Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. Data Umum Keluarga


1. Identitas Kepala Keluarga
- Nama
: Tn. T
- Umur
: 68 thn
- Agama
: Islam
- Pendidikan
: SD
- Pekerjaan
: Buruh
- Suku/Bangsa
: Jawa/Indonesia
- Alamat
: Kel. Bendo Kec. Kep. Kidul
2. Daftar Anggota Keluarga
No.

Nama

1.

Tn. Tayun

2.

Ny. Siti

Jenis
Kelamin

Status
Usia

Agama

dalam

Pendidikan

Pekerjaaan

SD

Buruh

Laki-laki

68 th

Islam

Keluarga
KK

Perempuan

60 th

Islam

Istri

SD

IRT

Perempuan

27 th

Islam

Anak

SMA

Karyawan

Djuwanah
3.

Sulistya

swasta
4.

Heriono

Laki-laki

23 th

Islam

Anak

SMA

Karyawan
swasta

3. Genogram

60

68

27

: laki-laki

: perempuan
: meninggal
: pasien
: garis perkawinan
: garis keturunan
4. Tipe Keluarga
Tipe keluarga ini adalah tipe keluarga inti (nuclear family), yaitu keluarga yang terdiri
dari suami, istri dan anak-anak.
Sifat Keluarga
- Pengambilan keputusan
Jika ada masalah dalam keluarga, keputusan diambil oleh Tn.T atas dasar
-

musyawarah dengan seluruh anggota keluarga.


Kebiasaan hidup sehari-hari
Kebiasaan tidur/istirahat
Tn.T dan tidur siang sedangkan Ny. SD lebih sering menyempatkan waktu untuk
tidur siang sekitar 1/5 sampai 1 jam. Untuk tidur malam kebiasaan keluarga Tn.M

tidur mulai jam 20.00 sampai 05.00.


Kebiasaan makan keluarga
Keluarga Tn.T rata-rata sehari makan sebanyak 3x, menu yang dihidangkan terdiri
dari nasi, sayur, lauk berupa tahu, tempe, ikan dan kadang diselingi juga dengan
lauk telur ataupun daging. Makan bersama sulit sekali dilakukan oleh keluarga ini

karena aktivitas masing-masing yang berbeda.


5. Suku Bangsa
Tn.T beserta keluarganya semuanya berasal dari satu suku, yaitu suku Jawa. Keluarga
dipengaruhi oleh adat istiadat budaya Jawa. Bahasa yang sehari-hari digunakan adalah
bahasa Jawa.

6. Agama
Semua anggota keluarga Tn.T memeluk agama Islam. Seluruh keluarga Tn.T, rajin
melakukan ibadah sholat 5 waktu. Tn.T maupun Ny.SD rutin mengikuti kegiatan
keagamaan yaitu tahlil di lingkungan RT dan RW setiap minggunya.
7. Status Sosial Ekonomi
Tn. T maupun Ny.SD bekerja sebagai buruh tetapi Sdr S dan Sdr H membantu
penghasilan keluarga ini agar cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
8. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Ketika memiliki waktu luang, aktivitas rekreasi yang dilakukan oleh keluarga ini adalah
menonton TV bersama sambil berbincang-bincang dan bercanda antar satu sama lain.
B. Riwayat Keluarga
1. Riwayat keluarga inti
Tn.T dan Ny.SD menikah 40 tahun yang lalu dimana saat mereka berdua menikah Tn.T
berumur 28 tahun dan Ny.SD berumur 20 tahun. Pernikahan Tn.T dan Ny.SD dikaruniai
anak (Sdr S). Selang 5 tahun kemudian barulah dikaruniai anak yang kedua yaitu Sdr H.
Sekarang Tn.T dan Ny.SD tinggal bersama kedua anaknya karena anak mereka belum
menikah.

2. Riwayat keluarga sebelumnya


Kedua orang tua Tn.T sudah meninggal dunia, sedangkan kedua orang tua dari Ny.T
masih hidup semua. Baik Tn.T maupun Ny.SD tidak begitu paham akan pertemuan kedua
orang tuanya masing-masing. Mereka berdua hanya mengetahui bahwa kedua orang
tuanya dahulu menikah lewat perjodohan. Saat ini orang tua Ny.SD yang masih hidup
semua tinggal bersama kakak perempuan dari Ny.SD.
C. Data Lingkungan
1. Karakteristik rumah
- Jenis rumah
: permanen
- Dinding rumah : terbuat dari batu bata dan tampak masih kokoh
- Atap rumah
: terbuat dari genting dan terpasang plafon sebagai langit-langit
- Lantai
: lantai terbuat dari keramik kecuali bagian dapur. Kebersihan lantai
cukup dijaga, hal ini tampak dari lantainya yang bersih. Ny.SD mengatakan lantai
-

disapu minimal 2x sehari pada saat pagi dan sore hari.


Kamar tidur
: terdapat 3 kamar tidur di dalam rumah berukuran masing-masing

2,5x3 meter
- Status rumah
: rumah sendiri
2. Ventilasi dan penerangan
Rumah terdapat ventilasi yang kurang baik. Hal ini terlihat dari ruangan yang
penerangannya menggunakan lampu dan jendela jarang dibuka.
3. Persediaan air bersih
Air bersih diperoleh dari sumur.
4. Pembuangan sampah
Sampah dikumpulkan di tempat sampah kemudian dibakar.
5. Pembuangan air limbah
Pembuangan ait limbah (air sisa mandi atau keperluan keluarga) dibuang atau dialirkan
ke got belakang rumah.
6. Jamban/WC (tipe, jarak dari sumber air)
Keluarga memiliki kamar mandi dan WC sendiri. WC yang digunakan adalah WC leher
angsa dengan septic tank. Jarak septic tank dari sumber air (<10 meter).
7. Denah rumah
15 m
R.Tamu

KamarDapur

Kandang

KM

Kamar
Kamar

Kandang
R.keluarga

5m

R.Tamu
Teras

8. Lingkungan sekitar rumah


Lingkungan sekitar rumah cukup bersih. Lantai dari semen juga tampak bersih. Keluarga
Tn.T ini memiliki kandang.
9. Sarana komunikasi dan transportasi
Sarana komunikasi yang digunakan keluarga untuk menghubungi saudara yang jauh
adalah menggunakan telepon seluler. Sedangkan sarana transportasi yang digunakan jika
bepergian adalah sepeda motor.

10. Fasilitas hiburan


Fasilitas hiburan yang dimiliki oleh keluarga ini ada TV, dan tape recorder.
11. Fasilitas pelayanan kesehatan
Fasilitas pelayanan kesehatan keluarga terdekat adalah bidan desa dan Puskesmas.
D. Sosial
1. Karakteristik tetangga dan komunitas
Sebagian besar warga adalah penduduk asli. Kebanyakan warga bekerja di tegal pada
pagi hari dan baru pulang menjelang sore hari. Jarak antar rumah warga cukup dekat.
Sesama warga hubungannya sangat baik dan budaya gotong royong. Hal ini terlihat jika
salah satu warga ada yang punya hajatan tetangga pasti datang untuk membantu.
2. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Tn.T bertempat tinggal di rumah tersebut sejak menikah dan belum pernah
pindah tempat.
3. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Tn.T dan Ny.SD aktif mengikuti acara keagamaan yang ada di RT.2 Acara tersebut
berupa yasinan dan tahlil bersama setiap satu minggu sekali.
E. Struktur Keluarga
1. Sistem pendukung keluarga
Tn.M
M

Ny. T

Sdr. S dan Sdr H


2. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi yang ada pada keluarga Tn.T adalah demokratis, jadi jika ada masalah
dalam keluarga diselesaikan dengan musyawarah antara Tn.T dan Ny.SD. sedangkan
komunikasi antara Sdr.S dan Sdr H dengan kedua orang tuanya berlangsung dua arah.
3. Struktur kekuatan keluarga
Setiap keputusan yang diambil dalam menyelesaikan masalah adalah berdasarkan
keputusan dan kesepakatan bersama. Jadi tidak ada pihak yang dominan dalam
memutuskan suatu masalah.
4. Struktur peran
Tn.T sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah utama.
Ny.SD sebagai ibu rumah tangga dan ikut membantu mencari nafkah.
Peran keluarga dalam masyarakat cukup baik dalam berpartisipasi pada kegiatankegiatan yang ada di RT.2 RW.2, namun belum dapat berkontribusi secara aktif di
dalamnya.
5. Nilai dan norma keluarga
Seluruh anggota keluarga Tn.T bergama Islam dan menjalankan ibadah serta selalu
berdoa. Selain itu keluarga tersebut mengikuti dan menerapkan nilai-nilai budaya
setempat yang umum dilakukan masyarakat. Ketika keluarga Tn.T memiliki masalah
termasuk masalah kesehatan, mereka menganggap itu adalah ujian/cobaan dari Tuhan.
Jika ada salah satu anggota keluarganya yang sakit, Tn.T dan keluarga mempercayakan
perawatan kesehatanya pada tenaga kesehatan. Namun sebelum dibawa ke tenaga
kesehatan keluarga Tn.T biasanya memilih merawat sendiri dan membeli obat sendiri di
toko.
F. Fungsi Keluarga

1. Fungsi afektif
Semua anggota kluarga saling menghormati dan menyayangi, komunikasi dilakukan
secara terbuka, tidak ada masalah yang dipendam, jika ada masalah langsung
dibicarakan.
2. Fungsi sosialisasi
Sosialisasi keluarga Tn.T dengan masyarakat sekitar cukup baik. Hal itu juga sudah
ditanamkan kepada anak-anaknya untuk melakukan sosialisasi.
3. Fungsi perawatan kesehatan
- Mengenal masalah
Keluarga masih belum mengetahui tentang TBC yang di derita Ny SD terkait
-

penanganan, penyebab, dan dampak dari menderita hipertensi.


Mengambil keputusan
Jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit, anggota keluarga yang lain yang

memutuskan untuk merawat sendiri atau di bawa ke pelayanan kesehatan.


Perawatan keluarga
Untuk masalah kesehatan yang ringan seperti pusing, keluarga kadang membeli obat
bebas yang dijual di warung. Jika masih belum sembuh keluarga baru membawa ke
-

bidan setempat kemudian dirawat sendiri di rumah.


Pemeliharaan rumah
Cara memelihara kesehatan rumah sudah cukup baik, namun hanya lantai dapur saja

yang masih terbuat dari semen dan rumah menempel dengan kandang.
Pemanfaatan pelayanan kesehatan
Kemampuan menggunakan pelayanan kesehatan masih sebatas pelayanan kuratif saja.
Jika penyakit yang diderita dirasa ringan maka cukup diberikan obat bebas yang di

jual di warung-warung.
4. Fungsi reproduksi
Tn.T dan Ny.SD mempunyai 2 orang anak, yaitu 1 orang laki-laki dan 1 orang
perempuan.
5. Fungsi ekonomi
Fungsi ekonomi keluarga Tn.T sudah terpenuhi dengan baik yang dibantu oleh
penghasilan anak-anaknya.
G. Stres dan Koping Keluarga
1. Stressor jangka pendek dan panjang
- Stressor jangka pendek
Ny SD masih menderita batuk-batuk
- Stressor jangka panjang
Ny.SD khawatir akan kesehatannya dikemudian hari terkait dengan penyakit yang
dideritanya yaitu TBC.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Jika ada masalah dalam keluarga, keluarga akan menyelesaikannya dengan berdasarkan
kesepakatan bersama.
3. Strategi koping yang digunakan
Keluarga selalu mendiskusikan masalah yang dihadapi melalui pengambilan keputusan
yang terbaik menurut anggota keluarga mereka. Jadi, tidak ada salah astu anggota
keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan. Jika masalah belum bisa
terpecahkan dengan musyawarah bersama anggota keluarga, meminta saran dari orang
lain khususnya keluarga terdekat terkadang dilakukan.
4. Strategi adaptasi disfungsional

Tidak terdapat masalah pada koping yang digunakan keluarga dalam pengambilan
keputusan.
H. Pemeriksaan Fisik Keluarga
1. Pemeriksaan fisik Tn.T
- Keadaan umum : baik
- Kesadaran
: CM
- TB: 160 cm dan BB: 55 kg
- Tanda-tanda vital :
TD
: 130/100 mmHg
N
: 80 x/menit
RR
: 18 x/menit
- Pemerikasaan head to toe
Kepala normal, rambut hitam beberapa memutih dan persebarannya merata, wajah
tidak ada lesi, kedua mata simetris, konjungtiva merah muda, sklera tidak ikterik,
fungsi pengelihatan baik, lubang hidung simetris, tidak ada gangguan penciuman,
fungsi pendengaran baik, mulut bersih.
Leher normal tidak ada distensi vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid,
dada berbentuk normal, simetris ka/ki, suara nafas tambahan (-), bunyi jantung
normal.
Abdomen berbentuk flat, supel, tidak ada nyeri tekan, suara timpani, BU 10x/menit.
Turgor kulit normal, ektremitas tidak ada kelainan simetris ka/ki.
2. Pemeriksaan fisik Ny.SD
- Keadaan umum : baik
- Kesadaran
: CM
- TB: 150 cm dan BB: 35 kg
- Tanda-tanda vital :
TD
: 120/90 mmHg
N
: 84 x/menit
RR
: 16 x/menit
- Pemerikasaan head to toe
Kepala normal, rambut hitam dan persebarannya merata, wajah tidak ada lesi, kedua
mata simetris, konjungtiva merah muda, sklera tidak ikterik, fungsi pengelihatan baik,
lubang hidung simetris, tidak ada gangguan penciuman, fungsi pendengaran baik,
mulut bersih.
Leher normal tidak ada distensi vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid,
dada berbentuk normal, simetris ka/ki, suara nafas tambahan ronkhi di seluruh lapang

paru, bunyi jantung normal.


Abdomen berbentuk flat, supel, tidak ada nyeri tekan, suara timpani, BU 8x/menit.
Turgor kulit normal, ektremitas tidak ada kelainan simetris ka/ki.
Keluhan yang sering dirasakan yaitu Ny.SD batuk-batuk dengan dahak hijau kental,
sering mengalami keringat dingin di malam hari. Ny SD mengatakan pernah
menjalani pengobatan untuk batuknya selama beberapa bulan yang lalu dengan durasi

3 bulan tetapi berhenti karena capek untuk mengkonsumsi obat.


3. Pemeriksaan fisik Sdr.S
- Keadaan umum : baik
- Kesadaran
: CM
- TB: 150 cm dan BB: 48 kg
- Tanda-tanda vital :
TD
: 100/70 mmHg
N
: 80 x/menit
RR
: 20 x/menit

Pemerikasaan head to toe


Kepala normal, rambut hitam dan persebarannya merata, wajah tidak ada lesi, kedua
mata simetris, konjungtiva merah muda, sklera tidak ikterik, fungsi pengelihatan baik,
lubang hidung simetris, tidak ada gangguan penciuman, fungsi pendengaran baik,
mulut bersih.
Leher normal tidak ada distensi vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid,
dada berbentuk normal, simetris ka/ki, suara nafas tambahan (-), bunyi jantung

normal.
Abdomen berbentuk flat, supel, tidak ada nyeri tekan, suara timpani, BU 8x/menit.
Turgor kulit normal, ektremitas tidak ada kelainan simetris ka/ki.
4. Pemeriksaan fisik Sdr H
- Keadaan umum : baik
- Kesadaran
: CM
- TB: 170 cm dan BB: 60 kg
- Tanda-tanda vital :
N
: 85 x/menit
RR
: 19 x/menit
- Pemerikasaan head to toe
Kepala normal, rambut hitam dan persebarannya merata, wajah tidak ada lesi, kedua
mata simetris, konjungtiva merah muda, sklera tidak ikterik, fungsi pengelihatan baik,
lubang hidung simetris, tidak ada gangguan penciuman, fungsi pendengaran baik,
mulut bersih, tampak karies di beberapa bagian gigi dan terdapat beberapa lubang di
gigi geraham bagian belakang.
Leher normal tidak ada distensi vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid,
dada berbentuk normal, simetris ka/ki, suara nafas tambahan (-), bunyi jantung
normal.
Abdomen berbentuk flat, supel, tidak ada nyeri tekan, suara timpani, BU 10x/menit.
Turgor kulit normal, ektremitas tidak ada kelainan simetris ka/ki.
I. Harapan Keluarga
Keluarga berharap seluruh anggota keluarga sehat selalu dan berada dalam lindungan Tuhan
Yang Maha Esa. Selain itu dengan adanya kakak-kakak dari mahasiswa keperawatan bisa
membantu memberikan informasi tentang kesehatan lebih banyak.

ANALISIS DATA
No
.
1.

Data Penunjang
Data Subjektif:

Ny SD mengatakan sedang menderita

Etiologi

Problem

Pendidikan

Ketidakmampuan

Rendah

keluarga dalam
mengenal masalah

batuk-batuk tetapi menyangkal


penyakit TBC sejak lebih dari 2 tahun
lalu berdasarkan diagnosa dokter

Kurang akses

penyakit TB Paru

terhadap informasi

puskesmas. Sakitnya sering kumatkumatan dengan gejala : Batuk-batuk

Kurangnya

berlendir, keringat dingin malam hari

pengetahuan

atau terkena udara dingin, sesak

napas, suara parau, kadang-kadang

yaitu:

disertai panas badan, badan lemah

Pengertian, tanda

dan pusing.
Ny SD mengatakan beberapa bulan

& gejala,

yang lalu menjalani pengobatan untuk

tentang penyakit

penyebab,
penanganan,

batuknya tetapi putus karena lelah

pencegahan dan

mengkonsumsi obat.

persepsi terhadap

Data Objektif:

keparahan

penyakit

Keadaan umum : baik


Kesadaran
: CM
TB: 150 cm dan BB: 35 kg
Tanda-tanda vital :
TD
: 120/90 mmHg
N
: 84 x/menit
RR
: 16 x/menit
Ventilasi rumah yang

kurang
Data Subyektif:

TBC pada Ny. SD


Resiko penularan
penyakit

Kurangnya sumber
Ny. SD mengatakan tidak ada jendela di informasi tentang
pencegahan
kamar - kamar dibelakang
penyakit TB Paru
Data Obyektif :
Jendela ruang tamu dan ruang keluarga
tidak dibuka, ventilasi dikamar dan ruang
tamu kurang, hanya dapur yang ada
genteng kaca sebanyak 4 buah sedangkan
ruang yang lainnya
penerangan listrik.

menggunakan

Ketidakmampuan
keluarga
dalammemodifikas
i lingkungan yang
dapat
mencegah
terjadinya penyakit
TB Paru

DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


1. Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah penyakit TB Paru sehubungan
dengan kurangnya akses informasi tentang penyakit TB Paru.
N
o

Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenahan

1.

Sifat masalah

3/3 x 1

Masalah
adalah
keadaan
kurang/tidak sehat dan memerlukan
tindakan segera.

2.

Kemungkinan masalah
dapat diubah

2/2 x 2

Sumber-sumber yang ada dan


tindakan
untuk
me-mecahkan
masalah dapat dijangkau keluarga.

3.

Potensi untuk mencegah masalah

3/3 x 1

Masalah dapat dicegah untuk tidak


memper-buruk
keadaan
dapat
dilakukan pak Kamsir dan keluarga
dengan memperbaiki perilaku
hidup sehat.

4.

Menonjolnya masalah

x1

1/2

Keluarga
menyadari
adanya
masalah tetapi tidak didukung
dengan pemahaman yang ade-kuat
tentang karakteristik penyakit.

Total Skor

4 1/2

2. Ketidakmampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan yang dapat mencegah


terjadinya penyakit TB Paru sehubungan dengan kurangnya sumber informasi tentang
pencegahan penyakit TB Paru.
N
o

Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenahan

1.

Sifat masalah

2/3 x 1

2/3

Adanya ancaman keseha-tan tetapi


tidak perlu ditangani segera.

2.

Kemungkinan masalah
dapat diubah

2/2 x 2

Untuk
membuat
septi
tank
permanent
tidak
terlalu
membutuhkan
bia-ya
mahal
lagipula keluar-ga dapat menabung
sedi-kit demi sedikit apalagi pak
Kamsir sendiri se-orang tukang
batu.

3.

Potensi untuk mencegah masalah

3/3 x 1

Resiko
terjadinya
penula-ran
penyakit saluran pen-cernaan dapat
dicegah bagi keluarga.

4.

Menonjolnya masalah

0/2 x 1

Total Skor

4 1/6

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

No
1.

Diagnosis Keperawatan

Tujuan

Ketidakmampuan

keluarga Setelah

dalam

masalah tindakan perawatan 1

mengenal

Kriteria Hasil

dilakukan Keluarga

penyakit TB Paru sehubungan x pertemuan, keluargaa.


dengan
kurangnya
akses Tn
T
mampub.
informasi tentang penyakit TB mengenal
masalahc.
d.
Paru.
penyakit TB Paru
e.
f.

Tn

Intervensi

mampu 1. Berikan bimbingan dengan


ilustrasi
menggunakan
menyebutkan:
gambar,
brosur
dan
Pengertian TB Paru
sebagainya tentang penyakit
Penyebab TB Paru
TB Paru.
Manifestasi klinis TB Paru 2. Dengarkan dengan seksama
Komplikasi TB Paru
sanggahan yang diajukan
Penatalaksanaan TB Paru
keluarga.
Pencegahan TB Paru
3. Tanggapi pertanyaan dengan
sabar.

Rasional
Keluarga Tn T mengerti tentang
penyakit TB Paru

Mempertahankan hubungan saling


percaya
Keluarga Tn T mengerti tentang
penyakit TB Paru

4. Bimbing keluarga untuk Keluarga Tn T mengerti tentang


mengulangi penjelasan yang
penyakit TB Paru
sudah diberikan.

5. Berikan pujian bila keluarga Mempertahankan hubungan saling


mampu menjawab dengan
percaya
baik dan benar.

2.

Ketidakmampuan
dalam
lingkungan

keluarga Setelah

dilakukan

memodifikasi tindakan perawatan 1


yang

dapat x pertemuan, keluarga

mencegah terjadinya penyakit Tn

mampu

TB Paru sehubungan dengan mengetahui

cara

kurangnya sumber informasi memodifikasi


tentang pencegahan penyakit lingkungan yang dapat
TB Paru.

mencegah

terjadinya

penyakit TB Paru

Keluarga mampu
menyebutkan syarat
rumah sehat.

1. Jelaskan

kepada

keluarga Keluarga

mengetahui

tentang

syaratsyarat rumah sehat.


syarat-syarat rumah sehat
2. Beri
kesempatan
pada
Memastikan keluarga memahami
keluarga untuk mengulang
tentang rumag sehat
penjelasan yang diberikan
3. Beri kesempatan mengulang
Memastikan keluarga memahami
penjelasan yang diberikan
4. Beri reinforcement positif tentang rumag sehat
atas

kemampuan

keluarga Memepertahankan hubungan saling

mengulang penjelasan

percaya