Anda di halaman 1dari 18

Darah dan Komponen

Pendahuluan
Hemostasis dan koagulasi adalah serangkaian
kompleks
reaksi
yang
menyebabkan
pengendalian
perdarahan
melalui
pembentukan trombosit, hal ini berguna
apabila terjadi cidera pada jaringan tubuh.
Proses ini terjadi untuk menutup kebocoran
pembuluh darah, mengatasi kehilangan darah
dan memberikan kesempatan perbaikan
(sudoyo, dkk. 2006).

DEFINISI
Hemostatis merupakan proses yang amat
komplek, berlangsung secara terus
menerus dalam mencegah kehilangan darah
secara spontan dengan 3 langkah yaitu
vasokonstriksi, penutupan kebocoran
sementara oleh trombosit dan pembekuan
darah atau koagulasi (Sudoyo dkk, 2006).

trombosit adalah partikel kecil berdiameter


2 sampai 4m yang terdapat dalam plasma
darah jumlahnya selalu berubah antara
150.000 dan 450.000 per mm yang diatur
produksinya oleh tromboporitin yang
berfungsi untuk mengaktifasi factor
pembekuan dalam plasma darah sehingga
dapat menghentikan perdarahan sementara.

Silverthorn (2013) menjelaskan 3 langkah peran trombosit


dalam hemostatis.
langkah pertama dalam hemostatis adalah vasokonstriksi
pembuluh darah yang berfungsi menurunkan tekanan dan
aliran darah dalam pembuluh untuk sementara waktu.
Langkah kedua yaitu penyumbatan oleh sumbat halus
trombosit. Trombosit akan menempel satu sama lain dan
menggumpal untuk membentuk sumbat halus trombosit di
daerah luka.
Dalam waktu bersamaan, kolagen dan factor jaringan
menginisiasi langkah ketiga yaitu pembentukan jalinan
protein fibrin yang menstabilkan sumbat trombosit untuk
membentuk bekuan

Spasme vaskuler..
Pembuluh drh yg terpotong atau robek
segera berkonstriksi akibat respon
vaskuler inheren thd cedera dan
vasokonstriksi
yang
diinduksi
oleh
rangsang saraf simpatis
Kontriksi ini akan memperlambat aliran
darah
melalui
defek,
sehingga
pengeluaran darah dapat diperkecil
Karena pemecahan endotel (bag dalam)
pemb drh saling menekan satu sama lain
akibat spasme sekunder awal ini, endotel
tsb menjadi lengket dan melekat satu
sama lain, kemudian menutup pemb darah
yag rusak (sherwood, 2001)

Segera stlh pemb drh terpotong atau


pecah, rangsangan dr pemb drh yg rusak
menyebabkan
dinding
pemb
drh
berkontraksi sehingga aliran drh pemb
drh yg rusak/pecah berkurang.
Konstraksi terjadi akibat refleks saraf
dan spasme miogenik setempat
Refleks saraf dicetuskan oleh rs nyeri
atau impuls lain dr pemb drh yg rusak
Konstraksi miogenik yg sebagian besar
menyebabkan refleks saraf ini, trjd krn
kerusakan pd dinding pemb drh yg
menimbulkan transmisi pot aksi sepanjang
pemb drh.
Konstriksi suatu arteriol menyebabkan
tertutupnya lumen arteri (Guyton, 1997)

Trombosit adalah fragmen kecil sel yang


dilepaskan dari sel sumsum tulang yang besar
dikenal sebagai megakariosit, rombosit
dibersihkan dari sirkulasi oleh magrofag
jaringan terutama terdapat dilimpa dan hati,
hormon trombopoetin dihasilkan oleh hati
merangsang megakariosit meningkatkan
banyak trombosit (Sherwood, 2003).

Trombosis
Trombosis adalah proses pembentukan trombus pada
pembuluh darah. Luka pada jaringan endotel membuat
trombosit menempel pada endotel pembuluh darah,
akan mengeluarkan tromboplastine bercampur dengan
antihemofilia, akan mengaktifkan protombin yaitu
enzim prekursor trombin dan akselerator lain seperti
vitamin K dan ion kalsium, melalui mekanisme umpan
balik positive yang merangsang pembekuan merubah
fibrinogen menjadi fibrin atau jala longgar sehingga
meningkatkan agregasi trombosit yang akan
membentuk bekuan yang akan menyumbat luka.

Gambaran trombentukan
Trombosis vena

terbentuknya fibrin

Faktor resiko trombosis


Operasi besar
Trauma
Kehamilan
Penyakit jantung
Penyakit karsinoma
Umur
Obesitas
Jenis kelamin
Imobilisasi golongan darah O

Proses pembekuan darah


Melibatkan 12 faktor pembekuan plasma
yang terjadi secara berantai
Sebagian besar dari pembekuan faktor
disintesis di hati
Dalam keadaan normal, faktor-faktor ini
terdapat diplasma dalam bentuk inaktif /
faktor X, misalnya fibrinogen ( faktor I)
dan protrombin ( faktor II).

Faktor pembekuan darah


I . Fibrinogen
II. Protrombin
III. Troboplastin
IV. Kalsium
V/VI. PF3 ( platelet factor 3)/
akselesator plasma
globulin
VII. Protombin
VIII. Globulin anti hemolitik A

Lanjutan.......
IX. Globulin B anti hemofilia
X. Stuart Power /akselerator
protombin
XI. Pendahulu Tromboplastin plasma
XII. Faktor Hageman
XIII. Faktor penstabil fibrin

Terimakasih . !