Anda di halaman 1dari 26

Asidosis Metabolik dengan

Gagal Ginjal Akut et causa Syok


Hypovolemik
Asher Juniar
102011201
E9

Skenario 8
Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa

oleh ibunya ke UGD RS karena nafas cepat dan


dalam serta lemas. Menurut ibunya anak
tersebut sudah mengalami diare dan muntah
sejak 3 hari yang lalu. Anak tersebut menjadi
tidak mau makan dan minum sejak sakit sehingga
tampak lemas serta buang air kencing sedikit.
Pada pemeriksaan fisik, didapati hipotensi,
takikardi, somnolen dengan nafas cepat dan
dalam, kedua mata cekung, turgor kulit
menurun, capilarry fill 4 detik serta kadar
ureum dan kreatinin yang meningkat.

Mind Map
Prognosis

Epidemiolog
i

Medika dan
non medika
mentosa

Anamnesis

Anak laki-laki berusia


6 tahun dengan
keluhan nafas cepat
serta lemas, diare
dan muntah sejak 3
hari yang lalu

Pencegahan

Pemeriksaa
n

Fisik

Working
diagnosis
Differential
diagnosis

Patofisiologi

Etiologi

Lab

Anamnesis

Autoanamnesis/Alloanamnesis
Identitas pasien: laki-laki ,6 tahun
Keluhan utama :nafas

cepat serta lemas


Keluhan penyerta : diare dan muntah sejak
3 hari yang lalu
Riwayat penyakit sekarang: Tidak mau makan

dan minum tampak lemas serta buang air kecil


sedikit.
Riwayat penyakit dahulu: Riwayat penyakit dalam keluarga: Riwayat sosial dan lingkungan:-

Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda vital
Antropometri
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

Hasil:
Compos Mentis
Didapati hipotensi, takikardi, dengan nafas cepat dan dalam,

kedua mata cekung, turgor kulit menurun, dan capilarry fill 4 detik

Pemeriksaan Penunjang
Elektrolit (Na, K, Ca, Phospat)
Hematologi (Hb,trombosit, Ht, Leukosit)
Nitrogen urea darah (BUN)
Kreatinin dan Ureum
Urinalisis
Indeks urin
Biopsi Ginjal
Radiologi: USG, CT-Scan, MRI

Pemeriksaan Penunjang
Gambaran laboratorium penyakit ginjal akut :
Peningkatan kadar ureum, kreatinin serum
dan penurunan GFR.
Penurunan kadar hemoglobin, peningkatan
kadar asam urat, hiperkalemia, hiponatremia,
hiperfosfartemia, hipokalsemia,
hiperglikemia, hipoalbuminemia dan asidosis
metabolik.
Proteinuria, hematuri (ditemukan silinder
eritrosit), leukosit
LED meningkat

Diagnosis
WD: Asidosis Metabolik dengan Gagal

Ginjal
Akut et causa Syok Hypovolemik
DD:Gagal Ginjal Intrinsik (Renal)
Gagal Ginjal Post Renal
Gagal Ginjal Kronis

Diagnosis banding
Gagal Ginjal Intrinsik (Renal)
berhubungan dengan penyakit sistemik
perfusi ginjal yang lemah menetap lama,
ginjal rusak sehingga pengembalian perfusi
ginjal tidak lagi memberikan efek pada
filtrasi glomerulus

Diagnosis banding
Gagal Ginjal Post Renal
menghambat aliran urin dari ginjal keluar
dapat mengakibatkan azotemia post renal
obstruksi ini dapat terjadi pada setiap
tempat dalam saluran perkemihan
laju aliran cairan tubular dan menurunkan
LFG
reabsorbsi natrium, air dan urea meningkat
menyebabkan penurunan natrium urine
dan meningkatkan osmolalitas dan BUN
urine

Diagnosis banding
Gagal Ginjal Kronis
penurunan fungsi ginjal yang ireversibel,
progresif dan dalam waktu yang lama
kelainan kongenital dan glomerulonefritis
kronik seperti uropati obstruktif, hipoplasia
dan displasia ginjal, dan ginjal polikistik
USG dapat ditemukan ukuran ginjal yang
mengecil, korteks yang menipis, adanya
hidronefrosis

Etiologi
GGA berdasarkan etiologi secara klasik dibagi
menjadi 3 bagian:
Prarenal:perfusi ginjal menurun akibat
hipovolemia, penurunan volume vaskular
efektif

Renal: kelainan vaskular intrarenal,


kerusakan tubulus
Pascarenal : uropati obstruktif akibat
kelainan kongenital, didapat,tumor

Etiologi
Asidosis metabolik dapat disebabkan :
penurunan laju filtrasi glomerulus
kegagalan ginjal mengekresikan asam
metabolik yang normalnya dibentuk di
tubuh
pembentukan asam metabolik yang
berlebihan dalam tubuh
penambahan asam metabolik kedalam
tubuh melalui makanan
kehilangan basa dari cairan tubuh

Epidemiologi
Keadaan prarenal mencakup 50-65% kasus,

pascarenal 15%, dan renal sekitar 20-35%


Mortalitas keseluruhan sekitar 30-70%,
tergantung usia dan adanya gagal organ atau
penyakit lain
Insidens GGA pada anak dengan umur lebih
tua diperkirakan sekitar 4/100000 populasi

Patofisiologi

Patofisiologi

Manifestasi Klinis
pucat (anemia)
oliguria (produksi urine > 40 ml/hari)
anuria (bila produksi urin < 50 ml/hari)
edema
hipertensi
muntah
Letargi
asidosis berat menyebabkan penurunan resistensi

vaskular perifer dan fungsi ventrikel jantung terjadi


hipotensi, udem paru, dan hipoksia jaringan

Komplikasi
Jantung : edema paru, aritmia, efusi pericardium
Gangguan elektrolit : hiperkalemia,

hiponatremia, asidosis
Neurologi: iritabilitas neuromuskular, tremor,
koma, gangguan kesadaran dan kejang.
Gastrointestinal: nausea, muntah, gastritis,
ulkus peptikum,perdarahan gastrointestinal
Hematologi : anemia, diastesis hemoragik
Infeksi : pneumonia, septikemia, infeksi
nosokomial

Penatalaksanaan
Medikamentosa
Hipovolemia: larutan garam isotonis secara
intravena, 20mL/kg, selama 30 menit
Furosemid intravena(2 mg/kg) bila terjadi anuria
dapat menaikkan kecepatan produksi urin
Dobutamin dapat memperbaiki perfusi ginjal
dengan meningkatkan kontraktilitas
miokardium.
Asidosis metabolik :natrium bikarbonat
intravena
Dialisis

Penatalaksanaan
Non-medikamentosa:
Menu oral
Jumlah kalori minimal 35 kkal per hari.
Protein hewani 0,6 gr/kgBB/hari sampai
1,0gr/kgBB/hari. Karbohidrat diberikan
antara 100-200 gram per hari untuk
mencegah katabolisme protein. Lemak
tidak perlu dibatasi
Menu nasogastrik
Menu parenteral

Pencegahan
Mengenal dan mengantisipasi semua faktor

risiko
Optimalkan curah jantung dan aliran darah ke
ginjal
Perbaiki dan atau tingkatkan aliran urin
Monitor asupan cairan dan pengeluaran cairan
Asupan nutrisi adekuat sejak dini
Cari fokus infeksi dan atasi infeksi dialisis
sebelum timbul komplikasi
Berikan obat dengan dosis tepat sesuai
kapasitas bersihan ginjal

Prognosis
Ad Bonam
Bergantung keadaan klinik dan derajat

gagal ginjal, faktor usia, makin tua makin


buruk prognosanya karena itu pencegahan,
diagnosis dini, dan terapi dini perlu
ditekankan

Kesimpulan
Anak laki-laki tersebut menderita Asidosis

metabolik dengan gagal ginjal akut et


causa syok hypovolemik