Anda di halaman 1dari 2

KAK PENYUSUNAN DATA PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN

Hasil yang diharapkan melalui kegiatan ini adalah terkumpulnya data perumahan
danpermukiman
yang
relevan
dan
signifikan
dengan
penyusunan
kebijakan,
perencanaan,pemrograman,penganggaran,
pemantauan
dan
evaluasi
pelaksanaan
pembangunan perumahan danpermukiman di KotaBandung, antara lain :
1. Data perumahan dan permukiman rawan bencana;
2. Data permukiman kumuh baik squatter dan slump area (titik lokasi dan luas area);
3. Data perumahan dan permukiman padat;
4. Data rumah tidak layak huni;
5. Data perumahan yang dibangun oleh pihak berbadan hukum (RSH, RSS, Town
House,Rusunami,Rusunawa, Maisonete, Rukan, Ruko, dll);
6. Data permukiman swadaya/perorangan;
7. Data perumahan ideal sesuai KDB/KLB dan KDH;
8. Data perumahan ideal sesuai peruntukan (formal dan informal);
9. Data Kawasan Siap Bangun (KASIBA) /Lahan Siap Bangun (LISIBA);
10. Data cadangan lahan untuk perumahan (Land Banking);
11. Dan lain lain.
VIII. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Ruang lingkup pekerjaan ini adalah:
1. Pendataan kondisi eksisting
a. Pengumpulan data perumahan dan permukiman
b. Identifikasi data
c. Integrasi data yang berkaitan dengan perumahan dan permukiman
d. Klasifikasi data
2. Penyusunan data.
3. Evaluasi program yang telah dilakukan dan usulan program berdasarkan kondisi eksisting.
IX. METODOLOGI DAN PEMBAHASAN
1. Tahapan pekerjaan meliputi :
a. Persiapan Survey Lapangan _ Penelaahan materi bahan-bahan untuk pendataan
perumahan dan permukiman. _ Pembuatan daftar data primer dan data sekunder yang
diperlukan . _ Persiapan model dan metode pengumpulan data. _ Penyediaan peta dasar
untuk kebutuhan pendataan. _ Pembuatan program kerja survey lapangan.
b. Pelaksanaan Survey Lapangan
c. Kompilasi Data Hasil Surveyd. Evaluasi program pengembangan perumahan
berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan.
Pelaksanaan Pekerjaan harus dilakukan secara sistematis mulai dari pengumpulan data
yangrelevan, analisis, dan evaluasi dari data yang telah ada.
2. Pembahasan
Pembahasan intern terbatas antara Dinas dan Konsultan dilakukan minimal 1 (satu) kali
yaituuntuk pembahasan Draft Laporan Pendahuluan yang pertama. Pembahasan
selanjutnyabersama Tim dan Instansi terkait yaitu:1. Pembahasan Laporan Pendahuluan2.
Pembahasan Laporan Antara3. Pembahasan Laporan FinalKonsultan diwajibkan untuk
berkonsultansi dan koordinasi dengan pihak-pihak yangditunjuk/ditentukan oleh PPTK baik

secara perorangan maupun diskusi terbatas dengan TimTeknis sekurang- kurangnya 3 (tiga)
kali secara bersama-sama dan melaporkan hasilkonsultasi/diskusi yang telah dilaksanakan
baik secara tertulis maupun lisan sesuai denganpetunjuk kepada PPTK.Konsultan
menyiapkan Resume/Draft Laporan untuk bahan pembahasan, juga diwajibkanmembuat
laporan kegiatan pembahasan yang berupa catatan-catatan (notulen) baik berupatanya
jawab, kesepakatan, aspirasi Pemerintah Kota dan menyampaikannya ke pemberi
tugasberikut penyempurnaan/perbaikan draft laporan.Selain pembahasan pada tahap
awalkonsultan wajib berkonsultansi dengan Pemerintah Kota dalam rangka
menetapkanPenyelenggaraan Pembahasan.
3. Tenaga Ahli yang Diperlukan
Konsultan harus membentuk Tim yang dapat langsung berhubungan dengan Pemberi
Tugasuntuk penyelesaian pekerjaan. Tim tersebut merupakan gabungan dari berbagai
keahlian, danminimal meliputi bidang keahlian sebagai berikut :
1. Ketua Tim (Team Leader 1 orang)Lulusan Pasca Sarjana S2 Planologi Universitas Negeri
atau yang disamakan denganpengalaman sebagai Team Leader pada bidang
Arsitektur/Perencanaan Kota/Wilayah sekurang-kurangnya 7 tahun.
2. Ahli Planologi (1 orang)Lulusan Sarjana S1 Teknik Planologi Universitas Negeri atau yang
disamakan denganpengalaman sebagai Ahli Planologi minimal 5 tahun.
3. Ahli Arsitektur (1 orang)Lulusan Sarjana S1 Teknik Arsitektur Universitas Negeri atau yang
disamakan denganpengalaman sebagai Ahli Arsitektur minimal 5 tahun.
4. Ahli Sipil (1 orang)Lulusan Sarjana S1 Teknik Sipil Universitas Negeri atau yang
disamakan dengan pengalamansebagai Ahli Sipil minimal 5 tahun