Anda di halaman 1dari 5

Pembuatan Baja dengan Proses Bessemer

Sukma Suci Friandani


Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon 42435, Indonesia
sukmasucifriandani@gmail.com
Kata kunci: Baja, kadar karbon, proses konverter, konverter Bessemer, proses Bessemer.

Abstrak. Baja pada dasarnya adalah paduan besi karbon dengan kadar karbon tidak lebih dari 2.0%
disamping juga mungkin mengandung sejumlah unsur lainnya (unsur paduan dan pengotoran). Baja
di buat dari besi kasar/spongs dengan mengurangi kadar karbon dan unsur lain yang mengganggu.
Untuk menurunkan kadar karbon dan unsur tambahan lainnya dari besi kasar dapat digunakan
proses yaitu proses konverter, proses martin dan proses dapur listrik. Proses konverter adalah
proses untuk besi kasar dengan kadar fosfor yang rendah dengan menggunakan dapur peleburan
baja yang menggunakan bata tahan api yang bersifat asam dan juga bata tahan api yang bersifat
basa. Dapur peleburan baja pada proses konverter yang menggunakan bata tahan api yang bersifat
asam adalah konverter Bessemer yang menggunakan proses Bessemer. Proses Bessemer adalah
proses untuk produksi baja dari pig iron dengan prinsip utama adalah menghilangkan kotoran
dari besi dengan oksidasi dengan udara yang ditiup melalui besi cair. Hasil dari proses
Bessemer disebut baja Bessemer yang banyak digunakan untuk bahan konstruksi.
1. Pendahuluan

Pembuatan baja dengan proses konverter dilakukan dengan mengolah besi cair yang
diperoleh dari dapur tinggi atau dapur peleburan lain. Besi cari dituangkan ke dalam konventer
kemudian dihembuskan udara/oksigen sehingga bahan dan unsur pengotor akan terbakar dan keluar
dari besi cair berupa gas atau terak. Proses konverter dibagi menjadi proses Bessemer dan proses
Thomas berdasarkan raw material prosesnya. Raw material pada proses Bessemer adalah besi kasar
kelabu dengan kadar fosfor yang rendah. Proses ini disebut sebagai proses asam karena muatannya
bersifat asam dan bata tahan apinya juga bersifat asam. Proses Bessemer dilakukan dalam
kontainer baja bulat telur besar yang disebut konverter Bessemer.
Raw material pada proses proses Thomas adalah besi kasar dengan kadar fosfor yang tinggi.
Proses ini disebut juga basic bessemer process yaitu proses Bessemer dalam keadaan basa.
Proses ini memakai konverter yang di bagian dalamnya dilapisi bata tahan api (refractory)
bersifat basa seperti dolomit (Mg CO3 CaCO) dan digunakan untuk mengolah besi kasar yang
bersifat basa. Proses pembakaran pada proses Thomas sama dengan proses Bessemer, hanya
saja pada proses Thomas fosfor terbakar setelah zat arangnya terbakar. Pengaliran udara tidak
terusmenerus dilakukan karena besi akan terbakar dengan sendirinya.
2. Converter Bessemer
Konverter Bessemer (Gambar. 1) adalah sebuah bejana baja dengan lapisan batu tahan api
yang bersifat asam. Konverter dibuat dari plat baja dengan sambungan las atau paku keling.
Bagian dalamnya dibuat dari bata tahan api. Konverter disangga dengan alat penyangga yang
dilengkapi dengan trunnion untuk mengatur posisi horizontal atau vertikal. Dibagian atasn
konverter Bessemer merupakan top opening, sedangkan pada bagian bawahnya terdapat sejumlah
saluran yang disebut tuyeres dimana udara dihembuskan ke dalam konverter Bessemer melalui
tuyeres. Kapasitas sebuah konverter Bessemer adalah 8-30 ton besi cair. Bejana ini dapat
dimiringkan untuk melakukan tapping produk maupun slag.
Korverter Bessemer diisi dengan besi kasar kelabu yang banyak mengandung
silisium. Silisium dan mangan terbakar pertama kali, setelah itu baru zat arang yang terbakar.
Pada saat udara mengalir melalui besi kasar kelabu, udara membakar zat arang dan campuran
tambahan sehingga isi dapur masih tetap dalam keadaan cair. Setelah lebih kurang 20 menit, semua
zat arang telah terbakar dan terak yang terjadi dikeluarkan. Baja membutuhkan karbon sebesar 01,7%, sedangkan sewaktu proses, banyak karbon yang hilang terbakar sehingga menyebabkan
kekurangan karbon. Kekurangan karbon tersebut dapat diatasi dengan menambahkan besi dengan
kadar karbon cukup tinggi.
Hasil oksidasi besi yang terbentuk dan mengandung zat asam dapat dikurangi dengan
menambahkan besi yang mengandung mangan. Udara masih dihembuskan ke dalam konverter
dengan maksud untuk mendapatkan campuran yang baik. Dinding konverter Bessemer dilapisi
dengan flourite dan kwarsa sehingga dinding konverter menjadi sangat keras kuat dan tahan
terhadap temperatur tinggi, akan tetapi dinding konverter ini menjadi bersifat asam sehingga tidak
dapat mereduksi unsur fosfor, oleh karena itu konverter Bessemer hanya cocok digunakan dalam
proses pemurnian besi kasar kelabu dari bijih besi yang rendah fosfor (Low-Posphorus Iron Ores)
[1].

Gambar 1. Konverter Bessemer


3. Proses Bessemer
Proses Bessemer adalah proses produksi baja dari pig iron. Proses ini dinamai sesuai
dengan nama penemunya, Henry Bessemer, yang mengeluarkan paten pada tahun 1855.
Proses Bessemer telah digunakan di luar Eropa selama ratusan tahun, tetapi tidak pada
skala industri. Proses Bessemer juga disebut proses asam karena muatannya bersifat asam dan
batu tahan apinya juga bersifat asam. Apabila digunakan muatan yang bersifat basa lapisan batu
itu akan rusak akibat reaksi penggaraman [1].
Raw material pada proses Bessemer menggunakan besi kasar kelabu dengan kandungan
fosfor dan belerang yang rendah tetapi kandungan fosfor dan belerang masih tetap agak
tinggi karena dalam prosesnya kedua unsur tersebut tidak terbakar sama sekali. Secara umum
proses kerja konverter adalah (1) Dipanaskan dengan kokas sampai suhu 1500C; (2) Dimiringkan
untuk memasukkan bahan baku baja (+1/8 dari volume konverter); (3) Konverter ditegakkan
kembali; (4) Dihembuskan udara dengan tekanan 1,5 2 atm dengan kompresor; (5) Setelah
2025 menit konverter dijungkirkan untuk mengeluarkan hasilnya. Prinsip utama adalah
menghilangkan unsur pengotor besi dengan oksidasi.
Proses oksidasi menghilangkan pengotor seperti silikon, mangan dan karbon sebagai
oksida yang akan membentuk gas ataupun terak padat. Bata tahan api dolomit digunakan ketika
kandungan fosfor tinggi di dasar Bessemer (kapur atau magnesit juga kadangkadang
digunakan sebagai pengganti dolomit ). Untuk mendapatkan sifat baja yang diinginkan, zat yang
dapat ditambahkan ke baja cair saat konversi selesai adalah spiegeleisen (karbonmangan
paduan besi).
Besi mentah cair yang digunakan dalam proses Bessemer harus mempunyai kadar
unsur Si 2%, Mn 1, 5%, kadar unsur fosfor dan sulfur sekecil mungkin. Ketika udara
panas dihembuskan lewat besi mentah cair, unsurunsur seperti Fe, Si dan Mn terbakar menjadi
oksidanya. Sebagian oksida besi yang terbentuk akan berubah menjadi terak dan sebagian
lagi akan bereaksi dengan Si dan Mn [2].
Terjadinya reaksi diikuti dengan kenaikan temperatur dari 1250 oC hingaa 1650oC dan
akan terbentuk terak asam kirakira 4050% SiO2. Periode ini disebut periode pembentukan
terak (the slag f orming period). Periode ini disebut juga periode silicon blow. Periode ini
berlangsung sekitar 4 5 menit yang ditandai adanya bunga api dan ledakan keluar dari
mulut konverter [2].
Periode kedua yang disebut the brilliant flame blow atau carbon blow dimulai
setelah Si dan Mn hampir terbakar semua dan keluar dari besi mentah cair. Reaksi itu diikuti
dengan penurunan temperatur dari 50% hingga 80% dan berlangsung selama 812 menit. CO
akan keluar dari mulut konverter dimana CO ini akan teroksidasi oleh udara luar dan CO
akan terbakar dan menjadi CO2. Hal ini di tandai dengan nyala api yang panjang dan terang. Bila
nyala api mulai meredup dan yang ada adalah asap kemerahan, hal ini berarti C sudah habis
terbakar, dan hembusan angin harus segera dihentikan agar besi tidak habis terbakar dengan
ditandai oleh timbulnya nyala api bersinar panjang di atas konverter [2].
Periode ketiga disebut reddisk smoke period yang merupakan periode brilliant flame
terakhir. Periode ini ditandai dengan adanya reddish smoke (nyala api ke merahmerahan)
keluar mulut konverter. Hal ini menunjukkan bahwa unsur campuran yang terdapat dalam
besi mentah telah keluar dan tinggal oksida besi (FeO). Periode ini berlangsung selama 12
menit . Kemudian konverter diputar sehingga posisinya menuju posisi horizontal, lalu
ditambahkan oksidan (ferromanganesh, ferrosilicon atau Al) untuk mengikat O 2 dan memadunya
dengan baja yangn dihasilkan. Baja Bessemer yang dihasilkan mengandung sangat sedikit
unsur C. Untuk baja Bessemer, kadar unsur C dapat ditingkatkan dengan cara mengurangi

udara penghembus terutama pada periode kedua dan menambahkan C pada periode ketiga
hampir berakhir yaitu dengan menambahkan besi mentah [2].
Pembuatan Baja dengan cara ini yang diolah adalah pig iron cair, yang diperoleh dari dapur
tinggi atau peleburan lain. Besi cair ditunangkan ke dalam konventer, kemudian dihembuskan
udara sehingga bahan dan unsur pengotorakan terbakar dan keluar dari besi cair berupa gas atau
terak. Pada proses ini, pengisian raw materials dilakukan saat posisi horizontal dan dilanjutkan
dengan mengembalikannya ke posisi vertical sambil dihembuskan udara dari bawah. Hal ini
menyebabkan terjadinya reaksi sebagai berikut:
2Fe + O2

2FeO

(1)

Sebagian oksida besi ini menjadi terak dan yang lainnya bereaksi dengan Si dan Mn, sehingga:
Si + 2FeO

SiO2 + 2Fe

(2)

Mn + FeO

MnO + Fe

(3)

Saat Si dan Mn hampir habis, temperature menjadi sangat tinggi dan karbon mulai terbakar,
C + FeO

Fe + CO

(4)

kemudian konverter dimiringkan dan cairan besi dikeluarkan. Berat logam pada proses Bessemer
ini akan berkurang 812% Hasil dari konverter Bessemer disebut baja Bessemer yang banyak
digunakan untuk bahan konstruksi [3].
4. Ringkasan
Proses konverter adalah proses untuk besi kasar dengan kadar fosfor yang rendah dengan
menggunakan dapur peleburan baja yang menggunakan bata tahan api yang bersifat asam dan juga
bata tahan api yang bersifat basa. Dapur peleburan baja pada proses konverter yang menggunakan
bata tahan api yang bersifat asam adalah konverter Bessemer yang menggunakan proses Bessemer.
Raw material pada proses Bessemer menggunakan besi kasar dengan kandungan fosfor dan
belerang yang rendah. Secara umum proses kerja konverter adalah (1) Dipanaskan dengan kokas
sampai suhu 1500C; (2) Dimiringkan untuk memasukkan bahan baku baja (+1/8 dari volume
konverter); (3) Konverter ditegakkan kembali; (4) Dihembuskan udara dengan tekanan 1,5 2
atm dengan kompresor; (5) Setelah 20 25 menit konverter dijungkirkan untuk mengeluarkan
hasilnya. Prinsip utama adalah menghilangkan unsur pengotor besi dengan oksidasi. Proses
oksidasi menghilangkan pengotor seperti silikon, mangan dan karbon sebagai oksida yang
akan membentuk gas ataupun terak padat.
5. Referensi
[1] Ferdiansyah, Ervan, Ilmu Bahan Teknik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
Jakarta, 2013.
[2] https://id.scribd.com/doc/195174536/Besi-Dan-Baja
[3] https://www.academia.edu/5769346/PROSES_PEMBUATAN_BAJA