Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH MESIN FLUIDA

OLEH :
ARIS NOVIANTO (4313215103)

FAKULTAS TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS PANCASILA
JAKARTA 2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah mesin mesin fluida ini dengan
baik.
Dalam makalah ini kita dapat memahami dan mengerti tentang bagaimana cara kerja
dari mesin fluida diantaranya ada pompa, turbin dan kompressor. Disini penulis membahas
cara kerja dan macam macam dari mesin fluida tersebut.
Akhirnya tidak lupa penulis sampaikan terima kasih atas bantuannya dari pihak-pihak
yang telah turut berperan membantu menyelesaikan makalah ini. Kami sadar bahwa makalah
ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
sekiranya dapat digunakan untuk perbaikan makalah makalah berikutnya. Semoga makalah
ini dapat memberikan manfaat serta menambah pengetahuan tentang mesin fluida bagi para
pembaca.

Jakarta, 20 Juni 2015

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................

DAFTAR ISI.....................................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.....................................................................................

1.2 Maksud dan Tujuan...............................................................................

BAB II TEORI DASAR


2.1. Pompa..................................................................................................

2.2. Turbin...................................................................................................

2.3. Kompresor...........................................................................................

BAB III PENUTUP..........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

LATAR BELAKANG

Semakin canggihnya teknologi dan jaman yang maju, menjadikan perkembangan ilmu
semakin maju pula. Kebutuhan akan mesin mesin yang digunakan untuk memindahkan fluida
semakin banyak. Selain memindahkan fluida ada juga mesin yang digunakan untuk
membangkitkan energy dengan memanfaatkan energy fluida itu sendiri.
Contohnya pompa yang banyak sekali digunakan dalam industry karena kebutuhan
akan memindahkan fluida semakin banyak. Selain itu ada juga turbin yang memanfaatkan
fluida sebagai energy penggerak yang banyak digunakan untuk memangkitkan listrik. Ada
juga kompresor yang berfungsi untuk memampatkan fluida sehingga fluida menjadi
bertekanan, banyak digunakan untuk mesin mesin pneumatic.
1.2.

TUJUAN

Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah agar mahasiswa mengenal,


mengerti dan paham jenis - jenis dari mesin mesin fluida hingga cara kerjanya.
Sehingga diharapkan mahasiswa mampu memilih mesin fluida mana yang lebih
cocok digunakan nanti pada saat sudah terjun dalam dunia kerja.

BAB II
TEORI DASAR
2.1.

POMPA

Pengertian Pompa
Pompa adalah jenis mesin fluida yang digunakan untuk memindahkan fluida melalui pipa dari
satu tempat ke tempat lain. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, pompa mengubah energi
gerak poros untuk menggerakkan sudu-sudu menjadi energi tekanan pada fluida.
Klasifikasi Pompa
Menurut prinsip perubahan bentuk energi yang terjadi, pompa dibedakan menjadi :
1. Positive Displacement Pump
Disebut juga dengan pompa aksi positif. Energi mekanik dari putaran poros pompa
dirubah menjadi energi tekanan untuk memompakan fluida. Pada pompa jenis ini dihasilkan
head yang tinggi tetapi kapasitas yang dihasilkan rendah. Yang termasuk jenis pompa ini
adalah :
a. Pompa rotary
Sebagai ganti pelewatan cairan pompa sentrifugal, pompa rotari akan merangkap
cairan, mendorongnya melalui rumah pompa yang tertutup. Hampir sama dengan piston
pompa torak akan tetapi tidak seperti pompa torak (piston), pompa rotari mengeluarkan cairan
dengan aliran yang lancar (smooth).
Macam-macam pompa rotary :

Pompa roda gigi luar

Pompa ini merupakan jenis pompa rotari yang paling sederhana. Apabila gerigi roda gigi
berpisah pada sisi hisap, cairan akan mengisi ruangan yang ada diantara gerigi tersebut.
Kemudian cairan ini akan dibawa berkeliling dan ditekan keluar apabila giginya bersatu lagi

Gambar 1 : Pompa roda gigi luar


Sumber : William Wolansky & Arthur Akers, Modern Hydraulics,1990,97

Pompa roda gigi dalam

Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam yang berpasangan dengan roda gigi
kecil dengan penggigian luar yang bebas (idler). Sebuah sekat yang berbentuk bulan sabit
dapat digunakan untuk mencegah cairan kembali ke sisi hisap pompa.

Gambar 2 : Lobe pump


Sumber : William Wolansky & Arthur Akers, Modern Hydraulics,1990,100

Pompa cuping (lobe pump)

Pompa cuping ini mirip dengan pompa jenis roda gigi dalam hal aksinya dan mempunyai 2
rotor atau lebih dengan 2,3,4 cuping atau lebih pada masing-masing rotor. Putaran rotor tadi
diserempakkan oleh roda gigi luarnya.

Gambar 3 : Lobe pump


Sumber : William Wolansky & Arthur Akers, Modern Hydraulics,1990,97

Pompa sekrup (screw pump)

Pompa ini mempunyai 1,2 atau 3 sekrup yang berputar di dalam rumah pompa yang diam.
Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang berputar di dalam sebuah stator atau
lapisan heliks dalam (internal helix stator). Pompa 2 sekrup atau 3 sekrup masing-masing
mempunyai satu atau dua sekrup bebas (idler).

Gambar 4 : Three-scrow pump


Sumber : William Wolansky & Arthur Akers, Modern Hydroulics,1990,102

Pompa baling geser (vane Pump)

Pompa ini menggunakan baling-baling yang dipertahankan tetap menekan lubang rumah
pompa oleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang terjebak diantara 2 baling dibawa
berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang pompa.

Gambar 5 : Vane pump

Sumber : William Walonsky & Arthur Akers, Modern Hydraulics, 1990,103


b. Pompa Torak (Piston)
Pompa torak mengeluarkan cairan dalam jumlah yang terbatas selama pergerakan piston
sepanjang langkahnya. Volume cairan yang dipindahkan selama 1 langkah piston akan sama
dengan perkalian luas piston dengan panjang langkah.
Macam-macam pompa torak :
Menurut cara kerja

Pompa torak kerja tunggal

Gambar 6 : Pompa kerja tunggal


Sumber : Schematy Pump

Gambar 7 : Pompa kerja ganda


Sumber : Schematy Pomp

Pompa torak kerja ganda

Menurut jumlah silinder :


o Pompa torak silinder tunggal

Gambar 8 : Pompa torak silinder tunggal


Sumber : Schematy pomp
o Pompa torak silinder ganda

Gambar 9 : Pompa torak silinder ganda


a. Swashplate pump
b. Bent axis pump
Sumber : it.geocities.com
2. Dynamic Pump / Sentrifugal Pump
Merupakan suatu pompa yang memiliki elemen utama sebuah motor dengan sudu
impeler berputar dengan kecepatan tinggi. Fluida masuk dipercepat oleh impeler yang
menaikkan kecepatan fluida maupun tekanannya dan melemparkan keluar volut. Prosesnya
yaitu
:
- Antara sudu impeller dan fluida
Energi mekanis alat penggerak diubah menjadi energi kinetik fluida
- Pada Volut
Fluida diarahkan kepipa tekan (buang), sebagian energi kinetik fluida diubah menjadi energi
tekan.
Yang tergolong jenis pompa ini adalah :
a. Pompa radial.
Fluida diisap pompa melalui sisi isap adalah akibat berputarnya impeler yang menghasilkan
tekanan vakum pada sisi isap. Selanjutnya fluida yang telah terisap terlempar keluar impeler
akibat gaya sentrifugal yang dimiliki oleh fluida itu sendiri. Dan selanjutnya ditampung oleh
casing (rumah pompa) sebelum dibuang kesisi buang. Dalam hal ini ditinjau dari perubahan
energi yang terjadi, yaitu : energi mekanis poros pompa diteruskan kesudu-sudu impeler,
kemudian sudu tersebut memberikan gaya kinetik pada fluida.
Akibat gaya sentrifugal yang besar, fluida terlempar keluar mengisi rumah pompa dan
didalam rumah pompa inilah energi kinetik fluida sebagian besar diubah menjadi energi
tekan. Arah fluida masuk kedalam pompa sentrifugal dalam arah aksial dan keluar pompa
dalam arah radial. Pompa sentrifugal biasanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head
medium sampai tinggi dengan kapasitas aliran yang medium. Dalam aplikasinya pompa

sentrifugal banyak digunakan untuk kebutuhan proses pengisian ketel dan pompa-pompa
rumah tangga.

Gambar 10 : Pompa Sentrifugal


Sumber : Sularso, pompa dan kompresor,2000,7
b. Pompa Aksial (Propeller)
Berputarnya impeler akan menghisap fluida yang dipompa dan menekannya kesisi tekan
dalam arah aksial karena tolakan impeler. Pompa aksial biasanya diproduksi untuk memenuhi
kebutuhan head rendah dengan kapasitas aliran yang besar. Dalam aplikasinya pompa aksial
banyak digunakan untuk keperluan pengairan.

Gambar 11 : Pompa aksial


Sumber : Sularso, pompa dan kompresor,2000,8
c. Pompa Mixed Flow (Aliran campur)
Head yang dihasilkan pada pompa jenis ini sebagian adalah disebabkan oleh gaya sentrifugal
dan sebagian lagi oleh tolakan impeler. Aliran buangnya sebagian radial dan sebagian lagi
aksial, inilah sebabnya jenis pompa ini disebut pompa aliran campur

2.2.

TURBIN

1 Pengertian Turbin Air


Dalam pembangkit listrik tenaga air (PLTA) turbin air merupakan peralatan
utama selain generator. Turbin air adalah alat untuk mengubah energi potensial
air menjadi menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini kemudian diubah
menjadi energi listrik oleh generator.Turbin air dikembangkan pada abad 19 dan
digunakan secara luas untuk pembangkit tenaga listrik. Berdasarkan prinsip kerja
turbin dalam mengubah energi potensial air menjadi energi kinetik, turbin air
dibedakan menjadi dua kelompok yaitu turbin impuls dan turbin reaksi.
Pengelompokkan turbin air ditunjukkan oleh Tabel 1 berikut :

a Turbin Impuls
Turbin impuls adalah turbin air yang cara kerjanya merubah seluruh energi
air(yang terdiri dari energi potensial+tekanan+kecepatan) yang tersedia menjadi
energi kinetik untuk memutar turbin, sehingga menghasilkan energi kinetik.
Energi potensial air diubah menjadi energi kinetik pada nozle. Air keluar nozle
yang mempunyai kecepatan tinggi membentur sudu turbin. Setelah membentur
sudu arah kecepatan aliran berubah sehingga terjadi perubahan momentum
(impulse). Akibatnyaroda turbin akan berputar. Turbin impuls adalah turbin
tekanan sama karena aliran airyang keluar dari nozle tekanannya adalah sama
dengan tekanan atmosfir sekitarnya. Semua energi tinggi tempat dan tekanan
ketika masuk ke sudu jalan turbin dirubah menjadi energi kecepatan. Contoh
turbin impuls adalah turbin Pelton.

b Turbin Reaksi
Turbin reaksi adalah turbin yang cara kerjanya merubah seluruh energi air
yang tersedia menjadi energi kinetik. Turbin jenis ini adalah turbin yang paling
banyak digunakan. Sudu pada turbin reaksi mempunyai profil khusus yang
menyebabkan terjadinya penurunan tekanan air selama melalui sudu. Perbedaan
tekanan ini memberikan gaya pada sudu sehingga runner (bagian turbin yang
berputar) dapat berputar. Turbin yang bekerja berdasarkan prinsip ini
dikelompokkan sebagai turbin reaksi. Runner turbin reaksisepenuhnya tercelup
dalam air dan berada dalam rumah turbin.

2 Fungsi Turbin
Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi
mekanik. gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin
berputar. Turbin air kebanyakan seperti kincir angin, dengan menggantikan fungsi
dorong angin untuk memutar baling-baling digantikan air untuk memutar turbin.
Perputaran turbin ini di hubungkan ke generator.

3 Prinsip Kerja Turbin Air

Turbin air mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis. Energi
mekanis diubah dengan generator listrik menjadi tenaga listrik. Berdasarkan
prinsip kerja turbin dalam mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis

4 Bagian-Bagian Secara Umum Turbin

a Rotor yaitu bagian yang berputar pada sistem yang terdiri dari :
- Sudu-sudu berfungsi untuk menerima beban pancaran

yang

disemprotkan
Oleh nozzle.
Poros berfungsi untuk meneruskan aliran tenaga yang berupa gerak

putar\
yang dihasilkan oleh sudu.
- Bantalan berfungsi sebagai perapat-perapat komponen-komponen
dengan
tujuan agar tidak mengalami kebocoran pada sistem.
b stator yaitu bagian yang diam pada sistem yang terdiri dari :
- Pipa pengarah/nozzle berfungsi untuk meneruskan alira fluida
sehinggatekanan dan kecepatan alir fluida yang digunakan di dalam
sistem besar.
- Rumah turbin berfungsi sebagai rumah kedudukan komponen
komponen dari turbin.

5 Jenis-Jenis Turbin Air


a Turbin Pelton

Keuntungan turbin pelton...


- Daya yang dihasilkan besar.
- Konstruksi yang sederhana.
- Mudah dalam perawatan.
- Teknologi yang sederhana mudah diterapkan di daerah yang terisolir.

Kekurangan
Karena aliran air berasal dari atas maka biasanya reservoir air atau
bendungan air, sehingga memerlukan investasi yang lebih banyak.
Turbin pelton digolongkan ke dalam jenis turbin impuls atau tekanan sama.
Karena selama mengalir di sepanjang sudu-sudu turbin tidak terjadi
penurunan tekanan, sedangkan perubahan seluruhnya terjadi pada bagian
pengarah pancaran atau nosel.
Energi yang masuk ke roda jalan dalam bentuk energi kinetik. Pada waktu
melewati roda turbin, energi kinetik dikonversikan menjadi kerja poros dan
sebagian kecil energi terlepas dan sebagian lagi digunakan untuk melawan
gesekan dengan permukaan sudu turbin.

b Turbin turgo

Turbin turgo Dapat beroperasi pada head 30 s/d 300 m. Seperti turbin
pelton turbin turgo merupakan turbin impulse, tetapi sudunya
berbeda keuntungan kerugian juga sama

Turbin crossflow

Turbin Cross-Flow adalah salah satu turbin air dari jeis turbin aksi (impulse
turbine).
Pemakaian jenis Turbin Cross-Flow lebih menguntungkan dibanding dengan
pengunaan kincir air maupun jenis turbin mikro hidro lainnya. Penggunaan
turbin ini untuk daya yang sama dapat menghemat biaya pembuatan
penggerak mula sampai 50 % dari penggunaan kincir air dengan bahan yang
sama. Penghematan ini dapat dicapai karena ukuran Turbin Cross-Flow lebih
kecil dan lebih kompak dibanding kincir air.

d Turbin francis

Turbin Francis merupakan salah satu turbin reaksi. Turbin dipasang


diantara sumber air tekanan tinggi di bagian masuk dan air bertekanan
rendah di bagian keluar. Turbin Francis menggunakan sudu pengarah. Sudu
pengarah mengarahkan air masuk secara tangensial.

Turbin francis bekerja dengan memakai proses tekanan lebih. Pada waktu
air masuk ke roda jalan, sebagian dari enrgi tinggi jatuh telah bekerja di
dalam sudu pengarah diubah sebagai kecepatan air masuk. Sisa energi tinggi
jatuh dimanfaatkan dalam sudu jalan, dengan adanya pipa isap
memungkinkan energi tinggi jatuh bekerja di sudu jalan dengan semaksimum
mungkin. Turbin yang dikelilingi dengan sudu pengarah semuanya terbenam
dalam air. Air yang masuk kedalam turbin dialirkan melalui pengisian air dari
atas turbin (schact) atau melalui sebuah rumah yang berbentuk spiral (rumah
keong). Semua roda jalan selalu bekerja. Daya yang dihasilkan turbin diatur
dengan cara mengubah posisi pembukaan sudu pengarah. Pembukaan sudu
pengarah dapat dilakuakan dengan tangan atau dengan pengatur dari oli
tekan(gobernor tekanan oli), dengan demikian kapasitas air yang masuk ke
dalam roda turbin bisa diperbesar atau diperkecil. Pada sisi sebelah luar roda
jalan terdapat tekanan kerendahan (kurang dari 1 atmosfir) dan kecepatan
aliran yang tinggi. Di dalam pipa isap kecepatan alirannya akan berkurang
dan tekanannya akan kembali naik sehingga air bisa dialirkan keluar lewat
saluran air di bawah dengan tekanan seperti keadaan sekitarnya.

e Turbin kaplan propeller

2.3.

KOMPRESOR

BAB III
PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA