Anda di halaman 1dari 8

KONSULTAN TENAGA AHLI

PLANALOGI/SIPIL/ARSITEKTUR

SATUAN KERJA PENGEMBANGAN


KAWASAN PERMUKIMAN DAN
PENATAAN BANGUNAN PROVINSI

LAMPUNG

DIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN, DITJEN CIPTA


KARYA

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN
Jl. Pattimura No.20 Kebayoran Baru. Jakarta Selatan. 12110. Telp. 72797427

1. LATAR BELAKANG
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini menempatkan kegiatan Pengembangan
Permukiman dalam bentuk keluaran Kegiatan Pengawasan pada Satuan Kerja
Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan Provinsi yang
sejalan dengan Struktur Kegiatan Rencana Strategis (Renstra) Direktorat
Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Dasar kegiatan ini bertolak dari icon pada Direktorat Jenderal Cipta Karya
untuk mewujudkan strategi bagi penanganan permukiman pedesaan/khusus
dengan melakukan penataan dan peninjauan kembali pemukiman di
pedesaan atau di daerah khusus, sesuai dengan tata ruang dan syaratprasyarat hunian permukiman yang layak
Dalam pelaksanaan kegiatan diperlukan bentuk pemantauan dan evaluasi
agar tetap terjaga konsistensi penyelenggaraan penanganan kawasan
pedesaan/khusus melalui:
1.

2.

3.

Percepatan
penanganan
permukiman
pedesaan/khusus
secara
menyeluruh dan tuntas bagi kawasan-kawasan yang telah disepakati
pada
Surat
Keputusan
Minapolitan
dan
Agropolitan
dengan
Kabupaten/Kota.
Keterpaduan
program
yang
dapat
menyelesaikan
dan/atau
mentuntaskan permasalahan permukiman pedesaan/khusus melalui
semua peran sektor ke-Cipta Karya-an melalui kegiatan reguler sektoral.
Keberlanjutan penanganan kawasan pedesaan/khusus yang dapat
diselenggarakan sendiri oleh kelompok masyarakat bersama dengan
pemerintah
kabupaten/kota
setempat
baik
dalam
skala
lingkungan/kawasan dan skala desa.
Melalui KAK ini di harapkan dapat melaksanakan pemantauan dan evaluasi
kegiatan Penanganan Kawasan Permukiman Pedesaan/khusus agar terwujud
fungsi pengendalian yang merupakan bentuk Pengawasan untuk
meningkatkan kinerja dalam menata kawasan pedesaan/khusus bidang
Permukiman. KAK ini menempatkan Satuan kerja Pengembangan Kawasan
Permukiman dan Penataan Bangunan Provinsi sebagai bagian utama Kinerja
tersebut terutama karena bersentuhan langsung dengan wilayah kerja dan
mengapresiasikan
kerjasama
dengan
Kabupaten/Kota
melalui
SK
Bupati/Walikota tentang Kawasan Permukiman Pedesaan/khusus.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


Dalam
rangka
pemantauan
dan
evaluasi
Penanganan
Kawasan
Pedesaan/khusus pada Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman
2
Kerangka Acuan Kerja Konsultan Tenaga Ahli Planologi/Sipil T.A 2015

dan Penataan Bangunan Provinsi, kegiatan ini dimaksud untuk menyusun dan
memberikan bantuan teknis dalam melakukan pengawasan dan
pengendalian sebagai bagian dari peningkatan kinerja kemajuan
penanganan kawasan pedesaan/khusus oleh perangkat pelaksana Satuan
Kerja Pengembangan Permukiman dan Penataan Bangunan Provinsi.
Sedangkan tujuan dari kegiatan pemantauan dan evaluasi Penanganan
Kawasan Pedesaan/khusus pada Satuan Kerja Pengembangan Kawasan
Permukiman dan Penataan Bangunan Provinsi ini adalah:
1. Menerapkan fungsi pengawasan untuk meningkatkan kinerja perangkat
kerja Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan
Bangunan dalam lingkup penanganan permukiman pedesaan/khusus
secara menyeluruh dan tuntas bagi kawasan-kawasan Minapolitan dan
Agropolitan yang telah disepakati dalam SK pada Kabupaten/Kota.
2. Mengendalikan keterpaduan program yang dapat menyelesaikan
dan/atau menuntaskan permasalahan permukiman pedesaan/khusus
melalui peran semua sektor ke-Cipta Karya-an.
3. Membentuk kerangka atau struktur peran pengaturan, pembinaan,
pengawasan dan pembangunan dalam mewujudkan permukiman yang
layak huni dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh stakeholders.
4. Memutakhirkan basis data dan informasi terkait penanganan kawasan
permukiman pedesaan/khusus.

3. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


Pemberi Tugas kegiatan ini adalah Satuan Kerja Pengembangan Kawasan
Permukiman dan Penataan Bangunan Provinsi Lampung Direktorat
Pengembangan Permukiman, Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat.
4. SUMBER PENDANAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya sebesar Rp. 27.500.000,(Dua puluh juta lima ratus ribu rupiah), termasuk PPN dibiayai APBN murni
DIPA Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan
Bangunan Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2015.
5. LINGKUP KEGIATAN, LOKASI KEGIATAN,
PENUNJANG, SERTA ALIH PENGETAHUAN

DATA

DAN

FASILITAS

a. Lingkup Kegiatan
1) Inventarisasi kegiatan Penanganan Kawasan Permukiman
Kumuh di Perdesaan/khusus sesuai dengan SK Bupati/Walikota
tentang kawasan Minapolitan dan Agropolitan di Perdesaan/khusus.
2) Konsep
pengawasan
dan
pengendalian
dalam
lingkup
penanganan kawasan permukiman pada lingkup Provinsi sebagai
3
Kerangka Acuan Kerja Konsultan Tenaga Ahli Planologi/Sipil T.A 2015

rencana kerja dalam rentang waktu sampai dengan 2019 (batas target
penanganan nol kawasan permukiman kumuh).
3) Parameter pengawasan dan pengendalian yang akan menjadi
timeframe dalam meningkatkan kinerja penanganan kawasan
permukiman pedesaan/khusus baik melalui keseluruhan output
kegiatan secara reguler maupun tematik (action shortcut) dalam
lingkup ke-Cipta Karya-an.
4) Evaluasi berkala sebagai bentuk perkuatan kinerja perangkat
kerja Satuan Kerja di Provinsi.
5) Formulasi kelembagaan
di tingkat Kabupaten/Kota (Pokja
Permukiman) untuk mengawal pelaksanaan hingga keberlanjutan
program pengembangan kawasan permukiman.

b. Lokasi Kegiatan
-

Lokasi kegiatan kajian,


dilaksanakan di Satuan

penyusunan,

dan

pembahasan

laporan

Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan


Provinsi
Lampung.
- Kawasan-kawasan yang terdapat dalam SK Minapolitan dan Agropolitan
yang sedang dalam proses penanganan pembangunan/peningkatan
permukiman :
1. Kawasan Ketapang Kab. Lampung Selatan
2. Kawasan Sribhawono kab. Lampung Selatan
3. Kawasan Pagelaran kab. Pringsewu
4. Kawasan Adiluwih kab. Pringsewu
5. Kawasan Wonosobo kab. Tanggamus
6. Kawasan Mulyo Asri, Pulung Kencana, Gunung Terang Kab. Tulang
Bawang Barat
Kawasan-kawasan yang akan direncanakan penanganannya tahun
depan.
c. Data dan Fasilitas Penunjang
1) Penyediaan oleh Pemberi Tugas
Data dan informasi yang terkait dengan pekerjaan yang dimiliki Pemberi
Tugas dapat digunakan dan dipelihara oleh penyedia jasa sebagai
referensi atau masukan awal dalam penyiapan pelaksanaan pekerjaan,
atas seizin Pemberi Tugas. Data tersebut harus dipelihara oleh penyedia
jasa dan harus dikembalikan.
2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa
Data dan informasi yang disediakan oleh penyedia jasa mencakup
materi yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan pekerjaan ini.
d. Alih Pengetahuan
4
Kerangka Acuan Kerja Konsultan Tenaga Ahli Planologi/Sipil T.A 2015

Dalam proses penyusunan pekerjaan ini, beberapa hal yang perlu


diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam tahapan alih pengetahuan adalah
sebagai berikut:
1) Penyedia Jasa diharapkan dapat melakukan asistensi/diskusi secara
berkala dan intensif sehingga dapat diperoleh kerangka kerja, metode
pendekatan, dan hasil rumusan pekerjaan ini.
2) Asistensi/diskusi yang dilakukan oleh pihak Penyedia Jasa dilakukan
secara berkala sesuai dengan kemajuan pemutakhiran data.
3) Penyedia Jasa setelah menerima pengarahan penugasan dan semua
bahan masukan dalam proses asistensi/diskusi, hendaknya memeriksa
dan memproses semua bahan yang ada serta mencari bahan masukan
lain yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini.
4) Untuk kesempurnaan pekerjaan tersebut diatas Penyedia Jasa diminta
mempelajari dan menganalisis lebih lanjut segala informasi dan
ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan pekerjaan dimaksud.

6. PENDEKATAN DAN METODOLOGI


Pendekatan dan metodologi pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengkoordinasikan dan menginventarisasi kegiatan Penanganan
Kawasan Perdesaan/Khusus sesuai dengan SK Bupati/Walikota
tentang kawasan Permukiman di perdesaan/khusus.
2. Melibatkan perangkat kerja Satker Pengembangan Kawasan Permukiman
dan Penataan Bangunan Provinsi yang menjadi representasi ke-Satker-an
Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi dalam penanganan
kawasan permukiman perdesaan/khusus.
3. Menyusun konsep pengawasan dan pengendalian dalam lingkup
penanganan kawasan permukiman pada lingkup Provinsi sebagai
rencana kerja dalam rentang waktu sampai dengan 2019 (batas target
penanganan kawasan permukiman kumuh nol). Konsep pengawasan ini
merupakan visi kinerja sebagai acuan kinerja sejalan dengan
tanggapan esensi kegiatan dan karakter wilayah provinsi masing-masing
dalam penanganan masalah permukiman pedesaan/khusus.
4. Menyusun parameter pengawasan dan pengendalian yang akan
menjadi timeframe dalam meningkatkan kinerja penanganan kawasan
permukiman pedesaan/khusus baik melalui keseluruhan output kegiatan
secara reguler maupun tematik (action shortcut) dalam lingkup ke-Cipta
Karya-an.
5. Membantu Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman dan
Penataan Bangunan Provinsi dalam mendorong terbentuknya pokja
permukiman di tingkat Kabupaten/Kota dan alih pengetahuan (transfer
knowledge) terkait kebijakan dan substansi pengembangan kawasan
permukiman.
5
Kerangka Acuan Kerja Konsultan Tenaga Ahli Planologi/Sipil T.A 2015

6. Menyusun pelaporan berupa Dokumen Pelaporan Berkala (Triwulan)


kemajuan penanganan kawasan permukiman kumuh di perkotaan.
7. Melakukan evaluasi berkala sebagai bentuk perkuatan kinerja
perangkat kerja Satuan Kerja di Provinsi sehingga dapat diambil
langkah-langkah percepatan maupun keterpaduan program yang dapat
menyelesaikan dan/atau mentuntaskan permasalahan permukiman
pedesaan/khusus melalui semua peran sektor ke-Cipta Karya-an.

7. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Untuk menyelesaikan pekerjaan ini dibutuhkan waktu 8 (delapan) bulan sejak
SPMK ditandatangani dan dilaksanakan dengan cara kontraktual.
8. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
1. Konsep pengawasan dan pengendalian sebagai rencana kerja
dalam rentang waktu sampai dengan 2019.
2. Parameter pengawasan dan pengendalian yang akan menjadi
timeframe
dalam
meningkatkan
kinerja
penanganan
kawasan
permukiman pedesaan/khusus baik melalui keseluruhan output kegiatan
secara reguler maupun tematik (action shortcut) dalam lingkup ke-Cipta
Karya-an.
3. Dokumen Pelaporan Berkala/Bulanan
kawasan permukiman kumuh di perkotaan.

kemajuan

penanganan

4. Laporan evaluasi berkala sebagai bentuk perkuatan kinerja perangkat


kerja.

9. LAPORAN DAN SISTEM PEMBAHASAN


Laporan yang diserahkan kepada Pemberi Tugas adalah:
1. Profil Kawasan Penanganan dan Rencana Kerja dalam bentuk timeline.
2. Pelaporan Progress Kinerja Bulanan berupa Dokumen Pengawasan
Teknis
di
daerah/lokasi
pelaksana
kegiatan
Pengembangan
Permukiman.
3. Pelaporan hasil Evaluasi dan Rekomendasi.
10. TENAGA AHLI
- Tenaga Ahli yang dibutukan untuk kegiatan ini adalah Tenaga
Planologi/Arsitektur/Sipil
yang sifatnya konsultan individual. Dengan pengalaman maksimum 3
tahun di bidangnya.
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagai
acuan pelaksanaan pekerjaan.
6
Kerangka Acuan Kerja Konsultan Tenaga Ahli Planologi/Sipil T.A 2015

Kepala Satuan Kerja


Pengembangan Kawasan Permukiman
dan Penataan Bangunan
Provinsi Lampung

SYAMSIAR NURHAYADI, S.T.,M.M.


NIP. 19710825 200212 1 001

Matriks Rencana Kerja Konsultan Tenaga Ahli


Planologi/Sipil/Arsitektur TA 2015

No
.
1.

2.

3.

4.

Uraian Tugas

Mei

Juni

Juli

Mengkoordinasikan dan menginventarisasi kegiatan


Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh di
Perkotaan sesuai dengan SK Bupati/Walikota tentang
kawasan Permukiman Kumuh di Perkotaan.
Melibatkan perangkat kerja Satker Pengembangan
Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan Provinsi
yang menjadi representasi ke-Satker-an Pengembangan
Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan Provinsi
dalam penanganan kawasan permukiman kumuh.
Menyusun konsep pengawasan dan pengendalian
dalam lingkup penanganan kawasan permukiman pada
lingkup Provinsi sebagai rencana kerja dalam rentang
waktu sampai dengan 2019 (batas target penanganan
kawasan permukiman kumuh nol). Konsep pengawasan ini
merupakan visi kinerja sebagai acuan kinerja sejalan
dengan tanggapan esensi kegiatan dan karakter wilayah
provinsi masing-masing dalam penanganan masalah
permukiman pedesaan/khusus.
Menyusun parameter pengawasan dan pengendalian
yang akan menjadi timeframe dalam meningkatkan kinerja
penanganan kawasan permukiman pedesaan/khusus baik
melalui keseluruhan output kegiatan secara reguler
7

Kerangka Acuan Kerja Konsultan Tenaga Ahli Planologi/Sipil T.A 2015

W
Agus
t

5.

6.

maupun tematik (action shortcut) dalam lingkup ke-Cipta


Karya-an.
Menyusun pelaporan berupa Dokumen Pelaporan Berkala
(bulanan) kemajuan penanganan kawasan permukiman
kumuh di perkotaan.
Melakukan evaluasi berkala sebagai bentuk perkuatan
kinerja perangkat kerja Satuan Kerja di Provinsi
sehingga dapat diambil langkah-langkah percepatan
maupun keterpaduan program yang dapat menyelesaikan
dan/atau
mentuntaskan
permasalahan
permukiman
pedesaan/khusus melalui semua peran sektor ke-Cipta
Karya-an.

8
Kerangka Acuan Kerja Konsultan Tenaga Ahli Planologi/Sipil T.A 2015