Anda di halaman 1dari 9

TEKNIK RESERVOIR

JUDUL
: METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Cyclic Steam

NO : TR 08.04
Halaman
: 1/9
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Injection
PERAMALAN KINERJA CYCLIC STEAM INJECTION

1.

PENDAHULUAN

Cyclic steam injection merupakan salah satu yang dipertimbangkan dalam proses pengambilan
minyak terutama pada reservoir yang mengandung minyak berat. Steam atau uap air diinjeksikan
dengan laju alir dan steam quality yang ditentukan. Begitu sampai di dasar sumur kualitas dan
temperatur dari steam tersebut akan berkurang karena adanya kehilangan panas. Setelah injeksi
dilakukan selama periode yang diinginkan, sumur ditutup dan membiarkan steam menembus lebih
jauh ke dalam reservoir dan memanasi fluida reservoir lebih lama. Periode ini disebut sebagai
soaking period. Kemudian sumur diproduksikan sampai laju alir yang ekonomis, dan proses injeksisoaking-produksi dapat diulang kembali.

Untuk meramalkan kinerja cyclic steam injection ini selama produksi digunakan beberapa teknik
yaitu thermal simulator, model analitik dan korelasi. Dalam bagian ini akan dibahas satu metode
analitik untuk meramalkan kinerja dari cyclic steam injection. Metode ini diambil dari studi yang
dilakukan oleh Gontijo dan Aziz.1 Sebagai tambahan referensi beberapa metode analitik lainnya
diberikan oleh Jones,2 Gozde et al.,3 Rivas dan Boccardo,4 Buitrago dan Boccardo,5 Tamim dan
Farouq Ali,6 dan Tamim dan Rahman.7

2. DESKRIPSI MODEL ANALITIK GONTJO DAN AZIZ

Asumsi dan batasan yang digunakan adalah sebagai berikut:


pada kondisi awal, fluida di reservoir terdiri dari minyak dan air,
setelah periode injeksi steam menyebar di reservoir mengikuti bentuk kerucut terbalik,
tidak ada perpindahan panas dari steam ke reservoir selama proses injeksi,
minyak yang dimobilisasi oleh steam adalah lapisan tipis dibawah bidang kontak antara steamminyak,
panas menyebar dari zona steam ke zona minyak dengan proses konduksi,
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Cyclic Steam

NO : TR 08.04
Halaman
: 2/9
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Injection
begitu minyak diproduksi steam mengembang ke bagian bawah,
potensial yang menyebabkan pergerakan minyak adalah kombinasi dari pressure drop dan gaya
gravitasi,
penurunan tekanan (pressure drawdown) ditentukan oleh tekanan steam sesuai dengan temperatur
rata-rata di zona yang dipanaskan (heated zone).

Berdasarkan asumsi tersebut maka persamaan yang digunakan untuk menghitung laju alir minyak
adalah:

q o = 1.87 R x

k oS o
mo o [ln (R x / rw ) 0.5]

(1)

dimana,

R x = Rh2 + ht2

(2)

S o = S oi S ors

(3)

= 144

( p s p wf )
o

+ h

ht
Rx

h = ht hst
dimana:

hst

= ketebalan zona steam, ft

ht

= ketebalan formasi, ft

ko

= permeabilitas efektif minyak, md

mo

= memiliki harga 3 4

ps

= tekanan steam, psia

p wf = tekanan alir dasar sumur, psia


qo

= laju alir minyak, bbl/hari

Rh

= jari-jari zona steam, ft

rw

= jari-jari sumur, ft

Manajemen Produksi Hulu

(4)
(5)

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Cyclic Steam

NO : TR 08.04
Halaman
: 3/9
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Injection

S oi = saturasi minyak awal, fraksi


S ors = saturasi minyak sisa karena steam, fraksi

= porositas, fraksi

= massa jenis minyak, lb/cuft

= viskositas kinematik minyak, cs

Tekanan steam dapat dihitung berdasarkan pendekatan berikut ini.

T
ps = s
115.95

4.4543

(6)

dimana:

Ts

= temperatur steam, oF

2.1 Ketebalan Zona Steam


Persamaan di bawah ini digunakan untuk menghitung ketebalan zona steam, yaitu:

hst = 0.5ht ARD

(7)

dimana ARD adalah parameter tak berdimensi.

ARD =

(350)(144)q s st
6.326 ( o st )ht2 k st st

(8)

dimana:

hst

= ketebalan zona steam, ft

k st

= permeabilitas efektif steam, md

qs

= laju injeksi steam, bbl/hari

st = viskositas steam, cp
st = massa jenis steam, lb/cuft
Viskositas dan massa jenis steam dapat dihitung dengan korelasi di bawah ini.

st =

p s0.9588
363.9

Manajemen Produksi Hulu

(9)

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Cyclic Steam

NO : TR 08.04
Halaman
: 4/9
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Injection

st = 10 4 (0.2Ts + 82)

(10)

2.2 Radius Zona Steam


Radius zona steam dihitung dengan persamaan 11.

Vs
hst

Rh =

(11)

Sedangkan volume zona steam diperkirakan menggunakan persamaan 12.

(5.615)q s t inj w Qi + H last

Vst =

(c )t (Ts TR )

(12)

dimana:

Vs

= volume zona steam, cuft

Qi

= jumlah panas yang diinjeksikan per satuan massa, Btu/lb

H last

= jumlah panas yang tersisa dari siklus sebelumnya, Btu

Ts

= temperatur steam, oF

TR

= temperatur reservoir awal, oF

w = temperatur reservoir awal, oF


( C) t

= kapasitas panas volumetrik, Btu/cuft.oF

Jumlah panas yang diinjeksikan per setiap satu massa steam adalah:

Qi = C w (Ts TR ) + Lvdh f sdh

(13)

Panas jenis dari air adalah

Cw =

hw (Ts ) hw (TR )
Ts TR

(14)

Enthalpi dapat dihitung menggunakan korelasi yang diberikan oleh Jones2 dan panas laten dihitung
menggunakan korelasi yang diberikan oleh Farouq Ali.8

T
hw = 68 s
100

1.24

Lvdh = 94(705 Ts ) 0.38


Manajemen Produksi Hulu

(15)
(16)

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Cyclic Steam

NO : TR 08.04
Halaman
: 5/9
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Injection
Kapasitas panas volumetrik dihitung dengan persamaan berikut 17.

( C ) t = (1 ) M o + [(1 S wi ) M o + S wi M w ]

(17)

dimana:

C w = kapasitas panas air, BTU/lb.oF


f sdh = kualitas steam, fraksi
hw (T)

= enthalpi air, Btu/lb

Lvdh = panas laten, Btu/lb


M o = kapasitas panas volumetrik minyak, Btu/cuft.oF
M w = kapasitas panas volumetrik air, Btu/cuft.oF
2.3 Panas Tersisa di Reservoir
Sebelum siklus pertama dimulai, jumlah panas di reservoir dianggap nol. Setelah dilakukan siklus
injeksi panas di reservoir dihitung berdasarkan persamaan

H last = Vs ( C ) t (Tavg TR )

(18)

Temperatur rata-rata selama dihitung dengan persamaan Boberg dan Lantz.9

Tavg = TR + (Ts TR ) f HD fVD (1 f pD ) f pD

(19)

Boberg dan Lantz menganggap bahwa volume zona steam berbentuk silinder sementar metode
Gontijo ini menganggap bahwa volume zona steam berbentuk kerucut yang terbalik, maka persamaan
19 merupakan persamaan pendekatan. fHD, fVD, dan fpD adalah parameter-parameter tidak berdimensi
dan didefinisikan oleh:

f HD =
t DH =

1
1 + 5t DH

(t t inj )
Rh2

Manajemen Produksi Hulu

(20)

(21)

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Cyclic Steam

NO : TR 08.04
Halaman
: 6/9
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Injection

fVD =
t DV =

(22)

1 + 5t DH
4 (t t inj )

(23)

ht2

dimana:

= waktu, hari

t inj

= periode injeksi, hari

= difusifitas termal reservoir, ft2/hari

Sedangkan parameter tak berdimensi yang terakhir pada persamaan 19 menggambarkan energi yang
terambil bersama-sama dengan fluida yang diproduksikan dan didefinisikan oleh persamaan
t

f pD =

1
Q p dt
2Qmax 0

(24)

dimana Qmax adalah panas maksimum yang dapat diberikan ke dalam reservoir dan dihitung di akhir
periode soaking dengan persamaan

Qmax = H inj + H last Rh2 K R (Ts TR )

t soak

(25)

Jumlah panas yang diinjeksikan, Hinj, dihitung dengan persamaan

H inj = 350Qi q s t inj

(26)

dimana:

H inj = jumlah panas yang diinjeksikan, Btu


K R = konduktivitas termal reservoir, Btu/ft.hari.oF

Qmax

= panas maksimum yang dapat diberikan ke dalam reservoir, Btu

Q p = laju pengambilan panas oleh fluida yang diproduksi, Btu/hari


t soak = periode soaking, hari
Laju pengambilan panas oleh fluida yang diproduksi diberikan oleh persamaan

Q p = 5.615(qo M o + q w M w ) Tavg TR

Kapasitas panas volumetrik minyak dan air dihitung dengan persamaan


Manajemen Produksi Hulu

(27)

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Cyclic Steam

NO : TR 08.04
Halaman
: 7/9
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Injection

M o = (3.065 + 0.00355T ) o

(28)

M w = Cw w

(29)

Sedangkan massa jenis minyak dan air pada temperatur tertentu dapat dihitung dengan persamaan

o = ostd 0.0214(T Tstd )


705 Tstd

705 T

w = wstd 11ln

(30)
(31)

dimana:

Tstd = temperatur pada kondisi standard, oF

ostd

= massa jenis minyak pada temperatur standard, lbm/cuft

wstd

= massa jenis air pada temperatur standard, lbm/cuft

2.4 Viskositas dan Saturasi


Hubungan viskositas minyak dan tempertur perlu didapatkan dari hasil PVT sedangkan pengaruh
temperatur terhadap viskositas air dapat didekati dengan persamaan

T
100

w = 0.66

1.14

(32)

Setelah periode soaking dan sebelum produksi dimulai, fluida disekitar sumur yang mobile dianggap
hanyalah air:

S w = 1 S orw

(33)

Setelah sumur diproduksikan, saturasi minyak dianggap bertambah dan saturasi air diberikan oleh

S w = S w ( S w S wi )

Wp
WIP

(34)

dimana Wp adalah produksi kumulatif air selama siklus (bbl) dan WIP adalah jumlah air yang mobile
pada saat awal siklus.

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Cyclic Steam

NO : TR 08.04
Halaman
: 8/9
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Injection
3. LANGKAH-LANGKAH PERHITUNGAN KINERJA CYCLIC STEAM

Prosedur perhitungan dilakukan menurut urutan seperti berikut ini:


masukkan data input reservoir dan data operasi (lama siklusinjeksi-soaking-produksi, laju
injeksi, dan kualitas steam).
hitung sifat-sifat fluida, ketebalan zona steam, radius zona steam, volume zona steam, temperatur
serta saturasi pada permulaan siklus produksi.
hitung porduksi minyak dan air pada setiap time-step, hitung volume produksi dan bandingkan
dengan initial-fluid-in-place. Kemudian hitung temperatur rata-rata setiap time step.
pada akhir siklus produksi, hitung jumlah air dan panas yang tersisa di reservoir.
jika siklus injeksi-soaking-produksi lebih dari sekali maka ulangi langkah 3 dan selanjutnya.

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Cyclic Steam

NO : TR 08.04
Halaman
: 9/9
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Injection
4. DAFTAR PUSTAKA

1. Gontijo, J.E. and Aziz, K.:A Simple Analytical Model for Simulating Heavy Oil Recovery by
Cyclic Steam in Pressure-Depleted Reservoirs, SPE 13037; Proceeding of The 59th Annual
Technical Conference and Exhibition, Houston, Texas, September 15-19, 1984.
2. Jones, J.:Cyclic Steam Reservoir Model for Viscous Oil, Pressure Depleted, Gravity Drainage
Reservoirs, SPE 6544; Proceeding of The 1977 California Regional Meeting of SPE AIME,
Bakersfield, California, April 13-15, 1977.
3. Gozde, S., Chhina, H.S., and Best, D.A.:An Analytical Cyclic Steam Stimulation Model for
Heavy Oil Reservoirs, SPE 18807; Proceeding of The SPE California Regional Meeting,
Bakersfield, California, April 5-7, 1989.
4. Rivas, O.R. and Boccardo, G.:Transient Analytical Modeling of Cyclic Steam Injection, SPE
27060; Proceeding of The Latin American Caribean Petroleum Engineering Conference, Buenos
Aires, Argentina, April 27-29, 1994.
5. Buitrago, S. and Boccardo, G.:Model for Predicting the Production Rate of Wells under Cyclic
Steam Injection Process, SPE 39029; Proceeding of The Latin American Caribean Petroleum
Engineering Conference and Exhibition, Rio de Janeiro, Brasil, 30 August 3 September, 1997.
6. Tamim, M. and Farouq Ali, S.M.:Optimization of Cyclic Steam Stimulation Using an Analytical
Model, SPE 39553; Proceeding and of The 1998 SPE India Oil and Gas Conference and
Exhibition, New Delhi, India, 17-19 February, 1998.
7. Tamim, M. and Rahman, M.:Analytical Modelling of Cyclic Steam Stimulation Using PseudoRelative Permeability Function, SPE 53690; Proceeding of The 1999 SPE Latin American and
Caribean Petroleum Engineering Conference, Caracas, Venezuela, 21-23 April 1999.
8. Farouq Ali, S.M.:Steam Injection Theories A Unified Approach, SPE 10746; Proceeding of
The California Regional Meeting of the SPE, San Francisco, March 24-26, 1982.
9. Boberg, T.C. and Lantz, R.B.:Calculation of the Production Rate of a Thermally Stimulated
Well, JPT (Dec. 1966) 1613-1623.

Manajemen Produksi Hulu