Anda di halaman 1dari 31

RUANG LINGKUP LEMBAGA

KEUANGAN BANK

Dosen Pengampu:
Bambang Agus Sumantri, S.IP., M.M.

BANK & LEMBAGA KEUANGAN


LAINNYA
1. BI (Bank Umum, Bank Syariah, BPR, BPRS)
2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai

tugas melakukan pengaturan dan pengawasan


terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor
Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor
Industri Keuangan Non Bank (IKNB).
3. Kementerian Keuangan (Pengadaian, Bina
arta, Bank Desa)
4. Departemen Koperasi & UMKM (Koperasi
Syariah & Koperasi Konvensional)

PENGANTAR
Bank sebagai bisnis
Diperlukan oleh semua kalangan & semua

strata masyarakat dengan usia yang telah


berabad-abad.
Bisnis yang paling banyak dan sarat dengan
aturan, karena banyak mengandung resiko.
Kecepatan kebutuhan masyarakat kehadiran
bank terkadang lebih tinggi jika dibandingkan
kemampuan bank memenuhi kebutuhan
masyarakat pengusaha.

PENGANTAR
Landasan Hukum Perbankan
UU RI Nomor 7 Tahun

1992 tentang
Perbankan (diubah
dengan UU No. 10
Tahun 1998).
UU RI Nomor 23
Tahun 1999 tentang
Bank Indonesia
(diubah dengan UU
RI Nomor 3 Tahun
2004).
UU RI Nomor 21
Tahun 2008 tentang
Perbankan Syariah.

PENGANTAR
PERANAN BANK & LEMBAGA KEUANGAN
1. Pengalihan Aset : mengalihkan aset/dana

dari unit surplus ke unit defisit.


2. Transaksi : memberikan kemudahan
transaksi barang & jasa.
3. Likuiditas : menwarkan produk dana dengan
berbagai alternatif tingkat likuiditas.
4. Efisiensi : memungkinkan pertemuan unit
surplus dengan unit defisit secara tidak
langsung.

1. Pengertian Bank

1.1 Etimologi
Kata bank berasal dari bahasa Italia banque

atau Italia banca yang berarti bangku.


Para bankir Florence pada masa Renaissance
melakukan transaksi mereka dengan duduk di
belakang meja penukaran uang,
berbeda dengan pekerjaan kebanyakan orang
yang tidak memungkinkan mereka untuk
duduk sambil bekerja.

1.2 Terminologi
Pengertian Bank
Bank merupakan salah satu badan usaha lembaga

keuangan yang bertujuan memberikan kredit, baik


dengan alat pembayaran sendiri, dengan uang yang
diperolehnya dari orang lain, dengan jalan
mengedarkan alat-alat pembayaran berupa giral
(Prof. G.M. Veryn Stuart dlm bukunya Bank Politic
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana
dari masyarakat dalam bentuk simpanan, &
menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (UU No. 7
Tahun 1992 tentang Perbankan direvisi UU No. 10
Tahun 1998)

Menurut Joseph Sinkey : bank adalah

Departemen store of Finance yang


menyediakan berbagai jasa keuangan.
Menurut Dictionory of Banking and Finacial
Service by Jerry Rosenberg. Bank adalah
lembaga yang menerima simpanan, giro,
dposito & membiayai atas dasar dokumen yang
ditarik pada orang/lembaga tertentu,
mendiskonto surat berharga, memberikan
pinjaman & menanamkan dananya dalam surat
berharga.

Kesimpulan Pengertian
Bank:
1. Bank telah mengalami evolusi, sesuai

dengan perkembangan bank itu sendiri.


2. Memberikan kredit, baik bersumber dari
dana yang diterima dari masyarakat maupun
berdasarkan atas kemampuannya untuk
menciptakan tenaga beli baru.
3. Memberikan jasa-jasa lalu lintas pembayaran
& peredaran uang.

2. SEJARAH PERBANKAN

Sejarah Bank
2000 S.M. : Bank ini meminjamkan emas & perak dengan

tingkat bunga 70 % setiap bulan Temples of Babylon


500 S.M. : semacam Bank Greek Temple, menerima
simpanan dengan membebani biaya penyimpanannya
serta meminjamkan kembali kepada masyarakat.
509 S.M. : Bank Romawi operasinya sudah lebih luas,
yaitu tukar-menukar mata uang, menerima deposito,
memberikan kredit, & mentransfer dana.
527-565 S.M. : Yustianus mengkodifikasikan hukum
Romawi Konstatinopel (diawali dengan adanya perdangan
dengan Cina, India, Ethiopia, bahkan mata uang
konstinopel ditetapkan sebagai mata uang internasional.

1171 : Bank Venesia : Bank pertama yang dipakai untuk

membiayai perang. Hubungan perdagangan kemudian


berkembang ke Asia Barat (Timur Tengah) & Eropa hingga
kota-kota seperti Alexandria, Venesia, & Beberapa pelabuhan
Italia.
1320 : Bank of Genoa & Bank of Barcelona.
Abad ke-16 : di London (Inggris), Amsterdam (Belanda),
Antwerpen & Leuvent (Belgia) tukang-tukang emas bersedia
menerima uang logam (emas, perak) untuk disimpan sebagai
tanda bukti penyimpanan, tukang emas memberikan kpd
penyimpan suatu tanda deposito Goldsmiths note
bukti bahwa tukang emas mempunyai hutang
peralihan tukang emas menjadi tugas perbankan.

Bank pertama kali didirikan dalam bentuk seperti sebuah firma

pada umumnya pada tahun 1690, pada saat kerajaan Inggris


berkemauan merencanakan membangun kembali kekuatan armada
lautnya untuk bersaing dengan kekuatan armada laut Perancis [1]
BBC: Empire of the Seas programme akan tetapi pemerintahan
Inggris saat itu tidak mempunyai kemampuan pendanaan kemudian
berdasarkan gagasan William Paterson yang kemudian oleh
Charles Montagu direalisasikan dengan membentuk sebuah
lembaga intermediasi keuangan yang akhirnya dapat memenuhi
dana pembiayaan tersebut hanya dalam waktu duabelas hari. [2]
Great Britain. Committee on Currency and Foreign Exchanges, Great
Britain. Committee on Finance and Industry, British Parliamentary
reports on international finance: the Cunliffe Committee and the
Macmillan Committee reports Volume 3897 of International finance,
Ayer Publishing, 1979, ISBN 0-405-11212-2 ISBN 978-0-405-11212-6

11 Oktober 1827, De Javasche Bank N.V.; 06

Desember 1951 dinasionalisir pemerintah RI;


UU No 13 Tahun 1968, Bank Sentral di
Indonesia.
1934 (di Batavia), De Algemene Volks Credit
Bank; Lembaga Kredit Jepang Syomin Ginko;
BRI.

3. JENIS DAN USAHA BANK

3.1 Jenis Bank


Menurut jenisnya:
Bank Umum : memberikan jasa dalam lalu
lintas pembayaran.
b. Bank Perkreditan Rakyat : menerima
simpanan hanya dalam bentuk deposito
berjangka, tabungan, dan/tau bentuk lain
yang dipersamakan dengan itu.
a.

3.2 Usaha Bank


1. Usaha Bank Umum Konvensional.
2. Usaha Bank Umum Berdasarkan Prinsip

Syariah.
3. Usaha BPR Konvensional.
4. Usaha BPR Syariah

3.3 Jenis Bank, menurut :


1. Kegiatan Usaha : Bank Umum & BPR.
2. Fungsinya : Bank Komersial, Bank Pembangunan, & Bank Tabungan.
3. Kepemilikannya : Bank Pemerintah Pusat, Bank Pemerintah Daerah, Bank

Swasta Nasional, bank Asing, bank Swasta Campuran (Swasta Domestik &
swasta asing).
4. Kegiatan devisa/aspek status /Transaksi valas: bank Devisa & Bank Non Devisa.
5. Dominasi pangsa pasarnya: Retail Bank (perseorangan, usaha kecil, &
koperasi), Wholescale Bank (nasabah besar/nasabah korporasi) bank sebelum
krisis 1997 mayoritas kredit diberikan kepada konglomerat.
6. Target Pasar : Bank Retail, Bank Corporate, Bank Retail-Corporate.
7. Penciptaan Uang Giral : Bank Primer, dan Bank Sekunder.
8. Perhitungan Pendapatan : Bank Koersial dan Bank Syariah.
9. Letak Geografis : Local Bank, Regional Bank, dan Money Center/Multinasional
Bank.
10. Struktur Organisasi/Sistem Organisasi : Unit Banking, Brand Banking, One Bank
HC, dan Multi Banking Holding Company.

4. KEGIATAN DAN USAHA


BANK

4.1 USAHA BANK UMUM KONVENSIONAL


1. Menghimpun dana dari masyarakat (simpanan, berupa: giro, sertifikat deposito, tabungan, dan/atau bentuk yang lain

yang dipersamakan dengan itu).


2. Memberikan kredit.
3. Menerbitkan surat pengakuan utang, berjangka pendek & panjang (obligasi/sekuritas kredit).
4. Membeli, menjual, atau menjamin atas risiko sendiri maupun kepentingan & atas perintah nasabah (surat-surat wesel
diakseptasi, surat pengakuan utang & kertas dagang, kertas perbendaharaan negara & surat jaminan pemerintah, SBI,
Obligasi, surat dagang berjangka s.d. 1 tahun, instrumen surat berharga lain berjangka s.d. 1 tahun).
5. Memindahkan uang (baik kepentingan sendiri maupun untuk nasabah).
6. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, / meminjamkan dan kepada bank lain (baik menggunakan surat,
sarana telekomunikasi, maupun wesel unjuk, cek, atau sarana lainnya).
7. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga & melakukan perhitungan dengan / antar pihak ketiga
(kegiatan inkaso dan kliring).
8. Menyediakan tempat untuk mne yimpan barang & surat berharga.
9. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.
10. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat
di bursa efek.
11. Membeli melalui pelelangan agunan baik semua maupun sebagaian dalam hal debitur tidak memenuhi kewajiban
kepada bank, dengan ketentuan agunan yang dibeli tersebut wajib dicairkan secepatnya.
12. Melakukan kegiatan anjak piutang (pengurusan piutang transaksi perdagangan dalam/luar negeri), usaha kartu kredit
& kegiatan wali amanah.
13. Menyediakan pembiayaan dan/melakukan kegatan lain berdasarkan prinsip syariah, sesuai ketentuan BI.
14. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan UU & peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
15. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan BI.
16. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank / perusahaan lain di bidang keuangan, seperti sewa guna usaha,
modal ventura, perusahaan efek, asuransi, serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan dengan memenuhi
ketentuan BI.
17. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit/kegagalan pembiayaan
berdasarkan prinsip syariah, dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi ketentuan BI.
18. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun & pengurus dana pensiun sesuai dengan ketetntuan dlm peraturan perundangundangan dana pensiun yang berlaku.

4.2 USAHA BANK UMUM BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH


1. Melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan & investasi. Giro (prinsip wadiah), tabungan

(prinsip wadiah & atau mudharabah), deposito (prinsip mudharabah.


2. Menyalurkan dana melalui: prinsip jual beli (murabahah, istishna, salam), prinsip bagi hasil (mudharabah,
musyarokah), prinsip sewa menyewa (ijarah, ijarah muntahiya bittamlik), prinsip pinjam meminjam (akad qardh),
pemberian jasa pelayanan perbankan (wakalah, hawalah, kafalah, rahn).
3. Membeli, menjual & atau menjamin atas risiko sendiri surat-surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan atas dasar
transaksi nyata (underlying transaction) berdasarkan prinsip syariah..
4. Membeli surat berharga yang diterbitkna pemerintah dan atau BI.
5. Menerbitkan surat berharga berdasarkan prinsip syariah.
6. Memindahkan uang untuk kepentingan sendiri dan atau nasabah berdasarkan prinsip syariah.
7. Menerima pembayaran tagihan atas surat berharga yang diterbitkan dan melakukan perhitungan dengan atau antar
pihak ketiga berdasarkan prinsip syariah.
8. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang & surat-surat berharga berdasarkan (prinsip wadiah yad amanah).
9. Melakukan kegiatan penitipan termasuk penatausahaannya (prinsip wakalah).
10. Memberikan fasilitas letter of credit (L/C) berdasarkan prinsip syariah.
11. Melakukan kegiatan usaha kartu debet, charge chard berdasarkan prinsip syariah.
12. Melakukan kegiatan wali amanah berdasarkan akad wakalah.
13. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan bank sepanjang disetujui BI dan mendapat fatwa Dewan Syariah
Nasional.
14. Melakukan kegiatan dalam valuta asing berdasarkan prinsip syariah.
15. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank / perusahaan lain di bidang keuangan, seperti sewa guna usaha,
modal ventura, perusahaan efek, asuransi, serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan dengan memenuhi
ketentuan BI.
16. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun & pengurus dana pensiun sesuai dengan ketetntuan dlm peraturan perundangundangan dana pensiun yang berlaku.
17. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit/kegagalan pembiayaan
berdasarkan prinsip syariah, dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi ketentuan BI.
18. Dalam melaksanakan fungsi sosial dapat bertindak sebagai penerima dana sosial (zakat, infak, shadaqah, wakaf,
hibah, & menyalurkannya sesuai syariah atas nama bank atau lembaga amil zakat yang ditunjuk oleh pemerintah.

4.3 USAHA BPR KONVENSIONAL

1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam

bentuk simpanan (deposito berjangka,


tabungan, dan atau bentuk lainnya yang
dipersamakan dengan itu.
2. Memberikan kredit.
3. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat
Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka,
sertifikat deposito dan atau tabungan pada
bank lain.

4.4 USAHA BPR SYARIAH

1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk

simpanan, deposito berjangka (mudharabah),


tabungan (wadiah/mudharabah), dan atau
bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu
(wadiah atau mudharabah).
2. Menyalurkan dana dalam bentuk: transaksi jual
beli (murabahah, istishna, dan atau salam),
transaksi sewa menyewa (prinsip ijarah),
pembiayaan bagi hasil berdasarkan prinsip
(mudharabah dan/ musyarakah).
3. Melakukan kegiatan lain yang tidak bertentangan
dengan UU Perbankan dan prinsip syariah.

5. Asas, Fungsi, dan Tujuan Bank di


Indonesia

Asas, Fungsi, dan Tujuan Bank di


Indonesia
1. Asas, berasaskan demokrasi ekonomi

dengan menggunakan prinsip kehati-hatian.


2. Fungsi, sebagai penghimpun & penyalur
dana masyarakat.
3. Tujuan, menunjang pelaksanaan
pembangunan nasional dalam rangka
meningkatkan pemerataan, pertumbuhan
ekonoi, & stabilitas nasional ke arah
peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.

Pemeliharaan Kesehatan
Bank
Pemeliharaan kecukupan modal.
Kualitas aktiva
Manajemen
Pencapaian profit / profitabilitas tercapai

secara wajar.
Likuiditas yang cukup / likuiditas terpelihara.

Risiko-Risiko dalam Usaha Perbankan


1) Risiko Manajemen : timbul karena internal bank oleh mismanagement dan faktor
2)
3)
4)
5)

6)

7)

mentalitas pegawai bank.


Risiko Investasi : timbul karena kerugiaan penurunan nilai surat berharga yang
dimiliki (saham & obligasi)
Risiko Fidusia : timbul karena memberikan jasa perwaliamanatan sehinggga
menimbulkan kerugian bagi nasabah karena ketidakjujuran / unsur penipuan)
: solvency risk timbul karena ketidakstabilan politik & keamanan.
Risiko Keamanan Risiko Pendapatan : timbul karena gagalnya penyaluran kredit
bank. (kredit macet, perubahan suku bunga, perubahan kurs valas, & turunannya
nilai agunan (jaminan).
Risiko Pasar adalah Risiko pada posisi neraca dan rekening administratif
termasuk transaksi derivatif, akibat perubahan dari kondisi pasar, termasuk Risiko
perubahan harga option. Risiko Pasar meliputi antara lain Risiko suku bunga, Risiko
nilai tukar tingkat kurs valuta asing, Risiko ekuitas, dan Risiko komoditas. Risiko ini
dapat berasal baik dari posisi trading book maupun posisi banking book.
Risiko Kredit adalah Risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam
memenuhi kewajiban kepada Bank. Risiko kredit pada umumnya terdapat pada
seluruh aktivitas Bank yang kinerjanya bergantung pada kinerja pihak lawan
(counterparty), penerbit (issuer), atau kinerja peminjam dana (borrower). Risiko
Kredit juga dapat diakibatkan oleh terkonsentrasinya penyediaan dana pada
debitur, wilayah geografis, produk, jenis pembiayaan, atau lapangan usaha tertentu.
Risiko ini lazim disebut Risiko Konsentrasi Kredit dan wajib diperhitungkan pula
dalam penilaian Risiko inheren.

Risiko-Risiko dalam Usaha Perbankan

9) Risiko Likuiditas adalah Risiko akibat ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban

yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas, dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi
yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank. Risiko ini
disebut juga Risiko likuiditas pendanaan (funding liquidity risk).
10)Risiko Operasional adalah Risiko akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses
internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian eksternal yang
mempengaruhi operasional Bank. Sumber risiko ini antara lain oleh sumber daya manusia,
proses, sistem, dan kejadian eksternal.
11)Risiko Hukum adalah Risiko yang timbul akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek
yuridis. Risiko ini juga dapat timbul antara lain karena ketiadaan peraturan perundangundangan yang mendasari atau kelemahan perikatan, seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya
kontrak atau agunan yang tidak memadai.
12)Risiko Stratejik adalah Risiko akibat ketidaktepatan Bank dalam mengambil keputusan
dan/atau pelaksanaan suatu keputusan stratejik serta kegagalan dalam mengantisipasi
perubahan lingkungan bisnis. Sumber Risiko Stratejik antara lain ditimbulkan dari kelemahan
dalam proses formulasi strategi dan ketidaktepatan dalam perumusan strategi, ketidaktepatan
dalam implementasi strategi, dan kegagalan mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.
13)Risiko Kepatuhan adalah Risiko yang timbul akibat Bank tidak mematuhi dan/atau tidak
melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Sumber Risiko
Kepatuhan antara lain timbul karena kurangnya pemahaman atau kesadaran hukum terhadap
ketentuan maupun standar bisnis yang berlaku umum.
14)Risiko Reputasi adalah Risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang
bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam
mengkategorikan sumber Risiko Reputasi bersifat tidak langsung (below the line) dan bersifat
langsung (above the line).
15)Risiko Tingkat Bunga : timbul akibat perubahan tingkat bunga, sebagai akibat dari mismatch
position yang dilakukan bank, resource fund & uses of funds (perbedaan bunga).

Referensi:
Prof. Dr. H. Veithzal Rivai, S.E., M.M., M.B.A., dkk. Commercial

Bank Management Manajemen Perbankan Dari Teori ke Praktik.


Januari 2013. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta. Cetakan
pertama.
Julius R. Latumaerissa. Bank dan Lembaga Keuangan Lain.
2011. Salemba Empat.
Y Sri Susilo, Sigit Triandaru, A. Totok Budi Santosa. Bank &
Lembaga Keuangan Lain. 2000. Salemba 4 Jakarta. cetakan
pertama.
Martono. September 2004. Bank & Lembaga Keuangan Lain.
Ekonisia FE-UII- Yogyakarta. September 2004. Cetakan ke-3.
Taswan, SE., M.Si. Manajemen Perbankan (Konsep, Teknik &
Aplikasi). UPP STIM YKPN Yogyakarta. Januari 2006. Cetakan
pertama.

Terima Kasih