Anda di halaman 1dari 3

Menulis Cerpen Bagi Pemula

Penulis: mochfar

Sebuah karya tulis cerpen mempunyai nilai hiburan yang relatif bagi pembacanya. Pembaca yang
memang sedang benar-benar ingin menghibur diri tanpa banyak berpikir akan menyukai tulisan
cerpen yang benar-benar sangat khayal dan jauh dari kenyataan. Tapi pembaca yang menyukai
kisah-kisah nyata baru dapat terhibur oleh cerpen yang nyata. Tulisan cerpen yang nyata dan
kelihatan benar-benar telah terjadi masih mungkin hanya berasal dari sekedar khayalan.

Berbagai ide, gagasan dan rencana yang akan anda tulis sudah ada di kepala dan terasa siap
untuk dituangkan dalam sebuah kertas atau file tulisan. Tapi ketika tangan anda memegang alat
tulis sambil menatap kertas kosong atau ketika jari anda sudah berada diatas keyboard komputer
dan menatap layar monitor yang masih kosong, pada saat itu tak ada sebuah hurufpun yang
muncul. Terasa tak ada kata yang tepat untuk mengawali tulisan anda.

Mengawali sesuatu hal terkadang dirasakan amat sulit bagi sebagian orang. Tapi bila anda tak
mengawali sesuatu berarti anda telah mengubur satu semi satu keinginan anda. Untuk mengawali
sebuah penulisan yang idenya telah ada di kepala anda diperlukan sebuah pemicu. Pemicunya
adalah sebuah keberanian untuk ngawur (berbuat salah). Setelah anda merasa berani untuk
ngawur maka kata demi kata akan segera meluncur hingga membentuk kalimat dan akhirnya
menjadi alenia. Usahakan untuk tidak meneliti dahulu tulisan anda. Fokuskan pada tulisan anda
dan teruslah menulis. Terlampau banyak pertimbangan tentang apapun akan menghalangi
keluarnya tulisan yang akan anda tulis.

Setelah menulis hingga 4 sampai 5 alenia (atau bahkan kurang) mungkin berhenti. Bila berhenti
sejenak dan akhirnya dapat meneruskannya hingga menjadi tulisan, maka takkan ada masalah.
Tapi bila benar-benar berhenti dan tak ada kemauan lagi untuk meneruskannya, berarti anda
terhalang oleh diri anda sendiri.

Ada kemungkinan anda berhenti bukan karena kehabisan bahan tulisan tapi karena sebuah
pertimbangan baru yang munculnya secara tiba-tiba dan merusak konsentrasi. Bisa jadi anda
merasa bahwa yang anda tulis masih belum selesai itu akan menjadi hasil tulisan yang buruk.
Disini diperlukan sebuah usaha untuk berani terus menulis dan menyelesaikannya menjadi
sebuah tulisan yang anda inginkan. Biarkan orang lain yang menilai tulisan anda.

Bila alasan anda berhenti menulis karena kekurangan atau bahkan kehabisan bahan padahal
tulisannya belum sesuai dengan yang anda inginkan maka berusalah untuk menggalinya lebih
dalam. Sebenarnya bahan tulisan itu tidak ada habisnya meskipun telah anda tulis sebelumnya.
Hanya saja, bahan-bahan itu takkan keluar dengan sendirinya seperti 'popup ajaib di internet'.
Bahan-bahan itu mungkin luput dari pengamatan atau ingatan anda. Dan memang menjadi tugas
bagi penulis untuk menggali bahan-bahan itu.

Ada banyak cara yang dipakai penulis untuk menggali bahan-bahan yang diperlukannya dalam
sebuah tulisan. Bila tulisan anda berasal dari pengalaman anda, coba ingat-ingat kembali
pengalaman anda. Hal ini memang agak susah terutama bila pengalaman itu sudah terjadi lampau
sekali, tapi bukan tidak mungkin untuk diingat. Cobalah untuk mengingat tiap detil dari kejadian
yang menjadi pengalaman anda tersebut. Lalu angkat tiap detil yang baru anda ingat itu kedalam
tulisan. Bisa juga anda bumbui dengan fantasi anda. Fantasi yang anda miliki juga dapat
menggantikan detil-detil kejadian yang telah anda lupakan.

Ada juga penulis yang menggali bahan-bahan tulisannya berasal dari pengamatan. Penulis-
penulis profesional banyak berasal dari orang-orang yang berlatar belakang jurnalis. Tidak hanya
karena menulis adalah pekerjaannya tapi yang lebih dari itu mereka sudah terbiasa dan terlatih
dalam mengamati segala kejadian. Bahkan kejadian yang sering dianggap orang pada umumnya
sebagai rutinitas bisa menjadi tulisan yang sangat menarik.

Pengamatan bukan berarti hanya membuka mata lalu mengamati suatu kejadian begitu saja.
Pengamatan untuk memperoleh bahan tulisan membutuhkan perhatian khusus pada apa yang
anda amati. Dengan memperhatikan hal-hal yang anda amati, selanjutnya munculkan kesan,
reaksi, atau pertanyaan kedalam benak anda. Semakin anda merasa penasaran berarti anda telah
menggali makin dalam. Kemampuan mengamati segala sesuatunya secara mendalam tidak dapat
diperoleh dengan mudah, perlu latihan dan kesabaran. "Latihan Pengamatan" kedengarannya
sepele tapi bila anda memahami maknanya mungkin anda akan berkata lain.

Saya anggap pembaca artikel ini adalah orang dewasa atau memang ingin lebih dewasa karena
tuntutan lingkungan dan sebagainya. Dan karena kedewasaan itu terkadang kita sudah
melupakan cara hidup sebagai anak-anak. Lihatlah perilaku seorang anak. Setiap kali seorang
anak mengamati sesuatu yang baru, ia pasti akan berusaha untuk mempelajarinya,
menanyakannya atau bahkan menirunya. Untuk melatih pengamatan anda dalam mencari bahan-
bahan tulisan tak ada salahnya bila anda mendengarkan anak kecil yang ada dalam diri anda.

Setiap orang dapat belajar menjadi pengamat yang lebih baik hanya dengan memperhatikan
lingkungannya. Peluang memperoleh bahan tulisan sebenarnya cukup banyak meskipun hanya
memperhatikan segala aktivitas, tingkah laku, ucapan dan semuanya yang berhubungan dengan
orang disekitar anda, dimanapun juga anda berada.

Seseorang dapat menulis dengan baik soal sebuah kisah bila mengalami sendiri pengalaman
dalam kisah itu. Hal ini benar tapi tidak selalu tepat. Banyak orang-orang terkenal yang ingin
mengeluarkan biography dirinya sendiri tapi masih membutuhkan penulis. Si penulis meskipun
tak mengalami sendiri pengalaman dan kisah-kisah yang ditulis tetap dapat membuahkan hasil
tulisan yang baik. Ini semua karena si penulis mampu merekam, bahkan menyerap semua bahan
untuk tulisannya.

Setelah anda menyadari soal pentingnya pengamatan dalam memperoleh bahan cerita anda, saya
rasa menuangkannya dalam bentuk tulisan akan menjadi lebih mudah. Dengan menambahkan
cerpen anda dengan bumbu-bumbu dari fantasi anda, dapat membuat cerita anda menjadi
semakin lebih hidup.

Langkah berikutnya setelah tulisan yang anda buat dianggap selesai adalah menelitinya kembali.
Disini anda akan memperbaiki konsep 'ngawur' yang saya jelaskan sebelum ini. Perhatikan
aturan-aturan penulisan yang baku. Sebaik-baiknya cerita yang anda hasilkan tapi bila anda tak
memperhatikan aturan seperti tanda baca, huruf besar-kecil, ejaan dan sebagainya niscaya hasil
cerita anda juga sia-sia belaka.

Yang harus selalu diingat oleh penulis adalah, mereka menulis untuk dibaca oleh orang lain. Dan
berharap bahwa orang lain mempunyai pemahaman sebagaimana si penulis harapkan. Kecuali
anda memang tak ingin mempublikasikan karya anda.

Uraian dalam artikel ini hanya bersifat memotivasi anda untuk segera menulis dan
memperbanyak menulis untuk berlatih. Bisa jadi uraian saya ini adalah sebuah hasil dari konsep
'ngawur' yang telah saya ungkapkan. Teruslah belajar menulis dari berbagai bahan dan sumber,
terutama dari orang-orang yang sudah berpengalaman di bidang penulisan. Terus terang saya
belum termasuk di dalamnya.