Anda di halaman 1dari 2

PBL 4.

1
1. ORGAN KUADRAN BAWAH
Usus 12 jari (duo denum), usus besar, usus kecil, kandung kemih, rektum, testis, anus
(Netter, 2013).
PBL 4.2
1. GEJALA KOLIK ABDOMEN
Nyeri kolik didefinisikan sebagai rasa nyeri yang sangat, hilang timbul, yang terjadi
pada organ berongga yang berperistaltik yang bertujuan mengeluarkan suatu sumbatan. Nyeri
kolik di pinggang sering diakibatkan oleh batu saluran kencing (Deshpande, 2014).
Nyeri kolik karena batu di saluran kemih akan dirasakan (refered) sesuai persyarafan.
Pada batu ureter atas didekat ginjal akan terasa nyeri di perut atas dan di buah pelir.
Contohnya batu ureter atas sebelah kanan akan terasa nyeri di perut kanan atas, hingga
punggung, dan kadang terasa nyeri di buah pelir kanan. Nyeri di buah pelir kanan dapat
terjadi oleh karena persyarafan yang sama. Nyeri akibat sumbatan ureter tengah akan
dirasakan sebagai rasa nyeri yang mungkin dijalarkan ke pinggang. Sedangkan batu pada
ureter bawah dapat terasa nyeri di paha tengah, kantung buah pelir (bukan buah pelirnya) dan
ujung penis ataupun bibir luar vagina (labium majus pudendi) (Deshpande,2014).
Nyeri kolik merupakan nyeri yang hilang timbul yang menunjukkan suatu obstruksi
organ berongga (lumen), organ yang berdinding otot (usus, empedu, duktus biliaris, ureter)
Kolik merupakan nyeri viseral akibat spasme otot polos organ berongga dan biasanya
disebabkan oleh hambatan pasase dalam organ tersebut (obstruksi usus, batu ureter, batu
empedu, peningkatan tekanan intraluminar). Nyeri ini timbul karena hipoksia yang dialami
oleh jaringan dinding saluran. Karena kontraksi ini berjeda, kolik dirasakan hilang timbul.
Fase awal gangguan perdarahan dinding usus juga berupa kolik. Serangan kolik biasanya
disertai perasaan mual, bahkan sampai muntah. Dalam serangan, penderita sangat gelisah,
kadang sampai berguling-guling di tempat tidur atau di jalan. Yang khas ialah trias kolik yang
terdiri atas serangan nyeri yang kumat-kumatan disertai mual dan muntah dan gerak paksa
(Deshpande,2014).

Dapus
Deshpande, P. G. 2014. Colic Abdomen. Medscape.
Netter, F. H. 2013. Atlas Anatomi Manusia. Jakarta: Sagung Seto.