Anda di halaman 1dari 9

JUDUL INOVASI

AUTOMATIC STARTER EMERGENCY GENERATOR


DENGAN MIKROKONTROLER
MURAH DAN CERDAS

Inovator :
M. Afip Nurul Hudah

PT. PLN (Persero) WILAYAH SULSELRABAR


SEKTOR BAKARU – UNIT PLTA BILIBILI
DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Judul i
Abstrak ii
Kata Pengantar iii
Daftar Isi iv
Bab I Pendahuluan 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Maksud dan tujuan 1
1.3 Ruang Lingkup 2
1.4 Metodologi 2
Bab II Landasan Teori 3
Bab III Pembahasan Inovasi 7
Bab IV Manfaat dan Analisa Risiko 10
1. Manfaat Finansial 10
2. Manfaat Non Finansial 11
3. Analisa Risiko 11
Bab 5 Kesimpulan dan saran 12
Daftar Pustaka 13
Bio Data
Lampiran-Lampiran

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


PLTA Bilibili berkapasitas terpasang 20,1 MW dioperasikan oleh 2 orang operator, mensuplai energi
listrik melalui express feeder 20 kV menuju GI Borongloe (±12 km) ke transmisi 70 kV sistem
Sulawesi.
Pada saat terjadi gangguan yang membuat Pembangkit trip dan PS kehilangan suplai tegangan,
menimbulkan permasalahan sebagai berikut :
ƒ Proses kontrol sequence menuju stop terhenti karena alat bantu dan statusnya stagnan.
ƒ Persiapan unit untuk start kembali menjadi terhambat.
ƒ Sistem oli bertekanan rawan bermasalah karena tekanan turun akibat pompa terhenti.
ƒ Locking mekanik harus segera dilakukan pada peralatan di lokasi lantai terbawah.
ƒ Pengoperasian EG dilakukan di lokasi mesin, halaman belakang Gedung pembangkit.
ƒ Pengalihan suplai tegangan dilakukan di ruang switchgear di lantai 2 Gedung Pembangkit.
ƒ Pemulihan manual ke setiap lokasi peralatan yang dilakukan hanya oleh 1 orang dengan kondisi
minim penerangan membuat aspek keselamatan operator dan peralatan rendah.

1.2. Maksud dan Tujuan .


Maksud dari inovasi kami adalah melakukan otomatisasi pemulihan PS. Dengan tujuan, dapat
mempermudah dan mempercepat pemulihan gangguan guna meningkatkan keandalan dan efisiensi
Pembangkit.
1.3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup inovasi kami adalah membuat peralatan otomatisasi yang dapat terpasang secara
integrasi ke sistem PLTA Bilibili yang telah ada. Dan dapat dikembangkan untuk dipasang pada
sistem instalasi lain.
1.4. Metodologi
a. Pengumpulan data dan referensi untuk dilakukan studi :
• Prinsip kerja peralatan instalasi PS PLTA Bilibili.
• Prinsip kerja start dan stop EG Deuts F10L.
• Schematic diagram intalasi PS PLTA Bilibili.
• Mikrokontroler dan data sheets komponen yang diperlukan.

1
b. Perancangan :
• Membuat flow chart alur kerja sesuai system yang akan dibuat.
• Membuat rangkaian input dan rangkaian output.
• Membuat program dan mengkompile ke dalam Mikrokontroler.
• Melakukan simulasi rangkaian.
c. Pemasangan :
ƒ Membuat schematic diagram.
ƒ Memasang instalasi pengawatannya.
ƒ Melakukan pengujian real time peralatan.
ƒ Mengadakan penyempurnaan / re setting program sesuai kondisi peralatan.
d. Pengujian :
ƒ Komisioning (Dry Test) dengan status simulasi.
ƒ Komisioning actual hingga EG start dan stop.
ƒ Menghubungkan system control EG ke instalasi PS PLTA Bilibili (On Line).

2
BAB II
Landasan Teori

2.1. Mikrokontroler
Mikrokontroler merupakan komputer sangat kecil berupa sebuah IC (integrated circuit) Flash PEROM
(Programable and Erasable Read Only Memory) yang dapat diprogram berulang kali dan bersifat
non-volatile. AT89c51 adalah salah satu jenis mikrokontroler berstandar industri dengan 4 kBytes
Flash PEROM yang ada pasaran saat ini dengan konfigurasi pada Gb.2.1.
PDIP

P1.0 1 40 VCC
P1.1 2 39 P0.0 (AD0)
P1.2 3 38 P0.1 (AD1)
P1.3 4 37 P0.2 (AD2)
P1.4 5 36 P0.3 (AD3)
P1.5 6 35 P0.4 (AD4)
P1.6 7 34 P0.5 (AD5)
P1.7 8 33 P0.6 (AD6)
RST 9 32 P0.7 (AD7)
RXD P3.0 10 31 EA / VPP
TXD P3.1 11 30 ALE/PROG
INT0 P3.2 12 29 PSEN
INT1 P3.3 13 28 P2.7 (A15)
T0 P3.4 14 27 P2.6 (A14)
T1 P3.5 15 26 P2.5 (A13)
WR P3.6 16 25 P2.4 (A12)
RD P3.7 17 24 P2.3 (A11)
XTAL 1 18 23 P2.2 (A10)
XTAL 2 19 22 P2.1 (A9)
GND 20 21 P2.0 (A8)

Gb. 2.1 Pin Out chip AT89c51 Gb. 2.2 Blok Diagram DT - 51

Untuk menghasilkan sistem rangkaian yang lebih maksimal dan kompatibel maka IC AT89c51
tersebut disusun dalam sebuah minimum system salah satunya yang kami pakai untuk inovasi kami
adalah DT-51 Versi 3.0 dengan blok diagram pada Gb.2.2 dan spesifikasi sebagai berikut :
• Memiliki memory eksternal 8 KBytes.
• 4 kbyte Input/Output (A/B/C/D) meliputi Port A,B dan C sebagai PPI serta P1 89c51
• Control port meliputi Interrup Eksternal dan Counter Eksternal 89c51.
• Serial interface RS-232 untuk komunikasi dengan PC.

2.2. Pemrograman Assembly


Agar mikrokontroler dapat bekerja maka harus dimasukkan program ke dalamnya dengan
menggunakan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa tingkat rendah (low level

3
languange) yang sesuai dengan struktur internal chip. Bahasa assembly menggantikan kode-kode
biner dari bahasa mesin dengan “mnemonik” yang mudah diingat.
Kemudian untuk menerjemahkan Bahasa Assembly ke dalam program bahasa mesin (kode objek)
digunakan Assembler. Banyak program assembler yang bisa digunakan untuk mengembangkan
aplikasi mikrokontroler.
Salah satu yang kami gunakan adalah ASM.51 standar Intel yang dapat dijalankan pada PC
(Personal Computer) dengan sistem operasi DOS atau Windows. Program diketik menggunakan
sembarang editor dan harus disimpan dalam format .asm sehingga menghasilkan berkas objek.
Selanjutnya berkas objek tersebut diubah manjadi format heksa atau biner yang siap untuk
di”download” ke dalam mikrokontroler melalui pemrogram.
Salah satu yang fitur chip DT 51 yang kami maksimalkan untuk mendukung kerja inovasi kami
adalah internal timer. Dengan kemampuan tersebut kami dapat men-set waktu start/stop EG sesuai
real time nya dan juga dapat memberi jarak waktu masuknya beban EG hingga arusnya stabil
setelah transient akibat start awal beban-beban motor listrik.

2.3. Rangkaian Input


Adalah rangkaian yang berfungsi mengolah informasi / status peralatan menjadi satu infomasi
sepanjang 1 byte data untuk dimasukkan ke dalam port input DT-51. Data input tersebut menjadi
dasar dari operasi logika yang akan dijalankan oleh program dalam DT-51. Dengan dasar rangkaian
Gb.2.3 maka akan dihasilkan impedansi tinggi / rendah yang membuat level tegangan seperti
Gb.2.4. untuk menentukan logika yang dihasilkan apakah 0 atau 1. Kondisi floating harus dihindari
untuk menghindari kekacauan program.

VCC
5,5 V
470 Ω “1“
VCC
4,5 V
470 Ω

Floating
2,2 V
Port “0“
c945 0V

1 kΩ

“1“

Relay 12
Vdc

“0“

Gb. 2.3. Dasar Rangkaian Input Gb. 2.4. Level Tegangan

4
Rangkaian input auto starter EG Gb.2.4 kami buat dengan menambahkan rele 12 vdc sebagai
perantara dan pengaman DT-51. Status peralatan yang diperlukan sebagai dasar operasi logika
terbaca sebagai informasi sepanjang 1 byte (8 bit).

INPUT BOARD LED INDIKATOR

Tr 1 Tr 2 Tr 3 Tr 4 Tr 5 Tr 6

12 Vdc

Relay Relay Relay Relay Relay Relay


12 V 12 V 12 V 12 V 12 V 12 V

Output Port
Input 1 Input 2 Input 3 Input 4 Input 5 Input 6

Gb.2.5. Denah Rangkaian Input.


2.4. Rangkaian Output.
Adalah rangkaian yang berfungsi melaksanakan perintah dari mikrokontroler melalui port outputnya.
Perintah tersebut berupa sinyal bit 0 atau 1 dalam informasi sepanjang 1 byte. Rangkaian output
kami buat memakai relay 12 Vdc yang membutuhkan arus sekitar 30 mA sehingga tidak dapat
dihubung langsung ke output port mikrokontroler karena tidak cukup kuat arusnya. Maka kami
menggunakan driver untuk penguat arus berupa transistor dengan ”Darlington Array” ULN2803.
Konfigurasi Darlington sehingga mempunyai β (penguatan arus) yang besar dapat dilihat pada
Gb.2.5.
COM

2,7

7,2 3 kΩ

Gb.2.6. Konfigurasi Output ULN2803A

5
Setiap output pada ULN 2803A dapat dibebani sampai 500mA, serta dilengkapi dengan ’supression
diode’. Diode ini berfungsi untuk mencegah ‘kickback’ yaitu transient yang terjadi pada koil
relay/beban induktif saat relay dimatikan. Fenomena tersebut dapat dianalisa dengan rumus berikut:
V = - L di/dt

Perubahan arus yang sangat cepat menjadikan dt = 0 sehingga tegangan balik akan menjadi

sangat besar yang mengakibatkan kerusakan transistor.


Problem lain yang terjadi pada kontak relay adalah loncatan bunga api listrik yang dapat
memperpendek umur kontak dan mengacaukan program mikrokontroler akibat Radio Frequency
Interference (RFI). Bunga api ini terjadi pada beban induktif seperti relay dan kontaktor yang ada
pada rangkaian inovasi kami. Untuk mencegah hal ini kami menggunakan Zinc Oxide Varistor (ZOV)
yang dipasang secara paralel dengan kontak. Varistor bersifat seperti resistor dengan nilai
resistansinya tergantung pada tegangan. Ketika kontak terbuka, beban induktif menghasilkan
tegangan balik yang cukup besar akibat perubahan medan magnet. Pada saat ini nilai resistansi
varistor menjadi sangat kecil dan arus akan mengalir melalui ZOV, sehingga transient dapat
diredam. Pada saat keadaan normal resistansi MOV sangat besar dan hanya menarik arus yang
sangat kecil.

Relay 12 V Relay 12 V Relay 12 V Relay 12 V

ULN2803A
ZOV1 ZOV2 ZOV3 ZOV4
LED INDIKATOR

Relay 12 V Relay 12 V Relay 12 V Output


Relay 12 8V

12 Vdc
ZOV5 ZOV6 ZOV7 ZOV8

Output Output 1 Output 2 Output 3 Output 4 Output 6 Output 8


Output 5 Output 7
Port

Gb.2.5. Denah Rangkaian Output.

6
BAB III
PEMBAHASAN INOVASI
Auto Starter EG inovasi kami memerlukan beberapa tahap pembuatan. Berdasar hasil studi,tinjauan
pustaka, survey, pertimbangan biaya, kemudahan , persyaratan teknis maka tahapan-tahapan yang
diperlukan adalah sebagai berikut :
1. Perancangan dan pembuatan rangkaian
2. Pemasangan dan penyesuaian kondisi real dilapangan
3. Pengujian
1. Perancangan dan pembuatan rangkaian :
ƒ Membuat flow chart alur kerja sesuai system yang akan dibuat (Gb.3.1).
ƒ Membuat rangkaian input dan rangkaian output (Gb.3.2 dan Gb.3.3).
ƒ Membuat program ke dalam Mikrokontroler dalam pemograman assembly.
ƒ Melakukan simulasi awal rangkaian.

MULAI

K1 Off =>K2 On K2 Off K1 On

PS Utama ada tegangan ACB ACC On ACB ACC On

Waktu u/ stabil Waktu u/ stabil


Masukan K1

ACB MCC 1 On ACB MCC 1 On

PS Utama
Load

Waktu u/ stabil arus Waktu u/ stabil

Tidak
ACB MCC 2 On
Standby ACB MCC 2 On
Panas ?

Tidak
ya Waktu u/ stabil arus
Waktu u/ stabil

PS Utama padam
dgn Waktu padam EG Load
lama ?
ACB Dam On
3X
KESEMPATAN Kirim Signal
Start EG PS Utama menyala
ya

Waktu u/ stabil
ACB Dam Tidak
ya Off Waktu
Gagal Start ?
menyala
lama ?
PS utama Load

Tidak ACB MCC 1 Off ya

ya
ACB MCC 2 Off
EG siap ACB MCC 2 Off Standby
Panas ?

Tidak

ACB MCC 1 Off


ACB ACC Off
Alarm Kirim Signal Stop EG

Tidak
ACB ACC Off
EG siap ?
SELESAI

Gb.3.1. Flow Chart Program Auto Starter EG Sistem PS PLTA Bilibili