Anda di halaman 1dari 21

1.

Eka Susanti (051314008)


2. Raras Hartiwi (0513140 24)
3. Linda Ervana (0613140 )
4. Veronika Yulita Retno (061314004)
5. Ratno Pama Saputra (061314032)
 Bagaimana jalannya politik dalam Negeri Australia
a) Pemerintahan Pusat (The Commonwealth Goverment)
b) Pemerintahan Negara Bagian ( The State Goverment)
c) Pemerintahan Lokal ( Local Goverment
 Bagaimana latar belakang terbentuknya politik luar negeri
Australia ?
 Bagaimana politik luar Negeri Australia sebelum Perang
Dunia, Perang Dunia I, II, dan pasca Perang Dunia?
 Bagaimana contoh aplikasi politik luar Negeri Australia
dengan negara-negara tetangga ?
 Nilai-nilai universal
 Commonwealth of Australia terdiri dari enam
negara bagian (state)
 New South wales ( NSW, dengan ibu kota
Sydney)
 Victoria (Vic, dengan ibu kota melbourne)
 Queensland ( Qld, dengan ibu kota Brisbane
 South Australia (SA, dengan ibu kota
Adelaide)
 Western Australia ( WA, dengan ibu kota
Perth),
 Tazmania ( Tas, dengan ibu kota Hobart)
 New South Wales dan Victoria koloni
pertama yang menyatakan
pemerintahan sendiri pada tahun 1855
 Western Australia merupakan koloni
terakhir yang bergabung di tahun 1892
Pemerintah Pusat
Federal Goverment

Dikepalai oleh Didanai oleh

•Gubernur Jendral Pajak Langsung dan


•Perdana Menteri Pajak Tidak Lansung
•Cabinet
Interpretasi
Konstitusi
Membuat Undang-
Undang

Legislatif Yudikatif

•Senate Undang-Undang dan


•House of Konstitusi diatur oleh
Representatives Pengadilan Tinggi
 Pertahanan
 Perpajakkan
 Urusan luar negeri
 Perdagangan luar negeri
 Komunikasi
 Imigrasi
 Transportasi
 Pendidikan
 Pembangunan
 Hal –hal yang berkaitan dengan Antartica
Pemerintah Negara
Bagian

Dikepalai oleh Didanai oleh

•Gubernur
Pajak dan
•Premier kekayaan
•Cabinet

Important legal
decission
Membuat Undang-
Undang

Legislatif Yudikatif

•Legislative Council Pengadilan tinggi


Negara bagian
•Legislative
Assembly
 Pendidikan
 Pembinaan hukum dan ketertiban
masyarakat
 Pembangunan
 lingkungan hidup.
 Penyediaan jasa
 Perumahan
 Kesehatan
 Transportasi
Pemerintah Lokal

Dikepalai oleh Didanai oleh

Wali kota
Pajak kekayaan
Membuat Undang-
Undang

Legislatif

Anggota Dewan
Perwakilan Kota
 Ada pendapat dari kalangan pemerintah
federal Australia “tidak ada perbedaan
kepentingan antara Australia dengan
Inggris”
 Australia melakukan inisiatif sendiri untuk
menguasai Irian agar dapat
mempertahankan diri mereka dari serangan
bangsa luar, terlebih lagi setelah terdengar
kabar bahwa akan diadakannya
pendudukan oleh Jerman di kawasan Irian
• Politik luar negeri Australia sejak federasi 1901
merupakan bagian dari kebijakan luar negeri
pemerintahan Inggris. Pemerintah Inggris mewakili dan
memfasilitasi semua kepentingan Australia dalam luar
negerinya dengan negara-negara lain.
• Keterlibatan Australia dalam perang dunia I bukan karena
Australia terkena langsung dampak dari perang itu,
melainkan didorong perasaan setia kawan dan merasa
berhutang budi kepada Inggis
• Setelah PD I selesai, mulai timbul kesadaran dalam diri
rakyat Australia bahwa Australia dapat dan berhak
disejajarkan dengan negara-negara lain yang sudah lama
berdiri. Pemerintah dan rakyat Australia menuntut
pengakuan penuh sebagai negara yang berdaulat penuh.
Dalam perundingan–perundingan perdamaian di
Versailles dalam rangka membentuk Liga Bangsa Bangsa
perdana menteri William Hughes mendesak agar Australia
memiliki hak yang sama dengan bangsa-bangsa merdeka
lainnya. Tuntutan Hughes ini akhirnya diterima oleh
Inggris, dan Australia bersama negara-negara dominion
lainnya diijinkan mengirimkan wakilnya sendiri.
• Pengakuan bagi Australia sebagai sebuah negara
merdeka, tidak berarti melahirkan keinginan
untuk melepaskan diri dari politik luar negari
Inggris, dan melaksanakan politik luar negerinya
sendiri. Pemerintah Inggris belum mau
memberikan kewenangan bagi Australia untuk
melaksanakan politik luar negerinya sendiri.
Sementara Australia sendiri tidak berniat
melepaskan diri sepenuhnya dari kebijakan luas
negeri Inggris. Apa yang diingginkan Australia
adalah sedikit ruang gerak dalam mencapai
kepentingan-kepentingan di luar negeri.
Australia bersama Selandia Baru menolak
tekanan yang dilakukan yang dilakukan oleh
koloni-koloni Inggris lainnya Kanada, Afrika
Selatan dan Irlandia, yang mengajukan sebuah
defenisi baru dalam hubungan dengan
pemerintahan inggis pada Imperial Conference
1921-1923
 Pada Imperial Conference 1929, dibentuk
sebuah komisi Perdana mentri Dominion, yang
diketuai oleh Mentri Luar negeri Inggris Arthur
Balfour, untuk menjabarkan definisi baru
mengenai status dominion di dalam Kerajaan
Inggris.
 Pada tahun 1931, Statua of Wesmister secara
resmi mengakhiri kekuasaan parlemen Inggris
atas negara-negara dominion. Dengan demikian
Inggris tidak lagi mengawasi hubungan luas
negeri Australia. sejak itu Australia bebas
menandatanggani perjanjian, menyatakan
perang maupun perdamaian dengan negara
lain., tanpa harus berkonsultasi dengan Inggris.
 Serangan Jerman terhadap polandia pada tanggal
1 September 1939, menyulut api PD II. Dua hari
kemudian Inggris menyatakan perang terhadap
Jerman Australia dengan perdana menteri
Robert Menzies juga segera menyatakan
dukungannya terhadap Inggris.
 Dua tahun setelah meletusnya PD II, pada
tangggal 7 desember 1941 Jepang menyerang
dengan tiba-tiba pangkalan AS Di Pear Harbour.
Perang pasifik berkobar. Serangan Jepang ini yang
melibatkan AS secara langsung dalam kancah PD
II. Dalam beberapa minggu saja, jepang berhasil
menguasai Malaya (Malaysia), Filipina, dan
Indonesia.
 Tahun 1943 pemerintahan berganti ketangan
Partai Buruh Masalah luar negeri mulai menjadi
perhatian utama Australia didukung pula oleh
kenyataan bahwa Inggris tidak dapat diandalkan
sebagai pelindung pertahanan Australia ketika
Jepang mampu menggerakan pasukannya untuk
menduduki pulau-pulau di utara Australia.
 Orang yang paling berpengaruh dalam meletakan
dasar-dasar kebijakan luar negeri Australia yang
independent tersebut Dr. H.V. Evatt yang
menjabat sebagai menteri Luar negeri, baik
dibawah PM Curtin maupun PM chifley.
 Serangan jepang ini merupakan ancaman
langsung bagi Australia menyadari bahwa
Inggris tidak mungin memberi bantuan,
Australia meminta bantuan kepada AS.
Dalam perang ini, secara langsung
Australia mengalami bahwa hanya
dengan bantuan Angkatan laut dan
angkatan udara AS, Australia bisa
terhindar dari serbuan jepang.
 Peristiwa jatuhnya Malaya, Singapura, dan
Hindia Balanda (Indonesia ketangan Jepang,
menghadapkan Australia untuk
pertamakalinya dalam sejarahnya harus
menentukan sikapnya sendiri untuk menjamin
keamanan dirinya dari serangan arah utara.
Dalam keadaan nyata bahwa Inggris tidak
mampu menjamin keamanan Australia dari
serangan bangsa lain sadar bahwa AS yang
menyelamatkannya dari serbuan Jepang,
Australia mulai makin dekat dengan AS.
 Pada tanggal 1 September 1951, Menteri
Luar negeri Australia, Percy Spender,
menandatanggani pakta ANZUS(Australia,
New Zealand and United States of America)
di San Fransisco. Pakta ANZUS merupakan
sebuah perjanjian pertahanan bersama yang
menghubungkan antara Australia, dan New
Zealand dengan kekuatan AS. Perjanjian ini
dilakukan Australia tanpa ikut serta dari
Inggris. Sejak perjanjian inilah Australia tidak
lagi menyandarkan diri pada perlindungan
keamanan dari angkatan laut Inggris.
 Australia menyadari diri sebagai negara yang
terletak di Pasifik dan dekat dengan Asia,
pada tahun 1950-an pemerintahan Australia
menyadari adanya bahaya komunis dari
daratan Asia. Untuk membendung
penyebaran komunis itu, pada tahun 1954
Australia bergabung dalam organisasi pakta
pertahanan bersama regional anti komunis di
Asia Tenggara yang terkenal dengan nama
SEATO ( Southeast Asia Treaty Organization).
 Australia makin meningkatkan hubungan
kerjasama dengan negara-negara tetangga
realisasinya Colombo PlanAustralia bersama
dengan mentri-mentri luar negeri negara-
negara yang tergabung dalam British
Commonwealth of Nation yang diselenggarakan
di Colombo tahun 1950.
 Colombo Planmerupakan suatu rencana untuk
membantu nagara sedang berkembang di Asia
Selatan dan Asia Tenggara, terutama dalam
peningkatan ekonomi.