Anda di halaman 1dari 2

Nama: Fitriana Jati T

NIM : M0311029
Kelompok : 10

RESUME JURNAL SPEKTROFOTOMETRI


Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi
senyawa kompleks besi(III)-EDTA.Senyawa kompleks ini disintesis dengan
mereaksikan besi(III) dari senyawa FeCl 3.6H2O dan ligan EDTA dari Na-EDTA. Dari
penentuan stoikiometri diperoleh hasil bahwa perbandingan stoikiometri
senyawa kompleks = 1: 1. Proses pembentukan senyawa kompleks dilakukan
pada pH 6. Dari hasil sintesis ini diperoleh padatan berwarna kuning. Senyawa
hasil sintesis ini akan dianalisis karakterisasinya dengan spektroskopi UV-VIS,
Infrared (IR) dan Magnetic Susceptibility Balance. Dari hasil analisis spektroskopi
UV-VIS diperoleh bahwa nilai panjang gelombang maksimumnya sebesar 398
nm. Spektrum IR senyawa ini menunjukkan serapan khas vibrasi logam-ligan
muncul pada serapan di bawah 500 cm -1. Analisis dengan Magnetic Susceptibility
Balance dilakukan untuk menganalisa sifat kemagnetan senyawa kompleks hasil
sintesis

Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah bahanbahan kimia yang memiliki kemurnian pro analisis (p.a) meliputi besi(III)
triklorida
heksahidrat
FeCl3.6H2O,Na2H2EDTA.2H2O,
dan
akuades.
Selanjutnya akan dilakukan analisis UV-VIS, FTIR, serta MSB. Sebelum

melakukan sintesis senyawa kompleks maka dilakukan penentuan panjang


gelombang maksimum, perbandingan stoikiometri, serta pengaruh pH pada
pembentukan senyawa kompleks.
Pada penelitian ini telah dilakukan penentuan panjang gelombang
maksimum senyawa kompleks dengan mencampurkan larutan Fe 3+ ke dalam
larutan EDTA kemudian diukur panjang gelombangnya menggunakan
spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 200-780 nm. Dari hasil
analisis diperoleh bahwa panjang gelombang maksimum senyawa kompleks
[Fe(EDTA)]- adalah 398 nm. Senyawa kompleks [Fe(EDTA)] - memiliki warna
kuning, sehingga senyawa kompleks tersebut menyerap panjang gelombang di
warna komplementer kuning yaitu ungu (380-450 nm). Pembentukan senyawa
kompleks sangat dipengaruhi oleh pH. Pada penelitian ini telah
dilakukanpembentukan senyawa kompleks pada pH yang bervariasi, yaitu dari
pH 2 sampai pH 11 dengan menambahkan NH 4OH dan HOAc untuk mengontrol
pHnya. Absorbansi maksimum pembentukan senyawa kompleks terdapat pada
pH 6. Hal ini berarti pada pH 6 konsentrasi senyawa kompleks [Fe(EDTA)] - yang
terbentuk paling banyak dibandingkan pH lainnya. Dengan perubahan pH
larutan, konsentrasi senyawa kompleks yang terbentuk juga mengalami
perubahan Untuk dapat mensintesis senyawa koordinasi besi(III)-EDTA, terlebih
dulu dilakukan penentuan stoikiometri antara besi(III) dengan ligan EDTA. Dari
penentuan stoikiometri ini kita akan mendapatkan perbandingan mol antara
besi(III) dan ligan EDTA yang digunakan untuk mensintesis senyawa koordinasi
besi(III)-EDTA. Selain itu kita juga akan mengetahui jumlah ligan EDTA yang
terikat pada ion pusat besi(III) sehingga akan memudahkan proses pengkajian
secara teoritis.
Analisis FTIR senyawa kompleks ini dilakukan pada bilangan gelombang
300-4000 cm-1 untuk

mengetahui gugus fungsi senyawa kompleks dan interaksi yang terjadi antara
logam dan ligan. Pada
identifikasi ini dibandingkan spektra antara senyawa kompleks yang terbentuk
[Fe(EDTA)]-, senyawa
kompleks dalam bentuk garamnya Na[Fe(EDTA)], dan ligan EDTA.
Senyawa kompleks besi(III)-EDTA telah brhasil disintesis dengan
perbandingan mol ligan dan
atom pusat = 1:1. pH maksimum pembentukan senyawa kompleks ini adalah pH
6. Hasil analisis FTIR
mampu dibuktikan adanya vibrasi logam besi ke ligan EDTA. Sifat magnet
senyawa kompleks besi(III)- EDTA adalah 5 BM.