Anda di halaman 1dari 17

Penyakit Sistem Respirasi

1. Asfiksi
Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen (O2) ke jaringan
tubuh yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun
jaringan tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam.
Pada orang yang tenggelam, alveolusnya terisi air sehingga difusi oksigen
sangat sedikit bahkan tidak ada sama sekali sehingga mengakibatkan orang
tersebut shock dan pernapasannya dapat terhenti. Orang seperti itu dapat ditolong
dengan mengeluarkan air dari saluran pernapasannya dan melakukan pernapasan
buatan.
a. Penyebab Asfiksi
1) Adanya bakteri Diplococcus pneumonia sehingga alveolus terisi oleh
cairan limfe
2) Adanya gas racun karbonmonoksida (CO) yang memiliki daya ikat
terhadap hemoglobin jauh lebih besar dari pada Oksigen (O2). Akibatnya
tubuh kekurangan oksigen yang diperlukan untuk proses oksidasi zat
makanan.
b. Akibat Asfiksi
1) Pernafasan makin cepat untuk memenuhi kekurangan oksigen.
2) kulit tampak semakin pucat atau biru.

2. Bronkitis
Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada pipa bronchial. Pipa
bronchial ini berfungsi menyalurkan udara dari dan menuju jantung. Ada dua tipe
penyakit bronkitis yaitu Bronchitis akut dan Bronchitis kronis.
Kondisi yang umum dari kondisi bronchitis akut sering kali berkembang
dari pilek maupun infeksi pernapasan lainnya. Bronchitis akut biasanya membaik
dalam beberapa hari tanpa menyisakan efek, meskipun anda dapat terus batuk
dalam beberapa minggu.
Sedangkan
adalah

kondisi

kondisi

ini

bronchitis
yang
adalah

lebih
iritasi

kronis
serius,
atau

peradangan secara konstan pada pipa


bronchial dan sering disebabkan oleh
kebiasaan merokok. Bagaimanapun jika
anda memiliki kondisi bronchitis yang
berulang, anda mungkin saja mengalami
bronchitis kronis. Bronchitis kronis adalah satu dari kondisi terkait dengan
chronic obstructive pulmonary disease (COPD).
a. Gejala Bronchitis Akut dan Kronis
Pengobatan untuk bronchitis difokuskan untuk meredakan gejala dan memudahkan
jalan napas. Berikut ini beberapa gejala bronchitis akut dan kronis yang perlu
Anda ketahui:
1) Batuk
2) Adanya lendir, baik yang tidak berwarna, putih atau berwarna kuning
kehijauan

3)
4)
5)
6)
7)

Napas pendek, yang memburuk bahkan saat mengerahkan sedikit tenaga


Napas sesak
Lelah
Demam ringan dan menggigil
Rasa tidak nyaman pada dada
Jika anda mengalami bronchitis akut, anda mungkin memiliki batuk yang

tetap ada dalam beberapa minggu setelah bronchitis sembuh. Bagaimanapun gejala
bronchitis dapat membingungkan. Anda dapat tidak memiliki lendir ketika anda
mengalami bronchitis, dan anak-anak sering menelan lendir tersebut sehingga orang
tua mungkin tidak dapat mengetahuinya. Ada dapat mengalami bronchitis kronis
tanpa mengalami bronchitis akut terlebih dahulu. Serta banyak perokok yang harus
membersihkan lendir pada tenggorokannya pada pagi hari ketika bangun dari tidur,
yang jika hal ini berlanjut lebih dari tiga bulan maka mungkin ia mengalami
bronchitis kronis.
Jika anda mengalami bronchitis kronis, peradangan dalam jangka waktu lama
menyebabkan pipa bronchila terluka dan memproduksi terlalu banyak lendir. Lama
kelamaan dinding pipa bronchial akan menebal dan jalan napas anda dapat terluka.
Tanda dan gejala bronchitis kronis juga dapat berupa:

Batuk yang memburuk pada pagi hari dan pada cuaca lembab
Sering mengalami infeksi pernapasan (seperti pilek dan flu) dengan batuk
berdahak yang memburuk
Jika anda mengalami bronchitis kronis, anda dapat memiliki periode dimana

tanda dan gejala akan memburuk. Pada saat itu anda dapat memiliki bronchitis akut
yang berlapis baik karena bakteri maupun virus sebagai tambahan pada bronchitis
kronis anda.
b. Penyebab Penyakit Bronchitis
1) Bronchitis akut.

Virus pilek sering menyebabkan bronchitis akut. Tetapi anda


juga dapat mengalami bronchitis noninfeksi karena terkena
asap rokok dan polutan lain seperti debu. Bronchitis dapat
juga terjadi ketika asam perut sering naik ke dalam
esophagus,

kondisi

ini

dikenal

dengan

nama

gastroesophageal reflux disease (GERD). Dan pekerja yang


terkena debu atau asap tertentu dapat mengalami bronchitis.
Bronchitis akut umumnya hilang ketika tidak lagi terkena
iritan.
2) Bronchitis kronis
Terkadang peradangan dan penebalan dinding pipa bronchial
menjadi permanen kondisi yang diketahui sebagai bronchitis
kronis. Anda umumnya mempertimbangkan bahwa anda
mengalami bronchitis kronis jika anda batuk setiap hari yang
hilang seteah tiga bulan dalam setahun dalam dua tahun
berturut. Tidak seperti bronchitis akut, bronchitis kronis terus
berlanjut dan merupakan penyakit yang serius. Merokok
adalah penyebab yang paling besar, tetapi polusi udara dan
debu atau gas beracun pada lingkungan atau tempat kerja
juga dapat berkontribusi pada penyakit ini.
c. Faktor risiko terkena Bronchitis
Faktor yang meningkatkan risiko terkena bronchitis antara lain:
1)

Merokok. Rokok memang sumber dari berbagai macam penyakit.


Karena itu, berhentilah merokok karena sangat merugikan kesehatan.

2)

Daya tahan tubuh yang lemah, dapat karena baru sembuh dari
sakit atau kondisi lain yang membuat daya tahan tubuh menjadi lemah

3)

Kondisi dimana asam perut naik ke esophagus (gastroesophageal


reflux disease)

4)

Terkena iritan, seperti polusi, asap atau debu

3. Pleuritis
Pleuritis merupakan peradangan dari lapisan sekeliling paru paru (pleura)
disebabkan penumpukan cairan dalam rongga pleura, selain cairan dapat pula
terjadi karena penumpukan pus atau darah.pleuritis dapat juga disebut sebagai
komplikasi dari efusi pleura atau penyakit pada efusi pleura. Pleurisi terjadi jika
suatu penyebab (biasanya virus atau bakteri) mengiritasi pleura, sehingga terjadi
peradangan.
Bila disertai dengan penimbunan cairan di rongga pleura maka disebut
efusi pleura tetapi bila tidak terjadi penimbunan cairan di rongga pleura, maka
disebut pleurisi kering.
Setelah terjadi peradangan, pleura bisa kembali normal atau terjadi
perlengketan.
Pleuritis terbagi atas 2 macam yaitu:
a. Pleuritis kering (frbrosa):
Yaitu peradangan pada pleura tanpa atau hanya sedikit pengeluaran cairan
b. Pleuritis basah(serofibrosa)
Yaitu terjadinya penimbuhan cairan di ruang pleura disebut juga dengan
pleura efusi cairan yang berisi di pleura dapat berupa exudat dan transudat.
Pleura tersusun dari dua lapisan dari jaringan lapisan yang tipis. Lapisan
yang melindungi paru (visceral pleura) dan parietal pleura yang melindungi
5

dinding dalam dari dada dilumasi oleh cairan pleural. Normalya, disana ada kirakira 10-20 ml cairan yang bening yang bekerja sebagai pelumas antara lapisanlapisan ini. Cairan ini secara terus menerus diserap dan digantikan, terutama
melaui lapisan bagian luar dari pleura. Tekanan didalam pleura adalah negatif
(seperti dalam penghisapan) dan menjadi bahkan lebih negatif selama
penghisapan (bernapas masuk). Tekanan menjadi kurang negatif selama
penghembusan (bernapas keluar). Oleh karenanya, ruang diantara dua lapisan
dari pleura selalu mempunyai tekanan negatif. Introduksi dari udara (tekanan
positif) kedalam ruang (seperti dari luka pisau) akan berakibat pada
mengempisnya paru. Serat serat nyeri dari paru berlokasi pada pleura.Ketika
jaringan ini meradang itu berakibat pada nyeri yang tajam pada dada yang
memburuk dengan nafas atau pleurisy.
a. Penyebab
Pleurisy dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut :
1) Infeksi-infeksi : bakteri-bakteri (termasuk yang menyebabkan tuberculosis),
jamur-jamur, parasit-parasit, atau virus-virus.
2) Kimia-kimia yang terhisap aatu senyawa-senyawa beracun : paparan pada
beberapa agen-agenpembersih seperti ammonia.
3) Penyakit-penyakit vaskular kolagen : lupus,rheumatoid arthritis
4) Kanker-kanker : contohnya penyebaran dari kanker paru atau kanker
payudara ke pleura.
5) Tumor-tumor dari Pleura : seperti mesothelioma atau sarcoma
6) Kemacetan : gagal jantung
7) Trauma : Patahan-patahan rusuk atau iritasidari tabung-tabung dada yang
digunakan untuk mengalirkan udara udara atau cairan dalam rongga pleural

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

pada dada.
Penyebab utamanya adalah:
Pneumonia
Infark paru akibat emboli paru
Kanker
Tuberkulosis
Artritis reumatoid
Lupus eritematosus sistemik
Infeksi parasit (misalnya amuba)

8) Pankreatitis
9) Cedera (misalnya patah tulang iga)
10) Bahan/zat iritatif dari saluran pernafasan atau tempat lain (misalnya abses)
yang sampai ke pleura
11) Reaksi alergi terhadap obat-obatan seperti hidralazin, prokainamid,
isoniazid, fenitoin, klorpromazin.
b. Gejala (Syntom)
1) Nyeri pada dada yang diperburuk oleh bernapas
2) Sesak Napas
3) Perasaan "ditikam"
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri dada, yang biasanya muncul
secara tiba-tiba. nyeri bervariasi, mulai dari rasa tidak enak sampai nyeri yang
tajam dan menusuk. Nyeri bisa dirasakan hanya pada saat bernafas dalam atau
batuk, atau bisa juga dirasakan terus menerus, tapi bertambah hebat bila bernafas
dalam dan batuk. Nyeri merupakan akibat dari peradangan pada lapisan pleura
sebelah luar dan biasanya dirasakan di dinding dada tepat di daerah yang
mengalami peradangan. Tetapi nyeri juga bisa dirasakan atau hanya timbul di
perut atau leher dan bahu sebagai suatu penjalaran nyeri (referred
pain).Pernafasan bisa cepat dan dangkal karena menarik nafas dalam
menimbulkan nyeri, gerakan otot pada daerah yang terkena akan berkurang bila
dibandingkan

dengan

gerakan

otot

pada

daerah

yang

sehat.

Jika cairan tertimbun dalam jumlah yang besar, maka akan terjadi pemisahan
lapisan pleura sehingga nyerinya hilang. Cairan dalam jumlah yang besar
menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam mengembangkan paruparunya pada saat bernafas sehingga terjadi gawat pernafasan.

4. Tuberkulosis (TBC)
Merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis. Bakteri tersebut menimbulkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
Jika penyakit ini menyerang dan dibiarkan semakin luas, dapat menyebabkan sel-

sel paru-paru mati. Akibatnya paru-paru akan kuncup atau mengecil. Hal tersebut
menyebabkan para penderita TBC napasnya sering terengah-engah.
a. Gejala sistemik/umum
1) Demam tidak terlalu
berlangsung
malam

hari

lama,

tinggi

biasanya

disertai

keringat

yang

dirasakan
malam.

Kadang-kadang serangan demam seperti


influenza dan bersifat hilang timbul.
2) Penurunan nafsu makan dan berat badan.
3) Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu
(dapat disertai dengan darah).
4) Perasaan tidak enak (malaise), lemah.
b. Gejala khusus
1) Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian
bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah
bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas
melemah yang disertai sesak.
2) Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai
dengan keluhan sakit dada.
3) Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada
suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada
muara ini akan keluar cairan nanah.
4) Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut
sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi,
adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.
5) Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau
diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak
yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji
tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan 5 tahun yang tinggal serumah
dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30%
terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

5. Pneumonia
Pneumonia adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri
patogen pada alveolus yang mengakibatkan radang paru-paru. Biasanya alveoli
berisi cariran dan sel darah merah.
Penyebab penyakit Pneumonia antara lain :
a. Bakteri ( paling sering menyebabkan Pneumonia pada dewasa ) :
b. Streptococcus pneumonia
c. Staphylococcus aureus
d. Legionella
e. Hemophilus influenza
f. Virus : Virus influenza, chicken-pox ( cacar air)
g. Organism mirip bakteri : Mycoplasma pneumonia ( terutama pada anak-anak
dan dewasa muda )
h. Jamur tertentu
Gejala penyakit Pneumonia antara lain :
a. batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas batuk berdahak
(dahaknya seperti lendir, kehijauan atau seperti nanah)
b. nyeri dada (bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

menarik nafas dalam atau terbatuk)


menggigil, demam, mudah merasa lelah
sesak nafas
sakit kepala
nafsu makan berkurang
mual dan muntah
merasa tidak enak badan
kekakuan sendi
kekakuan otot..
Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah

menjalani

pemeriksaan

X-ray

(Rongent)

dan

pemeriksaan

sputum.

Cara mencegah penyakit Pneumonia antara lain :


Latihan bernafas dalam dan terapi untuk membuang dahak
Vaksinasi bisa membantu mencegah beberapa jenis pneumonia pada anak

anak dan orang dewasa yang beresiko tinggi:


Vaksin pneumokokus (untuk mencegah pneumonia karena Streptococcus
pneumoniae)

Vaksin flu
Vaksin Hib (untuk mencegah pneumonia karena Haemophilus influenzae type
b).

6. Penyakit diphteri
Difteri/ Diphteria adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh
Corynebacterium diphteriae, yang umumnya menyerang membran mukosa yang
melapisi hidung dan tenggorokan serta tonsil. Akibatnya tenggorokan menjadi
terinflamasi dan inflamasi ini dapat menyebar ke kotak suara ( larynx) sehingga
mempersempit saluran pernafasan.
a. Tanda dan Gejala Penyakit Difteri :
1) Ada membran tebal warna abu-abu yang melapisi tenggorokan dan tonsil ( ciri
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

khas )
Sakit tenggorokan dan suara serak
Sakit ketika menelan
Kelenjar getah bening di leher membengkak
Kesulitan bernafas dan nafas cepat
Keluar cairan dari hidung
Demam dan menggigil
Malaise
Tanda dan gejala umumnya muncul 2-5 hari setelah terinfeksi, namun

mungkin juga baru muncul 10 hari kemudian. Penularan penyakit difteri terjadi
melalui tetes udara yang dikeluarkan oleh penderita ketika batuk atau bersin.
Penularan juga dapat terjadi melalui tissue/ sapu tangan atau gelas bekas minum
penderita atau menyentuh luka penderita.
Pada tahap lanjut penyakit difteri dapat menyebabkan nafas berhenti, radang
pada otot jantung dengan gagal jantung atau aritmia dan kelumpuhan syaraf.
Sehingga hampir setiap satu dari sepuluh orang yang menderita penyakit difteri akan
meninggal karenanya.

10

Anak-anak usia kurang dari 5 tahun dan orang tua usia diatas 60 tahun sangat
beresiko tertular penyakit difteri, demikian pula mereka yang tinggal di lingkungan
padat penduduk atau lingkungan yang kurang bersih dan juga mereka yang kurang
gizi dan tidak diimunisasi DTP.
Pencegahan penyakit difteri adalah dengan memberikan imunisasi DTP saat
anak berumur 2, 4, 6, 18 bulan dan 5 tahun. Sedangkan pada usia 10 tahun dan 18
tahun diberikan imunisasi TD ( Toxoid Difteri ) saja. Imunisasi DTP tidak boleh
diberikan kepada anak yang sakit parah dan anak yang menderita penyakit kejang
demam kompleks. Juga tidak boleh diberikan pada anak dengan batuk yang diduga
mungkin sedang menderita batuk rejan. Bila pada suntikan DTP pertama terjadi
reaksi yang berat maka sebaiknya suntikan berikut jangan diberikan DTP lagi
melainkan DT saja (tanpa P). (Prof. DR.A.H. Markum, 2000).

7. Faringitis
Faringtis merupakan radang pada faring sehingga timbul rasa nyeri pada
waktu menelan makanan.
Gejala Faringtis :
a. sakit pada tenggorokan
b. tenggorokan terasa tersumbat secara konstan
c. sakit dan terasa sukar saat menelan, menelan ludah biasanya lebih sakit
daripada menelan makanan.
d. Suara menjadi serak dan menjadi batuk
e. Mulut berbau kurang sedap
f. Demam, sakit kepala, sakit pada otot dan sendi, dan keluar ingus.
Beberapa pencegahan dan perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi
radang tenggorokan antara lain :
cukup beristirahat
berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari
bagi perokok harus berhenti merokok

11

banyak minum dan hindari makanan yang dapat menyebabkan iritasi


minum antibiotik, dan jika diperlukan dapat minum analgesik.
tindakan pencegahan dilakukan dengan menghindari pemakaian pelembab
udara yang belebihan.

8. Tonsilitis
Penyakit amandel atau radang amandel dikenal dalam dunia medis
dengan istilah tonsilitis atau radang tonsil. Merupakan penyakit tenggorokan
yang umumnya menyerang anak-anak usia 5 hingga 15 tahun, namun yang
paling sering terjangkiti adalah anak usia antara 3 hingga 7 tahun.
a. Penyebab
Kebanyakan radang amandel yang terjadi pada anak-anak usia sekolah dasar
adalah karena infeksi virus. Kemungkinan virus yang menyebabkannya adalah
virus influenza (flu), dan virus Epstein-Barr (EBV), yang juga menyebabkan
mononucleosis, atau "mono." Beberapa jenis bakteri juga bisa menyebabkan
radang amandel. Bakteri yang paling
umum

menyebabkannya

adalah

organisme yang sama yang menyebabkan


radang tenggorokan. Radang amandel
yang

disebabkan

tenggorokan

pada

karena

radang

anak-anak

hanya

terjadi sekitar 30%, dan kurang terjadi


pada orang dewasa.
Kuman ini ditularkan melalui kontak biasa dengan orang lain, seperti tetesan
di udara akibat bersin. Terkadang penularan juga terjadi melalu kontak oral
(mulut), terutama dalam kasus EBV (yang mana mono juga sering disebut
dengan "penyakit ciuman"). Amandel akan mencoba untuk melawan virus dan
bakteri yang masuk melalui mulut atau hidung kita. Hasilnya adalah terjadi
12

infeksi pada amandel yang kemudian membengkak, dan akhirnya meradang


dan menimbulkan rasa sakit.
Berikut daftar virus dan bakteri yang bisa menyebabkan penyakit
amandel :
1) Bakteri streptococcus pyogenes
2) Bakteri hemolitikus
3) Adenovirus
4) Virus Influenza
5) Virus Epstein-Barr
6) Virus parainfluenza
7) Enterovirus
8) Virus herpes simplex
b. Gejala Radang Amandel
Gejala utama radang amandel adalah peradangan dan pembengkakan pada
amandel, kadang-kadang cukup parah hingga menutupi saluran napas. Gejala
lainnya adalah:
1) Nyeri pada tenggorokan
2) Warna kemerahan pada amandel
3) Lapisan putih atau kuning pada amandel
4) Lepuh atau juga borok yang menyakitkan pada tenggorokan
5) Keparauan (suara serak) atau bahkan kehilangan suara
6) Sakit kepala
7) Kehilangan nafsu makan
8) Nyeri pada telinga
9) Kesulitan menelan
10) Kesulitan bernapas dari mulut
11) Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau daerah rahang
12) Demam, menggigil
13) Bau mulut
14) Pada anak-anak, gejala radang amandel dapat disertai dengan : Mual, Muntah
dan Nyeri perut

13

9. Asma
Gangguan pada rongga saluran pernapasan yang diakibatkan oleh
berkontraksinya otot polos pada trakea. Hal ini akan mengakibatkan penderita
sukar bernapas.
a. Gejala Penyakit Asma
Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih
sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan serangan sesak
nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu.
Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta
mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga
atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras
juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.
b. Faktor Pencetus Serangan Asma
1) Faktor pada pasien
Aspek genetic
Kemungkinan alergi
Saluran
napas
yang

2)

memang mudah terangsang


Jenis kelamin
Ras/etnik
Faktor lingkungan
Bahan-bahan di dalam

ruangan : Tungau debu rumah, binatang, kecoa


Bahan-bahan di luar ruangan : Tepung sari bunga, jamur
Makanan-makanan tertentu, bahan pengawet, penyedap, pewarna makanan
Obat-obatan tertentu
Iritan (parfum, bau-bauan merangsang, household spray )
Ekspresi emosi yang berlebihan
Asap rokok dari perokok aktif dan pasif
Polusi udara dari luar dan dalam ruangan
Infeksi saluran napas

14

mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktivitas fisik tertentu


Perubahan cuaca
c. Pengobatan Asma
Tujuan pengobatan anti penyakit asma adalah membebaskan penderita dari
serangan penyakit asma. Hal ini dapat dicapai dengan jalan mengobati serangan
penyakit asma yang sedang terjadi atau mencegah serangan penyakit asma jangan
sampai terjadi.
Ada usaha-usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah
datangnya serangan penyakit asma, antara lain :
1) Menjaga kesehatan
2) Menjaga kebersihan lingkungan
3) Menghindarkan faktor pencetus serangan penyakit asma
4) Menggunakan obat-obat antipenyakit asma
Mengobati disini bukan berarti menyembuhkan penyakitnya, melainkan
menghilangkan gejala-gejala yang berupa sesak, batuk, atau mengi. Keadaan yang
sudah bebas gejala penyakit asma ini selanjutnya harus dipertahankan agar
serangan penyakit asma jangan datang kembali.
Obat-obatan bisa membuat penderita penyakit asma menjalani kehidupan
normal. Pengobatan segera untuk mengendalikan serangan penyakit asma berbeda
dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan penyakit asma.
10. Influenza
Influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari
famili Orthomyxoviridae (virus influenza) yang menyerang unggas dan mamalia.
Gejala dan penyebab penyakit influenza yang paling umum adalah menggigil,
demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan
rasa tidak nyaman secara umum. Meskipun sering tertukar dengan penyakit yang
mirip dengan influenza seperti selesma, influenza ini lebih berat dibandingkan
dengan selesma karena disebabkan oleh jenis virus yang berbeda yang dapat
menimbulkan mual dan muntah, terutama pada anak-anak.

15

Influenza ini biasanya ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin
yang menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Penyakit influenza juga bisa
ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau ingus. Aerosol yang
terbawa oleh udarah (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar
infeksi, walaupun jalur penularan mana yang paling berperan dalam penyakit ini
belum jelas benar. Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari,
disinfektan, dan detejen. Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko infeksi
karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.
Berikut Tanda dan Gejala Penyakit Influenza :

Batuk

Hidung tersumbat

Kelelahan

Nyeri kepala

Iritasi Mata

Mata Merah

Demam (menggigil, gemetar)

11. Emfisema
Penyakit Emfisema adalah Penyakit yang menyerang pada bagian paruparu, Sehingga akan membuat penderita mengalami kesulitan dalam bernafas.
Penyakit Efisema disebut juga penyakit paru obstruktif kronik yang
menyebabkan kerusakan pada kantong udara atau kebocoran pada kantong udara
(alveoli) di dalam paru-paru. Kerusakan alveoli akan membuat penderita
kesulitan bernafas, sesak, dan batuk kronis.

16

a. Penyebab Penyakit Emfisema


Penyebab penyakit emfisema pada umumnya disebabkan karena merokok.
Perokok biasanya akan mudah terserang penyakit emfisema, jadi bagi perokok
diharapkan untuk berhenti merokok.
Bagi yang sudah terjangkit penyakit
emfisema baik dalam gejala ringan,
sedang, maupun berat. Diharapkan
untuk tidak merokok, karena bila
dilakukan
kondisi

akan
tubuh

memperburuk
anda.

Untuk

pegobatan anda dapat melakukan


perawatan baik berupa pengobatan, penggunaan oksegen, inhaler, dan operasioperasi kecil untuk mencegah komplikasi.
b. Gejala-gejala Penyakit Emfisema
Penyakit Emfisema terjadi secara perlahan, bahkan bisa terjadi bertahuntahun tanpa ada geja yang terlihat. Namun bila sudah terjadi gejala pertama yaitu
berupa sesak napas. Biasanya akan berlanjut ke gejala-gejala berikutnya. Setelah
mengalami sesak napas, akan mengalami mengi, sesak dada, kurangnya aktifitas
yang dilakukan tiap hari, batuk kronis, kehilangan bert badan, nafsu makan
berkurang, hingga kelelahan.

17

Anda mungkin juga menyukai