Anda di halaman 1dari 4

3.2.

4 Jenis dan Sumber Data


A.

Data Primer
Jenis data primer ialah data yang di dapat langsung saat memasarkan produk ke

objek pemasaran, seperti metode observasidan metode wawancara.


Dari data observasi di dapatkan objek pemasaran yaitu Jl. Cengkeh dan J. Karet,
yang terletak di Kota Malang. Tempat pemasaran tersebut di anggap kurang produktif
untukmemasarkan produk pemasaran yang kami tawarkan.
Sedangkan
metode

data

wawancara

lainnya

didapatkan

yaitu
respons

pengumpulan
yang

cukup

data

dengan

baik dari

menggunakan

para

konsumen.

Kebanyakan dari mereka menanggapi positif dari cara kami memasarkan atau pun
merespons positif produk perikanan yang kami tawarkan. Namun terkadang sebagian
konsumen masih banyak yang menganggap produk perikanan sebagai makanan yang
asing bagi mereka, sehingga beberapa konsumen sempat menolak atau tidak ingin
membeli produk yang kami tawarkan. Namun ada juga yang menganggap produk olahan
perikanan

sebagai alternatif makanan yang cukup unik bagi mereka, sehingga

banyak yang tertarik untuk membeli produk yang kami tawarkan adalah produk
olahan seperti ekado bandeng dan nugget bandeng. Karena mereka menganggap
makanan tersebut lebih higienis dan berbeda dari produk olahan lainnya.
Selain memperoleh data menggunakan metode wawancara, pengumpulan data yang
lainnya adalah menggunakan kuisioner. Dari data kuisioner yang didapatkan pada saat
melakukan pemasaran didaerah Jl. Cengkeh dan Jl. Karet, kami mengetahui bahwa
masarakat daerah Jl. Cengkeh dan Jl. Karet menaruh minat lebih pada produk perikanan
yaitu nugget bandeng. Hal ini dikarenakan masih jarangnya produk tersebut yang diperjual
belikan.
Menurut Rahardjo (2011), observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan
menggunakan panca indera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh
informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa
aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi
seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau
kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian.
B.

Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak

langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder
umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data
dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan

Menurut Kandari (2010), sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita
perlu melakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu. Identifikasi dapat dilakukan dengan
cara membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1) Apakah kita memerlukan data
sekunder dalam menyelesaikan masalah yang akan diteliti? 2) Data sekunder seperti apa
yang kita butuhkan? Identifikasi data sekunder yang kita butuhkan akan membantu
mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya.
Menurut

(Raco,

2010),

observasi

hakikatnya

merupakan

kegiatan

dengan

menggunakan panca indera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh


informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa
aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi
seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau
kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian.
3.4 Teknik Analisis Data
3.4.1 Analisis Deskriptif Kualitatif
Analisis deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendapatkan informasi tentang berbagai
kondisi

lapang

yang

bersifat

tanggapan

dan pandangan

terhadap pelaksanaan

program perkuatan serta kondisi lingkungan sosial ekonomi dan daerah sample. Hasil
analisis kualitatif berupa perbandingan kondisi riil dilapang yang diperoleh dari pendapat
pendapat

berbagai

unsur

yang

terlibat

langsungdalam

pelaksanaan

program

perkuatan UMKM dengan kondisi ideal yang diperoleh dari studi pustaka (Mahanani,
2003).
Metode penelitian kualitatif menurut Ufie (2013), merupakan prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan
perilaku yang dapat diamati. Selain itu, metode penelitian kualitatif adalah cara untuk
mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas social, sikap kepercayaan,
persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. tersebut, maka dapat
dikemukakan bahwa dalam kegiatan pemasaran ini, kami sebagai praktikan pemasar
produk berlaku sebagai penganalisa tingkah laku konsumen yang mana melakukan proses
riset secara langsung dan aktif mewawancarai, mengumpulkan berbagai materi atau bahan
yang berkaitan dengan tingkah laku konsumen untuk dijadikan sebagai acuan pengambilan
kesimpulan objek pemasaran.
Guna menemukan kesimpulan objek pemasaran, maka kami menempuh beberapa
langkah yaitu pengumpulan data, pengolahan data atau analisis data, penyusunan laporan
serta penarikan kesimpulan. Proses pengumpulan data dalam praktikum ini dilaksanakan
dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.

3.4.2 Analisis Deskriptif Kuantitatif


Menurut Danial (2009), analisis evaluatif (kuantitatif) diperlukan untuk mengetahui
tingkat keberhasilan bantuan program perkuatan dari tiga aspek keluaran yaitu :
1. Dampaknya terhadap peningkatan pendapatan yang diindikasikan dari peningkatan
omset usaha UMKM. Dalam analisis regresi dilambangkan dengan Y1
2. Dampaknya terhadap peningkatan pendapatan (keuntungan bersih) UKM yang
dalam analaisis regresi akan dilambangkan dengan Y2
3. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dengan output akhir pengurangan
angka pengangguran, melalui tambahan keperluan tenaga kerja karena adanya
peningkatan kapasitas produksi UMKM (Y3)
4. Prediksi

dampak

terhadap

peningkatan

pendapatan

kotor

daerah, melalui

peningkatan nilai tambah yang dihasilkan UMKM dari adanya peningkatan produksi
UMKM. Oleh karena keterbatasansumberdaya dalam pengkajian ini maka dampak
kebelakang (back word) dan dampak kedepan dari adanya peningkatan kegiatan
UMKM belum dapat dihitung.(harus dengan model analisis Input output
5. Dampak

pelaksanaan

program

perkuatan

terhadap

pemberdayaan koperasi

penyalur yang diindikasikan dari pertumbuhan volume dan sisa hasil usaha
koperasi dari kegiatan penyaluran kredit program perkuatan serta pertumbuhan
jumlah anggota dan partisipasi anggota
6. Dampak

pelaksanaan

program

perkuatan

terhadap

beberapa

indicator

keberhasilan lainnya yang bersifat non parametrik, yang akan dilihatdengan


menggunakan

pendekatan

tertentu

seperti peningkatan

etos

kerja

(melalui

pendekatan pertambahan jam kerja UMKM).


Metode Kuantitatif merupakan alat analisis yang populer dan menjadi andalan
ilmu ekonomi. Tak berlebihan bila ilmu ekonomi dinobatkan sebagai ratunya ilmu
sosial berkat peranan dan aplikasi metode kuantitatif. Dibidang bisnis pun, metode
kuantitatif digunakan secara luas sebagai dasar pertimbangan pengambilan kebijakan
dan peramalan bisnis.Buku ini menyajikan berbagai metode kuantitatif yang popouler
digunakandalam bisnis dan ekonomi. Inti teori, sebagai dasar analisis, diuraikan
secara gamblang agar mudah dipahami. Yang lebih ditonjolkan adalah bagaimana
mengaplikasikan teori dalam penelitian ekonomi maupun praktik bisnis. Boleh dikata,
dataran empiris merupakan fokus perhatian utama.Titik Berat Buku ini adalah agar
pembacamampu memilih metode kuantitatif yang relevan sesuai dengan pertanyaan
penelitian maupun masalah yang hendak dipecahkan. Tanpa berpretensi menjadi
buku yang terlalu teknismatematis, buku ini tidak hanya menyajikan cara bagaimana
menganalisis hasil komputasi, namun juga memberikan contoh bagaimana menyajikan

dalam format jurnal ilmiah, maupun sekedar memberikan masukan bagi pengambil
keputusan (Simatupang, 2006).
Dalam pelaksanaan praktikum , metode analisis deskriptif kualitatif lebih menekankan
kepada jalannya praktikum, yaitu mulai dari tahap pelaksanaan hingga selesai. Sedangkan
metode analisis deskriptif kuantitatif lebih menekankan kepada proses pengenalan dan
pemasaran yang berfokus pada 4P, yaitu price, product, place dan promotion.