Anda di halaman 1dari 4

Mechanical Engineering

wahyukurniawan.web.id

PEMILIHAN BAHAN DAN PROSES

A. Pendahuluan
Dalam melakukan pemilihan dan penggunaan suatu bahan dalam dunia
keteknikan, terlebih dahulu dilakukan analisis terhadap bahan yang akan digunakan.
Proses pemilihan membutuhkan informasi tentang sifat-sifat bahan tersebut.
Pengetahuan mengenai jenis-jenis dan sifat-sifat bahan merupakan pengetahuan
dasar yang harus dimiliki bagi seorang perencana di bidang teknik mesin. Dengan
pengetahuan ini, perencana akan dapat memperlakukan bahan-bahan yang digunakan
sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan sehingga dapat menghindari penggunaan
yang berbahaya. Selain itu, perencana juga dapat merekomendasikan bahan
alternatif jika memang dibutuhkan, misalnya untuk peningkatan kekuatan.
Seorang perencana di bidang teknik mesin dituntut untuk mampu memilih
bahan yang paling sesuai untuk suatu kebutuhan yang khusus. Selain itu seorang
perencana teknik mesin juga harus mempertimbangkan pula aspek-aspek di luar
aspek teknologi, misalnya aspek ekonomi.
Sifat-sifat material teknik dapat dikatagorikan kedalam beberapa kelompok,
yaitu ; sifat mekanis, sifat fisis, dan sifat kimia. Sifat-sifat mekanis merupakan sifat
teknik yang paling penting.
1. Sifat mekanis
Sifat mekanis sangat penting diketahui dalam merancang suatu peralatan atau
mesin atau dalam perhitungan konstruksi. Informasi mengenai spesifikasi bahan
teknik dapat dilakukan dengan uji tarik dengan menggunakan mesin uji tarik
(tensile test machine) seperti diperlihatkan pada gambar 1.1.
Informasi yang diperoleh dari uji tarik adalah kekuatan tarik (Mpa),
perpanjangan (mm atau %), reduksi penampang (mm), modulus elastis/kekuatan
(Mpa), modulus (Mpa), keuletan bahan/impak (J/m). Sementara itu, kekerasan dan
tahan gores dapat diuji dengan alat uji kekerasan brinnel hardness test, rockwell

Pemilihan Bahan dan Proses

Mechanical Engineering
wahyukurniawan.web.id

hardness test, atau vicker hardness test.


Pengujian Tarik dilakukan dengan pemberian beban aksial secara
berangsur-angsur dan kontinu sampai spesimen material yang di uji patah.
Pengukuran besaran tegangan () dan regangan () diperoleh dalam diagram
HOOK (gbr.1.3). Kurva Tegangan vs Regangan menunjukkan hubungan antara
tegangan akibat tarikan dengan terjadinya regangan pada spesimen uji.

Gambar 1.1. Mesin uji tarik

Gambar 1.2 Diagram tegangan-regangan

Pada umunya, bahan-bahan yang kaku akan menunjukkan kurva seperti


gambar (b) dimana daerah plastis tidak jelas. Sedangkan kurva untuk baja logam
akan diperoleh seperti pada gambar A dimana daerah plastis tampak. Dari titik

Mechanical Engineering
wahyukurniawan.web.id

0 sampai yield stress merupakan daerah elastis, dimana terjadi pemanjangan bila
tegangan diberikan dan akan kembali ke keadaan semula bila tegangan dihilangkan.
Dari titik yield stress hingga pada saat terjadi rupture merupakan daerah plastis,
dimana perpanjangan batang tidak kembali ke keadaan semula bila tegangan
dihilangkan.
Diantara sifat mekanis yang terpenting adalah tegangan tarik, modulus elastis,
dan regangan. Ketiga sifat ini dapat ditentukan dengan persamaan dibawah ini :

2. Sifat Fisis
Sifat-sifat yang dikatagorikan sifat fisis diantaranya berat jenis, titik lebur, titik
didih, titik beku, kalor lebur, kalor beku, perubahan volume, bentuk dan panjang
terhadap perubahan temperatur.
3. Sifat Kimia
Sifat kimia meliputi reaksi antara logam dengan oksigen di udara
(pengkaratan), kadar bahan beracun, kemungkinan bereaksi dengan garam, asam dan
basa.

B. Klasifikasi Material Teknik (Bahan Struktur):


Secara garis besar, material teknik dapat diklasifikasikan pada 4 kategori,
yaitu : logam, polimer, keramik dan komposit seperti diperlihatkan pada gambar 1.3.
Sedangkan secara lebih rinci, material teknik dapat diklasifikasikan seperti
diperlihatkan pada gambar 1.3.

Mechanical Engineering
wahyukurniawan.web.id

Gambar. 1.3. Klasifikasi bahan struktur

Gambar 1.4. Klasifikasi Material Teknik