Anda di halaman 1dari 29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Sekolah

: SMA......................................

Mata pelajaran
Kelas/Semester

: Fisika
: XI MIA /Genap

Materi Pembelajaran

: Fluida Dinamik

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1
KI 2

: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai

KI 3

cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.


: Memahami,
menerapkan,
menganalisis

pengetahuan

faktual,

konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu


pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan,

kebangsaan,

kenegaraan,

dan

peradaban

terkait

penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan


prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
KI 4

minatnya untuk memecahkan masalah


: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di

sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta


mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
No.

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

1.1.

Bertambah keimanannya
dengan menyadari hubungan
keteraturan dan kompleksitas
alam dan jagad raya terhadap
kebesaran Tuhan yang
menciptakannya.

Peserta didik menyadari kebesaran Tuhan


yang mengatur keteraturan dan
kompleksitas alam dan jagad raya melalui
perbuatan dan sikap

1.2.

Menyadari kebesaran Tuhan

Peserta didik menyadari kebesaran Tuhan

yang mengatur karakteristik


benda titik dan benda tegar,
fluida, gas dan gejala
gelombang
2.1.

2.2.

yang mengatur karakteristik benda titik


(gerak parabola dan gerak melingkar),
fluida, gas, dan gejala gelombang

Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu;
objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung
jawab; terbuka; kritis; kreatif;
inovatif dan peduli lingkungan)
dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi
sikap dalam melakukan
percobaan , melaporkan, dan
berdiskusi.

Menghargai kerja individu dan


kelompok dalam aktivitas
sehari-hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan
percobaan dan melaporkan
hasil percobaan.

3.7

Menerapkan prinsip fluida


dinamik dalam teknologi

Menunjukkan sikap jujur dalam


pembelajaran
menunjukkan rasa ingin tahu melalui
aktivitas mengemukakan gagasan,
bertanya, kerjasama atau menyajikan
hasil diskusi
Menunjukkan sikap toleransi terhadap
perbedaan pendapat/cara dalam
menyelesaikan masalah

Menunjukkan sikap bertanggung jawab


dalam kegiatan kelompok
Menunjukkan sikap toleran terhadap
proses pemecahan masalah yang
berbeda
Menunjukkan sikap kreatif dalam
kegiatan kelompok dan pembelajaran
menunjukkan sikap disiplin dalam
menyelesaikan tugas individu maupun
kelompok
Menunjukkan sikap kritis dalam diskusi
kelompok maupun klasikal
Menunjukkan
sikap
aktif
dalam
pembelajaran
Menunjukkan sikap bekerja sama dalam
kegiatan kelompok
Menunjukkan rasa percaya diri dalam
mengemukakan
gagasan,
bertanya,
kerjasama atau menyajikan hasil diskusi
Menunjukkan sikap toleransi terhadap
perbedaan
pendapat/cara
dalam
menyelesaikan masalah
Menentukan konsep persamaan
kontinuitas
Menentukan debit aliran zat alir
Memformulasikan hukum Bernoulli
Menerapkan hukum Bernoulli dalam
kehidupan sehari

4.7

Memodifikasi ide/gagasan
proyek sederhana yang
menerapkan prinsip dinamika
fluida

Mengolah data hasil percobaan tentang


kontinuitas dan bernoulli
Merumuskan kesimpulan percobaan
tentang kontinuitas dan bernoulli
Menyusun laporan analisis data hasil
percobaan kontinuitas dan bernoulli
Melaporkan hasil pengukuran
Menggunakan peralatan instrumen
sesuai dengan fungsinya
Menjaga keselamatan alat dan
keselamatan jiwa
Membereskan peralatan eksperimen
Menjaga kebersihan lingkungan setelah
bereksperimen

C. Materi Pembelajaran

KONTINUITAS
Debit air pada saluran yang berbeda penampang sama besar, dengan demikian
mengakibatkan di tempat yang berpenampang kecil kelajuan menjadi besar.
Sebaliknya pada penampang besar akan berkelajuan kecil sehingga volume zat
cair yang lewat tiap satuan waktu dimanapun akan sama besar volumenya. Jadi
debit adalah volume per satuan waktu yang dirumuskan dengan:
Q = V/t = A . v
Atau ditulis sebagai
A 1 . v 1 = A2 . v 2
Dimana:
Q = debit dalam sistem SI dengan satuan m 3/s
V = Volume dalam sistem SI dengan satuan m3
A = Luas penampang dalam sistem SI dengan satuan m2
v = kelajuan dalam sistem SI dengan satuan m/s
t = waktu dalam sistem SI dengan satuan s

Q A1 v 1 A 2 v 2 C

m / s
3

Q
debit

A1
Luas penampang 1

v1
kecepatan

fluida

pada

penampang 1

A2
Luas penampang 2

v2
kecepatan

fluida

pada

penampang 2

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat konsep kontinuitas pada:


1. Saat kita mencuci mobil dan berharap air yang keluar dari selang lebih
kencang maka ujung selang diperkecil dengan memencetnya.
2. Saat menyemprot rumput di taman yang agak jauh dilakukan dengan
mengecilkan ujung selang dengan memencetnya

ASAS BERNOULLI
Pada pipa mendatar, tekanan fluida yang paling besar adalah pada bagian
yang kelajuan alirnya paling kecil dan tekanan paling kecil adalah pada bagian
yang kelajuan alirannya paling besar

HUKUM BERNOULLI
Melalui penggunaan teorema usaha energi yang melibatkan besaran
tekanan P (mewakili usaha), besaran kecepatan aliran fluida v (mewakili energi
kinetik), dan besaran ketinggian terhadap suatu acuan h (mewakili energi
potensial), Bernoulli berhasil menurunkan persamaan yang menghubungkan
ketiga besaran ini secara matematis yaitu :

1
1
P1+ v 12+ g h1 =P 2+ v 22 + g h2
2
2

EFEK VENTURI
Selain teorema Torricelli, persamaan Bernoulli juga bisa diterapkan pada kasus
khusus lain yakni ketika fluida mengalir dalam bagian pipa yang ketinggiannya
hampir sama (perbedaan ketinggian kecil). Untuk memahami penjelasan ini,
amati gambar di bawah.

Pada gambar di

atas

tampak

bahwa ketinggian pipa, baik bagian pipa yang penampangnya besar maupun
bagian pipa yang penampangnya kecil, hampir sama sehingga diangap
ketinggian (h) sama. Jika diterapkan pada kasus ini, maka persamaan Bernoulli
berubah menjadi:

Ketika fluida melewati bagian pipa yang penampangnya kecil (A 2), maka laju
fluida bertambah (ingat persamaan kontinuitas). Menurut prinsip Bernoulli, jika
kelajuan fluida bertambah, maka tekanan fluida tersebut menjadi kecil. Jadi
tekanan fluida di bagian pipa yang sempit lebih kecil
tetapi laju aliran fluida lebih besar. Ini dikenal dengan julukan efek Venturi dan
menujukkan secara kuantitatif bahwa jika laju aliran fluida tinggi, maka tekanan
fluida menjadi kecil. Demikian pula sebaliknya, jika laju aliran fluida rendah maka
tekanan fluida menjadi besar.

VENTURIMETER TANPA MANOMETER

Gambar di bawah menunjukkan sebuah venturimeter yang digunakan untuk


mengukur laju aliran cat cair dalam pipa.

Amati

gambar

di

atas.

Ketika

zat

cair

melewati

bagian

pipa

yang

penampangannya kecil (A1), laju cairan meningkat. menurut prinsip Bernoulli,


jika laju cairan meningkat, maka tekanan cairan menjadi kecil. Jadi tekanan zat
cair pada penampang besar lebih besar dari takanan zat cair pada penampang
kecil (P1>P2. Sebaliknya V2>V1).
Sekarang kita ubah persamaan yang digunakan untuk menentukan laju aliran zat
cair pada pipa di atas. Kita gunakan peramaan efek venturi yang telah
diturunkan sebelumnya.

Kita cari laju aliran zat cair di penampang besar (V 1). kita gantikan V2 pada
persamaan 1 dengan V2 pada persamaan 2.

Dalam pokok bahasan Tekanan Pada Fluida bahwa untuk menghitung tekanan
fluida suatu kedalaman tertentu, kita bisa menggunakan persamaan :
P = pgh > persamaan a
Jika perbedaan massa jenis fluida sangat kecil, maka kita bisa enggunakan
persamaan ini menentukan perbedaan tekanan pada ketinggian yang berbeda.
Dengan demikian, persamaan a bisa kita kita ubah menjadi :

Karena zat cair-nya sama maka massa jenisnya juga pasti sama. Kita
lenyapkan rho dari persamaan tersebut hinnga menjadi seperti rumus dibawah
ini.

TABUNG PITOT

Tabung Pitot adalah alat ukur yang kita gunakan untuk mengukur kelajuan gas /
udara. Perhatikan gambar di bawah
Lubang pada titik 1 sejajar dengan aliran udara. Posisi kedua lubang ini dibuat
cukup jauh dari ujung tabung pitot, sehingga laju dan tekanan udara di luar
lubang sama seperti laju dan tekanan udara yang mengalir bebas. Dalam hal ini,
v1 = laju aliran udara yang mengalir bebas (ini yang akan kita ukur), dan tekanan
pada kaki kiri manometer (pipa bagian kiri) = tekanan udara yang mengalir
bebas (P1).

Lubang yang menuju ke kaki kanan manometer, tegak lurus dengan aliran udara.
Karenanya, laju aliran udara yang lewat di lubang ini (bagian tengah) berkurang
dan udara berhenti ketika tiba di titik 2. Dalam hal ini, v2 = 0. Tekanan pada kaki
kanan manometer sama dengan tekanan udara di titik 2 (P 2).
Ketinggian titik 1 dan titik 2 hampir sama (perbedaannya tidak terlalu besar)
sehingga bisa diabaikan. Ingat ya, tabung pitot juga dirancang menggunakan
prinsip efek venturi. Mirip seperti si venturi meter, bedanya si tabung petot ini
dipakai

untuk

mengukur

laju

gas

alias

udara.

Karenanya,

kita

menggunakan persamaan efek venturi. Sekarang kita oprek persamaannya:

tetap

Ini persamaan yang kita cari. Persamaan ini digunakan untuk menghitung laju
aliran gas alias udara menggunakan si tabung pitot.

Penyemprot Racun Serangga

Penyemprot Racun Serangga hampir sama prinsip kerjanya dengan penyemprot


parfum. Jika pada penyemprot parfum Anda menekan tombol, maka pada
penyemprot racun serangga Anda menekan masuk batang penghisap.

Ketika bola karet diremas, udara yang ada di dalam bola karet meluncur keluar
melalui pipa 1. Karenanya, udara dalam pipa 1 mempunyai laju yang lebih tinggi.
Karena laju udara tinggi, maka tekanan udara pada pipa 1 menjadi rendah.
Sebaliknya, udara dalam pipa 2 mempunyai laju yang lebih rendah. Tekanan
udara dalam pipa 2 lebih tinggi. Akibatnya, cairan parfum didorong ke atas.
Ketika si cairan parfum tiba di pipa 1, udara yang meluncur dari dalam bola karet
mendorongnya keluar Biasanya lubang berukuran kecil, sehingga parfum
meluncur dengan cepat ingat persamaan kontinuitas, kalau luas penampang
kecil, maka fluida bergerak lebih cepat. Sebaliknya, kalau luas penampang pipa
besar, maka fluida bergerak pelan.

CEROBONG ASAP
Pertama, asap hasil pembakaran memiliki suhu tinggi alias panas. Karena suhu
tinggi, maka massa jenis udara tersebut kecil. Udara yang massa jenisnya kecil
mudah terapung alias bergerak ke atas. Alasannya bukan cuma ini Prinsip
bernoulli

juga

terlibat

dalam

persoalan

ini.

Kedua, prinsip bernoulli mengatakan bahwa jika laju aliran udara tinggi maka
tekanannya menjadi kecil, sebaliknya jika laju aliran udara rendah, maka
tekanannya besar. Ingat bahwa bagian atas cerobong berada di luar ruangan.
Ada angin yang niup di bagian atas cerobong, sehingga tekanan udara di
sekitarnya lebih kecil. Di dalam ruangan tertutup tidak ada angin yang niup,
sehingga tekanan udara lebih besar. Karenanya asap digiring ke luar lewat
cerobong (udara bergerak dari tempat yang tekanan udaranya tinggi ke
tempat yang tekanan udaranya rendah).

Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang

Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang juga merupakan salah satu contoh Hukum
Bernoulli.
Mengapa pesawat bisa terbang? Pesawat terbang dapat terangkat ke atas,
karena kelajuan udara yang melalui sayap pesawat bagian sisi atas lebih besar
daripada bagian sisi bawah. Karena pada penampang sayap pesawat terbang,
bagian belakang lebih datar dan sisi bagian atas lebih melengkung daripada
bagian bawahnya, maka aliran udara bagian atas akan lebih rapat jika dibanding
bagian bawahnya. Artinya, kecepatan aliran udara pada bagian sisi atas lebih
besar daripada sisi bagian bawah sayap. sehingga tekanan bagian atas lebih
kecil daripada tekanan bagian bawah. Perbedaan tekanan inilah yang yang
menentukan gaya angkat pesawat.

Pada dasarnya, ada empat buah gaya yang bekerja pada sebuah pesawat
terbang yang sedang mengangkasa.
1. Berat Pesawat yang disebabkan oleh gaya gravitasi Bumi
2. Gaya angkat yang dihasilkan oleh kedua sayap pesawat
3. Gaya ke depan yang disebabkan oleh mesin pesawat
4. Gaya hambatan yang disebabkan oleh gerakan udara.

Bagian depan sayap dirancang melengkung ke atas. Udara yang ngalir dari
bawah berdesak-desakan dengan temannya yang ada di sebelah atas. Mirip
seperti air yang ngalir dari pipa yang penampangnya besar ke pipa yang
penampangnya sempit. Akibatnya, laju udara di sebelah atas sayap meningkat.
Karena laju udara meningkat, maka tekanan udara menjadi kecil. Sebaliknya, laju
aliran udara di sebelah bawah sayap lebih rendah, karena udara tidak berdesakdesakan (tekanan udaranya lebih besar). Adanya perbedaan tekanan ini,
membuat sayap pesawat didorong ke atas. Karena sayapnya nempel dengan
badan si pesawat, maka si pesawat ikut-ikutan terangkat.

Tikus juga tahu prinsip Bernoulli


Perhatikan gambar di bawah ini, gambar lubang tikus dalam tanah. Tikus juga
tahu prinsip hukum bernoulli. Si tikus tidak mau mati karena sesak napas,
karenanya tikus membuat 2 lubang pada ketinggian yang berbeda. Akibat
perbedaan ketinggian permukaan tanah, maka udara berdesak-desakan dengan
temannya (bagian kanan). Mirip seperti air yang mengalir dari pipa yang
penampangnya besar menuju pipa yang penampangnya kecil. Karena berdesakdesakan maka laju udara meningkat (Tekanan udara menurun).

Karena ada perbedaan tekanan udara, maka udara dipaksa mengalir masuk
melalui lubang tikus. Udara mengalir dari tempat yang tekanan udara-nya tinggi
ke tempat yang tekanan udaranya rendah.
D. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama: (4jp)
Deskripsi
Kegiatan

Kegiatan Guru

Pendahulua Mengucapkan salam, mengajak


n
peserta didik berdoa dan

Kegiatan Peserta Didik

Menjawab salam, berdoa


dan menjawab absen
Menyimak dan menjawab
mengabsen.
Merefleksi hasil kompetensi (KD)
pertanyaan yang
sebelumnya tentang Fluida, GLB
muncul
Menjawab pertanyaan
dan GLBB
Bertanya dan menagih secara
yang diajukan guru
lisan tugas mencari informasi
Menjawab pertanyaan
tentang kontinuitas melalui
berbagai sumber (buku, internet,
yang diajukan guru
atau modul)
Menerima informasi

Alok
asi
Wak
tu
10

Menayangkan gambar tentang


kontinuitas
Menanyakan pendapat peserta
didik tentang gambar
Bertanya kepada Peserta didik
terkait persepsi Peserta didik
tentang kontinuitas serta
penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
Menyampaikan tujuan
pembelajaran

Inti

Mengamati
Fase 1. Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan)
Memberikan stimulus dengan cara Menyimak video dan
Mengamati video yang berkaitan
membuat pertanyaandengan kontinuitas.
pertanyaan/
permasalahan yang
berkaitan dengan video

25

Menanya
Fase 2: Problem statement(pertanyaan/identifikasi masalah)

Guru membimbing peserta


didik mengidentifikasi masalah
yang berkaitan dengan
kontinuitas

Diharapkan akan muncul


pertanyaan-pertanyaan
dari peserta didik seperti:
Apakah kelajuan air
sepanjang selang akan
sama?
Bagaimana kelajuan air
kalau ukuran selang
berbeda beda?

10

Eksplorasi/Mengumpulkan Informasi
Fase 3 : Data collection(Pengumpulan Data)
Guru melakukan demonstrasi
percobaan kontinuitas dan
memotivasi masing-masing
individu dalam kelompok untuk
mengumpulkan informasi yang

Mengamati demonstrasi
yang dilakukan guru
dan mencari informasi
dengan diskusi dan
kajian literature untuk

45

berhubungan dengan
permasalahan

memecahkan
permasalahan.

Fase 4 : Data Processing(Pengolahan Data)


Mempersilahkan peserta didik
Melakukan diskusi
berdiskusi dengan bantuan LKS
kelompok
Melakukan penilaian otentik sikap Berperan aktif dalam
diskusi kelas
(observasi) menggunakan format
penilaian yang ada pada
instrumen penilaian sikap
Mengasosiasi
Fase 5 : Verification(Pembuktian)
Guru membimbing peserta didik
Melakukan pembuktian
melakukan pembuktian terhadap
data melalui diskusi
jawaban permasalahan
Melalui diskusi di dalam
kelompokmu, Gunakanlah
persaman-persamaan di atas
untuk menyelesaikan soal berikut!

Sebuah selang berada pada


ketinggian h = 1,25 meter dan
ternyata air jatuh pada jarak X = 5
meter. Bila luas penampang selang
5 cm2, hitung:
A. Kecepatan keluarnya air dari
ujung selang,
B. Debit air
C. Volume air yang keluar selama 1
menit!
Mengkomunikasi
Fase 6 : Generalization(Menarik kesimpulan/generalisasi)

30

15

Penutup

Menulis laporan diskusi


Mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas
yang diwakili oleh satu
kelompok yang bersedia
atau dipilh secara acak,
sementara peserta didik
lain menanggapi
dengan memberikan
pertanyaan atau
pendapat.
Berperan aktif dalam
diskusi kelas
Menyimak penguatan
tentang konsep
kontinuitas dan debit
Guru memberikan penguatan

Menjawab
pertanyaantentang konsep kontinuitas dan
pertanyaan yang
debit
diajukan guru
Guru merefleksi proses

Guru membimbing peserta


didik menulis laporan diskusi
Membimbing Peserta didik
mempresentasikan hasil diskusi
di depan kelas yang diwakili
oleh satu kelompok yang
bersedia atau dipilh secara
acak
Guru mengarahkan peserta
didik untuk melakukan diskusi
kelas dan tanya jawab
mengenai pembahasan
jawaban pertanyaan.

30

pembelajaran dengan meninjau


permasalahan awal melalui
pertanyaan
Melakanakan penilaian
presentasi menggunakan
format penilaian yang ada pada
instrumen penilaian otentik

Bersama peserta didik

menyimpulkan kontinuitas dan


debit
Memberikan PR

Melaksanakan postes
memberikan umpan balik terhadap

proses dan hasil belajar


merencanakan kegiatan tindak
lanjut (remedi, pengayaan,
konseling, dan/atau tugas)
melalui (buku, internet, atau modul)

Bersama guru
menyimpulkanpersamaa
n kontinuitas
Mengerjakan tugas baca
lembar kerja praktik
Mengikuti Postest
Menerima informasi
tentang:
- rencana kegiatan
tindak lanjut (remedi,
pengayaan, konseling,
dan/atau tugas)
rencana pembelajaran
pada pertemuan
berikutnya

15

Pertemuan kedua : (4 jp)


Deskripsi
Kegiatan

Kegiatan Guru

Kegiatan Peserta
Didik

Alokas
i
Waktu

Mengucapkan
salam, Menjawab salam,
mengajak peserta didik
berdoa dan menjawab
berdoa dan absensi siswa.
absen
Menyampaikan tujuan
Menerima informasi
pembelajaran
Menjawab pertanyaan
Pendahulua

Bertanya
dan
menagih
yang diajukan guru
n
secara lisan tugas mencari
informasi tentang Hukum
Bernoulli melalui berbagai
sumber (buku, internet,
atau modul)
Mengamati dan menanya
Fase I: (Orientasi peserta didik pada masalah)
Inti
Melakukan demonstrasi
percobaan Hukum
Mengamati dan
Bernoulli
berdiskusi

15

20

Fase 2: (Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar)


10
Peserta didik dikelompokkan Bergabung kedalam
secara heterogen, masingkelompok yang sudah
masing mengkaji lembar
dibentuk
kegiatan percobaan
Mempersiapkan diri
tentang hukum Bernoulli
untuk mendiskusikan
dan penerapannya.
jawaban pertanyaanpertanyaan yang ada
pada lembar kerja
Eksperimen/Eksplorasi
Fase 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun
kelompok.
45
Peserta didik diarahkan
mencari informasi
untuk bekerja secara
dengan diskusi dan
berkelompok.
kajian literatur untuk
memecahkan
Guru membimbing siswa
permasalahan.
dalam memecahkan
Melakukan eksperimen
masalah
sederhana tentang
kontinuitas dan hukum
Bernoulli sesuai
dengan prosedur
dalam LK.
Setiap kelompok
menjawab berbagai
masalah yang diajukan
dalam LK.
Mengasoasikan dan Mengomunikasikan
Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
30
Diskusi konsep mengenai
Menulis laporan diskusi
faktor-faktor yang
Mempresentasikan hasil
menyebabkan perbedaan
diskusi di depan kelas

tekanan pada aliran fluida.


Memformulasikan hukum
Bernoulli
Mengembangkan hukum
Bernaoulli untuk
memecahkan berbagai
masalah

Penutup

yang diwakili oleh satu


kelompok yang
bersedia atau dipilh
secara acak,
sementara peserta
didik lain menanggapi
dengan memberikan
pertanyaan atau
pendapat.
berperan aktif dalam
diskusi kelas
Mengembangkan hukum
Bernaoulli untuk
memecahkan berbagai
masalah
Fase 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Diskusi kelas untuk
Menyimak penguatan
30
menganalisis hasil
tentang konsep hukum
pemecahan masalah dan
Bernoulli.
menyamakan persepsi
Menjawab pertanyaantentang faktor-faktor yang
pertanyaan yang
menyebabkan perbedaan
diajukan guru.
tekanan dalam fluida dan Menjawab pertanyaan
implementasinya.
dari kelompok lain.
15
Bersama peserta didik
Bersama guru
menyimpulkan hukum
menyimpulkan hukum
Bernoulli
Bernoulli.
Memberikan PR latihan pada Mengerjakan tugas baca
modul dan tugas baca
lembar kerja praktik
lembar kerja praktik yang Mengikuti Postest
akan datang
Melakukan penilaian diri
Melaksanakan postes
dan penilaian antar
menggunakan instrumen
teman
penilaian kognitif modul Menerima informasi
memberikan umpan balik
tentang:
terhadap proses dan hasil
- rencana kegiatan
belajar
tindak lanjut (remedi,
merencanakan kegiatan
pengayaan, konseling,
tindak lanjut (remedi,
dan/atau tugas)
pengayaan, konseling,
rencana
dan/atau tugas)
pembelajaran pada
pertemuan
menyampaikan rencana
berikutnya
pembelajaran pada
pertemuan berikutnya dan
memberikan tugas secara
lisan untuk mencari
informasi tentang
penerapan hokum Bernoulli
dalam kehidupan sehari-

hari dalam kaitannya


dengan kemajuan
teknologi melalui berbagai
sumber (buku, internet,
atau modul)
E. Penilaian Hasil Belajar
Penilaian sikap, dilakukan melalui pengamatan pada saat bekerja dalam
kelompok: berdiskusi, dan praktik. Aspek penilaian sikap difokuskan pada:
ketelitian, kejujuran, kerjasama, dan peran serta dalam kelompok
Penilaian pengetahuan, dilakukan melalui tugas dan tes. Aspek penilaian
tugas terdiri atas: kelengkapan, visual, dan ketepatan waktu. Sedangkan tes
terdiri dari tes tertulis uraian
Penilaian keterampilan, dilakukan melalui pengamatan dan produk.
Pengamatan dilakukan pada saat bekerja dalam kelompok dengan aspek yang
dinilai adalah: merangkai dan menggunakan alat, menyaji data, dan membuat
grafik dengan komputer. Sedangkan penilaian produk dilakukan pada hasil
laporan tertulis dengan aspek penilaian terdiri atas: hasil grafik, jawaban
pertanyaan, rumusan kesimpulan, dan visual laporan.
-

Teknik penilaian

Sikap

: observasi

Pengetahuan

: tes tertulis

Ketrampilan

: Presentasi

Instrumen penilaian dan pedoman penskoran

Sikap

: Daftar Cek list

Pengetahuan

: Soal Pilihan Ganda

Ketrampilan

: Keterampilan Presentasi

Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas/Semester

: XI MIA / 2

Topik

: Hukum Bernoulli

Kompetensi Dasar
teknologi

3.7.

Menerapkan

prinsip

fluida

dinamik

dalam

Indikator:

Menunjukkan sikap aktif dalam pembelajaran

Menunjukkan sikap bekerja sama dalam kegiatan kelompok

Menunjukkan sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang


berbeda

Menunjukkan sikap kreatif dalam kegiatan kelompok dan pembelajaran

Rubrik :
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran :
1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam
pembelajaran
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha ambil bagian dalam pembelajaran
tetapi belum konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran
tetapi belum konsisten
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan
tugas kelompok secara terus menerus dan konsisten
Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
1. Kurang
baik
jika
sama
sekali
tidak
berusaha
untuk
bekerjasamadalamkegiatankelompok.
2. Cukup
jika
menunjukkan
ada
sedikit
usaha
untuk
bekerjasamadalamkegiatankelompok tetapi masih belum konsisten.
3. Baik
jika
menunjukkan
sudah
ada
usaha
untuk
bekerjasamadalamkegiatankelompok tetapi masih belum konsisten.
4. Sangat
baik
jika
menunjukkan
adanya
usaha
bekerjasamadalamkegiatankelompok secara terus menerus dan konsisten.
Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang
berbeda.
1. Kurang baik jikasama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap toleran terhadap
proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum
konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap
proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum
konsisten.

4. Sangat baik jika menunjukkansudah ada usaha untuk bersikap toleran


terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus
menerus dan konsisten.
Indikator sikap kreatif dalam kegiatan kelompok dan pembelajaran
1. Kurang baik jikasama sekali tidak bersikap kreatif proses pembelajaran.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap kreatif proses
pembelajaran.tetapi masuih belum konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap kreatif proses
pembelajaran. tetapi masuih belum konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap kreatif proses
pembelajaran secara terus menerus dan konsisten.

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP


PENILAIAN OBSERVASI
Kelas : XI MIA
Materi :
Bubuhkan tanda pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
Sikap

Sisw
a

sama
K C

1
2
3
4
5

Nilai yang diperoleh adalah: :

N =

jumlah skor yang diperoleh


16

x 100

SB
4

A-D

Nilai

kreatif

1-4

toleran

1-100

Bekerja

Aktif

JML skor

Nam

Lembar Penilaian Tes Praktek


PENILAIAN KINERJA MELAKUKAN PRAKTIKUM IPA
Mata
Pelajaran
Kelas/
Semester
Kompeten
si

No

: .
:..
: ..

Nam
a
Sisw
a

ASPEK YANG DINILAI


Data
Meran
Pengam
Yang
Kesimpu
gkai
atan
Diperole
lan
Alat
h
skor

skor

skor

skor

(1 - 3)

(1 - 3)

(1 - 3)

(1 - 3)

Nilai
1
2

NILAI

Kriteri
a
1-100

Kuantitati
f
1-4

Kualitatif
A-D

0
0

Rubrik Penilaian Praktikum Fisika


KRITERIA

Persiapan

Pelaksanaa
n

Hasil dan
kesimpulan

SKOR
3

Pemilihan alat dan bahan tepat

Pemilihan alat atau bahan tepat

Pemilihan alat dan bahan tidak tepat

Langkah kerja dan waktu pelaksanaan tepat

Langkah kerja atau waktu pelaksanaan tepat

Langkah kerja dan waktu pelaksanaan tidak tepat

Data akurat dan simpulan tepat

Data akurat atau simpulan tepat

Data tidak akurat dan simpulan tidak tepat

Kategori
Memuaskan

INDIKATOR

Kriteria

Nilai Kuantitatif

90 -100

Nilai
Kualitatif
A

Baik
Cukup
Kurang cukup

78 - 89
66 - 77
< 65

3
2
1

B
C
D

LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI DAN KINERJA PRESENTASI


Mata
Pelajaran

SMA JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013-2014


:

Kelas/Semest
er

: ..

Kompetensi

.
Observasi

No

Nama
Siswa

Kinerja Presentasi

Aktivi
tas

Disip
lin

Kerj
sm

Prnsr
t

Visua
l

Isi

skor

skor

skor

skor

skor

skor

(1-4)

(1-4)

(14)

(1-4)

(1-4)

(1-4)

1
2
3
4
Rubrik Penilaian
4.
3.
2.
1.

Sangat tinggi
Tinggi
Cukup tinggi
Kurang
Kategori

Memuaskan
Baik
Cukup
Kurang cukup

Kriter
ia
90
-100
78 89
66 77
< 65

Nilai
Kuantit
atif
4
3
2
1

Nilai
Kualita
tif
A
B
C
D

NILAI

Krite
ria
1100

Kuanti
tatif

Kualit
atif

1-4

A-D

LEMBAR PENILAIAN KEGIATAN DISKUSI

Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas/Semester

: XI/2

Topik/Sub Topik

: Fluida dinamik/kontinuitas

Indikator
: Peserta didik menunjukkan prilaku kerjasama,
santun, toleran, responsif, proaktif bijaksana sebagai wujud kemampuan
memecahkan masalah dan membuat keputusan
Berikan skor pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan terhadap peserta didik
selama kegiatan!
1.
2.
3.
4.

Jika
Jika
Jika
Jika

NO

tidak pernah berprilaku dalam kegiatan


kadang-kadang berprilaku dalam kegiatan
sering berprilaku dalam kegiatan
selalu berprilaku dalam kegiatan

NAMA SISWA

Kerjasa santu Tolera respons proakt bijaksa


ma
n
n
if
if
na

JUMLA
H
SKOR

1
2
3
dst
Pedoman penilaian sikap untuk setiap peserta didik menggunakan rumus
berikut :
Nilai =

Jumlah skor
24

x 100

Dengan Predikat :
Predikat
SangatBaik (SB)
Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

Nilai
80SB100
70B79
60C69
K60

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP


KERJA INDIVIDU

Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas/Semester

: XI/Genap

Topik/Sub Topik

: Fluida Dinamik/Kontinuitas

Indikator
: Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin
tahu; jujur; teliti) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi
Jml
Skor

Observasi
No
1.

NamaSiswa
..

2.
3.
dst
Keterangan pengisian skor:
4. Sangat baik
3. Baik
2. Cukup

Ingin
tahu
(1)

Jujur

Teliti

(2)

(3)

Nilai

1. Kurang.
Pedoman penilaian sikap untuk setiap peserta didik menggunakan rumus
berikut :
Nilai =

Jumlah skor
12

x 100

Dengan Predikat :
Predikat
SangatBaik (SB)
Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

Nilai
80SB100
70B79
60C69
K60

PENILAIAN KINERJA PRESENTASI


Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas/Semester

: XI/2

Topik/Sub Topik

: Fluida Dinamik/Kontinuitas

Nama
NIS
Kelas

:
:
:

No

Aspek yang dinilai

Komunikasi

Sistematika penyampaian

Wawasan

Keberanian

Antusias

Penampilan

Rubrik:

Penilaian
1

Aspek yang dinilai

Penilaian
1

Komunikasi

Tidak ada
komunikasi

Komunikasi
sedang

Komunikasi
Lancar dan baik

Sistematika
penyampaian

Penyampain
tidak sistematis

Sistematika
penyampaian
sedang

Sistematika
penyampaian
baik

Wawasan

Wawasan kurang

Wawasan sedang

Wawasan luas

Keberanian

Tidak ada
keberanian

Keberanian
sedang

Keberanian baik

Antusias

Tidak antusias

Antusias sedang

Antusias dalam
kegiatan

Penampilan

Penampilan
kurang

Penampilan
sedang

Penampilan baik

F. Model dan Metode Pembelajaran


Pendekatan

: Scientific Learning

Model Pembelajaran

: Problem Based Learning (PBL)

Metode Pembelajaran

Demonstrasi,

Eksperimen

study

literatur, diskusi, kerja kelompok, tanya jawab, presentasi dan ceramah


G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media:
a. LKS
b. Modul
c. Instrumen penilaian
d. Laptop
e. LCD
f.

Power point

g. Video
2. Alat/Bahan:
a. 2 lembar kertas HVS
b. Set percobaan kontinuitas dan hukum bernoulli

3. Sumber Belajar:

G Sutarto Arif sartono Fisika XI SMA, Jakarta : Media Maxima

G Sutarto Arif sartono Fisika Siu Siu XI SMA, Jakarta : Media Maxima

Halliday, D., Resnick, R. 1994. Physics, terjemahan: Pantur Silaban dan

Erwin Sucipto. Jakarta: Erlangga.


FISIKA SMA Jilid 2, Pusat Perbukuan
Kanginan, M (2013). Fisika untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta: Erlangga.
http://e-dukasi.net
www.fisikastudycenter.com
www.paarif.com
www.rumahteknik7.blogspot.com