Anda di halaman 1dari 3

Waspada Bakteri di Ruang Publik!

Selama ini, toilet umum dianggap tempat paling kotor. Padahal, banyak barang atau tempat di
ruang publik lainnya yang juga tak kalah gawatnya sebagai rumah bagi bakteri untuk
berkembang biak. Kita tidak dapat benar-benar menghindar, karena kebanyakan dari benda
atau tempat itu mau tak mau kita sentuh. Itu adalah risiko berada di ruang publik, ungkap Dr.
Budi Haryanto, SKM, MKM, Msc, Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Tapi, dengan mengenali hazard spots, kita bisa
menekan risiko kesehatan yang diakibatkan oleh bakteri dan kuman-kuman itu.
Troli Supermarket
Berpikirlah dua kali sebelum meletakkan anak Anda dalam troli supermarket. Menurut Dr. Budi,
kebanyakan pegangan troli supermarket mengandung bakteri eschericia coli, atau yang lebih
dikenal dengan e coli. Bakteri ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Bakteri itu dapat
menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sakit perut, diare, bahkan keracunan, ungkapnya.
Dr. Budi menjelaskan, besar kemungkinan bakteri-bakteri itu berasal dari barang belanjaan,
seperti daging, sayur, buah, serta tangan pengunjung sebelumnya yang menggunakan troli.
Karena terlihat bersih, supermarket-supermarket jarang membersihkan troli belanjanya. Padahal,
sangat banyak bakteri yang bersarang di sana.
Buku Menu Restoran
Sebelum makan di restoran, Anda dihadapkan pada buku menu pilihan hidangan yang akan
Anda santap. Hati-hati! Sebelum Anda, banyak orang yang memegang buku menu itu. Apakah
tangan mereka bersih atau tidak, kita tidak tahu! Benda-benda yang sering disentuh banyak
orang, berisiko lebih tinggi dibanding barang pribadi. Semuanya serba random. Kalau sedang
sial, tak sengaja Anda menyentuh benda yang baru disentuh oleh orang yang sakit flu, bisa
saja Anda tertular, kata Dr. Budi.
Keran Wastafel
Tempat untuk membersihkan tangan ini justru menyimpan banyak bakteri. Mengapa? Sebab,
wastafel, terutama keran wastafel di tempat umum, menjadi tujuan utama orang-orang setelah
menggunakan toilet. Alhasil, banyak bakteri e coli bersarang di sana. Apalagi, wastafel cukup
lembap. Bakteri mudah berkembang biak di sana, jelas Dr. Budi.
Tombol ATM
Setelah melakukan tes pada 38 ATM di Kota Taipei, para peneliti Cina menemukan bahwa setiap
tombol di ATM mengandung kurang lebih 1.200 bakteri, seperti e coli dan virus flu. Menurut
penelitian itu pula, tombol yang paling banyak mengandung kuman adalah tombol enter, sebab
semua orang yang menggunakan ATM, harus menekan tombol tersebut. Meskipun di Indonesia
belum ada penelitian seperti di Cina, menurut Dr. Budi, hal serupa bisa saja terjadi di Indonesia,
sebab ATM digunakan banyak orang, yang tidak diketahui kebersihan tangannya.

Pegangan Eskalator
Ratusan orang silih berganti menggunakan eskalator yang terdapat di tempat umum seperti mal.
Berarti, ada ratusan tangan yang memegang eskalator tersebut. Hal itu menyebabkan pegangan
eskalator menjadi salah satu sarang bakteri di ruang publik. Bahkan, Dr. Budi menjelaskan, bisa
juga terdapat sisa makanan, urine, lendir, darah, serta sisa pernapasan pada pegangan
eskalator.
Ponsel
Jika ditanya barang apa yang paling sering Anda sentuh dalam sehari, mungkin sebagian besar
dari kita akan menjawab ponsel. Di era teknologi ini, ponsel memang menjadi teman akrab kita.
Namun, waspadalah pada ponsel Anda!
Menurut Dr. Budi, panas yang dihasilkan ponsel menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri untuk
berkembang biak. Apalagi, bakteri dan virus mudah menyebar pada permukaan kaca, seperti
layar ponsel dan ipad.
Gawatnya lagi, bakteri yang banyak terdapat di ponsel adalah staphylococcus. Bakteri ini lebih
berbahaya dari e coli. Selain lewat makanan, bakteri staphylococcus bisa pula masuk ke tubuh
melalui udara, jelasnya. Selain dapat menyebabkan muntaber dan radang tenggorokan, bakteri
ini juga dapat menyebabkan timbulnya jerawat, bahkan bisul.
Tombol Lift
Bagi Anda yang berkantor di gedung bertingkat, mungkin tidak sadar bahwa salah satu tombol
yang sering Anda tekan, yakni tombol lift, menyimpan banyak bakteri. Apalagi di gedung yang
cukup ramai. Dalam satu menit, tombol lift bisa disentuh oleh puluhan orang, yang kita tidak
tahu kebersihan jarinya, kata Dr. Budi
Keyboard Komputer
Kapan terakhir membersihkan keyboard komputer kantor Anda? Jangan-jangan, Anda sudah lupa
karena sangat jarang membersihkannya. Anda patut waspada, karena ternyata keyboard
komputer kantor merupakan salah satu sarang bakteri.
Salah satu penyebabnya, karena kita melakukan banyak hal di depan keyboard komputer kantor,
termasuk makan siang atau sekadar ngemil. Serpihan makanan yang jatuh ke keyboard dapat
memacu tumbuhnya bakteri, ungkap Dr. Budi.
Ngaku, deh, kita pun jarang mencuci tangan sebelum menggunakan keyboard komputer, kan?
Alhasil, sangat banyak bakteri yang tersimpan di sana. Belum lagi jika kita bersin atau batuk di
depan keyboard.
Meja Makan Restoran

Walau sudah dilap oleh pramusaji, meja restoran belum tentu bebas dari bakteri. Menurut Dr.
Budi, kain justru dapat menyebarkan bakteri berbahaya, seperti e coli. Apalagi, tidak sedikit
restoran yang menggunakan lap yang sama untuk banyak meja, tanpa dicuci.