Anda di halaman 1dari 7

BAB II PEMBAHASAN

1 ASITEKTUR TCP/IP

TCP/IP merupakan serangkaian protocol dimana setiap protocol tersebut terlibat dalam tugas komunikasi
jaringan. Pada pembahasan ini Arsitektur TCP/IP adalah bagaimana cara protokol-protokol TCP/IP saling
menyesuaikan. Suatu jaringan dapat melibatkan banyak rangkaian protokol, sehingga perlu membuat model yang
dapat menjelaskan hubungan antar berbagai protokol.

1.1 Protokol-protokol komunikasi


Pada dasarnya komputer membentuk komunikasi dengan cara yang hampir sama dengan manusia. Dari
pemberian salam hingga proses komunikasi terhenti. Keseluruhan proses tersebut menghasilkan hubungan antar
piranti yang memastikan terjadinya dialog yang teratur.
Begitu juga dengan komunikasi data,komputer dan manusia mengadakan komunikasi formal untuk pertukaran
data secara kompleks dan informal untuk tujuan khusus. Keduanya mengikuti protokol-portokol yang
memungkinkan para pelaku bertukar informasi secara teratur.
Pendekatan tentang bagaimana serangkaian protokol bekerja adalah seperti pada proses membuat dan
mengirim surat. Didalam proses tersebut, penulis surat hanya bertanggung jawab terhadap penulisan surat tanpa
perlu mengurusi bagaimana surat tersebut dikirimkan. Sehingga pendekatan ini disebut arsitektur berlapis, yang
pada setiap lapisan hanya bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Perubahan pada setiap lapisan
tidak mempengaruhi lapisan yang lain tetapi lapisan-lapisan tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu
proses standart komunikasi.

2 Model Referensi OSI


Model konvensional yang dapat digunakan untuk membandingkan rangkaian dan karakteristik umum
rangkaian protokol jaringan adalah model referensi OSI.

Applikasi
Presentati
on
Session
Transport
Network
Data Link
Phisical

Gambar diatas menunjukkan tujuh lapisan model referensi OSI yang akan dibahas satu per satu pada bab ini.
Setiap lapisan menyediakan tipe khusus untuk pelayanan jaringan. Pengelompokan protokol (protocol stack) ini
sangat membantu para perancang jaringan untuk memilih protokol yang sesuai pada setiap lapisan.

3 Lapisan-lapisan protokol stack OSI


Berikut ini pembahasan tentang lapisan-lapisan diatas dari yang paling bawah

A. Physical Layer(Lapisan Fisik)

Lapisan fisik berkomunikasi secara langsung dengan media komunikasi. Lapisan ini mempunyai
tanggung jawab mengirim dan menerima bit-bit(satuan terkecil dari informasi dalam komunikasi data). Lapisan
fisik ini hanya menggambarkan pola bit yang akan digunakan, tetapi tidak mendefinisikan medianya. Lapisan
ini hanya menggambarkan bagaimana data dikodekan menjadi sinyal dan karakteristik antarmuka tambahn
media.

B. Data Link Layer(Lapisan Data Link)

Lapisan datalink bertanggung jawab untuk menyediakan komunikasi antar node(peralatan yang dapat
berkomunikasi pada suatu jaringan).
Untuk dapat menyediakan pelayanan tersebut, lapisan datalink membentuk dua fungsi.yaitu:
1. Menyediakan mekanisme alamat yang memungkinkan pesan-pesan dikirimkan ke node yang
benar.
2. Menterjemahkan pesan-pesan dari lapisan yang lebih tinggi menjadi bit-bit yang dapat
ditransmisikan oleh lapisan fisik.

Lapisan datalink membentuk pesan yang diterima menjadi sebuah frame data, yang memiliki format
sebagai berikut.
Error
Start Indicator Source address Destination Address Control Data Contro
l
1. Start Indicator, awal suatu frame data.
2. Source Address, alamat dari node pengirim.
3. Destination Address, lapisan datalink menambahkan alamat tujuan pada fame.
4. Control, informasi control tambahan yang dimasukkan oleh setiap protokol.
5. Data, mengandung semua data yang diteruskan ke lapisan datalink dari lapisan protokol yang
lebih atas.
6. Error Control, mengandung infornasi yang memungkinkan node yang menerima untuk
menentukan apakah terjadi kesalahan selama pengiriman.

Alur pengiriman frame pada jaringan lokal sangat sederhana, yaitu node yang mengirim hanya
mengirimkan frame. Setiap node pada jaringan melihat setiap frame.jika sesuai dengan tujuan maka lapisan
datalink pada node akan menerima frame tersebut dan mengirimkanya pada protokol stack.

C. Lapisan Network

Nerwork Layer/Internet Layer memiliki empat tugas yaitu :


1. Pengalamatan (addressing)
2. Pengaturan rute (Routing)
3. Penyusunan paket (packetizing)
4. Fragmentasi (Fragmenting)

Lapisan network berfungsi untuk menambahkan header pada pesan yang termasuk alamat asal dan
tujuan. Kombinasi dari data dan lapisan network disebut paket. Proses meneruskan paket ke jaringan yang
benar disebut Routing. Penyusunan paket yaitu sebagai berikut:

Header terdiri dari:


1. Destination SAP : alamat tujuan pengiriman data.
2. Sequence number : protocol transport mengirimkan deretan PDU dan memasukan secara
sekuensial ke dalam antrian sehingga entiti transport tujuan dapat memerintahkan PDU kembali.
3. Error detection code : protocol transport yang menerima akan membandingkan dengan
hasilnya dengan kode yang sama. Hasilnya akan mengalami error jika terjadi ketidaksesuaian. Jika
error maka receiver akan membuang PDU dan melakukan tindakan perbaikan.
Fragmentasi akan dibahas pada lapisan transport.

D. Lapisan Transport

Tanggung jawab lapisan transport adalah:


1. membagi pesan-pesan menjadi fragmen-fragmen yang cocok dengan pembatasan ukuran
yang dibentuk oleh jaringan. Dan pada sisi penerima apisan transport menggabungkan kembali

Data
fragmen untuk mengembalikan pesan aslinya. Untuk memungkinkan paket agar dapat disusun kembali
sesuai dengan susunan aslinya, lapisan transport akan memasukkan nomor urutan pesan pada header
yang sudah dibuiat lapisan network.
2. mengantarkan pesan dari suatu proses khusus pada suatu komputer ke proses yang
bersesuaian pada komputer tujuan.
3. mendeteksi kesalahan dalam pengiriman data. Kategori umum deteksi kesalahan yan
gdilakukan lapisan transport adalah:
a. Reliable Delivery, kesalahan akan dideteksi jika terjadi.
b. Unreliably Delivery, lapisan transport tidak memeriksa kesalahan tersebut karena alas an
tertentu.

Pada masyarakat umum sekarang ini Unreably Delivery lebih disukai kurang lebih dari sisi jaringan
yang cukup dapat diandalkan dan pengoptimalan tampilan, juga pengiriman yang tidak mementingkan
kehilangan paket pengiriman.

E. Lapisan Session

Lapisan session bertanggung jawab untuk mengendalikan dialog antar node. Komunikasi dapat
berlangsung dalam tiga mode dialog.
1. Simplex, komunikasi satu arah.
2. Half-duplex, komunikasi dua arah bergantian.
3. Full-duplex, komunikasi dua arah bersamaan.

Setiap session pada proses komunikasi terdiri dari tiga fase:


1. Pembentukan Hubungan, node membentuk kontak dan menyepakati aturan-aturan
komunikasi.
2. Pemindahan data, Node-node dipakai untuk dialog pertukaran data.
3. Pemutusan hubungan.

Langkah 1 dan 3 merupakan overhead tambahan bagi proses komunikasi, karena saat pengiriman
pesan tunggal yang dikirimkan melalui session resmi, fase pembentukan dan pemutusan akan mengirimkan
ledih banyak data daripada pesan itu sendiri.
Saat ini pendekatan session connection oriented(metode checkpoint) lebih disukai bagi komunikasi
yang kompleks agar jika terjadi kesalahan node pengirim hanya mengirimkan data yang dikirim sejak
checkpoint sebelumnya.

F. Lapisan Presentasi

Lapisan ini bertanggung jawab untuk menyajikan data kepada lapisan aplikasi dan juga myenyediakan
fungsi enkripsi-deskripsi dan kompresi-dekompresi. Pada TCP/IP tidak secara formal mendefinisikan lapisan
ini tetapi juga memiliki protokol yang melayani fungsi serupa yaitu External Data Representation (XDR).

G. Lapisan application

Lapisan ini menyediakan pelayanan aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi melalui jaringan.
Lapisan aplikasi berisi logik yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai aplikasi user seperti pada beberapa
contoh dibawah ini:
1. Aplikasi e-mail , Yang termasuk aplikasi e-mail adalah SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
misal POS3 (post Office Protocol version 3)
2. Aplikasi file transfer,Yang termasuk aplikasi fiel transfer adalah FTP (File Transfer Protocol)
dan HTTP (HyperText Transfer protocol)

Protokol yang digunakan adalah Application Program Interface(API), aturan-aturan yang


memungkinkan aplikasi yang ditulis pemakai untuk mengakses pelayanan suatu system software. Pada UNIX
adalah Berkeley Socket dan pada Microsoft adalah windows socket.

II.4 Penerapan Referensi OSI terhadap protokol TCP/IP


Data lapisan-lapisan diatas merupakan ketererangan tentang referensi OSI yang dapat dipetakan kedalam
model DOD yaitu TCP/IP sebagai berikut.
Akses Jaringan(Network Access) pada TCP/IP dalam pengaturan route pesan internetwork disebut gateway.
Protokol yang digunakan pada TCI/IP adalai IP(Internet Protokol), protokol IP mengimplementasikan suatu system
alamat host secara logika yang disebut alamat IP.
Alamat IP akan digunakan oleh lapisan internet dan lapisan yang lebih tinggi untuk melakukan pengaturan
route internetwork. Dan Address Resolution Protocol (ARP) memungkinkan IP untuk mengidentifikasi alamat fisik
yang sesuai dengan alamat IP yang diberikan.
Lapisan Host-to-Host(Transport) sebanding dengan lapisan transport OSI yang bertanggung jawab terhadap
kesatuan data dari ujung ke ujung. Protocol yang dipakai pada lapisan ini adalah:
1. Transmission Control Protocol(TCP), connection oriented.
2. User Datagram Protpcol(UDP), connectionless oriented. Berikut beberapa contoh aplikasi yang
menggunakan protokol UDP
i. Aplikasi DNS Resolution
ii. SNMP status
iii. Windows Internet Naming Services (WINS)
iv. Trifial FTP (TFT)
v. hingga online gaming menggunakan UDP sebagai protokol utama

perbandingan proses TCP dan UDP adalah:

Proses UDP

Proses TCP

Perbandingan yang jelas antara kedua henis protokol diatas adalah UDP lebih berorientasi pada kecepatan
transfer(through-put) dan tidak memerlukan koreksi kesalahan. Sedangkan pada TCP lebih kepada kevalid-an
data dan menyediakan hubungan full-duplex dan pengkoreksian kesalahan yang handal.
Lapisan proses/applikasi mencakup fungsionalitas tiga lapisan model referensi OSI: session, presentation dan
application.
Contoh logik berupa protokol yang ada dalam lapisan aplikasi. Contoh
1. ftp(file transfer protocol) (protokol aplikasi ftp) untuk mendukung aplikasi ftp misal WSFtp.
2. http (protokol aplikasi web) untuk mendukung aplikasi web.
3. telnet (aplikasi remote login) untuk mendukung aplikasi remote login contoh Putty.
4. Smtp(simple mail transfer protocol) untuk mendukung aplikasi e-mail.
5. snmp(simple network management protocol) untuk mengumpulkan informasi manajemen dari peralatan
jaringan.
6. nfs(network file system) memungkinkan komputer untuk terhubung dengan drive pada host jarak jauh dan
mengoperasikannya seperti drive lokal.
Beberapa dari aplikasi tersebut menckup fungsi dari beberapa lapisan model referensi OSI.
Berikut ini adalah diagram tentang proses pengiriman data dengan menggunakan protocol stack dari OSI dan
TCP/IP

1. OSI
source destinastion Application
Application
Applikasi Data Data

Application Application
Presentation PH PH
PDU PDU

Session SH Presentation PDU SH Presentation PDU

Transport TH Session PDU TH Session PDU

Network NH Transport PDU NH Transport PDU

Data Link DLH Network PDU Error DLH Network PDU Error

Phisical Data Link PDU Data Link PDU

a. PH  header lapisan fisik


b. SH  header lapisan session
c. TH  header lapisan transport
d. NH  header lapisan network
e. DLH  header lapisan data link
f. PDU  protocol data unit (menggambarkan kombinasi informasi control bagi suatu lapisan dengan
data dari lapisan berikutnya).

2. TCP/IP

a. TH header lapisan transport


b. IH  header lapisan internet
c. EH  header lapisan Network Access
Dari diagram diatas saya tarik kesimpulan :
1. Protokol-protokol yang bekerja pada suatu system jaringan mengacu pada protokol stack yang digunakan, OSI
ataupun TCP/IP.
2. Pembagian proses pada TCP/IP relative sama dengan OSI, karena sudah merupakan standart protokol dan
suatu proses pengimplementasian proses komunikasi komputer.
3. Protokol stack mengatur semua yang berkaitan dengan proses komunikasi jaringan.
4. Proses komunikasi yang diatur oleh protokol stack terbagi menjadi lapisan-lapisan yang berurutan.
5. Tiap-tiap lapisan memiliki tanggung jawab yang berbeda dan mengukuti prosedur tertentu untuk
berkomunikasi dengan lapisan yang berdekatan.
6. Proses standart umum yang menerangkan pengiriman data dalam komunikasi jaringan adalah sebagai berikut.
Datadihubungkan pada jaringan oleh Lapisan aplikasidienkripsi oleh lapisan
presentasimenyepakati aturan komunikasi oleh lapisan sessionmembagi pesan-pesan menjadi
fragmen-fragmen yang cocok dengan pembatasan ukuran yang dibentuk oleh jaringan oleh lapisan
transportdibentuk menjadi paket-paket,routing dan pengalamatan oleh lapisan
networkditerjemahkan menjadi bit-bit oleh datalink untuk dapat dikirimkan oleh lapisan fisik.
7. Proses standart umum yang menerangkan penerimaan data dalam komunikasi jaringan adalah sebagai
berikut
Bit-bit yang diterima oleh lapisan fisik akan diterjemahkan oleh lapisan datalinkditerima oleh lapisan
network dan dialamatkan kepada tujuanmenyatukan kembali fragmen-fragmen seperti data/file asli
oleh lapisan transportlapisan presentasi mendeskripsi data dan dibaca oleh lapisan aplikasi.
BAB I. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah

TCP/IP protokol adalah jaringan dengan teknologi “packet Switching “ yang berasal dari proyek DARPA
( development of Defense Advanced Research Project Agency ) ditahun 1970-an yang dikenal dengan nama
ARPANET.TCP/IP sendiri sebenarnya merupakan suite dari gabungan beberapa protokol. Di dalamnya terdapat
protokol TCP, IP, SMTP, POP, dan sebagainya. Sehingga dibutuhkan suatu standart yang dapat menjelaskan
bagaimana proses bekerja.
Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang bagaimana protokol TCP/IP bekerja secara umum, dan sebagai
standart yang paling umum untuk menggambarkan dan membandingakan rangkaian protokol adalah Referensi OSI.
Sehingga kami menggunakan Referensi OSI sebagai pembanding sekaligus untuk memperjelas bagaimana protokol-
protokol bekerja.

I.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana Komunikasi pada jaringan bekerja?
2. Bagaimana pembagian Lapisan pada Referensi OSI?
3. Bagaimana Perbandingan antara Referensi OSI dengan TCP/IP?
I.3 Batasan Masalah

Pada makalah ini kami membatasi pembahasan pada pembagian lapisan pada protokol stack dan cara
bekerjanya.