Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik

: Masa Pubertas

Sasaran

: Siswa Kelas VI SDN Maruyung II

Tempat

: SDN Maruyung II

Hari/Tanggal : Selasa, 26 Mei 2015


Waktu

: 10.00 WIB 10.30 WIB

A. Latar Belakang Masalah


Remaja merupakan periode transisi perkembangan dari anak ke masa
dewasa. Pada masa ini mulai terjadi perkembangan-perkembangan baik fisik
maupun psikologis dari keadaan anak-anak menuju kondisi dewasa.
Perkembangan

dan

perubahan

fisik

sertapsikologis

yang

terjadi,

menyebabkan remaja ingin mengetahui siapa dirinya, apa bakatnya,


bagaimana mencapai cita - citanya. Baik remaja perempuan ataupun pria
memiliki perasaan yang hampir sama dalam menghadapi perkembangan
psikologisnya. Antara lain merasa gelisah, resah, ada konflik batin dengan
orang tua, minat meluas, tidak menetap, pergaulan, mulai berkelompok, tetapi
sering muncul perasaan asing, mulai mengenal lawan jenis, serta tidak
stabilnya prestasi belajar.
Remaja merupakan masa-masa kritis terhadap kematangan psikologis
manusia. Berbagai masalah yang sering terjadi pada masa remaja, seringkali
membuat remaja terjebak pada situasi yang membuat remaja tersebut
kehilangan masa depan. Hal ini terjadi karena banyak remaja yang belum
mengerti perubahan - perubahan yang terjadi pada dirinya, sehingga mereka
mencoba mencari informasi tanpa mengetahui kebenaran sumber informasi
tersebut.
Penyuluhan ini memberikan informasi kepada para peserta sehingga
dapat mengetahui perubahan perubahan fisiologis yang terjadi dan dapat
mengidentifikasi pemecahan dari permasalahan yang sering terjadi.
B. Tujuan

1. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mendapatkan penjelasan tentang perubahan fisiologis remaja,
diharapkan peserta dapat

mengetahui tentang perubahan perubahan

fisiologis yang terjadi pada masa remaja sehingga dapat menyesuaikan diri
terhadap perubahan tersebut serta remaja mampu menghadapi masalah
yang biasa terjadi pada masa remaja.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mendapatkan penjelasan tentang perkembangan psikologis remaja,
peserta diharapkan dapat :
a. Menjelaskan perubahan fisiologis yang terjadi pada masa remaja.
b. Mengetahui masalah masalah psikologis yang umum terjadi pada
remaja.
c. Mengetahui penyelesaian dari masalah yang akan dihadapi.
C. Materi
1. Pengertian Remaja dan Pengertian Pubertas
2. Perubahan / Perkembangan Psikologi Spesifik yang Terjadi Pada Remaja
3. Karakteristik dan Permasalahan pada Remaja
4. Solusi Permasalahan yang Dihadapi Remaja
D. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi dan tanya jawab
5.

Media
1. Flipchart
2. Leaflet

7.

Kegiatan Penyuluhan
No.
1.

Waktu
Pembukaan
09.00 09.10

Kegiatan Penyuluh
1. Salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan dari

Kegiatan Peserta

(10 menit)

2.

Pelaksanaan
09.10 10.00
(50 menit)

penyuluhan
4. Melakukan kontrak waktu
5. Menyebutkan materi yang

Menjawab salam,
mendengarkan, dan

memberikan respon
akan disampaikan
1. Menjelaskan definisi remaja 1. Mendengarkan dan
2. Menjelaskan ciri kejiwaan
memperhatikan materi
dan psikososial pada remaja
penyuluhan
secara umum
3. Menjelaskan perubahan
perubahan psikologis yang
terjadi pada masa remaja
4. Menyebutkan masalah
masalah yang sering terjadi

2. Mengikuti diskusi secara


aktif

pada masa remaja


5. Mengajak peserta untuk
berdiskusi menyelesaikan
masalah masalah yang
sering terjadi pada remaja
6. Menjelaskan solusi dari
permasalahan yang sering
3.

Evaluasi
10.00 10.20
(20 menit)

terjadi pada remaja


1. Memberikan kesempatan

1. Bertanya

pada peserta untuk bertanya


2. Memberikan pertanyaan
(umpan balik) mengenai:
2. Menjawab pertanyaan oleh
Perubahan perubahan pada
penyuluh
masa remaja
Permasalahan yang sering
terjadi pada masa remaja
Cara penyelesaian masalah

4.

Penutup
10.20 10.30
(10 menit)

8.

Kriteria Evaluasi

masalah pada masa remaja


1. Membacakan kesimpulan
2. Membagikan leafleat
3. Mengucapkan salam

1. Mendengarkan dan
memperhatikan
2. Menjawab salam

a.

Evaluasi Struktur

Peserta hadir di tempat penyuluhan tepat waktu

Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Aula SMPN 21 Surabaya

b.

Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan sesuai dengan perencanaan

c.

Evaluasi Proses

Peserta antusias terhadap materi penyuluhan

Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar

d. Evaluasi Hasil
Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 80% peserta penyuluhan mampu mengerti
dan memahami penyuluhan yang diberikan sesuai dengan tujuan khusus

Lampiran Materi
PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA
1.

Definisi
Perkembangan psikologis adalah suatu perkembangan pada diri manusia yang
berkaitan dengan aspek kejiwaan terkait di dalamnya adalah aspek emosi, mental,
kemauan dan keadaan moral seperti dikemukakan oleh Sri Rumini, dkk (1993)
disimpulkan bahwa perkembangan psikologis adalah suatu proses perubahan yang
progresif berdasarkan pertumbuhan kematangan dan belajar atau pengalaman
dengan cara mengaktualisasi diri secara memuaskan.
Sedangkan pendapat tentang usia remaja sendiri bervariasi antara beberapa
ahli, organisasi,atau lembaga kesehatan. Usia remaja merupakan periode transisi
perkembangan dari anak ke masa dewasa yaitu usia antara 10-24 tahun. Secara
etimiologi, remaja berarti tumbuh menjadi dewasa. Remaja adalah mulai
dewasa sudah sampai umur untuk kawin (KBBI, 2001).
Definisi remaja (adolesecence) menurut organisasi kesehatan dunia (WHO)
adalah periode usia antara 10-19 tahun, sedangkan menurut PBB menyebut kaum
muda (youth) untuk usia antara 15-24 tahun. Sementara itu, menurut The Health
Resource and Services Administrations Guidelines Amerika Serikat, rentang usia
remaja adalah 11-21 tahun dan terbagi menjadi tiga tahap, yaitu remaja awal (1114 tahun), remaja menengah (15-17 tahun), dan remaja akhir (18-21 tahun).
Definisi ini kemudian disatukan dalam terminologi kaum muda (young
people)yang mencakup usia 10-24 tahun (Kusmiran,2011).
Menurut Kusmiran (2011), definisi remaja sendiri dapat ditinjau dari tiga
sudut pandang yaitu:

1) Secara kronologis, remaja adalah individu yang berusia anatara 11-12 tahun
samapai 20-21 tahun;
2) Secara fisik, remaja ditandaioleh ciri perubahan pada penampilan fisik, fungsi
fisiologis, terutama yang terkait dengan kelenjar seksual;

3)

Secara psikologis remaja merupakan masa dimana individu mengalami


peruabahan- perubahan dalam aspek kognitif, emosi, sosial, dan moral diantara
masa anak-anak menuju masa dewasa.

Pada masa remaja, menurut Soetjiningsih (2004), anak remaja akan


dihadapkan pada dua tugas utama, yaitu:
1) Mencapai ukuran kebebasan atau kemandirian dari orangtua
2) Membentuk identitas untuk tercapainya integrasi diri dan kematangan pribadi.
Selain itu, masih ada 8 tugas perkembangan lain pada masa remaja, yaitu:
1) Memperluas hubungan antar pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa
2) Memperoleh peranan sosial
3) Menerima keadaan tubuhnya dan menggunakannya secara efektif
4) Memperoleh kebebasan emosional dari orangtua
5) Mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri
6) Memiliki dan mempersiapkan diri untuk suatu pekerjaan
7) Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan berkeluarga
8) Mengembangkan dan membentuk konsep-konsep moral.
2.
Perkembangan Psikologis Remaja
2.1 Perkembangan Psikologis Remaja Secara Umum
Perkembangan psikologis pada masa remaja yang merupakan masa transisi
dari periode anak ke dewasa menurut G.W. Allport (dalam Sarwono, 2006)
menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:
1)

Pemekaran diri sendiri (extension of the self) yang ditandai dengan kemampuan
seorang untuk menganggap orang atau hal lain sebagai bagian dari diri sendiri
juga. Perasaan egoisme (mementingkan diri sendiri) berkurang sebaliknya tumbuh
perasaan ikut memiliki, salah satu tanda yang khas adalah tumbuhnya kemampuan
untuk mencintai orang lain dan alam sekitarnya. Kemampuan untuk bertenggang
rasa dengan orang yang dicintainya untuk ikut merasakan penderitaan yang

dialami oleh orang yang dicintainya, menunjukkan adanya tandatanda kepribadian


dewasa (mature personality) ciri lain adalah berkembangnya ego ideal berupa
cita-cita, idola dan sebagainya yang menggambarkan wujud ego (diri sendiri) di
masa depan.
2) Kemampuan untuk melihat diri sendiri secara obyektif (self objectivication)
ditandai dengan kemampuan untuk mempunyai wawasan tentang diri sendiri (self
insight) dan kemampuan untuk menangkap humor (sense of humor) terrmasuk
yang menjadikan dirinya sendiri sebagai sasaran.ia tidak marah jika dikritik pada
saaat-saat yang yang diperlukan ia dapat melepaskan diri dari dirinya sendiri dan
meninjau dirinya sendiri sebagai orang luar.
3) Memiliki falsafah hidup tertentu (unifying philosophy of life). Hal itu dapat
dilakukan tanpa perlu merumuskannnya dan mengucapkankannya dalam katakata. Orang yang sudah dewasa tahu dengan tepat tempatnya dalam rangka
susunan objek-objek lain di dunia. Ia tahu kedudukannnya dalam masyarakat., ia
paham bagaimana seharusnya ia bertingkah laku dalam kedudukan tersebut. Dan
ia berusaha mencari jalannya sendiri menuju sasaran yang ia tetapkan sendiri.
Orang seperti ini tidak lagi mudah terpengaruh dan pendapatnya serta sikapsikapnya cukup jelas dan tegas.
Terdapat dua konsep perkembangan remaja, yaitu nature dan nurture. Konsep
nature mengungkapkan bahwa masa remaja adalah masa badai dan tekanan.
Periode perkembangan ini individu banyak mengalami gejolak dan tekanan karena
perubahan yang terjadi dalam dirinya. Konsep nurture menyatakan tidak semua
remaja mengalami masa badai dan tekanan tersebut. Hal tersebut tergantung pada
pola asuh dan lingkungan dimana remaja itu tinggal.
Ciri kejiwaan dan psikososial remaja menurut Kusmiran (2011), antara lain :
1.

Usia Remaja Muda (12-15 tahun)


Sikap protes terhadaporang tua
Remaja pada usia ini cenderung tidak menyetujui nilai-nilai hidup yang diajarkan
orangtuannya, sehingga lebih sering menunjukkan sikap protes. Mereka berusaha
mencari identitas diridan sering kali disertai dengan menjauhkan diri dari

orangtuanya. Dalam upaya pencarian identitasdiri, remaja cenderung melihat


kepada tokoh-tokoh diluar lingkungan keluarganya, yaitu:guru, figure ideal yang
terdapat difilm atau tokoh idola.

Preokupasi dengan badan sendiri


Tubuh seorang remaja pada usia ini mengalami perubahan yang cepat
sekali.perubahan-perubahan ini menjadi perhatian khusus bagi diri remaja.

Kesetiakawanan dengan kelompok seusia


Para remaja pada kelompok umur ini merasakan keterikatan dan kebersamaan
dengan sekelompok usia dalam upaya mencaripersamaan nasib. Hal ini tercermin
dalam cara berprilaku social.

Kemampuan untuk berpikir secara abstrak


Daya

kemampuan

berpikir

seorang

remaja

mulaiberkembang

dan

dimanifestasikan dalam bentukdiskusi untuk mempertajam kepercayaan diri.

Perilaku yang labil dan berubah-ubah


Remaja sering memperlihatkan perilaku yang berubahubah, pada suatu waktu
tampak bertanggung jawab, tapi pada waktu lain tampak masa bodoh. Perilaku
demikian menunjukkan bahwa dalam diri remaja terdapat konflik yang
memerlukan penanganan dan pengertian secara bijaksana.

2.

Usia Remaja Penuh (16-19 tahun)


Kebebasan dari orang tua
Remaja mulai merasakan kebebasan,tetapijuga merasa kurang menyenangkan.
Timbul kebutuhan untuk terikat dengan orang lain melalui ikatan cinta yang stabil.

Ikatan terhadap pekerjaan dan tugas


Seringkali remaja menunjukkan minat pada suatu tugas tertentu yang ditekuni
secara mendalam. Mulai mengembangkan cita-cita dan mulai memikirkan
melanjutkan sekolah atau bekerja.

Pengembangan nilai oral dan etis yang mantap. Remaja mulai menyusun nilai-

nilai moral dan etis sesuai dengan cita-citanya.


Pengembangan hubungan pribadi yang labil. Adanya tokoh panutan atau
hubungan cinta yang stabil menyebabkan terbentuknya kestabilan pada diri

remaja.

Penghargaan kembali pada orang tua dalam kedudukan yang sejajar

Selain itu, menurut Zulkifli (2006), masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode
yaitu:
1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun:
a. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas.
Cirinya:
- Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
- Anak mulai bersikap kritis
b. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya:
- Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
- Memperhatikan penampilan
- Sikapnya tidak menentu/plin-plan
- Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
c. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa
adolesen. Cirinya:
- Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum
tercapai sepenuhnya
- Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
- Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
- Mulai menyadari akan realitas
- Sikapnya mulai jelas tentang hidup
- Mulai nampak bakat dan minatnya
2.2
a.

Perkembangan Psikologi Remaja Secara Khusus


Perkembangan Kognitif Psikologi Remaja
Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 1220 thn secara
fungsional,

perkembangan

kognitif

(kemampuan

berfikir) remaja dapat

digambarkan sebagai berikut

Secara intelektual remaja mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak

Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi,


membuat keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah

Sudah mampu menggunakan abstraksi-abstraksi, membedakan yang konkrit


dengan yang abstrak

Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipotesis

Memikirkan masa depan, perencanaan, dan mengeksplorasi alternatif untuk


mencapainya psikologi remaja

Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar berinstropeksi

Wawasan berfikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan, moralitas,


dan identitas (jati diri)
b. Perkembangan Emosi Psikologi Remaja
Remaja mengalami puncak emosionalitasnya, perkembangan emosi tingkat
tinggi. Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang
kuat, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah,
sedih, dan murung). Sedangkan remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikannya. Remaja yangberkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan
emosionalnyaterhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa
tingkah laku salah suai, misalnya : psikologi remaja

1) Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu dan lain-lainnya


2) Lari dari kenyataan (regresif) : suka melamun, pendiam, senang menyendiri,
mengkonsumsi obat penenang, minuman keras, atau obat terlarang
Sedangkan remaja yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis dapat
membantu kematangan emosi remaja menjadi :
1) Adekuasi (ketepatan) emosi : cinta, kasih sayang, simpati, altruis (senang
menolong), respek (sikap hormat dan menghormati orang lain), ramah, dan lainlainnya
2) Mengendalikan emosi : tidak mudah tersinggung, tidak agresif, wajar, optimistik,
tidak meledak-ledak, menghadapi kegagalan secara sehat dan bijak
c. Perkembangan Moral Psikologi Remaja

Remaja sudah mampu berperilaku yang tidak hanya mengejar kepuasan fisik saja,
tetapi meningkat pada tatanan psikologis (rasa diterima, dihargai, dan penilaian
positif dari orang lain). psikologi remaja
d. Perkembangan Sosial Psikologi Remaja
Remaja telah mengalami perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain
(social cognition) dan menjalin persahabatan. Remaja memilih teman yang
memiliki sifat dan kualitas psikologis yang relatif sama dengan dirinya, misalnya
sama hobi, minat, sikap, nilai-nilai, dan kepribadiannya.
Perkembangan

sikap

yang

cukup

rawan

pada

remaja

adalah

sikap comformity yaitu kecenderungan untuk menyerah dan mengikuti bagaimana


teman sebayanya berbuat. Misalnya dalam hal pendapat, pikiran, nilai-nilai, gaya
hidup, kebiasaan, kegemaran, keinginan, dan lain-lainnya.
e. Perkembangan Kepribadian Psikologi Remaja
Isu sentral pada remaja adalah masa berkembangnya identitas diri (jati diri) yang
bakal menjadi dasar bagi masa dewasa. Remaja mulai sibuk dan heboh dengan
problem siapa saya? (Who am I ?). Terkait dengan hal tersebut remaja juga risau
mencari idola-idola dalam hidupnya yang dijadikan tokoh panutan dan
kebanggaan. Faktor-faktor penting dalam perkembangan integritas pribadi remaja
(psikologi remaja) adalah :
1) Pertumbuhan fisik semakin dewasa, membawa konsekuensi untuk berperilaku
dewasa pula
2) Kematangan seksual berimplikasi kepada dorongan dan emosi-emosi baru
3) Munculnya kesadaran terhadap diri dan mengevaluasi kembali obsesi dan citacitanya
4) Kebutuhan interaksi dan persahabatan lebih luas dengan teman sejenis dan lawan
jenis
5) Munculnya konflik-konflik sebagai akibat masa transisi dari masa anak menuju
dewasa.

Remaja

akhir

sudah

mulai

dapat

memahami,

mengarahkan,

mengembangkan, dan memelihara identitas diri


Tindakan antisipasi remaja akhir adalah:
1) Berusaha bersikap hati-hati dalam berperilaku dan menyikapi kelebihan dirinya

2) Mengkaji tujuan dan keputusan untuk menjadi model manusia yang diidamkan
3) Memperhatikan etika masyarakat, kehendak orang tua, dan sikap temantemannya
4) Mengembangkan sikap-sikap pribadinya
f. Perkembangan Kesadaran Beragama
Iman dan hati adalah penentu perilaku dan perbuatan seseorang. Bagaimana
perkembangan spiritual ini terjadi pada psikologi remaja? Sesuai dengan
perkembangannya kemampuan kritis psikologi remaja hingga menyoroti nilainilai agama dengan cermat. Mereka mulai membawa nilai-nilai agama ke dalam
kalbu dan kehidupannya. Tetapi mereka juga mengamati secara kritis
kepincangan-kepincangan

di

masyarakat

yang

gaya

hidupnya

kurang

memedulikan nilai agama, bersifat munafik, tidak jujur, dan perilaku amoral
lainnya. Di sinilah idealisme keimanan dan spiritual remaja mengalami benturanbenturan dan ujian
3.

Permasalah pada Masa Remaja


Beberapa permasalahan yang sering terjadi pada remaja, antara lain:
a. Kesulitan Belajar
Kesulitan belajar dari para remaja terlihat dari menurunnya prestasi. Sebenarnya
kesulitan belajar dan berprestasi yang lebih dapat dilakukan remaja apabila dia
mau sungguh-sungguh untuk mengatasi kesulitannya. Faktor penyebab kesulitan
belajar remaja yaitu kondidi fisio-logis, kepribadian, daya intelektual, aktivitas
remaja, dan sosio-ekonomi. Adapun dampak buruk dari kesulitan belajar adalah
Under achieve.
b.

Kesulitan Bergaul
Sebenarnya, pergaulan merupakan media dalam mencapai suatu keberhasilan.
Akibat buruk dari kesulitan bergaul yaitu berorientasi pikiran sempit dan tidak
objektif, sulit memberikan dan menerima pendapat orang lain, bertingkah laku
serba salah atau kaku, berprasangka buruk hubungan personal dan apatis, menarik
diri dan kurang partisipasi dalam kegiatan sosial.

c.

Kesulitan Hubungan Keluarga

Ketidakmatangan remaja membina hubungan harmonis dengan keluarga terlihat


dari frekuensi pertengkaran sesama anggota keluarga, mengkritik, dan membuat
komentar yang merendahkan penampilan atau perilaku anggota keluarga lainnya.
Hubungan keluarga yang buruk juga bisa berkembang keluar rumah seperti
ketidakmatangan menyesuaikan diri. Dampak ketidakmampuan menyesuaikan diri
antara lain :

Tidak bertanggung jawab dan mengabaikan tanggung jawab.

Mencari kebebasan dan dukungan sosial dari kelompoknya.

Sikap agresif dan percaya diri, namun mudah menyerah.

Merasa kurang aman sehingga patuh pada standar kelompok.

Merasa ingin pulang bila jauh dari lingkungan yang tak dikenal.

Banyak mengkhayal, perilaku regresi akibat kurang perhatian.

Suka memakai defence mechanism; rasionalisasi atau proyeksi


d. Perilaku Moral
Ketidak-matangan moral remaja terlihat dari tingkat pelanggaran pada peraturan
keluarga atau lingkungan, membenarkan setiap perbuatan yang salah, kenakalan
remaja (berkelahi atau tawuran), sikap antisosial, (merusak, perilaku kriminal,
merampok, atau menggunakan narkoba).
e.

Perilaku Agresi
Karakteristik dari perilaku agresi remaja antara lain :

Perilaku agresi yang bersifat verbal, seperti memaki, mencaci, mengejek,

berbohong, dan menghina.

Perilaku agresi yang bersifat nonverbal, seperti mencuri tanpa atau dengan
menyerang terhadap orang lain atau anggota keluarga, kabur dari rumah, dengan
sengaja melakukan pembakaran, bolos sekolah dan membuat onar, berkelahi,
menyiksa teman atau anggota keluarganya (Kusmiran, 2011).
Gunarsa (1989) juga merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat
menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
1.

Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.

2.

Ketidakstabilan emosi.

3.

Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.

4.

Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.

5.

Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentanganpertentang dengan orang tua.

6.

Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup


memenuhi semuanya.

7.

Senang bereksperimentasi.

8.

Senang bereksplorasi.

9.

Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.

10.

Kecenderungan

membentuk

kelompok

dan

kecenderungan

kegiatan

berkelompok.
4.

Memfasilitasi Perkembangan Remaja


Dalam menghadapi permasalahannya, remaja memerlukan bantuan dan
fasilitas dari dirinya sendiri maupun orang orang disekitarnya. Beberapa cara
yang dapat digunakan untuk memfasilitasi perkembangan remaja dapat dilakukan
oleh remaja itu sendiri, dan oleh orang tua/keluarganya.

1) Cara-cara yang Dilakukan Remaja


a. Diskusikan dengan remaja mengenai ciri-ciri perkembangan psikososial remaja
yang normal dan menyimpang.
b. Diskusikan cara-cara untuk mencapai perkembangan psikososial yang normal,

yaitu :
Anjurkan remaja untuk berinteraksi dengan orang lain yang membuat mereka

nyaman untuk mencurahkan perasaan, perhatian, dan kekhawatiran.

Anjurkan remaja untuk mengikuti organisasi yang mempunyai kegiatan positif


(olahraga, kesenian, pramuka, pengajian, dan lain sebagainya)

Anjurkan remaja untuk melakukan kegiatan di rumah sesuai dengan perannya.


c.
Bimbing dan motivasi remaja dalam membuat rencana kegiatan dan
melaksanakan rencana yang telah dibuatnya.
d. Jika remaja mengalami penyimpangan perkembangan, misalnya bingung peran,

maka:
Diskusikan aspek positif/kelebihan yang dimiliki remaja
Bantu remaja mengidentifikasi berbagai peran yang dapat ditampilkan remaja

dalam kehidupannya.
Diskusikan penampilan peran yang terbaik untuk remaja.
Bantu remaja untuk mengidentifikasi perannya di keluarga.

2) Beberapa cara yang perlu diajarkan kepada orang tua/keluarga dalam rangka
memfasilitasi perkembangan remaja adalah sebagai berikut.
a. Jelaskan tentang ciri-ciri perkembangan remaja yang normal dan menyimpang.
b. Jelaskan cara yang dapat dilakukan orang tua / keluarga untuk memfasilitasi

perkembangan remaja yang normal, dengan cara :


Fasilitasi remaja untuk berinteraksi dalam kelompok sebaya.
Anjurkan remaja untuk bergaul dengan orang lain yang membuat remaja nyaman

mencurahkan perasaan, perhatian, dan kekhawatirannya.


Anjurkan remaja untuk mengikuti organisasi yang mempunyai kegiatan positif.
Berperan sebagai teman berbagi cerita bagi remaja.
Berperan sebagai contoh peran (role model) bagi remaja dalam melakukan

interaksi sosial yang baik.


Berikan lingkungan yang nyaman bagi remaja untuk melakukan aktivitas

bersama kelompoknya.

Membimbing remaja dalam menentukan rencana masa depannya.

DAFTAR PUSTAKA
Gunarsa, S. D. 1989. Psikologi Perkembangan: Anak dan Remaja. Jakarta: BPK.
Gunung Mulia
Kusmiran, Eny. 2011. Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika
Mansur, Herawati. 2009. Psikologi Ibu dan Anak untuk Kebidanan. Jakarta :
Salemba Medika
Sarwono, Sarlito Wirawan. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta : Raja Grafindo
Persada
Soetjiningsih. 2004. Tumbuh Kembang Remaja Dan Permasalahannya. Jakarta :
Sagung Seto
Rumini, Sri, dkk. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : Unit Percetakan dan.
Penerbitan (UPP) IKIP Yogyakarta.
Zulkifli. 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya