Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


ACARA III
MENGHITUNG JUMLAH SEL DARAH MERAH

Disusun Oleh:

Nama

: Tri Hardiyanti

NIM

: E1A012055

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MATARAM

2015

ACARA II
MENGHITUNG JUMLAH SEL DARAH MERAH
A. Pelaksanaan Praktikum
1. Tujuan praktikum
2. Hari, tanggal praktikum
3. Tempat praktikum

: Untuk mengetahui jumlah sel darah merah


seseorang.
: Sabtu, 26 April 2015
: Laboratorium Biologi FKIP Universitas
Mataram.

B. Landasan Teori
Eritrosit (sel darah merah) pada dasarnya adalah suatu kantong
hemoglobin yang terbungkus plasma, berupa lempeng bikonkaf dengan garis
tengah 8m, tepi luar tebalnya 2 m, dan tengahnya setebal 1 m. Struktur
eritrosit terdiri atas membrane sel yang merupakan dinding sel substansi
seperti spons yang stroma. Sel darah merah berisi substansi yang bermacammacam diantaranya enzim, glukosa, garam-garam organic dan anorganik. Sel
darah merah memiliki jumlah yang sangat banyak disbanding sel darah putih.
Wanita normal mempunyai kira-kira 4,5 juta sel darah dalam tiap ml darah.
Pada laki-laki normal rata-rata jumlahnya paling tinggi sekitar 5 juta (Kimball,
1996:115).
Fungsi utama eritrosit adalah mengangkut hemoglobin yang
selanjutnyahemoglobin ini mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan.
Faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit dalam sirkulasi antara lainhormon
eritropoietin yang berfungsi merangsang eritropoiesis dengan memicu
produksi proeritroblas dari sel-sel hemopoietik dalam sumsum tulang. Vitamin
B12 dan asam folat mempengaruhi eritropoiesis pada tahap pematangan akhir
dari eritrosit.Sedangkan hemolisis dapat mempengaruhi jumlah eritrosit yang
berada dalam sirkulasi (Meyer, 2004: 95).
Perhitungan eritrosit secara klinis dilakukan dengan mengencerkan
darah dengan larutan tertentu. Jumlah sel darah dalam volume pengenceran
tersebut dihitung dengan menggunakan kamar hitung. Jumlah eritrosit
dihitung dalam volume tertentu, dengan menggunakan factor konversi, jumlah
eritrosit per l darah dapat dihitung. Larutan pengencer yang dipakai adalah
larutan Hayem yang berisi natrium sulfat 5 g, natrium klorida 1 g, merkuri
klorida 0,5 g dan aquadest 200 ml (Tim Dosen, 2012:16).
C. Alat dan Bahan

1. Alat:
a. Haemocytometer
b. Pipet eritrosit
c. Kamar hitung dan kaca penutup
d. Blood lancet
e. Mikroskop
f. Cawan petri
2. Bahan:
a. Darah praktikan
b. Alcohol 70%
c. Larutan hayem
d. Kapas
e. EDTA
D. Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan,
2. Menyiapkan mikroskop dengan meletakkan kamar hitung pada meja benda
dan mencari fokus mikroskop,
3. Membersihkan jari praktikan dengan alkohol lalu menusuknya dengan
blood lancet,
4. Membuang tetes pertama darah praktikan,
5. Menghisap darah dengan pipet eritrosit sampai kepada garis tanda 0,5
tepat,
6. Menghapus kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet dengan kapas,
7. Memasukkan ujung pipet dalam larutan hayem sambil menahan darah
pada garis tanda tadi dan menghisap larutan hayem perlahan-lahan sampai
garis tanda 101, hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara,
8. Mengocok pipet itu selama 3 menit terus-menerus sambil menutup ujung
pipet,
9. Membuang 3 tetes pertama dari cairan yang ada di dalam batang kapiler
pipet dan yang telah dikocok
10. Meneteskan cairan tersebut pada permukaan kamar hitung,
11. Mengamati penyebaran sel lalu menghitung jumlah eritrosit pada 5 bidang
sedang ditengah. Cara menghitung sel mulai dari sudut kiri terus ke kanan
kemudian turun ke bawah dan dari kanan ke kiri lalu turun lagi ke bawah
dan dimulai lagi dari kiri ke kanan dan seterusnya. Sel yang menyinggung
garis batas sebelah kiri atau garis atas haruslah dihitung. Sebaliknya sel

yang menyinggung garis batas sebelah kanan dan bawah tidak boleh
dihitung,
12. Mencatat hasil pengamatan.
E. Hasil Pengamatan
1. Tabel data hasil pengamatan
Nama

No

Laki-laki
1.
2.
3.
4.
5.
6.

perempuan

Danul
Tri
Witri
Yusran
Anis
Robby

Jumlah sel
darah merah
dalam 5 kotak
563
433
468
407
404
999

2. Analisis Data
a. Danul
SDM = SDM 50 200
= 563 50 200
= 5.630.000
b. Tri
SDM = SDM 50 200
= 433 50 200
= 4.330.000
c. Witri
SDM = SDM 50 200
= 468 50 200
= 4.680.000
d. Yusron
SDM = SDM 50 200
= 407 50 200
= 4.070.000
e. Anis
SDM = SDM 50 200
= 404 50 200
= 4.040.000
f. Robby
SDM = SDM 50 200
= 999 50 200
= 9.990.000

Jumlah sel darah merah


perhitungan
Laki-laki
perempuan
5.630.000
4.330.000
4.680.000
4.070.000
4.040.000
9.990.000

F. Pembahasan
Praktikum menghitung jumlah sel darah merah memiliki tujuan untuk
mengetahui jumlah sel darah merah seseorang. Darah merupakan cairan yang
berada dalam tubuh yang berfungsi sebagai alat transportasi zat-zat dalam
tubuh, seperti O2, CO2,hormon, dan lain sebagainya. Dalam praktikum ini
digunakan larutan Hayem yang merupakan larutan isotonis yang dipergunakan
sebagai pengencer darah dalam penghitungan sel darah merah. Apabila sampel
darah dicampur dengan larutan Hayem maka sel darah putih akan hancur,
sehingga yang tinggal hanya sel darah merah saja. Kandungan lain adalah
formalin 40 % yang berfungsi untuk mengawetkan/mempertahankan bentuk
discoid eritrosit. Kandungan larutan Hayem ini mengakibatkan larutan Hayem
dikenal sebagai larutan Formasitrat. Larutan hayem memiliki fungsi antara
lain mengencerkan darah, merintangi pembekuan, bentuk bentuk eritrosit
terlihat jelas, sedangkan bayangan leukosit dan trombosit lenyap,
mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi
Perhitungan jumlah sel darah merah dilakukan bertujuan untuk dapat
mengetahui apakah jumlah darah seseorang dalam keadaan normal atau tidak.
Dalam keadaan normal darah dalam tubuh manusia sebesar 8% berat badan
( 5 liter), yang terdiri dari 60% plasma darah dan 40% sel darah. 40% sel
darah terdiri dari eritrosit(99%), leukosit dan trombosit(platelet). Seorang pria
umumnya memiliki 5 liter darah dalam tubuhnya, sedangkan perempuan
memiliki darah 10% lebih sedikit dibanding pria, yaitu 4,5 liter. Setiap liter
darah pria mengandung sebanyak-banyaknya 6,5 triliun sel-sel darah merah
dan perempuan hanya memiliki 5 triliun.
Hemocytometer diperlukan karena menghitung jumlah eritrosit yang
terkandung dalam darah bukan suatu hal yang mudah. Hal ini disebabkan selsel darah merah yang terkandung dalam darah berukuran sangat kecil sehingga
dibutuhkan hemocytometer dengan bantuan mikroskop. Kedalaman kamar
hitung 0,1 mm, jadi dikali 10. Sel darah merah dihitung pada 5 bujur sangkar
yang masing-masing berukuran 1/25 mm, jadi untuk menghitung jumlah sel
darah dalam 1 mm maka harus dikali 5. Faktor pengalinya 200 x 10 x 5 =
10.000. Apabila jumlah sel darah merah yang terhitung E maka total sel darah
merah per mm = E x 10000. Dalam proses penghitungan sel-sel darah merah
dibutuhkan juga ketelitian dan konsisten dalam cara menghitung.
Penghitungan sel-sel darah merah dihitung di dalam kamar hitung yang
berskala atau berukuran kecil dengan jumlah 40 buah. Jumlah sel darah
normal pada wanita 4.0-5.5 juta sel/mm3, dan pada pria 4.5-6.2 juta sel/mm3.
Hasil pengamatan diperoleh hasil jumlah sel darah pada setiap
praktikan berbeda yaitu Danul memiliki sekitar 5.630.000 sel darah merah,
Witri 4.680.000, Yusron memiliki sel darah merah 4.070.000, Anis 4.040.000,
Robby 9.990.000 sel darah merah sedangkan praktikan memiliki 4.330.000 sel
darah merah. Jumlah sel darah merah Danul, Witri, Anis dan praktikan adalah
normal karena tidak kurang atau lebih dari jumlah sel darah normal baik pada
laki-laki maupun perempuan. Sedangkan Yusron dan Robby memiliki jumlah
sel darah merah yang tidak normal karena Yusron memiliki jumlah sel darah
merah kurang dari jumlah sel darah merah normal pada laki-laki dewasa yaitu

4.5-6.2 juta sel/mm3, sedangkan Robby memiliki jumlah sel darah merah
melebihi jumlah normal.
Perbedaan jumlah eritrosit pada laki-laki dan perempuan disebabkan
karena pada wanita mengalami siklus menstruasi dimana setiap bulan
mengeluarkan sejumlah darah akibat dari luruhnya dinding endometrium.
Keluarnya darah pada wanita akibat siklus menstruasi menyebabkan jumlah
total sel darah pada tubuh wanita berkurang atau lebih rendah dari pada
jumlah total sel darah pada laki-laki. Terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi jumlah eritrosit pada seseorang, yaitu nutrisi, usia, lingkungan,
aktivitas dan jenis kelamin. nutrisi, bila seseorang mendapatkan nutrisi banyak
maka orang tersebut akan memiliki sel darah yang banyak dibandingkan
dengan orang yang kekurangan nutrisi. Usia atau umur, jumlah eritrosit pada
bayi yang baru lahir yaitu 6,83 juta / ml. Ketika bayi tersebut tumbuh
eritrositnya berkurag menjadi sampai 4 juta / ml, kemudian naik lagi pada
orang dewasa sehat sekitar 4,5 juta / ml. Faktor lingkungan, di daerah dataran
tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. Hal ini dikarenakan di
dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh
akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat
lebih banyak mengikat oksigen. Hemoglobin merupakan protein yang
mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memilki daya ikat
terhadap oksigen dan karbondioksida. Aktivitas, orang yang memiliki banyak
aktivitas akan membutuhkan nutrisi yang banyak sehingga jumlah sel
darahnya juga akan banyak. Jenis kelamin, perempuan memiliki jumlah sel
darah (eritrosit) lebih sedikit daripada laki laki, hal ini disebabkan
berkurangnya eritrosit pada perempuan ketika menstruasi. Hasil pengamatan
juga dipengaruhi oleh cara kerja praktikum selama melakukan penghitungan
jumlah eritrosit.
G. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan
bahwa:
a. Jumlah sel darah merah pria lebih banyak dari jumlah sel darah
merah wanita. Hal ini dipengaruhi oleh adanya siklus menstruasi
yang dialami wanita.
b. Larutan hayem memiliki fungsi mengencerkan darah, merintangi
pembekuan, bentuk bentuk eritrosit terlihat jelas, sedangkan
bayangan leukosit dan trombosit lenyap, mempertahankan bentuk
diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi.
c. Danul memiliki sekitar 5.630.000 sel darah merah, Witri 4.680.000,
Yusron memiliki sel darah merah 4.070.000, Anis 4.040.000, Robby
9.990.000 sel darah merah sedangkan praktikan memiliki 4.330.000
sel darah merah.

d. Jumlah sel darah merah Danul, Witri, Anis dan praktikan adalah
normal karena sedangkan Yusron dan Robby memiliki jumlah sel
darah merah yang tidak normal.
e. Jumlah sel darah seseorang dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin,
usia, aktifitas, nutrisi dan faktor lingkungan.
2. Saran
-

DAFTAR PUSTAKA

Kimball, J.W. 1996. Biologi. Jakarta: Erlangga.


Meyer D J and Harvey JW. 2004. Veterinary Laboratory Medicine Interpretation
& Diagnosis.Third edition. USA: Saunders.
Tim Dosen. 2012. Penuntun Praktikum Anatomi dan Fisologi Manusia. Jakarta:
Universitas Negeri Jakarta.