Anda di halaman 1dari 2

Kualifikasi kultur dan dosis zat kimia

Zat kimia gram)


KNO3
NaH2PO4
FeCl3
EDTA
Na2SiO3

10
0,500
0,040
0,050
0,025
0,050

Kultur yang diinginkan (Liter)


30
100
200
1,50
5,00
10,00
0,12
0,40
0,80
0,15
0,50
1,00
0,08
0,25
0,50
0,15
0,50
1,00

1000
50,00
4,00
5,00
2,50
5,00

- Isi tabung erlenmeyer dengan 10 liter air laut yang sudah disteril dengan sinar UV 40 W
- suhunya diadaptasikan dengan suhu untuk plankton (antara 14-17o C);
- tabung erlenmeyer ditutup dengan aluminium foil, diaerasi dan dilubangi untuk fentilasi;
- pemberian larutan kimia untuk pupuk;
- memasukkan bibit plankton sebanyak 200-350 cc/tabung, dengan rata-rata kepadatan + 2.500.000 sel/cc,
kemudian dibiarkan selama 4 hari (siap dipanen dengan kepadatan rata-rata + 7.000.000 sel/cc)
Pemijahan
Permulaan masak kelamin pada kerang mutiara terjadi setelah berumur dua tahun dari perkembangannya. Menurut
Crosland (1957), masak kelamin pada kerang mutiara terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada musim panas dan
musim dingin. Intensitas penelurannya cukup tinggi pada musim gugur (Tranter, 1957c).
Menurut Rao (1956), perkembangan gonad pada kerang mutiara meliwati tiga stadium, yaitu stadium ripe, spent
dan inactive. Sedangkan Yang (1970), membaginya dalam stadium developing, ripe dan spent. Kastoro (1975),
membagi atas 4 stadium, yaitu: stadium spent (s), ripe (r), developing (d) dan neutral (n). Pada stadium spent (s)
sebagian atau hampir seluruh gamet dikeluarkan, folikel-folikelnya menjadi kecil, pada kerang betina masih
dijumpai telur yang belum dikeluarkan sedangkan pada kerang jantan bagian tengah folikelnya kosong. Pada
stadium ripe (r) gonadnya sudah masak dan folikelnya membesar serta hampir seluruh rongganya terisi oleh gamet.
Pada stadium developing (d) rongga folikelnya berisi sel-sel gamet yang belum masak (oocyt/ spermatocytes,
spermatid). Pada stadium neutral (n) folikelnya dalam keadaan kosong dan mengecil sehingga tidak dapat
dibedakan lagi antara jantan dengan betina.
Pertumbuhan
Hasil penelitian Chan (1949), menunjukkan bahwa perkembangan Pinctada maxima untuk mancapai stadium spat
dengan ukuran sekitar 0,5 mm hanya membutuhkan waktu 30 hari. Hasil penelitian Chan (1950), menunjukkan
bahwa pertumbuhan dan perkembangannya mulai dari pembuahan sampai menjadi kerang anakkan sampai berumur
2 bulan dapat mencapai ukuran 1,5 - 2 cm. Sedangkan Kohayashi (1950), mendapatkan hasil bahwa perkembangan
Pinctada martensii untuk mencapai stadium spat hanya membutuhkan waktu sekitar 25 hari dengan ukuran sekitar
0,173 mm.
Syarat hidupnya
Menurut Matsui (1960), kehidupan kerang mutiara dapat berlangsung dengan baik pada temperatur antara 2531oC, berat jenis air 1,027-1,020, pH 7,8-8,6, salinitas optimum 35 o/oo, klorinitas 19 o/oo. Pada tempat

pemeliharaan kerang mutiara seperti: di Tanjung Bero, berat jenis air laut rata-rata 1,243 (Syachruddin, 1990) dan
di Tanjung Ringgit berat jenisnya 1,025 (Syachruddin et al., 1993).
Pemeliharaannya
Pemeliharaan di alam dilakukan dengan system long line yaitu menggunakan pelampung bola karet yang
dihubungkan dengan tali nilon untuk menggantung keranjang pemeliharaan dengan kedalaman penggantungan
antara 1 - 8 m. Tiap keranjang diisi dengan jevenil antara 75-100 ekor.
Menurut Syachruddin (1990), pertumbuhan kerang mutiara yang dipelihara antar lapisan kedalaman terdapat
perbedaan yang signifikan, yaitu kerang mutiara yang dipelihara pada lapisan atas (+ 1 m) dan lapisan tengah ( + 7
m) pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan kerang mutiara yang dipelihara pada lapisan
dasar (+ 13,5 m) maka keranjang pemeliharaan sebaiknya digantung pada kedalaman antara 1 - 8 m dengan
bervariasi.
Landasan empiris
Perusahaan budidaya mutiara di perairan NTB membutuhkan kerang mutiara 120.000 ekor/bulan atau 1.440.000
ekor/tahun untuk setiap perusahaan. Berarti perairan NTB harus memiliki bibit kerang mutiara minimal 2.160.000
ekar/bulan atau 25.920.000 ekor/tahun. Secara nasional dibutuhkan 127.440.000 ekor/bulan dan 1.529.280.000
ekor/tahun.
Tingkat kematangan gonad
Para ahli masih berbeda pendapat mengenai tingkat kematangan gonad pada kerang mutiara, namun secara umum
dapat dibagi atas 3 stadium yaitu: stadium ripe, spent dan inactive (stadium neutral). Pembentukan gamet dan
pematangan gonad pada kerang mutiara dewasa secara alami berlangsung selama 7 sampai 8 bulan, berarti daya
reproduksinya sangat rendah. Oleh sebab itu, proses pematangan gonad merupakan suatu masalah dalam
meningkatkan daya reproduksi pada kerang mutiara.
Faktor lingkungan
Faktor lingkungan perlu diperhatikan terutama pada tahapan awal perkembangannya. Kadar garam dan suhu air
mempunyai peranan penting bagi perkembangan ovum dan larva kerang mutiara. Perkembangan yang terbaik dapat
terjadi pada suhu 30 oC dengan kadar garam 25 ppt. Prosentase telur yang berkembang sampai tahapan
bercangkang cenderung menurun perlahan-lahan pada suhu di bawah optimum dan menurun dengan drastis pada
suhu di atas optimum (Fatuchri, 1981).
Umur dan ukuran induk kerang mutiara
Ukuran : kerang mutiara yang digunakan berumur antara 12,5 - 15 cm.
Umur : kerang mutiara yang digunakan berumur antara 2,5 - 3 tahun.

Oleh : Dr. Syachruddin AR., Drs.,MS.


Dosen Biologi FKIP Universitas Mataram