Anda di halaman 1dari 8

MONO DAN OLIGOSAKARIDA

Pandangan terdahulu Mono dan


Oligosakarida tidak/sebagian dpt
dihirolisis oleh enzim pencernaan,
dan dikeluarkan sebagian besar
melalui tinja.
Pandangan sekarang senyawa tsb
dpt dimetabolis oleh bakteri dlm.
usus dan punya fungsi fisiologis yg
spesifik.

Menghasilkan energi metabolisme <


sukrosa.
Tak dpt dicerna oleh usus halus dan dpt
difermentasi (oligosakarida):
neosugar,raffinosa, stachyosa.
Monosakarida dpt diserap, tp tak dpt
dimetabolis; erythritol.
Monosakarida sedikit dpt diserap, tp dpt
dimetabolisme; sorbitol dan manitol.

Tidak ada efek thd ekskresi insulin


dari pankreas ; neosugar, rafinosa,
stachyosa dan sorbitol.
Dapat memperbaiki/memperbanyak
mikroflora usus; neosugar, rafinosa
dan stachyosa.
Dapat mencegah dental carries:
Oligosakarida yg dpt. dicerna (energi
normal): palatinosa.

Mono dan Oligosakarida yg mengurangi


energi : neosugar, raffinosa dan sorbitol.
Di Jepang telah dikembangkan Mono dan
Oligosakarida sbg pengganti sukrosa,
dari sukrosa, laktosa, glukosa atau
turunan pati dengan enzim bakteri yang
spesifik.
Gula alkohol kecuali erythriol, diproduksi
dg hidrogenasi mono atau disakarida:
glukosa, maltosa dan laktosa.

Hasil Metabolisme
SCFA ; as.asetat, as,valerat,
as.propionat dan as.butirat diserap
dan dimetabolisme CO2 dan Energi
(bagi host/bakteri usus).
Komposisi mikroflora usus berubah :
Bakteri menguntungkan
(Bifidobacterium dan Lactobacillus)
bertambah.
Bakteri berbahaya (Clostridium)
berkurang.

Oligosakarida
Neosugar; campuran fruktosa dan
oligosakarida seperti : kestosa,
nystose,fructofuranosylnystose. Tk
kemanisan 30-60 sukrosa.
Galacto-oligosakarida (20-40 %
kemanisan sukrosa)
Xylo-oligosakarida (50 % kemanisan
sukrosa)
Oligosakarida kedele (70 % kemanisan
sukrosa

Mono dan Oligisakarida


bermanfaat bagi kesehatan
Disakarida alkohol :
Maltitol(kemanisan 80-95 % sukrosa),
lactitol (30-40 % sukrosa, palatinit
(30-40 % sukrosa).
Monosakarida : Erythritol (tetrose
alkohol) kemanisan 75 85 %
sukrosa, sorbitol (heksosa alkohol)
60-70 % sukrosa, manitol 50 %
sukrosa, sorbosa (heksosa) 55-65 %
kemanisan sukrosa.

Pengembangan Bahan Pengganti


Sukrosa
Rasanya enak, aman, punya efek
baik thd kesehatan.
Mencegah obesitas, penyakit
jantung, diabetes militus, kanker
kolon dan dental carries.
Jadi kita menyenangi pangan yang
diberi pemanis.