Anda di halaman 1dari 35

3

JENIS DAN
KARAKTERISTIK RELE

Klasifikasi Rele Proteksi


1). Berdasarkan prinsip kerja
Rele moving coil, Rele elektrodinamis, Rele
elektromagnetis, Rele thermis, Rele elektronik

2). Berdasarkan besaran


Rele arus, Rele tegangan, Rele daya, Rele reaktansi,
Rele impedansi, Rele frekuensi, Rele pergeseran fasa

3). Berdasarkan metoda hubungan ditektor


Rele primer
Rele sekunder

4). Berdasarkan tingkat kepentingan


- Rele utama
- Rele tambahan

5). Berdasarkan waktu kerja


- Rele tanpa kelambatan kerja
- Rele dengan kelambatan waktu kerja:
- Tanpa pengaturan kelambatan
- Dengan mengatur kelambatan

6). Berdasarkan kontak


- Rele normally open (NO)
- Rele normally close (NC)
3

Elemen Rele
Ke sinyal/
rank. trip

Sensor

Komparator

kendali

1. Elemen sensor: Elemen ini disebut juga elemen


pengukuran, yang merespon terhadap perubahan
kuantitas yang disensor seperti, arus atau tegangan.
2. Elemen pembanding: Berfungsi membandingkan
kuantitas yang disensor oleh rele dengan setting rele
3. Elemen kendali: Pada nilai yang telah disetting akan
memberikan sinyal ke rangkaian trip.
4

Rangkaian rele tipikal


Battery

Circuit
Breaker

Current
Transformer

Relay
operating coil

1. Belitan primer transformator arus dihubungkan seri


dengan rangkaian utama yang diproteksi
2. Belitan sekunder transformator arus dan belitan operasi
rele.
3. Rangkaian tripping
5

ANSI/IEEE device
identification

Tipe-tipe Besaran
Magnitude
Pengukuran
Semua rele yang merespon terhadap magnitude
tegangan atau arus dan yang memiliki setting
terhadap besaran ini. Rele-rele lainnya yang yang
dioperasikan oleh besaran ini, tetapi dikalibrasi
oleh besaran lainnya seperti frekuensi termasuk
dalam klasifikasi rele ini.
Perkalian
Rele induksi bekerja berdasarkan interaksi dua
fluks magnet yang terpisah. Torka operasi atau
torka yang dihasilkan sebanding dengan masingmasing fluks.
T = K. 1. 2.sin
dimana:
T = Torka
1. 2 = Fluk yang berinteraksi

Prinsip Kerja Rele


Rele tarikan jangkar
Sebagian
elemen
terdiri
dari
inti
besi
elektromagnetik yang menarik jangkar yang
dapat
bergerak
dalam
medan
magnet.
Gerakannya dikendalikan oleh gaya yang
berlawanan yang berasal dari gravitasi atau
gaya pegas. Elemen tipikal rele ini ditunjukkan
pada gambar.
Secara umum rele
elektromagnetik terdiri dari
inti yang berbentuk U, yang
dibalut dengan kumparan.
Jangkar yang bergerak
biasanya berupa lempengan
besi yang ringan yang
8
ditumpu pada suatu

Konstruksi Relay

Secara teoritis gaya pada jangkar


dapat dinyatakan dengan:
B 2 .A
F
8.
di mana :
F = Gaya
B = Rapat fluks
A = Luas efektif kutub

Ketika celah jangkar menutup rapat fluks


naik, tarikan magnetik akan naik dengan
cepat, sehingga untuk mereset rele setelah
operasi, arus harus direduksi secara
memadai. Rasio arus reset terhadap arus
operasi disebut returning ratio.

10

Rele Kumparan putar


Rele magnet permanen kumparan putar tipe
rotari, seperti ditunjukkan pada gambar
Suatu kumparan yang
sangat ringan ditumpu
pada suatu medan radial
yang berasal dari magnet
permanen, sehingga ia
bebas berputar melewati
sudut operasi tertentu.
Gerakan yang setimbang
dari
kumparan
ini
menghasilkan gaya yang
disimpan
pada
suatu 12

Rele Induksi
Rele induksi bekerja dengan prinsip yang
sama dengan motor induksi. Torka dihasilkan
oleh konduktor yang bergerak di antara dua
medan. Konduktornya dapat berupa piringan
logam. Dua medan diperoleh dari suatu
kuantitas bahan elektromagnetik sedemikian
rupa sehingga terdapat beda fasa, sehingga
torka yang dihasilkan ditentukan oleh
persamaan :
T = K. 1. 2.sin
dimana : T = Torka
1. 2 = Fluk yang dihasilkan oleh bahan elektromagnet
14
= sudut fasa

Prinsip kerja rele berdasarkan arus eddy


yang mengalir pada piringan. Bahan
elektro magnet yang di atas akan
menginduksikan arus pada piringan
sehingga piringan berputar.
15

Karakteristik Rele
Rele Arus Lebih

Rele Arus Lebih atau Over Current Relay


(OCR) adalah rele yang beroperasi bila arus
yang mengalir melampaui nilai yang ditentukan.
Rele Arus Lebih dapat berupa rele arus sesaat,
yaitu tanpa perlambatan (20 ms hingga 50 ms).
Makin tinggi arus, makin pendek waktu
operasinya. Rele arus lebih adalah rele yang
paling sederhana. Hanya ada satu variabel
yang diperlukan untuk mengoperasikan rele,
yaitu arus. Namun demikian terdapat beberapa
tipe yang berbeda dari karakteristik rele yang
hanya menggunakan variabel arus. Pemilihan
tipe
karakteristik
rele
tergantung
pada
pemakaian dan kebutuhan akan koordinasi16

Konstruksi Rele Arus Lebih Induksi

Dua buah belitan elektro-magnetik. Belitan primer dihubungkan ke


belitan sekunder (CT) pada saluran yang diproteksi dan di tap dengan
interval tertentu.
Tapping dengan plug memberikan setting arus pada rentang 50% hingga
200% dengan step 25%.
Jika rele digunakan untuk merespon kegagalan pentanahan step dibuat
pada rentang 10 hingga 70%.
Untuk mengatur setting arus dilakukan dengan menyisipkan
pin pada
17
soket yang tersedia.

OCR

Karakteristik Waktu - Arus

Karakteristik arus-waktu dari rele ini ditunjukkan pada gambar. Kurva ini menunjukkan hubungan antara plug setting
multiplier (PSM) pada sumbu x dan waktu operasi pada sumbu y.

waktu (detik)

6
5

10

Time Dial
Setting

1,5

Pengali setting arus


(current setting multiplier)

10

20

19

KURVA / KARAKTERISTIK

@ STANDARD / NORMAL INVERSE ( SI )

0,14
tms
I 0, 02 1

@ VERY INVERSE ( VI )

13,5
t
tms
I 1
@ EXTREMELY INVERSE ( EI )

80
t 2 tms
I 1
@ LONG TIME INVERSE ( LTI )

120
t
tms
I 1

Jenis relay arus lebih:


1. Relay arus lebih seketika (momentinstantaneous)
2. Relay arus lebih waktu tertentu
(definite time)
3. Relay arus lebih berbanding terbalik
(invers)

1.Relay arus lebih seketika


(moment-instantaneous)
Jangka waktu kerja
relay sangat singkat
yakni sekitar 20 100
mili detik.
Keterangan:
P : Pegas
R : Relay
CT : Current
transformator
TC : Triping Coil
A : Alarm

Bus-bar

TC
P

PMT
A
DC

Ir
CT

Karakteristik Relay Arus


lebih:
Bila arus beban naik
melebihi harga yang
diijinkan, maka harga Ir juga
akan naik. Bila naiknya arus
melebihi harga operasi dari
relai (setting arus), maka
relay akan bekerja yang
ditandai dengan alarm yang
berbunyi dan TC melepas
engkol sehingga PMT
membuka.

Ir

2. Relay arus lebih waktu


tertentu
(definite time )
Jangka waktu relay ini: mulai pick-up
sampai selesainya kerja relay.
Dilengkapi dengan relay kelambatan
waktu (time lag relay).
Kerja relay tergantung pada penyetelan /
setting relay kelambatan waktu.

Gambar :
(a). Relay arus lebih waktu tertentu dan
(b). Karakteristik relay arus lebih waktu tertentu
Bus-bar

TC
PMT

A
DC
t1

CT

Ir

(a)

I1

(b)

3. Relay arus lebih berbanding terbalik


(invers)
Relay arus lebih dengan karateristik waktu-arus
berbanding terbalik adalah jenis relay arus lebih
dimana waktu relay mulai pick-up sampai dengan
selesainya kerja relay tergantung dari besarnya
arus yang melewati kumparan relaynya,
maksudnya relay tersebut mempunyai sifat terbalik
untuk nilai arus dan waktu bekerjanya.

Gambar :
(a). Relay arus lebih berbanding terbalik ( invers)
(b). Karateristik arus lebih berbanding terbalik
( invers)
Bus-bar
t

TC
PMT

A
DC
I
R/T

Ir
CT

(b)
(a)

TIPE RELAI STATIK

A CT

SUPLAI DC

RECTIFIER

R
SETTING

Vin

LEVEL
DETECTOR

Vo
RELAI
BANTU

VREF VIN VO 0 ( Pickup)


VREF VIN VO 0 (Re set )

BLOK DIAGRAM RELAI ARUS LEBIH STATIK


CURVE
SHAPER

FILTER

CS
Ia
Ib
Ic

MAX
I
GATE
&
RECT.

Is
LD
1

Is
INSTANT
LD = LEVEL DETECTOR
T = TIMER
R = REGULATOR

SETTING
INSTANT

LD
2

LD
3

RL
3

RL
1

HS OUTPUT
RELAY

STATIC OVER CURRENT RELAY


MCGG

OUTPUT
DRIVER
HS

TIME / CURRENT
OUTPUT RELAY
TIME
0.4/0

INTERPOSSING
CT

FULLWAVE
RECTIFIER

MICRO
COMPUTER

INPUT

A/D

0.2/0
0.2/0
0.1/0
0.05/0
0.05/0.025
TMS SWITH SETTING

16/0
8//0
4//0
2/0
1/0

0.2/0.1
0.4/0
0.8/0
0.2/0
0.4/0
CURRENT SETTING

HIGH SET SWITH


SETTING

CURVE SELECT SWITCH

Rele Daya Balik Tipe


Induksi
Rele daya balik tipe induksi
mengukur besaran tegangan dan
arus, sebagaimana alat ukur daya
dan memiliki arah putar. Jika fasor
arus memiliki arah yang sama
dengan fasor tegangan, rele akan
memiliki torka pada arah operasi,
dan bila sebaliknya rele akan
memiliki torka yang berlawanan.

31

Reverse Power Relay Statik

Rele Differensial
PMT

CT
1

i1

I1

Peralatan yg
diamankan

I2

CT

PMT

i2

Rele ini beroperasi bila terdapat perbedaan antara


kuantitas elektrik yang masuk dan keluar dari
peralatan
yang
diamankan.
Rele
ini
membandingkan vektor arus yang masuk dan
meninggalkan peralatan yang diamankan
33

PMT

CT
i1

I1

Peralatan yg
diamankan

I2

CT

PMT
2

i2

Bila hubung singkat terjadi dalam daerah proteksi,


i1 sama dengan i2 dan rele akan bekerja. Sedang bila
hubung singkat terjadi di luar daerah proteksi, i1
34
berlawanan dengan i2 dan rele tidak akan bekerja.

Differential Relay