mengetahui tentang efek samping dan
komplikasi yang dapat terjadi jika melakukan aborsi, yaitu responden N.
Iya dok, saya tau ji efek sampingnya kalau aborsi. Bisa berdarah,
perdarahan dok. Sementara responden H yang tidak mengetahui efek
sampingnya menjawab : Saya kan cuma ikut ji caranya tetangga dok.
Tapi dia dulu bikin begitu, nda kenapa-kenapa ji, nda ada ji efek samping
nya atau apa dok.
Semua responden memiliki pandangan yang buruk mengenai aborsi
serta mengetahui pandangan keluarga dan masyarakat yang juga
menyatakan bahwa aborsi itu tidak baik. Responden A : Iya dok, tidak
baik itu aborsi karena menggugurkan, membunuh janin. Kalau keluarga
pasti sama ji pendapatnya, nda baik itu melakukan aborsi. Sama ji juga
pendapatnya masyarakat. Pasti semua bilang kalau aborsi itu tidak baik.
Responden N : Iya dok, saya tau ji kalau nda baik itu aborsi. Tapi mau mi
diapa, ditinggal ma sapa pacarku. Terpaksa mi kodong. Keluarga juga
pasti bilang tidak baik buat begitu, apalagi orang-orang kalo sampe ditau.
Responden H : Iya dok. Nda baik itu aborsi. Tapi saya nda tau kalo yang
saya buat ini aborsi. Saya kira tidak ji, karena berdarah memang mi, saya
kira gugur memang mi ini kandunganku.
Semua responden mengaku menyesal telah melakukan aborsi tersebut.
Responden A : Iya dok, menyesal ja. Responden N : Menyesal pasti
dok, tapi begitu mi.. Responden H : Iya dok, menyesal sekali ka.
Seandainya saya tau kalo masih selamat ji anakku, nda keguguran ji ini,
nda begitu ka dok. Ini menyesal sekali ka, apalagi infeksi mi ini sekarang.
Semua responden berasal dari keluarga dengan latar belakang agamis
yang rajin beribadah. Responden A : Iya, keluarga yang lain rajin semua

25

ji beribadah dok. Saya juga rajin ji, shalat 5 kali sehari. Responden N :
Keluarga yang lain rajin ji dok. Kalau saya biasa 5 kali, biasa 4 kali,
tergantung keadaan ji dok. Responden H : Iya, keluarga rajin ji
beribadah dok. Kalau saya tergantung pekerjaan, tergantug waktu karna
sibuk bekerja. Biasa 5 kali ji, biasa juga cuma 4 kali sehari.
Sebanyak 2 orang responden (66.67%) mengaku belum pernah
mendapatkan pendidikan seks sebelumnya. Hanya 1 orang (33.33%) yang
menjawab sudah pernah mendapatkan pendidikan seks sebelumnya, yaitu
responden A : Saya dapat pendidikan seks dulu waktu pas SMK dok.
Tapi saya lupa-lupa mi juga apa-apa saja yang dijelaskan, karna agak lama
mi.

26

BAB VII
PENUTUP
7.1. Kesimpulan
Berdasarkan kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini, maka ada
2 faktor non-medis yang dinilai, yaitu faktor sosio-ekonomi serta faktor
pandangan keluarga dan masyarakat terhadap aborsi yang dilakukan tersebut.
Dari hasil pengolahan data yang didapatkan pada penelitian ini, maka dapat
disimpulkan bahwa :
1. Ada pengaruh faktor non-medis terhadap dilakukannya aborsi.
2. Dari faktor non-medis tersebut, masalah sosio-ekonomi memiliki
pengaruh yang cukup signifikan terhadap dilakukannya aborsi, dengan
rincian sebagai berikut :
a. Sebanyak 2 orang responden (66.7%) yang melakukan aborsi adalah
mereka yang berusia muda (15-25 tahun).
b. Ketiga responden (100%) yang melakukan aborsi adalah mereka yang
memiliki tingkat pendidikan menengah keatas.
c. Sebanyak 2 orang responden (66.7%) yang melakukan aborsi adalah
mereka yang memiliki penghasilan menengah kebawah.
d. Ketiga responden (100%) yang melakukan aborsi adalah mereka yang
beragama Islam. Namun, semuanya berasal dari keluarga berlatar
belakang agamis, dan juga rajin beribadah.
e. 2 orang responden (66.7%) yang melakukan aborsi adalah mereka
yang berasal dari ras/etnis Bugis.
f. Ketiga responden (100%) yang melakukan aborsi bertempat tinggal di
daerah perkotaan.
3. Tidak terdapat pengaruh pandangan keluarga dan masyarakat terhadap
dilakukannya aborsi.

Penelitian ini memiliki beberapa kekurangan, diantaranya :


1. Aspek yang diteliti pada penelitian ini merupakan hal yang sangat sensitif
(aborsi), sehingga banyak data yang kemungkinan dibuat-buat, atau

27

dengan kata lain responden tidak memberikan jawaban yang sejujurjujurnya.


2. Jumlah responden yang sangat kurang sehingga tidak mencakup semua
aspek yang ingin dinilai.

7.2. Saran
1. Perlunya peranan aktif pemerintah, lembaga kesehatan, ormas-ormas,
serta petugas kesehatan (dokter, perawat, dan bidan) untuk melakukan
penyuluhan tentang bahaya aborsi serta penyuluhan dan pendidikan
seksual sejak dini kepada masyarakat.
2. Perlu dibuat suatu kebijakan atau peraturan untuk membatasi dan
mengawasi penjualan obat-obat aborsi secara bebas, khususnya Gastrul
(misoprostol).
3. Penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan, sehingga diperlukan
penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor non-medis penyebab
dilakukannya abortus dengan jumlah responden yang lebih banyak.

28

DAFTAR PUSTAKA

1.

Berek JS. Berek & Novak's Gynecology, 14th Edition: Lippincott Williams &
Wilkins; 2007.

2.

WHO. Complications of Abortion : Technical and Managerial Guidelines for


Prevention and Treatment. Geneva: World Health Organization; 1995. p. 11,
5.

3.

Aborsi di Indonesia USA: Guttmacher Institute; September 2008.

4.

Jones RK, Jerman J. Abortion Insidence and Service Availability in United


States, 2011. March 2014;46.

5.

Abortion

[Internet].

[cited

27-04-2014].

Available

from:

http://www.nhs.uk/conditions/Abortion/Pages/Introduction.aspx.
6.

Abortion - Surgical [Internet].

[cited 27-04-2014]. Available from:

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/002912.htm.
7.

Abortion - Reasons Women Choose Abortion [Internet]. WebMD Medical


Reference from Healthwise.

[cited 10 May 2014]. Available from:

http://www.webmd.com/women/tc/abortion-reasons-women-choose-abortion.
8.

Lie E. Influences on Young Womens Decisions About Abortion or


Motherhood. June 2004:2.

9.

Sousa A, Lozano R, Gakidou E. Exploring the determinants of unsave


abortion : improving the evidence base ini Mexico. Health Policy and
Planning. 2010;25(300-310).

10. Stubblefield PG, Carr-Ellis S, Borgotta L. Methods for Induced Abortion.


The American College of Obstetricians and Gynecologists. July 2004;104.
11. Abortion - Choices: Medical Abortion [Internet]. WebMD Medical Reference
from

Healthwise.

[cited

10

May

2014].

Available

from:

http://www.webmd.com/women/tc/abortion-choices-medical-abortion.
12. Fergusson DM, Horwood LJ, Boden JM. Abortion and mental health
disorders : evidence from a 30-year longitudinal study. The British Journal of
Psychiatry. 2008;193:444.

29

13. Sedgh G, Bankole A, Singh S, Eilers M. Legal Abortion Levels and Trends
By Womans Age at Termination. September 2012;38.
14. RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar [Internet]. [cited 25 Mei 2014].
Available from: http://rskdiasitifatimah.blogspot.com/.
15. Peta Lokasi RSKD IA Siti Fatimah Makassar [Internet]. [cited 25 Mei 2014].
Available from: https://www.google.com/maps/place/RS+Siti+Fatimah/.
16. Profil Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar.
Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2012.

30

BIODATA PENULIS

Nama

: Juliarwon Putra, S.Ked

Stambuk

: C 11109284

Alamat

: Jln. Sungai Limboto 29 Baru, Makassar

Tempat / Tanggal Lahir : Ujung Pandang / 05 Juli 1991


Agama

: Buddha

Jenis Kelamin

: Pria

Suku

: Tionghoa

Kebangsaan

: Indonesia

Pendidikan Formal
SD

: SD Katolik Beringin (1997-2003)

SMP

: SMP Kristen Ujung Pandang (2003-2006)

SMA

: SMA Katolik Rajawali (2006-2009)

Universitas

: Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin


(2009-sekarang)

LEMBAR PERSETUJUAN
Informed Consent

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama

Tempat / Tanggal Lahir


Alamat

dengan ini menyatakan bahwa :


1. Telah mendapatkan penjelasan mengenai penelitian ini termasuk kerahasiaan
data dan identitas responden.
2. Bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian ini.
3. Bersedia untuk mengisi kuisioner yang akan diberikan kepada saya.
4. Bersedia untuk memberikan informasi yang sejujur-jujurnya dan selengkaplengkapnya tanpa adanya paksaan dan intervensi dari pihak manapun.

Makassar,

Mei 2014

Responden

_____________________

FORM KUISIONER & CHECKLIST


Faktor Non Medis Penyebab Dilakukannya Abortus

Petunjuk Pengisian :
1. Sebelum saudara responden mengisi kolom yang diminta, terlebih dahulu
untuk membaca petunjuk selengkapnya.
2. Data yang saudara responden berikan akan kami gunakan sebagai data sumber
untuk penelitian ini dan dalam penggunaannya tetap dalam koridor etika
penelitian diantaraya menjaga kerahasiaan identitas responden.
3. Sangat diharapkan saudara responden memberikan informasi yang sejujurjujurnya demi keabsahan data penelitian ini.

A. IDENTITAS
Nama

Tanggal Lahir

Usia

Alamat

Suku / Bangsa

(Ras / Etnis)

15-25 thn

26-35 thn

Bugis

Makassar

Bugis Makassar

Jawa

36-45 thn

Lain-lain :
Agama

Islam

Kristen

Hindu

Buddha

Katolik

Lain-lain :
Pendidikan Terakhir

Tamat SD

Tamat SMP

Tamat SMA

Lulusan S1

Lulusan S2
Lain-lain :

Penghasilan rata-rata

dalam keluarga / bulan

Rp

500.000,00 Rp 1.000.000,00

Rp 1.000.000,00 Rp 1.500.000,00
Rp 1.500.000,00 Rp 2.000.000,00
Rp 2.000.000,00 Rp 3.000.000,00
Lain-lain :

Pekerjaan Diri Sendiri

Wiraswasta

Pegawai Negeri

Pegawai Swasta

IRT

Tidak Bekerja
Pekerjaan Suami

(Kalau sudah menikah)

Wiraswasta

Pegawai Negeri

Pegawai Swasta

Buruh Harian

Tidak Bekerja
Lain-lain :
Riwayat Kehamilan

Hamil

Melahirkan

Jumlah Anak

Abortus

B. INFORMASI TAMBAHAN
1. Masuk ke Rumah Sakit :
2. Tanggal Masuk Rumah Sakit :
3. Keluhan Utama :
4. Usia Kehamilan :
5. Diagnosis Medis :
6. Rencana Penatalaksanaan Selanjutnya :

C. PERTANYAAN SEPUTAR ABORSI


1. Apakah anda mengetahui apa itu aborsi?
Ya

Tidak

Kalau ya, sebutkan : ..................................................................................


...................................................................................................................
2. Apa alasan utama anda melakukan aborsi?
...................................................................................................................
...................................................................................................................

3. Dimanakah anda melakukan aborsi?


Dokter

Bidan

Dukun

Diri Sendiri :

4. Apakah anda mengetahui resiko dan efek samping dilakukannya aborsi?


Ya

Tidak

Kalau ya, sebutkan : ..................................................................................


...................................................................................................................
5. Bagaimana pandangan anda terhadap aborsi yang anda lakukan?
...................................................................................................................
...................................................................................................................
6. Bagaimana pandangan keluarga anda terhadap aborsi yang anda lakukan?
...................................................................................................................
...................................................................................................................
7. Bagaimana pandangan orang-orang di sekitar anda terhadap aborsi yang
anda lakukan?
...................................................................................................................
...................................................................................................................
8. Apakah anda merasa menyesal telah melakukan hal tersebut?
Ya

Tidak

9. Apakah latar belakang keluarga anda termasuk keluarga agamis?


Ya

Tidak

Berapa kali kah anda shalat dalam sehari?


...................................................................................................................
Bagi yang non muslim, berapa kali kah anda beribadah dalam seminggu?
...................................................................................................................
10. Apakah anda telah mendapatkan pendidikan seks sebelumnya?
Ya

Tidak

Kalau ya, kapan anda mendapatkannya?


SMP

SMA

Kuliah