Anda di halaman 1dari 2

KASUS PEMERKOSAAN

Motif perampokan dan percobaan pemerkosaan dalam angkot C01 jurusan Ciledug-Kebayoran
Lama beberapa waktu lalu akhirnya terungkap setelah tersangka kelima, yakni Badri (21),
ditangkap pada Kamis (9/8/2012) pagi di kawasan Mayestik, Jakarta Selatan. Kepada polisi,
Badri, yang berperan memegangi korban dan sengaja mematikan lampu, mengaku awalnya
peristiwa tersebut terjadi karena hanya ingin mencari uang.
"Menurut pelaku, alasannya hanya sekadar cari uang saja. Tidak berkaitan mau Lebaran atau
alasan lain," ujar Kapolrestro Jakarta Pusat Komisaris Besar AR Yoyol, Kamis (16/8/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap Badri
(21), tersangka kelima kasus percobaan perkosaan di dalam angkot C01. Dengan penangkapan
tersangka kelima ini, aparat kepolisian berarti berhasil menangkap semua tersangka kasus
tersebut. Badri (21) ditangkap pada Kamis (9/8/2012) pagi di kawasan Mayestik, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, penyidik sudah berhasil menangkap empat tersangka lainnya, yakni Firman (28),
Nino Sutrisno (20), Ari Anggara (16), dan seorang tersangka berinisial D.
Diberitakan sebelumnya, seorang karyawati berinisial Is (30) nyaris menjadi korban
pemerkosaan di dalam angkutan mikrolet C01 jurusan Ciledug-Kebayoran bernomor polisi B
1106 VTX pada Senin (23/7/2012) tengah malam. Saat itu, Is pulang dari tempat kerjanya naik
angkot tersebut yang dikendarai oleh Ari Anggara bersama empat orang lainnya. Saat Is di dalam
mobil, tiba-tiba lampu dalam angkot dimatikan dan para pelaku langsung menyergap, mencekik
leher, dan juga ada yang meremas payudara sambil mencoba merebut tas korban.
Seorang pengendara motor, yakni Sersan Dua Nicholas Sandi, anggota Satuan 81 Kopassus
Antiteror, mendengar teriakan korban dan langsung mengejar mobil angkot tersebut. Tidak lama
kemudian, korban didorong keluar angkot oleh para pelaku di Jalan Medan Merdeka Utara,
Gambir, Jakpus, di depan Gedung MA. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian imateriil
dan luka memar di leher. Selanjutnya kejadian langsung dilaporkan ke Polres Metro Jakarta
Pusat.

Kasus pelecehan seksual di dalam angkutan umum kembali terjadi. Dalam kejadian ini, pelaku
yang tak lain sopir angkot dengan sengaja mempertontonkan alat kelaminnya kepada korban,
seorang penumpang perempuan.
"Pelakunya biasa dipanggil Bewok, sopir Mikrolet 42 (Mampang-Ragunan). Dia perlihatkan
anunya dan membuat gerakan gituan," kata Ibah (35), kerabat korban, kepada wartawan di
Mapolres Metro Jakarta Selatan, Minggu (30/9/2012).
Kejadian tersebut berawal saat korban, ASR (24), menumpang angkot yang dikemudikan Bewok
di depan rumahnya di Jalan Tegal Parang Raya, Mampang, sekitar pukul 10.30. Saat menaiki
kendaraan, angkot tersebut dalam kondisi penuh penumpang. Namun, sebentar kemudian semua
penumpang lain turun dan tinggallah ASR seorang diri dalam perjalanannya menuju PLN Duren
Tiga.
Pelaku kemudian meminta Ane pindah ke posisi belakang kursi sopir. Ane mengikuti permintaan
tersebut lantaran mengira usulan tersebut bertujuan melindungi keselamatannya. Yang terjadi
kemudian justru membuat korban shock. Pelaku membuka resleting celananya dan mengeluarkan
alat kelaminnya sambil membuat gerakan-gerakan tak senonoh.
"Dia pikir buat keselamatan dia. Enggak tahunya dikasih lihat anunya sambil digituin. Itu pas
sudah di belokan Duren Tiga," kata Ibah.
Lantaran shock, korban menangis dan minta diturunkan. Selanjutnya, dia pergi ke rumah Ibah
yang berlokasi di dekat tempat kejadian. Ibah kemudian mengantarkan korban pulang ke
rumahnya dan menceritakan kejadian itu kepada orangtua ASR.
Karena korban masih mengingat ciri-ciri fisik pelaku, keluarga pun bersepakat menunggu
kedatangan angkot tersebut. Benar saja, siang tadi Bewok kembali melintas dengan angkot yang
sama. Keluarga korban pun langsung menahan dan menggiring pelaku ke Mapolrestro Jaksel.
Saat ini korban dan pelaku sedang diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak
Mapolres Metro Jaksel.