Anda di halaman 1dari 20

Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

DEMOKRASI DAN MUSYAWARAH


DALAM PANDANGAN DARUL ARQAM, NII, DAN HIZBUT TAHRIR
INDONESIA

Asep Zaenal Ausop*

ABSTRACT

Darul Arqam (DA), Negara Islam Indonesia (NII), and Hizbut Tahrir
Indonesia (HTI) are the Islamic movement (harakah Islamiyah) which posses its own
view on democration and deliberation, clearly distinctive from the view of common
Indonesian and world people. Why they posses their own view, what is the argument
behind, and what the experts say about these movement, this is matter that everybody
must know.
The goal of this research is to cover valid data and scientific facts about these
three view of the Islamic organizations about democracy and deliberation, analyzed
them, and compared with notions of other Islamic thinkers. This is a qualitative
research with theological approach as methodological approach and explanatory
descriptive as research method.
The result of this research proofs that Darul Arqam (DA), Negara Islam
Indonesia (NII), and Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) posses same view that democracy
is proscribe. For them, the truth that came from majority voters is an adversative to
God’s absolute dominance principle and change the God’s authority as law maker,
their argumentation is distinguishable each other though.

Key word : demokrasi, musyawarah, khilafah, ahlul halli wal aqdi.

1. Pendahuluan penguasa itu hanya menguntungkan


penguasa itu sendiri serta merugikan
Latar belakang kelahiran demo- rakyat. Akibatnya, rakyat tertindas dan
krasi bermula dari adanya para penguasa terdzalimi.
di Eropa yang beranggapan bahwa Terhadap keadaan ini mereka
penguasa adalah wakil Tuhan. Tuhan protes kemudian bangkitlah para
telah memberikan kewenangan kepada pemikir dan filosof yang kemudian
para penguasa untuk membuat hukum melahirkan konsep demokrasi. Demo-
dan perundang-undangan serta ke- krasi merupakan kata yang menunjuk-
wenangan untuk memerintah rakyat. kan makna bahwa pemerintahan itu
Tidak sedikit dari aturan dan perundang- adalah berasal dari rakyat, oleh rakyat
undangan yang dibuat oleh para dan untuk rakyat. Jadi kekuasaan berada
* Dosen KK Ilmu Kemanusiaan FSRD ITB. di tangan rakyat, hukum dibuat ber-

Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 601


Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

dasarkan suara rakyat karena suara Untuk mengetahui pandangan


rakyat adalah suara Tuhan. DA, NII, dan HTI tentang demokrasi
Ide dasar demokrasi adalah, dan musyawarah secara valid perlu
kekuasaan mutlak berada di tangan dilakukan penelitian akademis, oleh
rakyat, rakyatlah yang berhak membuat karena itu penulis mengangkat masalah
dan melaksanakan peraturan yang ini untuk diteliti. Adapun tujuan yang
ditetapkan sendiri berdasarkan suara ingin dicapai adalah untuk memperoleh
mayoritas. Rakyat berhak memilih data dan fakta ilmiah yang dapat
anggota badan legislatif berdasarkan menggambarkan pandangan DA, NII,
suara mayoritas. Rakyat berhak memilih dan HTI tentang demokrasi dan
penguasa (badan eksekutif) berdasarkan musyawarah.
suara mayoritas bahkan rakyat berhak Tulisan ini merupakan hasil
menentukan hakim (badan yudikatif) penelitian yang dilakukan secara
berdasarkan suara mayoritas pula. Jadi, terpisah, yakni penelitian terhadap Darul
inti demokrasi adalah segala keputusan Arqam dilaksanakan pada tahun 1995-
ditentukan oleh suara mayoritas rakyat. 1996 yang di up date tahun 2009,
Ada dua ide demokrasi yakni (1). penelitian tentang NII dilaksanakan pada
kekuasaan di tangan rakyat (2). rakyat tahun 2002-2005 yang di up date tahun
sebagai sumber kekuasaan. Dengan dua 2009, sedangkan penelitian terhadap
ide ini pada hakikatnya demokrasi telah Hizbut Tahrir dilakukan tahun 2008-
menghapus ide hak Ketuhanan (Divine 2009.
Right) yang selama ratusan tahun berada Kerangka pemikiran yang
di tangan penguasa yang menganggap digunakan dalam penelitian ini adalah
dirinya sebagai wakil Tuhan. teori perubahan perilaku dan pem-
Sistem demokrasi itu telah lama bentukkan kelompok manusia dari John
digunakan di negara Amerika Serikat F. Longresi dan James W. Vander
dan Eropa bahkan telah digunakan oleh Zandeii. Menurut Longres, perubahan
negara-negara yang mayoritas rakyatnya perilaku manusia dipengaruhi oleh
beragama Islam termasuk Indonesia. Ide norma (norm) dan nilai (value) yang
dan praktik demokrasi ini telah dianut dan diyakini seseorang, juga
mendapat sorotan tajam dari para tokoh menurut Vander Zanden pembentukan
Islam terutama para tokoh salafi yang kelompok manusia (human groups) pun
tradisional (lawan modernis). Pada salah satunya dipengaruhi oleh ke-
umumnya mereka menyatakan bahwa samaan norma dan nilai yang dianut-nya
demokrasi tidak sesuai dengan ajaran tersebut sekaligus membedakannya dari
Islam dan dapat merusak akidah. Oleh karakteristik kelompok lainnya.
karena itu menggunakan demokrasi Selain itu digunakan juga teori
dalam menjalankan roda pemerintahan dari Harun Nasution dan Azyumardu
adalah haram hukumnya. Pandangan Azra, guru besar IAIN Syarif
mereka ini sangat bertentangan dengan Hidayatullah Jakarta tentang pemilihan
pendapat mayoritas rakyat dunia dan tokoh/ pemikir Islam. Dalam hal ini para
rakyat Indonesia pada umumnya yang ulama pada umumnya (jumhur) sepakat
salama ini mengagungkan dan mem- bahwa sumber hukum dan nilai ajaran
praktekkan demokrasi. Islam adalah Al-Qur‟an yang
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 602
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

dielengkapi dengan al-Hadits (sunah keharusan membentuk negara Islam,


rasul). Kedua sumber ini diakui yang penting substansi dan nilai-nilai
keberadaan dan fungsinya oleh seluruh universal Islam yang harus masuk
ulama dan telah dipraktekkan sejak menjadi fondasi negara misalnya nilai
zaman nabi dan para sahabatnya. Akan keadilan, demokratis dll tidak harus
teapi dalam tataran penafsiran, telah berbentuk negara sebagaimana negara
melahirkan multi interpretasi karena Madinah di zaman Rasul. Jadi
penafsiran sangat dipengaruhi oleh Azyumardi Azra lebih memilih Islam
banyak faktor antara lain oleh paradigma substantif daripada Islam simbolik.
berpikir para ulama dan konsep-konsep, Untuk membahas masalah ini,
teori, serta prinsip-prinsip yang metode pendekatan yang digunakan
digunakannya. Tidak heran apabila adalah pendekatan teologis (teological
terjadi sekian banyak perbedaan approach) yakni melihat masalah serta
(khilafiyah). Namun sejauh perbedaan menganalisis segala macam pendapat
itu masih berada pada koridor aturan DA, NII dan HTI melalui pendekatan
baku yang telah disepakati bersama oleh Al-Qur‟an dan Hadits serta pendapat
para ulama secara umum (jumhur para ulama dan pemikir Islam. Metode
ulama) tidaklah menjadi masalah. penelitian yang digunakan adalah
Berbeda sekali apabila khilafiyah itu deskriptif ekplanatoris, yakni menge-
memang terjadi karena pelanggaran depankan data dan fakta ilmiah tentang
terhadap sejumlah prinsip, teori dan pendapat DA, NII, dan HTI apa adanya,
konsep-konsep dasar yang telah di- kemudian setelah itu ide atau konsep
sepakati. mereka dibahas satu persatu, dibanding-
Berkaitan dengan corak penafsir- kan dengan pendapat ulama dan pemikir
an, Harun Nasution memilah ulama Islam lainnya.
menjadi dua besaran pokok yakni ulama
Tradisional dan Ulama Modernia.
Ulama tradisional ialah ulama yang 2. Hasil Temuan Penelitian
masih terikat oleh hadits Ahad dan
pendapat ulama salaf yang sangat A. Pandangan Darul Arqam
banyak jumlahnya. Sedangkan ulama
modernis adalah ulama yang sudah Darul Arqam selanjutnya di-
menggunakan akal secara luas dalam sebut DA adalah sebuah badan dakwah
memahami Islam serta tidak lagi terikat Islam yang bermula dari pengajian
oleh hadits Ahad dan oleh pendapat keluaga yang disebut pengajian Rumah
ulama terdahulu, sedangkan Azumardin Putih karena markasnya adalah sebuah
Azra membagi ulama dalam konteks rumah bercat putih. Selanjutnya tumbuh
konsep negara. Menurutnya ulama berkembang menjadi gerakan keagama-
terbagi dua yakni ulama fundamentalis an bercorak tasawuf tarekat yang
dan ulama modernis. Ulama fundamen- dinisbahkan (dihubungkan) kepada
talis adalah mereka yang berpendapat seorang ulama Malaysia asal Wonosobo
bahwa bentuk negara harus seperti apa bernama Muhammad Suhaimi sehingga
adanya di zaman nabi. Sedangkan ulama dikenal dengan sebutan Tarekat
modernis menyatakan tidak ada Muhammadiyah atau tarekat
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 603
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

Suhaimiyahiii. Pusat gerakannya adalah mengubah Malaysia menjadi negara


di Sungai Penchala Malaysia.iv Islam pada tahun 2025. DA pun sering
Sejak tanggal 28 Februari 1971 secara tajam mengecam negara dengan
organisasi ini resmi diberi nama Darul sistem demokrasi terbuka, mengecam
Arqam dan dimpimpin oleh syaikh negara yang menggunakan undang-
Ashaari Muhammad, seorang yang undang di luar hukum Islam, serta
mengklaim sebagai pemuda Bani mengkritik kerbijakan perdana menteri
Tamim yang akan mendampingi Imam Mahatir Muhammad. Pemerintah
Mahdi (messias) yang kelak akan Malaysia menilai bahwa DA telah
mengambil alih kekuasaan negara lantas mengubah gerakan dakwah Islam
mendirikan Khilafah Islamiyah yang kepada gerakan politik praktis yang bisa
terakhir sebelum kiamat terjadi. DA membahayakan negara. DA berkali-kali
cepat berkembang antara lain karena diberi peringatan dan dipersempit ruang
Syaikh Ashaari Muhammad rajin geraknya sehingga akhirnya pada hari
mempublikasikan ajaran DA melalui jumat tanggal 5 Agustus 1994, pe-
berbagai media antara menulis buku merintah Malaysia dengan tegas
sebanyak 64 buah, melalui VCD dan menyatakan DA sebagai organisasi
dakwah dari daerah ke daerah bahkan terlarang.
tembus ke manca negara. Dengan larangan ini, resmilah
Identitas lahiriah DA mudah 100.000 jemaah DA tidak diperbolehkan
dibedakan dari gerakan keagamaan secara hukum mengamalkan dan
lainnya. Kaum prianya memakai gamis melaksanakan aktivitas meliputi
yang dilengkapi dengan sorban yanag penerbitan, pendidikan dan perdagang-
dililitkan di atas songko (peci), baju an. Tidak kurang dari 200 sekolah dasar
mereka berwarna hijau atau hitam. dan taman kanak-kanak serta 48 desa
Mereka pun memelihara jenggot, Islam DA di seluruh Malaysia ditutup.
Sedangkan kaum wanitanya meng- Demikian pula aset bisnis DA senilai
gunakan jilbab dan cadar yang 230 milyar rupiah meliputi bisnis
seluruhnya berwarna hitam.v Selain ciri makanan halal, real estat, dan industri
lahirilah mereka dikenal pula sebagai kecil tidak diperbolehkan lagi meng-
kelompok keagamaan yang menggalak- gunakan nama Darul Arqam. Sejak itu,
kan polgini. Sebagai ilustrasi Ashari bukan semua atribut DA dilepaskan.
Muhammad sebagai imam tertinggi Pakaiannya pun diubah, anggota pria
memiliki empat isteri dan 40 anak, memakai celana panjang, kemeja dan
Salim Abbas sebagai wakil syaikh peci, sedangkan anggota wanita meng-
beristeri empat dan mempunyai 18 gunakan jilbab berwarna cerah, umum-
anak, dan Dr. Risdam Effendi alias nya warna krem.
Abdurrahman sebagai pimpinan DA Pada perkembangan selanjutnya
untuk wilayah Indonesia mempunyai yakni tahun 1997, nama DA diubah
tiga isteri. menjadi Rufaqa untuk Malaysia
DA yang bercorak gerakan sedangkan untuk Indonesia bernama
tasawuf dan tarekat berubah menjadi Hawariyun tetapi untuk urusan luar
gerakan politik yang tendensius serta meggunakan nama Jumala. Pada tahun
memublikasikan bahwa DA akan 2001 untuk ke luar DA menggunakan
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 604
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

nama Rufaqa. Tahun 2003, nama luas dalam soal Islam dan kenegaraan,
Hawariyun untuk DA Indonesia dibuang beriman, dan selalu bertindak atas dasar
kemudian menggunakan nama Rufaqa, ilmu Allah. Oleh sebab itu, seseorang
baik untuk Indonesia. Kemudian pada yang dipilih dan dilantik sebagai pejabat
tahun 2007, nama Rufaqa diganti lagi oleh mereka pada hakikatnya diangkat
mennadi Global Ikhwan, nama ini oleh Allah. Akan tetapi, dalam hal ini
berlaku terus sampai hari ini.vi Ashaari Muhammad tidak menjelaskan
Bagaimana pandangan DA siapa yang berhak memilih ahlul halli
tentang demokrasi? DA menyatakan wa aqdi itu. Hanya saja, di kalangan DA
bahwa di dalam Islam tidak dikenal yang memilih mereka adalah Ashari
konsep daulah (negara) dengan batas – Muhammad sendiri.
batas teritorial yang sangat ketat yang Tugas ahlul halli wa aqdi sangat
dipimpin oleh seorang presiden atau raja berat karena harus menentukan orang
yang berdiri masing-masing. Di dalam yang paling layak di antara para calon
Islam hanya dikenal konsep al-ummah, yang akan dipilih kendati sudah sejak
Jama’atul Muslimin atau kesatuan umat awal calon pimpinan itu telah diseleksi
yaitu suatu kesatuan yang terikat dengan berdasarkan kriteria kepempimpinan
ikatan iman dan steril dari simbol- secara umum menurut Islam. Dengan
simbol nasionalisme . adanya ahlul halli wa aqdi, DA tidak
Pandangan ini berdasar pada mengenal Pemilu sebagaimana di-
konsep bahwa segala kekuasaan adalah laksanakan di negara demokratis.
milik mutlak Allah SWT, akan tetapi Karena prinsip ini, anggota DA tidak
karena Allah tidak mungkin memerintah pernah mengikuti Pemilu. Selanjutnya,
langsung maka Allah mengangkat karena khalifah dipilih oleh ahlul halli
khalifatullah di muka bumi ini, jadi wa aqdi, khalifah, imam atau pimpinan
sebagian kekuasaan Allah itu didelegasi- tidak boleh diganti atau diturunkan dari
kan kepada khalifah (presiden dunia). jabatannya. Ia menjadi pemimpin se-
Seorang khalifah berkedudukan umur hidup. Selagi ia belum wafat atau
sebagai wakil Tuhan bukan sebagai tidak ada udzur syar’i, ia tidak boleh
wakil rakyat. Oleh karena itu, pemimpin diganti juga tidak boleh mengundurkan
tidak dipilih oleh rakyat, namun ditunjuk diri.
dan ditetapkan oleh Tuhan. Akan tetapi, Ini berbeda sekali dengan pe-
karena Tuhan tidak mungkin langsung milihan pimpinan di negara demokrasi
memilih wakil-Nya, Tuhan memilih terbuka. Di dalam sistem demokrasi,
khalifah lewat kelompok orang-orang siapapun boleh dipilih menjadi pimpinan
saleh yang memahami hukum-hukum walaupun orang itu jahat dan jahil.
Allah dan sangat comitted kepada Dalam pemilu seperti itu, suara orang
kehendak Allah. Kelompok ini disebut jahat sama harganya dengan suara
ahlul halli wa aqdi. Tugasnya adalah orang yang saleh. Selain itu, pemilih
memusyawarkan dan memutuskan ber- sering tidak paham apa visi dan misi
bagai macam kebijakan negara termasuk partai atau orang yang dipilihnya. Tidak
memilih pimpinan / khalifah. sedikit orang yang menghalalkan segala
Ahlul halli wa aqdi adalah acara demi mencapai tujuannya
sekelompok orang yang berpengetahuan sehingga muncullah istilah “politic is
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 605
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

dirty game”. Sebagai aktualisasi dari melibatkan dua atau tiga orang
pandangannya ini, DA menolak sistem tergantung kepada keperluannya.
demokrasi. Mereka tidak ikut dalam Berdasarkan uraian di atas dapat
pemilu dan merekapun menolak sistem diringkas bahwa pandangan DA tentang
partai karena tidak terdapat di dalam demokrasi dan musyawarah adalah
sunnah rasul. sebagai berikut:
Bagaimana pandangan DA
tentang musyawarah ?. Menurut DA, di Demokrasi bukan dari ajaran
dalam sistem khilafah ada sebuah Islam, di dalam Islam ada Ahlul
pranata yang disebut Majelis Syura, halli wal aqdi yang bertugas
disebut juga ahlul halli wal aqdi atau memilih pimpinan bukan melalui
Majelis Suyukh (majelis pini sepuh) Pemilu seperti dalam sistem
atau disebut juga dewan tanfidz. Disebut demokrasi. Pemilihan pimpinan
ahlul hallli wal aqdi karena mereka melalui Pemilu sangat berbahaya
adalah kelompok keahlian yang karena suara seorang jahil
berwewenang menyeleksi dan memilih dihargai sama dengan suara
pimpinan. Disebut Majelis Syura karena seorang yang saleh, juga saangat
merupakan badan musyawarah atau sering terjadi pemilih menentu-
badan legislatif. Disebut Dewan Tanfidz kan pilihannya tanpa mengetahui
karena merupakan dewan pertimbangan visi dan misi orang yang
atau dewan penasihat atau disebut dipilihnya.
Majelis Syuyukh karena mereka
merupakan majelis pini sepuh. Terserah Di dalam demokrasi sangat bisa
mau apa penamaannya. Salah satu syarat terjadi musyawarah antara
menjadi anggota majelis syura adalah muslim dengan nonmuslim
beragama Islam sehingga dengan demi- termasuk dalam membahas
kian mustahil terjadi musyawarah antara urusan umat Islam. Sedangkan di
muslim dengan nonmuslim dalam dalam Islam musyawarah hanya
membahas urusan umat. Tugas pokok berlaku antara muslim dengan
Majelis Syura ini adalah memusya- muslim sebab syarat menjadi
warahkan hal-hal yang belum dijelaskan anggota majelis syura harus
secara ekplisit oleh Al-Qur‟an dan beragama Islam.
hadits, belum diijmakan oleh ulama
salaf, dan belum diarahkan oleh ketua Di dalam demokrasi, pengambil-
jemaah, ketua negara atau khalifah. an keputusan bisa melalui
Apabila terjadi perbedaan pendapat di vooting, Sedangkan di dalam
antara anggota majelis syura (deadlock), Islam tidak demikian, apabila
maka tidak boleh diambil suara terjadi deadlock, maka keputusan
terbanyak (vooting) tetapi keputusan akhir berada di tangan khalifah
akhir berada di tangan khalifah, sebab karena dialah yang bertanggung
khalifahlah yang bertanggung jawab atas jawab atas semua urusan umat.
semua urusan umat. Dalam hal
musyawarah, khalifah boleh saja tidak Di dalam demokrasi dipeboleh-
melibatkan banyak orang tetapi hanya kan ada partai-partai. Dalam hal
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 606
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

ini calon anggota dewan Sebelum Abu Toto mernjadi


legislatif atau kepala negara presiden NII, ia adalah pemimpin
diusung oleh partai-partai ter- tertinggi NII Komandemen Wilayah IX
sebut. Sedangkan di dalam Islam yang meliputi daerah Jakarta, Banten
tidak dikenal sistem kepartaian dan Bekasi, oleh karena itu maka NII di
karena hal itu dapat melahirkan bawah Abu Toto ini lebih dikenal
ashabiyah atau fanatisme dengan sebutan NII KW IX. Baik NII
kelompok. Kartosoewirjo maupun NII KW IX
kedua-duanya memiliki kesamaan
pandangan dan sikap terhadap
B. Pandangan NII (Negara Islam demokrasi dan musyawarah yang
Indonesia) berbeda hanyalah argumentasinya.
Dalam membahas demokrasi
NII adalah sebuah gerakan Islam dan musyawarah, NII KW IX meng-
(harakah Islamiyah) yang dipimpin oleh gunakan konsep Tauhid Rubbubiyah,
Maridjan Sekarmadji Kartoseowirjo Mulkiyah dan Uluhiyah (selanjutnya
salah seorang tokoh Masyumi Jawa disebut tauhid RMU). Menurut NII KW
Barat. Dalam memperjuangkan berdiri- IX, surat Al-Fátihah yang merupakan
nya negara Islam Indonesia, mereka surat pendahuluan berisi statement maha
bersikap nonkooperatif terhadap penting, terutama pada kalimat Rabbul
Belanda serta melakukan politik hijrah. ‘álamin, Máliki Yaumiddin dan Iyyáka
NII telah memproklamirkan lahirnya na‘budu. Demikian juga pada surat
negara Islam Indonesia pada taggal 7 penutup yakni surat an-Nás ada kalimat
Agustus 1949 yang kemudian disebut DI rabbinnas, málikinnas dan iláhinnas.
(dar al-Islam) atau wilayah Islam. NII Kedua surat itu mengandung konklusi
memiliki tentara sendiri yang disebut TII pengesaan Allah yang luar biasa,
(tentara Islam Indonesia). mengandung konsep tauhid yang
Pada tahun 1962 NII ditumpas lengkap dan kokoh. Dengan demikian
oleh TNI sebagai tentara pemerintah Al-Qur‟an dibingkai oleh dua surat
Indonesia kemudian Kartosewirjo di- (awal dan akhir) yang memuat pesan
hukum mati pada tanggal 5 September tauhid yang sangat kuat. Munásabah
tahun itu pula. Setelah NII ditumpas (interrelasi) kedua surat itu meng-
oleh NKRI, NII tumbuh sebagai gerakan gambarkan secara jelas adanya
bawah tanah dan mengalami beberapa taksonomi tauhid yakni Tawhid
kali pergantian pemimpin (imam) dua di Rubbubiyah, Tawhid Mulkiyah dan
antaranya adalah Daud Beurueh dan Tawhid Uluhiyah. Untuk lebih jelasnya
Adah Djaelani. Pada tahun 1996 dapat dilihat pada table di bawah ini
imamah NII dipegang oleh Abu Toto
Abdussalam sampai hari ini.
.

Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 607


Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

Tabel 1

KONSEP TAUHID RMU DALAM MUNASABAH SURAT AL-FATIHAH DAN AN-NASvii

Surat Al-Fátihah Surat Al-Nás Munásabah (interelasi ) surat dan ayat


1 2 3
Rabbul ‘alamn Rabbinnas Melahirkan Tawhid Rubbãbiyah. Hanya Allahlah
satu-satu nya Pemgatur alam termasuk manusia.
Maliki yaumiddin Mailikinnas Melahirkan Tawhid Mulkiyah. Hanya Allah-lah
satu-satunya Raja alam ini termasuk raja manusia.
Iyyaka na’budu Ilahinnas Melahirkan Tawhid Uluhiyah. Hanya Allah-lah
yang wajib disembah karena Allah adalah satu-
satunya Tuhan manusia.

Kata Rabb mengandung dua memproklamirkan diri sebagai Rabb.


pengertian, yakni sebagai Pencipta dan Dengan demikian ia termasuk orang
sebagai Pemilik. Sebagai Pencipta, yang musyrik. Jadi hukum tidak bisa
mengandung maksud bahwa Allah diputuskan oleh hasil musyawarah
adalah Pencipta alam semesta dengan secara demokratis yang pada umumnya
segala isinya termasuk manusia. Dia didasarkan kepada suara terbanyak.
adalah Maha Pengatur segala urusan, Islam tidak mengenal demokrasi dalam
Maha Pemelihara, Maha Pemberi rizki, penetapan hukum sebab pembuatan
Maha Pendidik, dan Maha Penjamin hukum adalah hak preoregatif Allah.
stabilitas keamanan. ( QS. 96 : 1 -5 , Allah dengan predikat sebagai
QS. 10 : 3,31,32. QS. 2 :21,22 . QS. 42 Rabb al-‘álamin telah menata alam
: 11-12, QS. 106 : 3 -4). Sedangkan semesta ini dengan undang-undangNya
Rabb sebagai Pemilik mengandung yang disebut Sunnatullah. Sedangkan
maksud bahwa Allah adalah pemilik Allah dengan predikat Rabb an-nás
alam, pemilik hukum, dan pembuat (QS. 114 :2) berarti Allah-lah yang telah
undang-undang. (QS. 42 :10 QS. 7 :2,3. menata kehidupan manusia dengan
QS. 6 : 144, QS. 32: 2,3 QS. 10:37, QS wahyu Al-Qur‟an (Rubbubiyah Allah).
12 : 40). Seluruh aturan dan perundang-undangan
Dengan demikian yang dimaksud yang merupakan produk akal manusia
dengan Tauhid Rubbubiyah adalah (di luar wahyu) harus dinyatakan gugur
meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya karena dinilai batil, walaupun telah
Rabb, yang menciptakan, memelihara, melalui proses demokrasi. Hukum
memberi rizki, dan mengatur manusia. seperti itu termasuk hukum jahiliyah
Oleh karena itu, di tangan Allah-lah yang tak lain merupakan hukum hawa
kewenangan secara absolut untuk nafsu. Orang yang berpegang kepada
membuat undang-undang atau hukum. aturan produk akal dan mengingkari
Apabila manusia mencoba membuat hukum Allah (Rubbubiyah Allah)
atau memproduksi hukum di luar hukum dihukum zalim, fasik, dan musyrik.
Al-Qur‟an, maka sama saja dengan

Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 608


Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

Dihukum demikian karena ia telah penguasa alam ini, maka Dialah yang
mengingkari tauhid Rubbubiyah.viii berdaulat terhadap alam ini. Kedaulatan
Selanjutnya, manusia yang me- tertinggi adalah milik Allah sedangkan
ngaku Allah sebagai Rabb an-Nás wajib manusia sama sekali tidak memiliki
melaksanakan undang-undangNya di kedaulatan.x Allah sebagai Rabb berarti
muka bumi bukan menegakkan hukum Tuhan yang memelihara, mengatur,
hasil proses demokrasi. Jika tidak, maka mengasihi dan menyempurnakan. Dialah
pengakuan terhadap Allah sebagai rabb satu-satunya Penguasa dan Pemilik.
an-nás adalah dusta dan oleh karena itu Karena hanya Allah sebagai Rabb
ia dinyatakan sedikitpun mereka tidak manusia maka manusia ketaatan dan
beriman hingga menegakkan hukum kepasrahan manusia hanya diserahkan
wahyu”.ix Untuk menegakkan hukum kepada Allah, tidak boleh diserahkan
Allah (Rubbubiyah Allah) diperlukan kepada makhluk. Dalam arti inilah Allah
kekuatan yang sangat besar tegasnya sebagai Iláh (yang disembah, al-
sebuah negara, tanpa itu, maka ma‘bud). Hanya Allah-lah yang berhak
Rubbubiyah Allah itu tidak akan bisa mengklaim sebagai hakim serta tidak
terrealisasi. Dengan kata lain, realisasi ada undang-undang selain undang-
tauhid Rubbubiyah adalah terwujudnya undang-Nya.xi
tauhid Mulkiyah. Prinsip kedua adalah Risálah,
Tauhid Mulkiyah adalah yaitu sunnah nabi. Al-Qur‟an hanya
pengakuan seorang hamba bahwa hanya menjelaskan prinsip-prinsip pokok
Allah-lah satu-satu málik (Raja) yang sebagai landasan yang harus dipatuhi
memiliki kerajaan langit dan bumi, manusia, selanjutnya apa-apa yang
sehingga manusia wajib menaati Allah global itu diperjelas oleh Rasulullah
melebihi segalanya. Juga harus meyakini sepanjang hayatnya. Oleh karena itu,
bahwa tidak ada kedaulatan lain yang pedoman dasar bagi kehidupan manusia
boleh diakui apalagi ditaati kecuali adalah Al-Qur‟an dan Sunnah Rasul.
kedaulatan Allah. Ini berdasarkan firman Kedua pegangan itu dalam terminologi
Allah di dalam surat 25 : 2 dan surat 17 : Islam disebut syari„at. Selanjutnya
111. Mengakui lembaga lain di luar Maududi menjelaskan bahwa syari'at
pemerintahan lembaga Allah berarti baru dapat ditegakkan apabila didukung
musyrik, yakni syirik Mulkiyah. oleh kekuasaan (sulthan ) .
Dalam menjelaskan hubungan Kosep ketiga adalah Khiláfah,
antara Islam dengan negara melalui yaitu manusia sebagai wakil Tuhan
takso-nomi tauhid oleh NII KW IX, (khalifah) di atas bumi. Menurut
nampaknya ide dasarnya mirip dengan Maududi, manusia mempunyai
apa yang telah dikemukakan oleh Al- kekuasaan yang didelegasikan oleh
Maududi. Menurut Maududi sistem Allah kepadanya dengan batas-batas
politik Islam didasarkan kepada tiga tertentu. Ini artinya bahwa pemilik
prinsip pokok yaitu Tawhid, Risálah dan kekuasaan itu pada hakikatnya adalah
Khiláfah. Allah. Manusia (umat) wajib menaati
Dengan konsep tauhid khalifah itu selama dia menaati
ditegaskan bahwa hanya Allah-lah satu- kehendak Allah. Dengan teori kekuasaan
satunya Rabb atau pencipta dan mutlak milik Allah, maka negara yang
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 609
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

dicita-citakan oleh Maududi adalah 41,60, QS. 5 : 57, QS. 4 : 144, QS. 3 :
kerajaan Tuhan, kingdom of God, 28, QS. 4: 140 serta QS 58 :22).
Mulkiyah Allah atau theocracy. Ini jelas- Untuk mewujudkan Mulkiyah
jelas bertentangan dengan negara Allah di muka bumi bukanlah dengan
demokrasi. Menurut konsep NII KW IX, sistem parlementer ala demokrasi Barat,
Mulkiyah Allah di muka bumi di- karena itu berarti membuka pintu
realisasikan dalam Lembaga Kerasulan musyawarah antara muslim dan non-
/ Lembaga Ulu al-Amri, Lembaga muslim, padahal Allah telah mengunci
Kekhalifahan fi al-Ardhi, suatu peme- mati hati "Iblis" untuk menerima
rintahan struktur Allah yang sah.xii kebenaran (QS. 2 : 34). Perlu digaris
Realisasi menaati Allah adalah bawahi bahwa musyawarah di dalam Al-
menaati lembaga kepemimpinan Allah Qur‟an (QS. 42 : 38, QS. 3 : 159),
di muka bumi yang diwakili oleh Rasul, adalah antara mukmin dengan mukmin
suatu lembaga pemerintahan wahyu. bukan antara mukmin dengan kafir.
Seseorang yang tidak menaati lembaga Menurut mereka, tidak ada kamusnya di
tersebut dinilai telah melakukan dalam Al-Qur‟an agar seorang mukmin
maksiat, akibatnya, bukan saja amalnya bermusyawarah dengan kafir. Ayat
dianggap batal (tidak sah) tetapi tentang wa amruhum syurá bainahum,
akidahnya dianggap gugur (QS. 4 : 64, atau wa syáwirhum fi al-amr, bukanlah
80,59,65, QS. 47: 33, dan QS 3 : 32). dalil tentang sistem parlementer dengan
Berdasarkan pendapat ini maka nanti pola demokrasi Barat atau demokrasi
berkembang pendapat di kalangan NII manapun di dunia ini, tetapi
KW IX bahwa beribadah yang dilakukan musyawarah di antara orang-orang yang
oleh orang-orang yang masih berada di beriman (bainahum) yang memiliki
luar kerajaan Allah, atau ibadah warga tanggung jawab yang besar terhadap
NKRI adalah sia-sia. Menurut mereka , kemajuan Islam.
supaya ibadah tidak mubazir, maka NII KW IX mencela organisasi
orang itu harus berada di lingkungan pergerakan Islam seperti
lembaga pemerintahan Allah. Dan ini Muhammadiyah, Persis, NU, Perti, PUI,
wajib hukumnya. Sedangkan keluar dari dan Al-Washliyah yang ingin
organisasi negara itu dicap murtad. memperjuangkan Islam melalui
Sementara ini ada sebagian parlementer (nasionalis). Mereka pun
orang Islam yang memilih jalan tengah, mencela partai-partai Islam yang dengan
yakni tetap berada di NKRI tetapi keras menyuarakan diberlakukannya
sambil berusaha di parlemen untuk syari„at Islam di Indonesia dengan
menegakkan syarii'at Islam lewat menempuh cara musyawarah di DPR/
musyawarah. Menurut NII tidak ada MPR.
sepotong ayat Al-Qur‟an pun yang Mewujudkan Mulkiyah Allah
membenarkan seorang mukmin boleh melalui parlemen adalah mustahil. Baik
mengakui dan menaati negara non- Al-Qur‟an maupun hadis menyatakan
wahyu. Di dalam banyak ayat Al-Qur‟an dengan tegas bahwa untuk mewujudkan
terdapat larangan keras mengakui dan Mulkiyah Allah adalah dengan pola
menaati lembaga pemerintahan kufár Furqan atau pola Hijrah, yakni
(QS. 5 : 80, 82, QS: 3: 149, 150, QS. 4 : membentuk lembaga yang berdiri
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 610
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

sendiri terpisah dari struktur lembaga kekuasaannya yakni negara kepada


yang ada dan sedang berkuasa. (QS. 60 khalifatullah (rasul) dan para
:4, QS.4 : 140, 97, 60, QS. 2 : 256, 257, penggantinya. Oleh karena itu maka
QS. 9 : 71, QS. 36 : 16, QS. 5 : 50). negara yang dibentuk harus negara
Lembaga Allah ini adalah Lembaga lembaga kerasulan atau negara yang
Furqán. bersifat theokrasi bukan negara
Apabila Tawhid Rubbubiyyah dan demokrasi.
Tawhid Mulkiyyah telah terwujud, ini 2. Pembuatan hukum adalah hak
artinya negara Lembaga Kerasulan atau absolut Allah, sedangkan hukum
suatu negara dengan undang-undang yang dihasilkan oleh akal manusia
wahyu Allah telah terwujud. Selain termasuk melalui pengambilan
tauhid Rubbubiyyah dan tauhid suara terbanyak secara demokratis
Mulkiyyah maka ada satu dimensi tauhid adalah syirik. Mentaati hukum
lagi, yakni tauhid Uluhiyyah. Secara tersebut dinilai kafir, fasik dan
etimologi, Uluhiyyah berarti al-Ma‘bud dhalim.
(sesuatu yang disembah). Secara 3. Pembentukan negara Islam
terminologi, tauhid Uluhiyyah berarti bukanlah melalui perjuangan di
meyakini bahwa hanya Allah-lah satu- parlemen atau bersikap kooperatif
satunya zat yang wajib disembah dan tetapi melalui pola furqan dan
dimintai pertolongan. Islam tidak hijrah.
mengenal ada pengabdian ganda sebab 4. Islam menganjurkan musyawah
yang demikian adalah sikap munafik dan antara mukmin dengan mukmin
kemusyrikan yang nyata. Muslim tetapi sama sekali tidak memberi
dituntut untuk monoloyalitas, yakni arahan sedikitpun musyawah
hanya mengabdi kepada Allah, mukmin dengan kafir sebagaimana
sebagaimana Allah tegaskan di dalam terjadi di DPR sekarang ini.
Al-Qur‟an ( QS. 1 : 4 QS. 25 : 55, QS.
18 : 110). Konsekuensi tauhid C. Pandangan Hizbut Tahrir
Uluhiyyah atau monoloyalitas ini adalah Indonesia (HTI)
sikap konsisten terhadap hukum wahyu.
Namun perlu digaris bawahi bahwa Menurut Hizbut Tahrir, Kemal
pengabdian kepada Allah (Uluhiyyah) Attaturk yang dibantu oleh Inggris dan
bisa terwujud secara káffah hanya Yahudi telah menghancurkan ke-
apabila dilaksanakan di negara Allah khalifahan Turki Utsmani pada tanggal 3
(Mulkiyah Allah), yang di dalam negara maret 1924 sehingga umat Islam tidak
itu berlaku hukum-hukum Allah pernah lagi menikmati hari-hari yang
(Rubbubiyah Allah). membahagiakan. Negeri-negeri Islam
Berdasarkan uraian di atas dapat diiris–iris menjadi puluhan negara yang
diringkas bahwa pandangan NII mamasung kaum muslimin di dalam-
termasuk NII KW IX tentang demokrasi nyaxiii. Melihat kenyataan ini seorang
dan musyawarah adalah sebagai berikut: ulama besar bernama Taqiyudin al-Bani
1. Kekuasaan Allah sangat absolut dan terpanggil ruh jihadnya untuk meng-
unlimited kemudian Allah gelorakan tegaknya kembali khilafah.
mendelegasikan sebagian
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 611
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

Sejak tahun 1949 di Palestina sehinga tidak ada kesatuan umat. Umat
dan di Yordan, Taqiyudin Al-Nabhani Islam tidak memiliki komandan
mulai merintis ide ini melalui pidato- tertinggi yang mengomando semua
pidato pencerahan, braintorming dan aktivitas besar, akibatnya potensi yang
debat-debat dengan para tokoh, baik dimiliki umat Islam tidak menjadi
yang sejalan maupun yang tidak sejalan kemampuan nyata. Dunia Islam kini
dengan pemikirannya sehingga akhirnya tunduk kepada PBB sebagai badan dunia
berdirilah Hizbut Tahrir yang terus yang mengatur berbagai macam
menjalar ke mana-mana. Di Indonesia hubungan antara negara termasuk urusan
organisasi ini dikenal dengan sebutan di negara Islam, setiap solusi yang
HTI dengan juru bicaranya bernama ditawarkan oleh PBB sangat tidak baik
Ismail Yusanto. bahkan makin membuat negeri-negeri
Menurut HTI, apabila umat Islam acak-acakan. Lihat saja kasus Irak,
Islam ingin kembali jaya seperti di masa Afghanistan, dan Palestina. Ini semua
klasik, umat Islam harus berjuang tidak akan terjadi apabila Islam
menegakkan berdiri kembali khilafah memiliki khalifah.
Islamiyah, yakni sistem pemerintahan Memamg benar bahwa kaum
Islam berdasarkan kesatuan umat bukan kufar tidak akan menyukai
negara kebangsaan. Pemerintahan yang terbemtuknya khilafah Islamiyah sebab
diikat dengan iman dan diatur oleh dianggap dapat megancam keberadaan
undang-undang Allah, Al-Qur‟an. mereka yang sedang menikmati dunia
Pemerintahan tersebut bersifat global setelah mereka berhasil menghancurkan
atau mendunia dengan kepmimpinan kekhalifahan Turki Utsmani pada
tunggal yakni seorang khalifah. tanggal 3 Maret 1924, oleh karena itu
Pemerintahan ini tanpa batas-batas mereka berusaha sekuat tenaga
teritorial atau batas-bats geografis antar merintanginya dengan berbagai cara
wilayah Islam serta bersih dari simbol termasuk menyebarkan opini dan
nasionalisme. persepsi yang salah tentang Islam. HTI
HTI sering melakukan demons- sangat yakin bahwa khilafah Islam
trasi dengan mengusung ide khilafah. lambat laun pasti akan terbentuk oleh
Bendera yang mereka gunakan dalam karena itu perjuangan membentuk
setiap demonstrasi bertuliskan : “ khilafah harus terus dilakukan. Dalam
Asyhadu allaa ilaha illah wa asyhadu manifestonya HTI menyeru umat Islam
anna Muhammad Rasusulullah “. Dalam Indonesia agar bergabung dengan HTI
pandangannya khilafah tidak bisa tidak dalam perjuangan menagakkan
harus terwujud dan itu merupakan harga khilafah.xiv Menurut HTI kedudukan
mati tidak ada alternatif lain. khalifah adalah sebagai kepala negara
Selanjutnya mereka menegaskan bahwa daulah khilafah dan sebagai wakil
keberadaan khilafah sangat penting rakyat dalam pemerintahan untuk
untuk meningkatkan eksistensi umat melaksanakan syari‟ah Allah.
Islam. Umat Islam di dunia adalah umat Adapun mengenai pemilihan
beragama terbesar kedua setelah khalifah bisa beragam cara antara lain
Nashrani namun terpecah-pecah dalam (1). Diminta kesediaannya oleh
bentuk negara-negara nasionalisme seseorang yang paling berkompeten
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 612
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

kemudian disetujui oleh orang banyak amanah apa yang harus dijalankan oleh
seperti pemilihan Abu Bakar sebagai wakil rakyat itu.
khalifah pertama dari khulafa al- Dalam hal ini harus ada wa’ad
Rasyidin. Ia diminta oleh Umar ibn (janji) antara pemilih dan calon
Khattab kemudian disetujui oleh kaum legislatif. Wa’ad ini harus sejalan
Muhajirin yakni kaum muslimin Mekah dengan syariat Islam, misalnya pihak
yang berhijrah ke Medinah, disetujui pemilih berjanji bahwa ia akan memilih
pula oleh kaum Anshar yakni muslimin calon legislatif bernama A dengan
Medinah yang menolong Muhajirin. (2). amanah bahwa apabila calon tersebut
Pemilihan khalifah ditunjuk langsung terpilih menjadi anggota legislatif, ia
oleh khalifah sebelumnya seperti Abu harus berjuang menegakkan syari‟at
Bakar menunjuk Umar ibn Khatab Islam. Apabila calon A menyatakan
menjadi khalifah kedua. (3). Melalui bersedia maka bisa terjadi pemilihan.
musyawarah antar kandidat sebagaimana Akan tetapi manakala calon tersebut
pengangkatan Utsman ibn Affan sebagai tidak bersedia maka pemilihan tidak
khalifah ketiga, (4). Melalui tim akan terjadi. Kemudian apabila anggota
penyeleksi yanag disebut Ahlul halli wal legisltif terpilih ternyata tidak men-
aqdi seperti pemilihan Ali ibn Abi jalankan amanahnhya untuk memper-
Thalib. Bahkan bisa juga dipilih melalui juangkan syari‟at Islam maka akad
pemilu atas dasar ridha wa ikhtiyar wakalah bisa dicabut.
(kerelaan dan kebebasan memilih). Pertanyaannya adalah pernahkah
Selanjutnya umat melakukan bai’at wa’ad (perjanjian) ini terjadi, adakah
(sumpah setia), kepada khalifah terpilih. calon legislatif yang menyanggupi akad
Langkah berikutnya khalifah wajib wakalah ini ? Pada kenyatannya, bukan
menegakkan syari‟at Islam secara total hanya tidak pernah terjadi bahkan sering
(kaffah), xv pemilih tidak mengetahui visi dan misi
Pada kenyataannya, semua calon calon legislatif yang akan dipilihnya.
presiden dan wakil persiden yang dipilih Jika demikian, apabila calon yang telah
pada pilpres tanggal 8 Juli 2009 yang terpilih menjadi anggota legisltif tidak
lalu tidak secara ekplisit maupun berusaha menegakkan sayri‟at Islam
implisit mau menegakkan syari‟at Islam maka pemilih ikut berdosa. Daripada
di Indonesia manakala mereka terpilih, menganggung dosa, lebih baik tidak
oleh karena itu tidak heran apabila pada memilih alias golput. Inilah yang
kenyatannya seluruh anggota HTI tidak menjadi pilihan anggita HTI.
ikut mencontreng dalam pilpres yang Bagaimana pandangan HTI
lalu. Selanjutnya HTI membedakan tentang masalah hak legislasi menurut
antara pemilihan kepala negara dengan HTI, di dalam sistem demokrasi,
pemilihan anggota legislatif. Pemilihan kekuasaan berada di tangan manusia
anggota legistaltif dilakukan melalui bukan di tangan Allah SWT. Di DPR
akad wakalah (perwakilan). Di dalam atau MPR RI dengan mengatas namakan
akad wakalah terdapat tiga unsur yakni kebebasan dana demokrasi waki wakil
(1) Pemilih sebagai orang yang telah bertindak sebagai Tuhan yang
mewakilkan (2). Wakil atau calon memiliki wewennag menatapkan hukum
anggota legislatif, dan (3). Isi atau sesuai kehendak mereka (hak legislatif).
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 613
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

Menurut HTI musyawarah dalam menetukan lokasi yang strategis


sistem khilafah memiliki perbedaan untuk pendirian universitas.
signifikan dengan musyawarah sistem
demokrasi, antara lain : o Dalam hal-hal yang memerlukan
keahlian khusus, khalifah harus
o Musyawarah dalam sistem khilafah mendengar pendapat para ahli,
bukan untuk menetapkan hukum bukan berdasarkan suara mayoritas
benar salah atau haram halal, para ahli tetapi berdasarkan kekuat-
misalnya membahas privatisasi an argumentasinya misalnya tentang
sumber daya energi, karena sudah cara mengatasi kekurangan listerik.
jelas keharamannya karena di dalam o Syarat utama anggota musyawarah
Islam sebagaimana ditegaskan oleh harus beriman karena jika tidak,
hadits rasulullah SAW bahwa sangat mungkin ada keinginan
sumber air, sumber api dan tempat pihak kolonial atau kelompok
penggembalan adalah miliki ber- kepentingan yang mempengaruhi
sama rakyat. Atau membahas perlu para anggota majelis untuk me-
tidaknya mengirimkan pasukan mutuskan sesuatu sesuai kehendak
untuk membebaskan negeri - negeri kelompok tersebut. Terjadilah
muslim padahal sudah jelas penjualan pasal-pasal dalam UU.
hukumnya, wajib. Anggota legilatif menlakukan
o Di dalam majelis syura sistem negoisasi dengan pihak – pihak
khilafah, warga negara non muslim tertentu untuk memperjual belikan
berhak mengajukan dakwaan pasal-pasal yang dap]at meng-
(syakwat) apabila terdapat ketidak untungkan kelompok kepenting-
adilan perlakuan negara terhadap an.xvi
mereka tetapi mereka tidak
meberhak memberikan usulan atau HTI secara tegas menolak demo-
ikut dalam pembahasan syari‟ah krasi, . Secara mereka menyatakan
seperti membahas soal pornografi bahwa demokrasi yang diagungkan di
karena mereka sudah jelas-jelas Barat yang mendasarkan sistem pe-
tidak mengimani syari‟ah Islam. merintahan kepada suara mayoritas
adalah sistem kafir, tidak ada hubungan-
o Dalam persoalann yang me- nya dengan Islam. Demokrasi sangat
ngandung ikhtilaf atau perbedaan, bertentangan dengan Islam, baik dari sisi
klhalifah tidak terikat dengan akidah yang melahirkannya, azas yang
pendapat mayaorits majelis syura. digunakan maupun aturan yang
Contoh, Abu Bakar memerangi dibawanya. Demokrasi pada hakikatnya
orang yang ingkar membayar zakat adalah ide sekuker yang memisahkan
wala9/upun mayoritas sahabat agama dari negara yang merupakan ide
menolaknya. dasar kapitalisme.xvii (Zallum : 1-15).
o Dalam hal-hal yang dipahami
publik, khalifah terikat dengan
pendapat mayoritas misalnya
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 614
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

3. Pembahasan mengatur, mengasihi dan menyempurna-


kan. Dialah satu-satunya Penguasa dan
A. Sorotan terhadap Demokrasi Pemilik. Karena hanya Allah sebagai
Keharaman demokrasi dalam Rabb manusia maka manusia ketaatan
pandangann DA, NII, dan HTI ide dan kepasrahan manusia hanya
dasarnya adalah tentang kedaulatan dan diserahkan kepada Allah, tidak boleh
kewenangan membuat UU. Dalam soal diserahkan kepada makhluk. Dalam arti
kekuasaan diyakni bahwa semua inilah Allah sebagai Iláh (yang
kekuasaan adalah milik Allah, Allah-lah disembah, al-ma‘bud). Hanya Allah-lah
yang berhak mengatur manusia serta yang berhak mengklaim sebagai hakim
membuat UU, Allah adalah Asy-Sayri‟ serta tidak ada undang-undang selain
(pembuat peraturan). Selanjutnya UU undang-undang-Nya.
Allah dijelaskan oleh Rasul, jadi risalah Prinsip kedua adalah Risálah,
nabi adalah penjelasan atas UU Allah yaitu sunnah nabi. Al-Qur‟an hanya
yang terdapat di dalam Al-Qur;an. menjelaskan prinsip-prinsip pokok
Setelah itu semua UU yang terdapat di sebagai landasan yang harus dipatuhi
dalam Al-Qur‟an dan risalah nabi harus manusia, selanjutnya apa-apa yang
dilaksanakan oleh khalifah sebab global itu diperjelas oleh Rasulullah
khalifah dianggap sebagai wakil Allah di sepanjang hayatnya. Oleh karena itu,
muka bumi ini. Tugas khalifah adalah pedoman dasar bagi kehidupan manusia
mengelola pemerintahan sesuai dengan adalah Al-Qur‟an dan Sunnah Rasul.
undang-undang Allah. Apabila khalifah Kedua pegangan itu dalam terminologi
melihat ada kekuranglengkapan aturtan Islam disebut syari„at. Selanjutnya
yang dibutuhkan maka dilaksanakanlah Maududi menjelaskan bahwa syari'at
musyawarah mufakat. akan dapat ditegakkan apabila didukung
Pandangan DA, NII dan TII oleh kekuasaan (sulthan ) .
sebagaimana diuangkapkan di atas Kosep ketiga adalah Khiláfah,
bukanlah pandangan yang sama sekali yaitu manusia sebagai wakil Tuhan
baru tetapi sudah menjadi pemikiran di (khalifah) di atas bumi. Menurut
kalangan para pemikir Islam Maududi, manusia mempunyai ke-
sebelumnya. Konsep mereka ini sama kuasaan yang didelegasikan oleh Allah
dengan konsep Maududi (Pakistan), kepadanya dengan batas-batas tertentu.
menurutnya sistem politik Islam Ini artinya bahwa pemilik kekuasaan itu
didasarkan kepada tiga prinsip pokok pada hakikatnya adalah Allah. Manusia
yaitu Tawhid, Risálah dan Khiláfah. (umat) wajib menaati khalifah itu selama
Dengan konsep tauhid ditegaskan bahwa dia menaati kehendak Allah. Dengan
hanya Allah-lah satu-satunya Rabb atau teori kekuasaan mutlak milik Allah,
pencipta dan penguasa alam ini, maka maka negara yang dicita-citakan oleh
Dialah yang berdaulat terhadap alam ini. Maududi adalah kerajaan Tuhan,
Kedaulatan tertinggi adalah milik Allah kingdom of God, Mulkiyah Allah atau
sedangkan manusia sama sekali tidak theocracy.
memiliki kedaulatan. Allah sebagai Pendapat Maududi sama dengan
Rabb berarti Tuhan yang memelihara, pendapat Sayyid Quthub, menurut
Quthub, kekuasaan Allah itu sangat luas
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 615
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

dan tidak terbatas. Dialah penguasa khalifah adalah sebagai wakil Allah
tunggal tanpa sekutu. Kemudian dalam menegakkan hukum-hukum Allah
sebagian kekuasaan itu didelegasikan di muka bumi. (4). Manusia ber-
kepada manusia sebagai khalifah. Jadi kewajiban membuat UU atau peraturan
khalifah adalah manusia yang diserahi tambahan yaag diperlukan untuk
amanah. Oleh karena itu ia harus menjaga ketertiban dengan syarat UU
mengelola bumi ini (termasuk negara) dan peraturan tersebut tidak ber-
dengan sebaik-baiknya menurut ketentu- tentangan dengan aturan Allah (5).
an Allah. Ini artinya tugas para penguasa Aturan untuk kemaslahan yang
adalah melaksanakan hukum Allah, menyangkut ipoleksosbudmilhankamnas
yakni Islam, al-Qur‟an. harus sejalan dengan nilai-nilai Ilahiyah
Dalam hubungan dengan fungsi (6). Tatacara penetapan aturan tersebut
khalifah, Al-Mawardi menyatakan, bisa melalui musyawarah mufakat, bisa
khalifah berfungsi sebagai pengganti melalui pengambilan suara terbanyak,
nabi yakni untuk melindungi agama, bisa ditetapkan langsung oleh pemimpin,
memberi mandat mengatur negara, yang penting substansinya dan esensinya
menggariskan kebijaksaan yang ber- tidak melanggar nilai-nilai Ilahiyah.
sumber kepada syari„at serta agar opini
terpusat kepada satu pendapat yang
disepakati bersama. B. Sorotan terhadap Musyawarah
Khakifah bukan pembuat hukum
tetapi hanya pelaksana hukum DA dan yang lebih tegas lagi NII
(eksekutif), apabila ada hal-hal yang sebagaimana telah dijelaskan pada
kurang jelas dapat dilihat pada al-hadits. bagian II berpandangan bahwa musya-
Apabila di hadits kurang jelas maka warah hanya boleh antara muslim
lihatlah hasil ijtihad para ulama. Apabila dengan muslim, musyawarah di DPR
hasil ijtihad kurang jelas maka masalah MPR antara muslim dengan nonmuslim
tersdebut bisa dimusayawarahkan. tidak memiliki dasar hukum.
Pengambilan keputusan harus melalui Menanggapi pendapat mereka
adu arguementasi, jika tidak bisa juga penulis berpandangan sebagai berikut:
maka khalifahlah yang menentukan,
bukan diputuskan melalui suara Peneliti setuju kepada pandangan
terbanyak. DA, NII dan HTI bahwa demokrasi
Hal perlu penulis tekankan dalam arti menggunakan suara
dalam hubungannya dengan kedaulatan mayoritas untuk menentukan hukum
adalah sbb : (1). Kedaulatan mutlak haram halal yang sudah dijelaskan di
adalah milik Allah. Dialah Allah pemilik dalam al-Quran atau sunnah rasul
absolut yang kekuasaannya unlimited. adalah terlarang. Alasannya karena
(2). Sebagian kekuasaan Allah itu penentu hukum adalah Alalh bukan
didelegasikan kepada manusia sebagai akal manusia.
khalifah, jadi khalifah diberi kewenang- Musyawarah, baik melalui adu
an oleh Allah untuk mengelola argumentasi maupun voting tidak
pemerintahan sesuai dengan UU Allah boleh membahas apa-apa yang telah
yakni Al-Qur‟an. (3). Kedudukan ditetapkan oleh Al-Qur‟an secara
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 616
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

qathi misalnya tentang haramnya kepentingan global seperti isu


berjudi, haramnya memperjual lingkungan hidup.
belikan khamar. Itu semua tidak Musayawarah antara muslim dengan
boleh dibahas melalui musyawarah musuh juga tidak terlarang misalnya
mufakat atau voting karena sudah soal gencatan senjata atau pertukaran
jelas keharamannya. tawanan perang. Nabi pun ber-
Musyawarah melalui adu argumentsi musyawarh dengan kaum Jahiliyah
maupun voting hanya belaku dalam Quresy seperti dalam perjanjian
soal-soal yang belum dijelaskan oleh Hudaibiyah.
Al-Qur‟an, sunnah rasul atau ijmak
shahabat. Jadi musyawarah berlaku Berdasarkan hasil temuan pene-
dalam menentukan aturan-aturan litian sebagaimana dijelaskan pada
tambahan yang diperlukan, sebagai bagian dua dan tiga, di bawah ini akan
contoh pembuatana UU pendidikan, peneliti sampaikan kesimpulan hasil
UU lalulintas, UU Pertanahan, dll penelitian, vonis akademis dan pemetaan
Tanpa adanya lembaga musyawarah /mapping.
atau badan legi;atif akan sangat sulit
menentukan aturan tambahan. Jika
hanya pemimpin yang menentukan 4. Kesimpulan
aturan tambahan tanpa melalui
musyawarah maka membuka peluang 1. a). Pengharaman demokrasi oleh
tumbuhnya sikap otoriter pemimpin. DA, NII, dan HTI tidak semuanya
Musyawarah pun diperlukan dalam benar karena penentuan keputusan
membahas persoalan-persoalan teknis melalui voting tidak dilarang oleh
di lapangan. Suatu pekerjaan yang Islam selama tidak mengubah
sudah sangat baik dari sisi substansi hukum Allah atau hanya seputar
dan nilai tetapi belum tentu jelas aturan pelengkap atau aturan teknis
aturan pelaksanaannya di lapangan, yang bersifat ijtihadi, itupun
oleh karena itu diperlukan dilakukan manakala adu argumen-
musyawarah yang melibatkan banyak tasi sama kuatnya (deadlock). b).
ahli, sekalipun ahli terebut non- Mengenai pengharaman musyawah
muslim. antara muslim dengan nonmuslim
Musyawarah antara muslim dengan sebagaimana ditegaskan oleh NII,
nonmuslim tidak dilarang oleh Al- tidaklah seluruhnya benar karena
Qur‟an maupun sunnah rasul. tidak dilarang oleh Al-Qur‟an
Musyawarah muslim dengan non- maupun sunnah rasul. Musyawarah
muslim bisa dilaksanakan dalam muslim dengan nonmuslim bisa
pembahasan hal-hal berikut ini (1). dilaksanakan dalam pembahasan
Membahas urusan warga negara urusan warga negara nonmuslim
nonmuslim yang harus diselesaikan serta membahas kepentingan
oleh khalifah (2). Membahas bersama seperti soal keamanan
Kepentingan bersama seperti soal negara atau membahas kepentingan
keamanan negara (3). Membahas global seperti isu lingkungan hidup.

Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 617


Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI

2. Vonis Akademis : Pandangan DA, (Penerbit : Pusat penerangan Arqam, Pahang,


NII dan HTI tentang keharaman Malaysia, 1986) hal. 50.
6
Hasil wawancara dengan Arief
demokrasi ala Barat dalam arti seorang anggota Darul Arqam tanggal 6
menetapkan hukum atau aturan ber- Agustus 2009.
7
dasarkan suara terbanyak memiliki Diolah dari buku intern NII, Standard
argumentasi teologis yang valid / Materi Tilawah, hal.5
8
absah sehingga secara akademis NII KW IX, Al-Islam, hal 68.
9
NII KW IX, Al-Islam, hal 68.Dipetik
(tanpa muatan emosi dan keinginan dari QS.5 : 49-50
pribadi) pendapat mereka dapat 10
Abul A‟la al-Maududi, Islam Way of
diterima. Life (Lahore “ Islamic Publication, Ltd, 1967),
hal 40-41.
3. Mapping / Pemetaan: Sebagaiman 11
Abul A‟la al-Maududi, The Islamic
dijelaskan pada bagian satu, pemikir Law and Constitution (Lahore : Islamic
Islam dilihat dari sisi penggunaan Pubication, Ltd, 1877), hal 123-124.
12
NII KW IX, Al-Islam, hal 70 . Lihat
hadits Ahad terbagi dua yakni
juga NII KW IX, Sejarah Perjuangan
pemikir tradisional dan modernis, Rasulullah, hal 38.
sedangkan dilihat dari sisi konsep 13
Hizbut Tahrir Indonesia,
negara, pemikir Islam terbagi dua Menyongsong Khalifah Islamiyah dengan
yakni modernis dan fundamentalis. Dakwah, Majalah Al-Wafie Edisi Menyongsong
Khalifah menegakkan Kembali Syari‟ah, hal. 2.
Setelah melihat pandangan DA, NII 14
Tim Penyusun HTI, Manifesto Hizbut
dan HTI, penulis mengelompokkan Tahrir Untuk Indonesia, 2009, hal 13.
mereka ke dalam kelompok pemikir 15
Tim Penyusun HTI, Manifesto Hizbut
Islam tradisionalis - fundamentalis Tahrir Untuk Indonesia, 2009, hal 15
16
(tanpa konotasi negatif). Tim Penyusun HTI, Manifesto Hizbut
Tahrir Untuk Indonesia, 2009, hal 16-22
17
Abdul Qwadim Zallum, Demokrasi
Sistem Kufur, HTI.tt. hal . 1 – 15.
Catatan Akhir
1
John F. Longres, Human behavior in
The Social Environment (Washington, F.E.
DAFTAR PUSTAKA
Peacock Publisher , Inc. 2000), hal, 29.
2
James W. Vander Zanden, Social
Psychology, (New York : Random House, 1983) Abduh, Umar.2001. Membongkar Gerakan sesat
hal. 357-358. NII Di Balik Pesantren Mewah Al-
3
Ashaari Muhammad, Aurad Zaytun, Cetakan pertama, Jakarta :
Muhammadiyah Pegangan Darul Arqam Lembaga Penelitian & Pengka-jian
Sekaligus Menjawab Tuduhan (Penerbit Shoutul Islam (LPPI).
Arqam, Slangor , Malaysua, 1986) hal. 54. Abdurrahman, Ramli Ka‟bi Ahmad
4
Muhammad Sukri Saleh, Shiddiq.1993. Bai’at, Suatu
Pembangunan Berteraskan Islam, (penerbit Tiga Prinsip Gerakan Islam, Jakarta :
Fajar Bakti SDN, Slangor Malaysia, 1987), hal. Penerbit Abu Ridha.
15. Lihat juga : Tim Penyusun, 25 Tahun Darul
Arqam, Kisah Perjuangan Abuya Syaikh Ahmad, Mumtaz, Ed.1986. State Politics and
Ashaari Muhammad (Penerbit Abuya , Slangor Islam, Washington : American
Malaysia, 1993), hal 31. Lihat juga Hisman, Tsust Publication.
Menangani Ancaman Arqam, (Penerbit Munir, Ahsan, Abdullah Al.1992. Ummah or Nation?
Kuala Lumpur Malaysia, 1993), hal. 11. Identity Crisis In Contemporary
5
Tajul Arifin, Pada hemah dan
Pandangan Ustadz Ashaari Muhammad,
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 618
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI
Muslim Society, The Islamic Kurzman, Charles. 2001. Wacana Islam Liberal,
Foundation, UK. Jakarta : Penerbit Paramadina.
Ali Jabir, Hussain Ibn Muhammad.1999. Menuju Khalidi, Al, M. Abdul Majid. 2009. Analisis
Jama’atul Muslimin, Tela’ah Dilaktika, Jilid 1, ”Kaidfah-kiadah
Sistem Jama’ah dalam Gerakan Pokok Peremintahan Islam,”.
Islam, Cetakan kelima. Jakarta :, Jakarta : Al-Azhar.
Penerbit Robbani Press.
Longres, John F. 2000. Human Behavior in the
Azra, Azyumardi.2000. Islam Substantif, Editor Social Environment, Washington:
Idris Toha. Bandung : Penerbit F.E Peacock Publisher, Inc.
Mizan.
Ma‟arif, Ahmad Syafi‟I. 1996. Studi tentang
Butter, Charles E, Ed.1992. The Political Konstituante, Islam dan Masalah
Aspects of Islamic Philosophy, Kenegaraan Cetakan Ketiga.,
Cambridge : Harvard University Jakarta : LP3ES.
Press.
Maududi, Abu Al-A‟la. 1967. Islamic Way of
Chaidar, al.2000. Serial Musuh-Musuh Dar al- Life, Lahore : Islamic Publication
Islam, Sepak Terjang KW 9 Abu Ltd.
Toto Menyelewengkan NKA – NII
-------------, 1994. Khilafah dan Kerajaan,
Pasca S.M. Kartososewirjo.
Evaluasi Kritis atas Sejarah
Cetakan pertama. Jakarta :
Pemerintahan Islam, Jakarta :
Madani Press.
Mizan.
--------------. 1999. Pengantar Pemikiran Politik
-------------. 1977. The Islamic Law and
Proklamator Negara Islam
Constitution, Islamic Publication,
Indonesia: Soekarmadji Maridjan
Lahore.
Kartosoewiryo, Jakarta : Dar al-
Falah. Mawardi, al. 2000. Al-Ahkam al-Shuthaniyah,
Prinsip-prinsip Penyelenggaraan
Dengel, Holk Harald. 1995. Darul Islam dan
Negara Islam, Jakarta : Dar al-
Kartosoewirjo, Jakarta : Pustaka
Falah.
Sinar Harapan.
Muhammad, Ashaari. 1986. Aurad
Dijk, P Van. 1983. Darul Islam, Sebuah
Muhammadiyah Pegangan Darul
Pemberontakan, cetakan I. Jakarta
Arqam Sekaligus Menjawab
: Grafitipers.
Tuduhan. Malaysia : Penerbit
Ewahbah Zuhaily. 1991. Tafsir al-Munir fi al- Shoutul Arqam, Slangor.
Aqidah wa al-Syari’ah wa al-
Nabhani, Taqiyuddin. 1995. Sistem Khilafah,
Manhaj, Juz VI, Beirut Dar al-
Konsep Kenegaraan dan
Fikr li al-Mu‟ashir.
Kepemimpinan Umat Islam
Effendi, Bahtiar. 1998. Islam dan Negara, Seluruh Dunia, Jakarta :
Transformasi Pemikiran dan Khazanah Islam.
Praktik Politik Islam di Indonesia
Nasution, Harun. 1996. Islam Rasional,
cetakan pertma. Jakarta : Penerbit
Gagasan dan Pemikiran Catakan
Paramadina.
IV. Bandung : Mizan.
--------------. 2000. Repolitisasi Islam, Editor A.
NII KW IX, Al Islam, t.t.
Suryana Sudrajat, Bandung :
Mizan. ------------, Ibadah dan Proklamasi, t.t.
Jaiz, Hartono Ahmad. 2002. Aliran dan Faham ------------, Buku Pedoman Tazkiyah, t.t.
Sesat di Indonesia, cetakan ------------, Standard Materi Tilawah Riasah
pertama. Jakarta : Pustaka Al- Desa, t.t
Kautsar.
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 619
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI
------------, Sejarah Perjuangan Rasulullah, t.t. penerangan Arqam, Pahang,
Malaysia.
------------, Kuliah Tafsir NII KW IX, t.t.
Taimiyah, Ibn. 1966. al-Siyasah al-Syari’ah,
-------------, Sejarah Perjuangan Kartosoewirjo,
Beirut : Dar al-Kitab, al-
t.t.
„Arabiyah.
M.S Kartosoewirjo, Kitab Undang-undang
Tim Penulis LSAF.1989. Refleksi Pembaharuan
Hukum Pidana (Qanun
Pemikiran Islam, 70 Tahun Harun
Uqubat).
Nasution, Jakarta : Diterbitkan
-------------, Pedoman Dharma Bhakti, jilid 1 oleh Lembaga Studi Agama dan
dan 2, Filsafat.
Majalah Bulanan Al-Zaytun, Edisi 1 S/D edisi Tim Penyusun. 1993. 25 Tahun Darul Arqam,
11. Kisah Perjuangan Abuya Syaikh
Ashaari Muhammad. Malaysia :
Piscatori, James P. 1988. Islam in A World of Penerbit Abuya, Slangor .
Nation-States, Sydney :
Cambridge University Press.
Qadir Hamid, Tijani Abd. 2001. Pemikiran
Politik Dalam Islam, (Terjemahan
dari , Ushul al-fikr al-siyasi fi al-
Qur’an Makky), Cetakan pertama.
Jakarta : Gema Insani Press.
Quthub, Sayyid. 1980. Tafsir Fi Dzilal al-
Qur’an, Jilid 2. Beirut : Dar al-
Syuruq.
Rais, al Shiya al-Din. 1985. Islam dan Khilafah,
Kritik Terhadap Buku Khilafah
dan Pemerintahan Dalam Islam ,
Ali Abd Al-Raziq, Bandung :
Pustaka.
Salus, Ali Al. 1997. Imamah dan Khilafah,
Dalam Tinjauan Syar’i, Jakarta :
Gema Insani Press.
Sukardja, Ahmad. 1995. Piagam Madinah dan
Undang-undang Dasar 1945,
Kajian Perbandingan tentang
Dasar Hidup Bersama dalam
Masyarakat yang Majemuk,
Jakarta : Penerbit Universitas
Indonesia.
Sukri Saleh, Muhammad. 1987. Pembangunan
Berteraskan Islam. Malaysia :
penerbit Tiga Fajar Bakti SDN,
Slangor.

Tajul Arifin. 1986. Pada hemah dan Pandangan


Ustadz Ashaari Muhammad.
Malaysia : Penerbit : Pusat
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 620