Anda di halaman 1dari 12

TUGAS TEORI AKUNTANSI

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN


AKUNTANSI

Disusun Oleh :

1. YOGI SAPUTRA
(075310006)
2. MUHAMMAD IRSYAD
(075310294)
3. MUHAMMAD NUR
(075310248)
4. SUMARIYADY
(075310172)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan dan
karuniaNya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kelompok ini dengan judul “
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AKUNTANSI” dengan baik dan benar.

Kami menyadari bahwa dalam pembuatan tugas kelompok ini masih jauh dari
kesempurnaan dan terkadang ada kesilapan dalam penulisan ini, namun demikian kami telah
berusaha dengan sebaik mungkin agar tugas ini dapat dijadikan sebagai penambahan
wawasan bagi pembaca dan bermanfaat tentunya.

Kami selaku penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun
guna penyempurnaan tugas ini. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada teman-
teman kelompok yang membantu dalam menyelesaikan tugas ini dengan baik. Akhirnya
penulis berharap semoga tugas kelompok ini bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Pekanbaru, Februari 2010


Sejarah dan Perkembangan Akuntansi

1. 1 EVOLUSI PEMBUKUAN PENCATATAN BERPASANGAN


1. 1. 1 Sejarah awal akuntansi
Berbagai percobaan telah dilakukan untuk menyatakan lokasi dan waktu dari lahirnya
sistem pencatatan berpasangan yang telah menghasilkan berbagai skenario. Kebanyakan
skenario tersebut mengakui adanya kehadiran suatu bentuk pelaksanaan pencatatan di
sebagian besar kebudayaan sejak sekitar 3.000 tahun sebelum masehi.
A. C. Littleton membuat daftar tujuh prasyarat bagi munculnya pembukuan yang
sistematis :
Seni Penulisan ( The Art of Writing), karena pembukuan pada intinya adalah sebuah catatan;
Aritmetika (Arithmetic), karna aspek mekanis dari pembukuan mengandung adanya
serangkaian perhitungan sederhana; Milik Pribadi ( Private Property), karena pembukuan
hanya berkepentingan dengan pencatatan fakta-fakta mengenai harta benda dan hak miliknya;
Uang (Money) yaitu transaksi yang belum selesai, karena tidak akan ada dorongan untuk
membuat catatan apa pun jika seluruh pertukaran dilakukan di tempat saat itu juga;
Perdagangan ( Commerce), karena sebuah penjualan lokal saja tidak akan menciptakan
cukup tekanan (volume bisnis) untuk merangsang manusia mengkoordinasikan berbagai
pemikiran ke dalam suatu sistem; Modal (Capital), karena tanpa modal perdagangan tidak
akan berarti dan pemberian kredit menjadi sesuatu yang tidak mungkin bisa dibayangkan.
Masing-masing kebudayaan kuno yang disebutkan diatas telah mencakup prasyarat-
prasyarat tersebut, sekaligus menjelaskan mengapa telah terdapat semacam pembukuan
didalamnya. Jika kita ingin melacak ilmu yang penting ini (akuntansi) kembali ke asal
usulnya, kita secara alamiah akan menganggap pertemuan pertamanya akan berasal dari para
pedagang yang pertama; dan tidak ada seorang pun yang layak mengklaim hal itu tersebut
pada masa itu selain orang-orang Arab. Orang-orang Mesir, yang selama beberapa masa
menunjukkan kejayaannya di dunia perdagangan, memperoleh pemikiran melakukan
perdagangan tersebut melalui interaksinya dengan bangsa tersebut; dan, sebagai
konsekuensinya, dari merekalah orang-orang Mesir harus melakukan suatu bentuk pertama
dari akuntansi, yang menurut cara perdagangan yang umum, dikomunikasikan ke seluruh
kota-kota di Timur Tengah. Bisnis perdagangan, yang untuk setiap kota-kota perdagangan di
Eropa dihubungkan oleh orang-orang Lombardia, ikut pula memperkenalkan metode mereka
dalam pencatatan rekening, melalui penggunaan pencatatan berpasangan; yang kini dikenal
dengan sebutan pembukuan Italia.
Pembukuan Italia ini berkembang, seiring dengan perkembangan perdagangan dari
republik Italia dan penggunaan metode pembukuan pencatatan berpasangan di abad ke-14.
Buku pencatatan berpasangan yang pertama kali dikenal adalah pembukuan Massari dari
Genoa, yang bertanggal sejak tahun 1340.

1. 1. 2 Kontribusi Luca Pacioli


Nama Luca Pacioli, seorang pastur dari ordo Fransiskus, pada umumnya diasosiasikan
dengan pengenalan pembukuan pencatatan berpasangan untuk pertama kalinya. Pada tahun
1494 ia menerbitkan bukunya, Summa de Arithmetica Geometria, Proportioni et
Proportionalita yang didalamnya terdapat dua buah bab-de Computis et Scripturis-yang
menjelaskan pembukuan pencatatan berpasangan. Ia menyatakan bahwa tujuan pembukuan
adalah “untuk memberikan informasi yang tidak tertunda kepada para pedagang mengenai
keadaan aktiva dan utang-utangnya”. Debit (adebeo) dan kredit (credito) digunakan dalam
pencatatan untuk memastikan sebuah pencatatan berpasangan. Ia berkata, “Seluruh
pencatatan harus berpasangan. Yaitu, jika Anda membuat seorang kreditor, maka Anda harus
membuat seorang debitor”. Tiga buku digunakan disini : sebuah memorandum, sebuah jurnal,
dan sebuah buku besar. Pada waktu yang bersamaan, mengingat umur yang pendek dari
perusahaan-perusahaan bisnis, Pacioli menyarankan perhitungan dari laba suatu periode dan
penutupan buku. Dibawah ini adalah saran yang diberikan:
Merupakan suatu hal yang baik untuk menutup buku setiap tahun, terutama jika Anda
memiliki kerja sama kemitraan dengan pihak-pihak lain. Seringnya melakukan pencatatan
akuntansi akan memperpanjang persahabatan.

1. 1. 3 Perkembangan pembukuan pencatatan berpasangan


Perkembangan tersebut meliputi hal-hal berikut ini :
1. Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam teknik-teknik pembukuan.
Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkan jurnal-jurnal khusus untuk
pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda.
2. Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik.
Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan abad ke-18 terjadi evolusi pada
personifikasi dari seluruh akun dan transaksi, sebagai suatu usaha untuk
merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak
pasti hubungannya dan abstrak.
3. Penerapan sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenis-jenis organisasi yang
lain.
4. Abad ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah
untuk jenis barang yang berbeda.
5. Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti dengan
perkembangan dari perusahaan tadi, seiring dengan revolusi industri, akuntansi
mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan
akuntansi biaya, dan kepercayaan yang diberikan kepada konsep-konsep mengenai
kelangsungan, periodisitas, dan akrual.
6. Metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18.
7. Sampai dengan awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan
pada barang dagangan yang tidak terjual.
8. Akuntansi biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri.
9. Pada paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik
akuntansi untuk pembayaran dibayar di muka dan akrual, sebagai cara untuk
memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodik.
10. Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana.
11. Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isu
kompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akuntansi untuk perhitungan bisnis,
akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun, sampai kepada masalah
penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keuangan (financial
engineering).

1. 2 PERKEMBANGAN PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI DI AMERIKA


SERIKAT
1. 2. 1 Tahap kontribusi manajemen (1900-1933)
Pengaruh manajemen di dalam formulasi prinsip-prinsip akuntansi muncul dari
meningkatnya jumlah pemegang saham dan peranan ekonomi dominan yang dimainkan oleh
perusahaan-perusahaan industri setelah tahun 1900. Pemain utama pada masa itu adalah
asosiasi akuntan profesional, American Institute of Accountans (AIA).
Posisi dari AIA atas permintaan dari Komisi Dagang Federal (Fedeal Trade
Commission-FTC) adalah bahwa “tidak ada biaya penjualan, beban bunga atau beban
administrasi di dalam biaya overhead pabrik”. Penentang atas posisi dari Institut ini
menghadapi pernyataan di dalam laporan yang mengatakan “diperhitungkannya bunga di
dalam biaya produksi adalah teori yang tidak berdasar dan salah, dan dapat dikatakan
mustahil (absurad) di dalam praktiknya”. Pihak yang menentang pun mengalami kekalahan.
Kejadian penting yang lain dimasa itu adalah meningkatnya dampak dari teori akuntansi
terhadap perpajakan atas laba usaha. Meskipun Undang-Undang pendapatan tahun 1913 telah
memberikan dasar kalkulasi laba kena pajak dengan dasar penerimaan dan pengeluaran kas,
Undang-Undang tahun 1918 adalah yang pertama mengakui peranan dari prosedur akuntansi
di dalam penentuan laba kena pajak.

1. 2. 2 Tahap kontribusi institusi (1933-1959)


1. Pada tahun 1934, Kongres menciptakan SEC dengan tugas untuk mengelola beragam
hukum-hukum investasi federal, termasuk Undang-Undang Sekuritas pada tahun
1933 yang mengatur penerbitan sekuritas di pasar-pasar antarnegara bagian dan
Undang-undang Sekuritas tahun 1934 yang mengatur perdagangan sekuritas.
2. Setelah publikasi yang dilakukan oleh Ripley di dalam satu artikel yang mengkritik
teknik-teknik pelaporan sebagai sesuatu yang memperdayakan, George O. May,
kebangsaan Inggris, mengusulkan agar Institut Akuntan Publik Bersertifikat Amerika
(American Institute of Certified Public Accountant-AICPA) memulai sebuah usaha
kerja sama dengan bursa efek. Sebagai akibatnya, Komite Khusus dari AICPA
melalui kerja sama dengan Bursa Efek menyarankan solusi umum berikut ini :
Alternatif yang lebih pratikal adalah membiarkan setiap perusahaan untuk bebas
memilih metode-metode akuntansinya sendiri di dalam …batasan yang sangat luas…
namun mengharuskan adanya pengungkapan dari metode yang dipergunakan dan
konsistensi pengaplikasiannya dari tahun ke tahun..
Sebagai tambahan, Komite mengusulkan percobaan resminya yang pertama untuk
mengembangkan teknik-teknik akuntansi yang berlaku umum. Dikenal sebagai
“prinsip-prinsip umum” (board principles).
3. Setelah diterbitkannya ASR No. 4 oleh SEC, yang menantang profesi akuntan untuk
memberikan “dukungan substansial dari yang berwenang” bagi prinsip-prinsip
akuntansi yang berlaku, dan meningkatnya kecaman dari Asosiasi Akuntansi Amerika
(American Accounting Association) dan para anggotanya yang baru saja dibentuk,
Institut selanjutnya di tahun 1938 memutuskan memberikan kuasa kepada Komite
Prosedur Akuntansi (Committee Accounting Procedure-CAP) untuk mengumumkan
keputusannya.

1. 2. 3 Tahap politisasi (1973-sekarang)


Keterbatasan yang dimiliki oleh baik asosiasi profesional maupun manajemen di
dalam memformulasikan suatu teori akuntansi telah mengarah kepada pengadopsian suatu
pendekatan yang lebih deduktif sekaligus melakukan politisasi atas proses penetapan
standarnya-sebuah situasi yang diciptakan oleh pandangan yang berlaku umum bahwa angka-
angka akuntansi memengaruhi prilaku berekonomi dan, sebagai konsekuensinya, aturan-
aturan akuntansi hendaknya dibuat di dalam arena politik.
Sejak awal, FASB telah menerapkan sebuah pendekatan deduktif dan quasi politik
dalam formulasi dari prisnip-prinsip akuntansi. Hal yang dilakukan oleh FASB mendapatkan
nilai yang lebih baik, pertama, dengan adanya usaha untuk mengembangkan suatu kerangka
kerja teoretis atau kesepakatan dalam akuntansi, dan kedua, dengan lahirnya berbagai
kelompok yang berkepentingan, yang kontribusinya diperlukan bagi penerimaan “umum”
atas standar baru. Oleh sebab itu, proses penetapan standar memiliki aspek politis di
dalamnya.
Proses dari penetapan standar dapat digambarkan sebagai demokratis karena, seperti
semua badan pembuat peraturan, hak Dewan untuk membuat peraturan pada akhirnya akan
sangat bergantung kepada persetujuan dari pihak yang diatur. Tetapi karena penetapan
standar membutuhkan beberapa perspektif, maka tidaklah tepat jika suatu standar ditetapkan
dengan hanya didasarkan pada penggambaran dari para pemilihnya. Hal yang serupa pula,
proses tersebut dapat diuraikan sebagai legislatif karena penetapan standar harus
dimusyawarahkan dan karena seluruh pandangan harus didengarkan. Tetapi para penyusun
standar diharapkan untuk dapat mewakili seluruh pemilih sebagai satu kesatuan dan tidak
menjadi perwakilan dari sekelompok pemilih tertentu. Proses ini dapat diuraikan sebagai
bersifat politis karena terdapat satu usaha pembelajaran yang terkait dengan usaha untuk
mendapatkan penerimaan satu standar baru.
1. 3 AKUNTANSI DAN KAPITALISME
Akuntansi dan kapitalisme saling dikaitkan oleh beberapa sejarawan ekonomi dengan
adanya klaim umum bahwa pembukuan pencatatan berpasangan adalah suatu hal yang vital
di dalam perkembangan dan evolusi dari kapitalisme. Max Weber menekankan argumentasi
sebagai berikut :
“Organisasi modern yang rasional dari perusahaan kapitalistis tidak akan mungkin
terjadi tanpa adanya dua faktor penting didalam perkembangannya : pemisahan bisnis dari
rumah tangga dan berkaitan erat dengannya, pembukuan yang rasional”.
Hubungan antara akuntansi dan kapitalisme ini selanjutnya dikenal sebagai tesis atau
argumen Sombart. Ia mengemukakan bahwa transformasi aktiva menjadi nilai-nilai abstrak
dan ekspresi kuantitatif dari aktivitas bisnis, dan akuntansi yang sistematis dalam bentuk
pembukuan pencatatan berpasangan membuat adanya kemungkinan untuk seorang
wirausahawan yang kapitalis untuk merencanakan, melakukan, dan mengukur dampak dari
aktivitas yang ia lakukan serta melakukan pemisahan dari pemilik dan bisnis itu sendiri,
sehingga memungkinkan adanya pertumbuhan bagi perusahaan. Empat alasan berikut ini
umumnya muncul untuk menjelaskan peranan dari pencatatan berpasangan di dalam ekspansi
ekonomi :
1. Pencatatan berpasangan memberikan kontribusi bagi munculnya satu sikap baru atas
kehidupan ekonomi.
2. Semangat baru melakukan akuisisi ini didukung dan didorong oleh adanya perbaikan
dari perhitungan-perhitungan ekonomis.
3. Rasionalisme baru ini kian ditingkatkan lagi dengan adanya organisasi yang
sistematis.
4. Pembukuan pencatatan berpasangan mengizinkan adanya pemisahan atas kepemilikan
dan manajemen dan karenanya meningkatkan pertumbuhan dari perusahaan besar
dengan saham gabungan.

Yamey mengindikasikan bahwa para usahawan di abad ke-16 sampai dengan abad ke-
18 tidak pernah menggunakan pembukuan dengan pencatatan berpasangan untuk melacak
laba dan modalnya, namun hanya menggunakannya untuk mencatat suatu transaksi. Ia
mengatakan :
“sistem pencatatan berpasangan hanyalah menambahkan sedikit dari pemberian
kerangka kerja di mana data akuntansi dapat ditempatkan dan sementara datanya dapat diatur,
dikelompokkan, dan dikelompokkan ulang kembali. Sistem tidak dengan sendirinya
menentukan rentang dari data yang harus dimasukan kedalam satu aturan tertentu, maupun
memaksakan adanya pola tertentu dalam pengurutan internal dan pengurutan ulang data”.

1. 4 RELEVANSI SEJARAH AKUNTANSI


Sejarah akuntansi penting bagi pedagogi, kebijakan, dan praktik akuntansi. Sejarah
memungkinkan kita untuk dapat “lebih baik …memahami masa kini dan meramalkan atau
mengendalikan masa depan kita”.
Berkaitan dengan pedagogi, sejarah akuntansi dapat sangat berguna untuk memberikan
pemahaman dan apresiasi yang lebih baik mengenai bidang akuntansi dan evolusinya sebagai
satu ilmu sosial. Satu pemikiran yang bagus akan relevansi dari sejarah akuntansi terhadap
pedagogi diuraikan dibawah ini :
Pertama-tama, suatu profesi yang didasarkan pada tradisi yang dikembangkan selama
berabad-abad seharusnya mendidik para anggotanya untuk lebih menghargai warisan
intelektual yang mereka miliki. Kedua, adanya impor keunggulan-keunggulan pemikiran,
kontribusi-kontribusi besar pada literatur, dan studi-studi positif yang penting mungkin saja
akan hilang, terfragmentasikan, atau dipelajari secara tidak sempurna di dalam jangka waktu
yang lebih panjang kecuali jika mereka telah didokumentasikan dan digabungkan oleh orang-
orang terpelajar yang memiliki keahlian sejarah. Ketiga, tanpa memiliki akses kepada analisis
dan interpretasi dari sejarah perkembangan pemikiran dan praktik akuntansi, para empiris
saat ini akan berisiko mendasarkan investigasi yang mereka lakukan pada klaim-klaim atas
masa lalu yang tidak lengkap atau tidak berdasar.
Berkaitan dengan praktik akuntansi, sejarah akuntansi dapat memberikan penilaian
yang lebih baik atas praktik-praktik yang berlaku dengan melakukan perbandingan terhadap
metode-metode yang pernah digunakan di masa lalu.

1. 5 ISU-ISU AKUNTANSI INTERNASIONAL


1. 5. 1 Definisi akuntansi internasional
Konsep dari akuntansi universal atau dunia adalah yang paling luas ruang lingkupnya.
Konsep ini mengarahkan akuntansi internasioanal menuju formulasi dan studi atas satu
kumpulan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara universal. Tujuannya adalah untuk
mendapatkan satu standardisasi lengkap atas prinsip-prinsip akuntansi secara internasional.
Di dalam kerangka kerja konsep ini, akuntansi internasional dianggap sebagai sebuah
sistem universal yang dapat diterapkan di semua negara. Sebuah seperangkat prinsip-prinsip
akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting principles-GAAP) yang
diterima di seluruh dunia, seperti yang berlaku di Amerika Serikat, akan dibentuk. Praktik
dan prinsip-prinsip yang dikembangkan akan dapat diberlakukan di seluruh negara. Konsep
ini akan menjadi sasaran tertinggi dari suatu sistem internasional.
Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan
akuntansi internasional kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional di
dalam skuntansi. Hal ini meliputi :
1. Kesadaran akan adanya keragaman internasional di dalam akuntansi perusahaan dan
praktik-praktik pelaporan.
2. Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing
negara.
3. Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada
pelaporan keuangan.

Munculnya paradigma baru di dalam akuntansi internasional memperluas kerangka kerja dan
pemikiran untuk memasukkan ide-ide baru dari akuntansi internasional. Sebagai akibatnya,
terbit daftar yang sangat panjang akan konsep-konsep dan teori-teori akuntansi yang dibuat
oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal sebagai berikut :
1. Teori universal atau dunia
2. Teori multinasional
3. Teori komparatif
4. Teori transaksi-transaksi internasional
5. Teori translasi

Masing-masing teori-teori di atas memberikan dasar bagi pengembangan dari sebuah


kerangka kerja konseptual untuk akuntansi internasional. Meskipun akan terdapat
argumentasi mengenai teori manakah yang akan lebih disukai.

1. 5. 2 Harmonisasi standar akuntansi


Arti harmonisasi standar akuntansi
Istilah harmonisasi sebagai kebalikan dari standardisasi memilki arti sebuah
rekonsiliasi atas berbagai sudut pandang yang berbeda. Istilah ini lebih bersifat sebagai
pendekatan praktis dan mendamaikan daripada standardisasi, terutama jika standardisasi
berarti prosedur-prosedur yang dimiliki oleh satu negara hendaknya diterapkan oleh semua
negara yang lain. Harmonisasi menjdai suatu bagian yang penting untuk menghasilkan
komunikasi yang lebih baik atas suatu informasi agar dapat diartikan dan dipahami secara
internasional.
Definisi dari harmonisasi tersebut dianggap lebih realistis dan memiliki kemungkinan
lebih besar untuk diterima daripada standardisasi. Setiap negara asal memiliki kumpulan
aturan, filosofi, dan sasarannya masing-masing di tingkat nasional, yang ditujukan pada
perlindungan atau pengendalian dari sumber-sumber daya nasional.

Manfaat dari harmonisasi


Terdapat bermacam-macam keuntungan dari harmonisasi. Pertama, bagi banyak
negara, belum terdapat suatu standar kodifikasi akuntansi dan audit yang memadai. Standar
yang diakui secara internasional tidak hanya akan mengurangi biaya penyiapan untuk negara-
negara tersebut melainkan juga memungkinkan mereka untuk dengan seketika menjadi
bagian dari arus utama standar akuntansi yang berlaku secara internasional.
Kedua, internasionalisasi yang berkembang dari perekonomian dunia dan
meningkatnya saling ketergantungan dari negara-negara di dalam kaitannnya dengan
perdagangan dan arus investasi internasional adalah argumentasi yang utama dari adanya
suatu bentuk standar akuntansi dan audit yang berlaku secara internasional.
Ketiga, adanya kebutuhan dari perusahaan-perusahaan untuk memperolah modal dari
luar, mengingat tidak cukupnya jumlah laba di tahan untuk mendanai proyek-proyek dan
pinjaman-pinjaman luar negri yang tersedia, telah meningkatkan kebutuhan akan harmonisasi
akuntansi.

TERIMAKASIH