Anda di halaman 1dari 39

PERBANDINGAN

SISTEM HUKUM
Adhi Wibowo, S.H., M.Hum.

1.
2.
3.
4.

Comparative Law
Law Compared
Comparative legal system
Comparative legal traditions

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

ISTILAH PERBANDINGAN
HUKUM

1.Sejarah hukum
2.Budaya hukum
3.Institusi hukum
4.Peranan dan pelaku hukum
5.Prosedur hukum
6.Sumber peraturan perundangundangan

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Dalam perbandingan hukum mayoritas


pendapat
lebih
cenderung
membandingkan sistem hukum dari
berbagai negara, sebab kalau kita
mempelajari sistem hukum maka akan
luas cakupannya yaitu meliputi :

Sistem Hukum Agama


(Religion Law)
(Common Law)
Sistem Hukum Kebiasaan
(Traditional Law)
Sistem Hukum Eropa
Continental
(Civil Law)

Sistem Hukum Sosialis


(Socialis Law)
Sistem Hukum
Scandinavia
(Scandinavian Law)

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

SISTEM HUKUM
NASIONAL DI DUNIA

Sistem Hukum Anglo


Saxon

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Setiap hukum nasional mempunyai


ciri, dasar hukum dan pengertianpengertian hukum yang berbeda
sehingga tidak ada satu sistem hukum
didunia yang sekali jadi dan berlaku
untuk setiap masa dan untuk selamalamanya.
Penggunaan metode perbandingan
hukum pada hakekatnya adalah untuk:
1. Penyusunan perjanjian internasional
2. Penyusunan Rancangan UndangUndang (RUU)

1. Perbandingan hukum sebagai metode


Adalah suatu kegiatan untuk mengidentifikasi persamaan
atau perbedaan antara dua sistem hukum tertentu.
Contoh Sistem Anglo Saxon dibandingkan dengan sistem
eropa continental
2. Perbandingan hukum Sebagai Ilmu
Adalah disiplin ilmu yang membandingkan antara dua
gejala atau lebih dengan tujuan untuk mengkaji isi
dari kaedah-kaedah hukum, mengkaji persamaan dan
perbedaannya dan mengkaji sebab-sebabnya serta
mengkaji dasar kemasyarakatan dari sistem hukum
tersebut.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

ARTI PERBANDINGAN
HUKUM

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Perbandingan hukum berhubungan


erat dengan sejarah hukum karena
perbandingan hukum merupakan
bagian dari sejarah hukum sebab
apa
yang
dipelajari
oleh
perbandingan hukum juga dipelajari
dalam sejarah hukum sehingga
terkesan overlapping

1.
2.

3.

4.

5.

Memberikan pengetahuan tentang persamaan dan


perbedaan antara berbagai bidang tata hukum.
Perbandingan hukum akan lebih mempermudah untuk
mengadakan keseragaman hukum, kepastian hukum dan
kesederhanaan hukum.
Memberikan pegangan atau pedoman yang lebih mantap
bahwa dalam hal-hal tertentu keaneka ragaman hukum
merupakan suatu realitas dan hal yang harus diterapkan.
Memberikan bahan-bahan tentang faktor-faktor hukum
apakah yang perlu dikembangkan atau dihapuskan secara
berangsur-angsur demi integrasi masyarakat.
Memberikan
bahan-bahan
tentang
hal-hal
yang
diperlukan dalam mengembangkan hukum antar tata
hukum pada bidang-bidang dimana kodifikasi dan
unifikasi terlalu sulit untuk diwujudkan.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

KEGUNAAN PERBANDINGAN
HUKUM

Dengan pengembangan perbandingan hukum maka yang


menjadi tujuan akhir bukan lagi menemukan persamaan
atau perbedaan tetapi justru pemecahan masalahmasalah hukum secara adil dan tepat.
7. Kemungkinan untuk mengadakan pendekatan fungsionil
yaitu pendekatan dari sudut masalah hukum yang
dihadapi dengan terlebih dahulu menemukan hakekatnya
8. Perbandingan hukum tidak hanya meneliti perundangundangan, yurisprudensi, hukum kebiasaan dan traktat
serta doktrin semata, tetapi juga motif-motif politis,
ekonomis, sosiologis, filosofis, dan psikologis yang
menjadi latar belakangnya.
9. Perbandingan hukum sebagai ilmu kenyataan tidak
terikat oleh kekakuan-kekakuan dogma.
10. Bahan-bahan perbandingan hukum sangat penting untuk
melaksanakan pembaharuan hukum
11. Dibidang penelitian perbandingan hukum sangat penting
sebagai ilmu yang lebih mempertajam dan mengarahkan
proses penelitian hukum.
12. Dibidang penelitian hukum perbandingan hukum dapat
memperluas kemampuan anak didik untuk memahami
sistem-sistem hukum yang ada serta penegakannya
yang tepat dan adil.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

6.

1. Bersifat profesional (Profesional Purpose)


a. Membantu para hakim dalam suatu yurisdiksi
tertentu yang ingin mempelajari yurisdiksi lain
b. Membantu para pembentuk hukum atau pembina
hukum
untuk
memahami
pengalamanpengalaman yang dimiliki oleh pembina hukum di
yurisdiksi lain.
2. Bersifat Budaya (Cultural Purpose)
Untuk memperluas wawasan pengetahuan sehingga
akan menghargai sistem hukum orang lain
3. Bersifat keilmuan (Scientific Purpose)
Untuk dapat melihat dan mengenali prinsip-prinsip
hukum apakah yang melandasi sistem hukum
tersebut sehingga kita bisa menarik benang merah
dari sistem yang dimaksud

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

TUJUAN PERBANDINGAN
HUKUM

1.Bersifat obyektif
2.Tidak bersifat ekslusive
3.Tidak bersifat appriori
4.Tidak memberikan penilaian baik atau
buruk.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Dengan demikian tujuan perbandingan


hukum adalah

1. Deskriptive approach
Yaitu menampilkan perbedaan dari sistem-sistem
hukum didunia dan tidak mencoba menganalisis
keterkaitan antara satu sistem hukum dengan
sistem hukum lainnya.
2. Anlisis Comparative
Yaitu melihat fungsi dari masing-masing sistem
hukum yang ada didunia.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

TEKNIK PERBANDINGAN SISTEM


HUKUM

Melibatkan perbandingan
seluruh aspek sistem
hukum dari dua atau lebih
jurisdiksi
Mencari model solusi
hukum tepat bagi konflik
sosial yang muncul.
Tidak dibatasi oleh batas
negara, lokalitas
perundangan dan
nasionalisme.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

COMPARATIVE LAW

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

DIVISON OF LEGAL WORLD

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

WORLD LEGAL SYSTEMS MAP

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Perbandingan
Perbandingan
Perbandingan
Perbandingan
Hukum
Perbandingan
Eropa

Hukum sebagai alat bantu legislator


hukum sebagai alat konstruksi sosial
Hukum sebagai kurikulum studi universitas
Hukum sebagai masukan pada Unifikasi sistematik
Hukum sebagai Pengembangan Pemikiran Hukum di

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

5 Praktik Perbandingan Hukum

Semua legislator (pembuat UU) di dunia tentunya sepakat


bahwa sebuah hukum yang baik tidak dapat dihasilkan
tanpa adanya bantuan Perbandingan Hukum.
Contohnya RUU Perseroan Terbatas Indonesia edisi Revisi
setelah 1995 menggunakan 3 model pendekatan yaitu UU
PT Amerika Serikat dan UU PT Belanda serta UU PT
Inggris. Atau kita lihat banyaknya kesaman unsur dalam
Hukum kepailitan RI yang mengambil aturan Failsement
Verordering (UU Pailit Belanda) dan PKPU mengambiul
chapter 8 dan 11 Bankruptcy Act USA

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

ALAT BANTU LEGISLATOR

Swiss Civil Code pasal 1 ayat 2 dan 3 menyebutkan Jika tidak ditemukan aturan
hukumnya maka hakim harus menerapkan hukum kebiasaan yang ada disamping
sistem hukum yang ada, dengan demikian ia bertindak selaku hakim yang
mengikuti doktrin dan tradisi yang ada. (Prinsip argumentum e contrario)
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya adopsi sistem hukum keluarga yang diadopsi
di Swis yang berasal dari Jerman.
Contoh yang paling jelas adalah era tahun 1990an ada penyanyi terkenal yang
masih berusia 3 tahun (Balita) yang bernama Jordie yang lagunya UH UH BEBE ,
pertanyaannya kenapa Jordie menggunakan bahasa Prancis dan orang tuanya
yang notabene warga negara Prancis melakukan rekaman dan memproduksi
albumnya di Swiss. Jawabannya hanya di Swiss, Austria dan Jerman yang
memperbolehkan bahwa anak di bawah umur 5 tahun dapat bekerja dan memiliki
penghasilan sendiri melalui orang tuanya.Sementara di Prancis dan belanda hal
ini tidak diperbolehkan karena sama dengan melakukan ekspolitasi anak.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

ALAT KONSTRUKSI SOSIAL

Perbandingan Hukum sebagai masukan pada Unifikasi Sistematik


Hukum
Tujuan utama dibuatnya unifikasi hukum secara politis adalah untuk
membuat harmonisasi dan mengurangi perbedaan yang mendasar
antar sistem hukum yang ada di dunia, dengan menerapkan satu
paham hukum yang dapat diterima secara umum dan menyeluruh.
Contohnya adalah langkah penyatuan Uni Eropa (gabungan aturan
ekonominya diikuti dengan harmonosasi hukum dan peraturan yang
seragam misalnya finansial dan kepabeanan sebagai imbas
diterapkannya mata uang tunggal Eropa Euro.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

UNIFIKASI SISTEM HUKUM

Perbandingan Hukum juga punya peranan penting dalam dunia pendidikan


hukum. Ia menawarkan kepada mahasiswa hukum dimensi hukum baru berupa
erbendaan pandang atau persepektif kajian hukum antara negara yang
berguna untuk kajian arbitrase, penafsiran perjanjian dan doktrin hukum.
Contohnya kita ambil di Jerman dimana sistem kurikulumnya pengantar
perbandingan hukum pada dasarnya terbagi atas penjelasan aneka sistem
hukum di dunia termasuk metode dan hubungan antar sistem hukumnya.
Merek juga harus mempelajari sistem hukum Prancis, Italia dan Skandinavia
dan banyak negara Eropa lainnya dikarenakan adanya harmonisasi atau
keseragaman hukum di Eropa.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

ALAT KURIKULUM STUDI

Coing menyebutkan hukum haruslah progresif berdasarkan


perkembangan terkini merupakan pemikiran maju karena sebelumnya
dengan adanya kodifikasi hukum di beberapa negara Eropa para
sarjana hukum malas untuk melihat adanya sistem hukum lain melalui
Perbanidngan Hukum di negara negara lain yang dapat diterapkan
daam sistem hukum mereka.
Prinsip ini dikenal dengan nama Ius Commune yaitu Penggunaan
Hukum berdasaran kemasan lokal yang akhirnya harus diakui
semuanya itu runtuh dan tak ada lagi eklusivitas semacam itu.
Contohnya dalam sistem Hukum Common Law Inggris ditemukan
banyak sekali pengaruh budaya hukum Eropa Kontinental.
Paham nasionalisme sempit dalam bidang hukum yang banyak dikenal
sebagai Non Foreign Court Theory (Istilah dalam keperdaaan
Internasional) ang artinya tak ada suatu negara pun yang
menghendaki berlakunnya hukum asing dalam sistem hukum mereka
tanpa melalui asimilasi dan inkulturisasi (percampuran secara sinergis)

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

ALAT PENGEMBANGAN
PIKIRAN HUKUM

International Custom A
general and uniform state
practice accompanied by a
sense of legal obligation. May
be codified into treaties. An
example is Pacta Sunt
Servanda, or promises should
be kept.
Pre-Defined Sources
Search for it yourself

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

WHAT IS PUBLIC INTERNATIONAL LAW

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

International Custom - Sebuah praktik keadaan


umum dan seragam disertai dengan rasa
kewajiban hukum. Mungkin dikodifikasi ke dalam
perjanjian. Contohnya adalah Pacta Sunt
Servanda, atau janji harus dijaga.

General Principles General


principles of law recognized by
civilized nations. Can be
found in municipal law and
codified in treaties. An
example is res judicata.
Pre-Defined Sources
Search for it yourself

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

WHAT IS PUBLIC INTERNATIONAL


LAW

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Umum Prinsip - Prinsip-prinsip


umum hukum yang diakui oleh
bangsa-bangsa
beradab.
Dapat
ditemukan
dalam
hukum
kota
dan
dikodifikasikan
dalam
perjanjian. Contohnya adalah
res judicata

Decisions published by international tribunals


Digests and yearbooks of international case law
Reporters and digests that focus on national
law

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

WHAT IS PUBLIC INTERNATIONAL


LAW
Judicial Decisions Decisions of
international tribunals and national
courts when addressing questions
of international law. Arbitration
decisions also relevant.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Keputusan Yudisial - Keputusan pengadilan


internasional dan pengadilan nasional ketika
menangani pertanyaan-pertanyaan dari hukum
internasional. Keputusan arbitrase juga relevan.
- Keputusan yang diterbitkan oleh pengadilan
internasional.
- Mencerna dan buku tahunan dari kasus hukum
internasional
- Wartawan dan mencerna yang berfokus pada
hukum nasional

WHAT IS PUBLIC INTERNATIONAL


LAW

Accepted Classics
Modern Classics: Brownlie,
Shaw, Schwarzenberger,
Janis, Oppenheim
Dispute over who is highly
qualified will be decided by
customary international
law

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Teachings of Highly Qualified


Publicists Scholarly writing
of acknowledged authorities
on international law.

diterima Classics
Modern Classics: Brownlie, Shaw,
Schwarzenberger, Janis, Oppenheim
Perselisihan yang berkualifikasi akan
diputuskan oleh hukum kebiasaan
internasional

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Ajaran dari humas Sangat Berkualitas


- penulisan Ilmiah dari otoritas diakui
hukum internasional.

Foreign Law = rules governing the


domestic laws of individual foreign countries.
Comparative Law = involves comparing
foreign legal principles and institutions with
ones own.

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

FOREIGN LAW vs COMPARATIVE LAW

Perbandingan
Hukum
=
"...
melibatkan
membandingkan
prinsip-prinsip hukum asing dan
lembaga dengan sendiri."

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Hukum asing = "... peraturan yang


mengatur hukum domestik negaranegara asing individu.

Hakim sbg Pembuat UU


Putusan Pengadilan sbg pelengkap legislasi
perundangan
Prosedur beracara sangat essensial

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

KONDISI UMUM
SISTEM COMMON-LAW

Bersifat Tertutup
Hanya pengadilan
tata usaha negara
yang bisa melakukan
review terhadap
putsuan eksekutif dan
legislatif
Hakim cuma corong
UU
Doktrin yang paling
berpengaruh

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

FOREIGN LEGAL SYSTEMS:


CIVIL LAW

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang

Adhi Wibowo, S.H.,M.Hum


Universitas EKasakti Padang