Anda di halaman 1dari 21

4

INSTRUMENT
TRANSFORMERS
(CT &PT)

3.1 PEMAKAIAN TRAFO INSTRUMEN

Trafo yang digunakan bersama dengan peralatan


lain seperti: relai proteksi, alat ukur atau rangkaian kontrol, yang
dihubungkan ke arus bolak balik
Trafo instrumen: current transformers dan voltage transformers.
PERALATAN PENGUKURAN LISTRIK
kWh meter
: untuk mengukur pemakaian energi listrik
kVAr meter
: untuk mengukur pemakaian daya reaktif
Ampere meter : untuk mengukur arus
Volt meter
: untuk mengukur tegangan
Watt meter
: untuk mengukur pemakaian daya aktif
Cos meter
: untuk mengukur power factor
PERALATAN PROTEKSI

Over Current Relay


Ground Fault Relay
Differential Relay
Distance Relay

3.2 CURRENT TRANSFORMER (CT)

TRAFO ARUS DIBEDAKAN:


PENGUKURAN
HARUS PUNYA KETELITIAN TINGGI PADA
DAERAH ARUS PENGUKURAN BEBAN
NOMINAL
HARUS
JENUH PADA ARUS GANGGUAN YANG
BESAR, UNTUK KEAMANAN ALAT UKUR
PROTEKSI
HARUS PUNYA KETELITIAN/ERROR KECIL PADA
DAERAH ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT
BESAR
TIDAK
JENUH PADA ARUS GANGGUAN YANG
BESAR, UNTUK KEANDALAN ALAT PROTEKSI

Lanjutan 3.2.
RANGKAIAN CT
IP

P1/K

S1/k

P2/L

IS

S2/l

P1/K masuknya arus primer & P2/L keluaran arus primer


S1/k masuknya arus sekunder dari primer dan S2/l keluaran arus
sekunder
Pembumian : pada S2/l -- sudut IP dan IS = 00
pada S1/k -- sudut IP dan IS = 1800
4

3.3. KESALAHAN CURRENT TRANSFORMER


Kesalahan arus

Perbedaan arus yang masuk di sisi primer dengan arus di


sisi
sekunder
%

= [(Kn Is - Ip)/Ip] x 100%

Kesalahan fasa

Akibat pergeseran fasa antara arus sisi primer dengan


arus
sisi sekunder
Composite Error

c I p 100 / T ( K nis i p ) 2 dt
is dan ip merupakan nilai arus sesaat sisi sekunder dan
sisi primer.
5

3.4. CLASS CT
Sesuai IEC 60044-1 spesifikasi class untuk CT:
Kelas
ketelitian

+/- % kesalahan ratio arus


pada % dari arus pengenal

+/- % pergeseran fase pada %


dari arus pengenal, menit
(centiradians)

20

100

120

20

100

120

0,1

0,4

0,2

0,1

0,1

15

0,2

0,75

0,35

0,2

0,2

30

15

10

10

0,5

1,5

0,75

0,5

0,5

90

45

30

30

1,0

3,0

1,5

1,0

1,0

180

90

60

60

Kelas
ketelitian

+/- % kesalahan ratio arus


pada % dari arus pengenal

+/- % pergeseran fase pada % dari


arus pengenal, menit
(centiradians)

20

100

120

20

100

120

0,2S

0,75

0,35

0,2

0,2

0,2

30

15

10

10

10

0,5S

1,5

0,75

0,5

0,5

0,5

90

45

30

30

30

Kelas
ketelitian

+/- % kesalahan ratio arus pada % dari arus


pengenal
50

100

3.5. KELAS TRAFO UNTUK PENGUKURAN


TRAFO ARUS

Untuk kebutuhan industri

: CL2 or CL1

Untuk kWh meter di pelanggan

: CL0.5

Untuk memperkecil kesalahan

: CL0.2S

Untuk kebutuhan laboratorium

: CL0.1

Untuk kebutuhan instrument

: CL3 or CL5

2,5 VA; 10 VA; 30 VA


Akurasi burden pengenal: 5 VA ; 15 VA
7,5 VA ; 20 VA

ANSI/IEEE burden ratings are B-0.1, B-0.2, B-0.5, B1.0, B-2.0 and B-4.0.

3.6. KURVA MAGNETISASI


Kurva Magnetisasi CT

CT Metering

ES
Kurva CT untuk proteksi

Knee point
Kurva CT untuk pengukuran

CT Proteksi
IeXct

42

3.7 BEBERAPA KONSTRUKSI CT


Sisi primer

Sisi primer lilitan

batang

43

Lanjutan 3.7.

Trafo arus dengan inti


besi

Inti besi

Trafo arus tanpa inti besi


Rogowski coil

10

44

Lanjutan 3.7.

Tipe lingkaran/Wound

primary

Conventional
Dead Tank
CT

11

Lanjutan 3.7.
Type batang /Bar primary

Inverted CT
12

Lanjutan 3.7.
Teriminal primer
1 belitan
Pola (mould)

Pola (mould)

Resin

Resin

Belitan
sekunder
Untuk
pengukuran

Belitan
sekunder
Untuk
pengukuran

Belitan sekunder
Untuk Proteksi

Teriminal sekunder

P1(C1)

Belitan sekunder
Untuk Proteksi

Teriminal sekunder

P2(C2)

Gambar 8: dua belitan sekunder


1S1 1S2

2S1 2S2

3S1 3S2

4S1 4S2

4 Teriminal sekunder

BILA PRIMER 2 BELITAN -- DIPILIH PADA LOWER RATIO


13

14

3.8. TRAFO TEGANGAN

Trafo tegangan:
Instrumen trafo yang dipergunakan untuk memperkecil
tegangan tinggi ke tegangan rendah, dipergunakan untuk
pengukuran atau proteksi
Accuracy classes sesuai IEC 60044-2

15

Lanjutan 3.8.
Diagram Rangkaian
R
S
T
Primer
20.000/3
Sekunder
100/3

Tegangan pengenal primer: kV (150 kV, 20 kV atau 150 kV/3 , 20 kV/3)


Tegangan pengenal sekunder: volt (110 V , 110 V atau 110 V/3 , 100
V/3)
Untuk pengukuran tegangan jatuh di sisi sekunder 0,05 % s/d 0,1 %
x tegangan pengenal sekunder PT
Tipe trafo tegangan:
Inductive voltage transformers
Capacitive voltage transformers
16

3.9. KLASIFIKASI TRAFO TEGANGAN

Jenis INDUKTIF (PT)


Terdiri dari belitan Primer dan belitan sekunder,
Belitan primer akan menginduksikannya ke belitan
sekunder melalui core.
Jenis KAPASITIF (CVT)
Terdiri dari rangkaian kondensor yang berfungsi
sebagai pembagi tegangan tinggi dari trafo pada
tegangan
menengah
yang
menginduksikan
tegangan ke belitan sekunder melalui media
capasitor.
17

3.10. JENIS INDUKTIF TRAFO TEGANGAN


Keterangan gambar:
1. Kertas/Isolasi Minyak Mineral/Quartz filling.

7
6

2. Belitan Primer: vernis ganda-isolasi kawat


tembaga, tahan pada suhu tinggi.

3. Inti: bukan orientasi listrik baja


memperkecil
resiko resonansi besi

4. Belitan Sekunder

2
3

5. Isolator Keramik
6. Dehydrating Breather
7. Terminal Primer
8. Terminal Sekunder
18

3.11. JENIS KAPASITIF TRAFO TEGANGAN


1

1). HV.T adalah terminal tegangan tinggi

2) kapasitor C1 & C2 pembagi


tegangan (capacitive voltage
divider) yang berfungsi sebagai
pembagi tegangan tinggi untuk
diubah oleh trafo tegangan
menjadi tegangan pengukuran
yang lebih rendah
3). L0 adalah induktor penyesuai
tegangan (medium voltage
choke) yang berfungsi untuk
mengatur/menyesuaikan supaya
tidak terjadi pergeseran fasa
antara tegangan masukan (vi)
dengan tegangan keluaran (vo)
pada frekuensi dasar.
4) Belitan primer

5) Isolator keramik
7) Terminal sekunder
19

20

3.12 KESALAHAN TRAFO TEGANGAN

Kesalahan rasio trafo tegangan


Kesalahan besaran tegangan karena perbedaan rasio name plate
dengan rasio sebenarnya dinyatakan dalam
% = 100 (Kn Vs - Vp)/Vp

Composite Error
c = 100/ Vp 100/T (Knvs vp)2 dt
vs dan vp merupakan nilai tegangan sesaat sisi sekunder dan
sisi primer.

21