Anda di halaman 1dari 7

pati ukuran granul lebih besar maka suhu gelatinasi makin

tinggi , granul pati yang lenig besar lebih tahan terhadap


perlakuan panas. persyaratan kadar air, tidak lebih dari 15 %
(FI). Pati memiliki kadar air biasanya 10-20 %. Kadar air akan
mempengaruhi kestabilan, kadar air mempengaruhi laju alir,
kdar air tinggi laju air mjd buruk karna daya lekatnya mjd lebih
besar,

dan

mjd

media

pertumbuhan

mikroba

shg

akan

mggangu kstablan bhan selama penyimpanan.


Amprotab
Amprotab

adalah

nama

dagang

dari

Amylum

Manihot.

Amprotab

merupakan serbuk halus, warna putih, tidak berbau, tidak berasa, praktis tidak
larut dalam air dingin dan etanol (Anonim, 1995). Amylum digunakan sebagai
bahan penghancur (disintegrant) pada konsentrasi 3-15 % (Rowe. dkk, 2003).
Amprotab sebagai bahan penghancur yang mampu meningkatkan kapilaritas,
mengabsorbsi kelembaban, mengembang dan meninggikan daya pembasahan
tablet atau bersifat hidrofilisasi (Voigt, 1984). Amprotab ini mewakili bahan
penghancur berbahan dsar amilum yang berda di pasaran,

Amilosa dan amilopektin di dalam granula pati dihubungkan


dengan ikatan hidrogen. Apabila granula pati dipanaskan di
dalam air, maka energi panas akan menyebabkan ikatan
hidrogen terputus, dan air masuk ke dalam granula pati. Air
yang masuk selanjutnya membentuk ikatan hidrogen dengan
amilosa dan amilopektin. Meresapnya air ke dalam granula
menyebabkan terjadinya pembengkakan granula pati. Ukuran
granula akan meningkat sampai batas tertentu sebelum
akhirnya granula pati tersebut pecah. Pecahnya granula
menyebabkan bagian amilosa dan amilopektin berdifusi keluar.
Proses masuknya air ke dalam pati yang menyebabkan granula
mengembang dan akhirnya pecah disebut dengan gelatinisasi,

sedangkan suhu dimana terjadinya gelatinisasi disebut dengan


suhu

gelatinisasi.

perubahan

Proses

viskositas

gelatinisasi

larutan

pati.

pati
Jika

menyebabkan
pati

direndam

menggunakan air dingin hanya terjadi pembengkakan pada


pati hingga 30%, hal ini disebabkan karena pati menyerap air,
namun proses gelatinisasi tidak terjadi. Syarat utama dalam
terjadinya gelatinisasi yaitu adanya air dan panas, tiap jenis
pati memiliki suhu gelatinisasi yang berbeda-beda, ketika
mencapai suhu gelatinisasinya panas akan memutus ikatan
antara amilosa dan amilopektin hingga amilosa keluar dari
granula pati, kemudian air akan lebih banyak lagi masuk
kedalam

granula

pati.

Proses

ini

menyebabkan

granula

membengkak dan pecah. Proses pembengkakan menyebabkan


viscositas larutan menjadi tinggi, viscositas akan menurun jika
suhu terus dipertahankan kemudian akan naik lagi jika suhu
diturunkan. Dalam kondisi suhu yang rendah, amilosa yang
telah keluar dari granula akan mengeluarkan air (sineresis)
hinngga menyebabkan viscositas larutan kembali naik namun
tidak setinggi pada saat gelatinisasi sempurna. Proses ini
disebut dengan proses retrogradasi.
Kandungan lembab, pada kondisi kandungan lembab yang tinggi ikatan partikel
akan lebih kuat karena luas kontak antar permukaan serbuk naik. Apabila gaya
tarik antar partikel serbuk semakin kuat, maka serbuk akan semakin sukar
mengalir.

BAB II
ISI
A. Sifat Alir Pada Tablet

Fluiditas / sifat alir serbuk merupakan faktor kritik dalam produksi obat sediaan padat.
Hal ini karena sifat alir serbuk berpengaruh pada peningkatan reprodusibilitas pengisian
ruang kompresi pada pembuatan tablet dan kapsul , sehingga menyebabkan keseragaman
bobot sediaan lebih baik, demikian pula efek farmakologinya.
Waktu alir adalah waktu yang diperlukan untuk mengalir dari sejumlah granul melalui
lubang corong yang diukur adalah sejumlah zat yang mengalir dalam suatu waktu tertentu.
B. Pengaruh Sifat Alir Terhadap Tablet
Pada umumnya tablet kempa dibuat dengan mengempa massa kempa yang mengalir
dari corong ke sisi pengisi lalu ke lubang kempa menjadi massa kompak dan padat. Tablet
dibuat sesuai bentuk dan ukuran pons dan lubang kempa lalu dikempa menghasilkan massa
rengat dan kompak dengan bentuk tertentu. Unit tablet dalam satu batch harus mempunyai
keseragaman bobot, keseragaman kandungan, serta kadar zat aktif yang harus memenuhi
syarat. Ketentuan lain yang juga penting dari massa tablet yaitu massa tablet harus homogen
dan massa kempa harus mengalir lancar ke lubang kempa.
Proses pengisian dies didasarkan atas aliran granul yang kontinyu dan seragam dari
hopper. Bila aliran kurang baik, beberapa dies tidak akan terisi sempurna. Karena aliran yang
kurang baik akan berakibat terbetuknya jembatan atau lubang tikus (poor flow rat
holing) dari granul di hopper
Faktor- faktor yang dapat berpengaruh pada fluiditas serbuk:
1) Bentuk partikel dan tekstur, untuk partikel yang ekidimensional (teratur= bulat, kubus)
semakin besar diameter maka sifat alir semakin baik sedangkan untuk partikel yang
anisomerik maka hasilnya dapat berbeda. Sifat alir terbaik terjadi pada diameter optimum
partikel (200-500 m). Partikel berukuran kurang dari 100 m akan lebih cohesive. Semakin
kecil gaya gesek friksi / gaya gesek antar partikel sehingga semakin mudah mengalir.
Sebaliknya, semakin kasar permukaan partikel maka semakin besar friksi antar partikel
sehingga menyebabkan semakin sulit mengalir.
2) Kerapatan jenis,
3) Porositas, semakin besar porositas maka semakin kecil kontak antar partikel maka kecepatan
alir akan semakin baik.
4) Kandungan lembab, pada kondisi kandungan lembab yang tinggi ikatan partikel akan lebih
kuat karena luas kontak antar permukaan serbuk naik. Apabila gaya tarik antar partikel serbuk
semakin kuat, maka serbuk akan semakin sukar mengalir.

5) Kondisi percobaan, ada beberapa kondisi percobaan yang dapat mempengaruhi sifat alir yaitu
diameter lubang alat uji, besar/ luas hopper dan sudut dinding hopper.
C. Uji Sifat Alir
Sifat alir serbuk dapat ditetapkan dengan dua macam cara:
1) Cara langsung, dengan mengukur secara langsung kecepatan alir sejumlah serbuk atau granul
yang mengalir dari hopper. yaitu dengan metode corong dan dengan metode timbang. Ada
dua cara pengamatan yaitu dengan metode manual (hopper flow rate) dan metode
komputerisasi (recording flow meter). Pengukuran sifat alir granul dengan metode corong
dipengaruhi oleh beberapa kondisi pengamatan seperti berat granul, diameter corong, ukuran
partikel granul, panjang tangkai corong, cara penuangan sampel dan pengaruh getaran luar
2) Cara tidak langsung, yaitu dengan mengukur parameter sudut diam. Caranya yaitu dengan
meletakkan massa cetak dalam corong alat uji kecepatan alir yang bagian bawahnya ditutup.
Massa cetak yang keluar dari alat tersebut dihitung kecepatan alirannya dengan menghitung
waktu yang diperlukan oleh sejumlah serbuk untuk turun melalui corong alat penguji dengan
menggunakan stopwatch dari mulai dibukanya tutup bagian bawah hingga semua massa
granul mengalir keluar dari alat uji. Timbunan granul dapat digunakan untuk menghitung
sudut istirahat. Diameter rata-rata timbunan granul dan tinggi puncak timbunan granul diukur.
Untuk 100 g granul waktu alirnya tidak boleh lebih dari 10 detik. Waktu alir berpengaruh
terhadap keseragaman bobot tablet
Alat Uji Kecepatan Alir
1. Kerapatan Nyata
Beberapa bagian massa cetak ditimbang (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap dua
puluh lima gram massa cetak), kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukur seratus mililiter.
Volume awal granul dicatat. Kerapatan nyata adalah berat serbuk dibagi dengan volume awal
granul.
Kerapatan nyata = Berat granul (g/mL)
2. Kerapatan Mampat
Beberapa bagian massa cetak ditimbang (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap
duapuluh lima gram massa cetak), kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukur seratus
mililiter.Setelah dilakukan penentuan kerapatan nyata di atas kemudian ketuk-ketukan gelas
ukur tersebut dengan menggunakan alat uji kompresibilitas hingga volume granul konstan.
Kerapatan mampat adalah berat granul dibagi dengan volume granul konstan.
Kerapatan mampat = Berat granul (g/mL)

3. Kompresibilitas
Penentuan kompresibilitas digunakan untuk menghasilkan tablet yang baik. Kompresibilitas
dapat dilihat dari harga indeks Carr yang sangat bergantung pada kerapatan nyata maupun
kerapatan mampat dari granul yaitu dengan cara kerapatan mampat dikurangi kerapatan
nyata, lalu dibagi dengan kerapatan mampat. Kompresibilitas granul dinyatakan dalam
persen.
Indeks Carr = Kerapatan mampat - Kerapatan nyata x 100%
Kompresibilitas (%) Sifat Aliran
5-12
12-18
18-23
23-33
33-38
>38

Keterangan
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang
Sanagat kurang
Sangat buruk

E. Memperbaiki Sifat Alir


1.

Glidan
Glidan adalah zat yang digunakan untuk memperbaiki aliran granul dari hopper ke feeder dan
ke lubang cetakan. Beberapa mekanisme kerja glidan, yaitu : dispersi muatan elektrostatik
pada permukaan granul, distribusi glidan selama granulasi, adsorpsi gas pada glidan yang
berlawanan dengan granulasi, meminimalkan gaya van der Waals dengan pemisahan granul,
mengurangi friksi antar partikel dan mengurangi permukaan kasar granul dengan penempelan
glidan selama granulasi. Beberapa contoh senyawa yang dapat digolongkan sebagai glidan
antara lain : talk, pati jagung, Cab-O-Sil, siloid, aerosol.

2.

Anti Adheren
Antiadheren adalah zat yang digunakan untuk mencegah menempelnya massa tablet pada
punch dan untuk mengurangi. Penempelan pada dinding cetakan. Bahan ini sangat diperlukan
untuk zat-zat yang mudah menempel, seperti vitamin E. Beberapa contoh senyawa yang
dapat digolongkan sebagai antiadheren antara lain : talk, pati jagung, Cab-O-Sil, DLLeucin,
natrium lauril sulfat.

3.

Lubrikan

Lubrikan murni adalah zat yang digunakan untuk mengurangi gesekan antara granul dengan
dinding cetakan selama Pengempaan dan pengeluaran tablet. Lubrikan dapat bekerja dengan
dua mekanisme, yaitu fluid lubrication dan boundary lubrication. Fluid lubrication bekerja
dengan memisahkan kedua permukaan granul dan dinding. Sedangkan boundary lubrication
bekerja karena adanya penempelan dari bagian molekular yang mempunyai rantai karbon
panjang, ke permukaan logam dari dinding cetakan. Karena penampilannya lebih kuat, maka
mekanisme ini lebih baik jika dibandingkan dengan fluid lubrication. Secara umum, lubrikan
berukuran 200 mesh atau lebih halus, dan dapat melewati saringan 100 mesh (dari nilon)
sebelum ditambahkan pada tahap granulasi. Tipe atau jenis lubrikan yang digunakan
tergantung dari alat pengempa, tablet yang akan dibuat, sifat penghancur, dan disolusi yang
diinginkan, pertimbangan kompatibilitas dengan zat aktif, serta biaya.
Berdasarkan kelarutannya dalam air, lubrikan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1) Lubrikan larut air
Lubrikan ini umumnya hanya digunakan jika tablet harus sangat larut air (misalnza tablet
effervesen) dan tergantung dari karakteristik disolusi yang diinginkan. Beberapa contoh
senyawa yang dapat digolongkan sebagai lubrikan larut air antara lain : natrium benzoat,
natrium asetat, natrium klorida, natrium oleat, natrium lauril sulfat, magnesium lauril sulfat,
asam borat, Karbowax 4000, Karbowax 6000, polietilenglikol.
2) Lubrikan tidak larut air
Lubrikan ini lebih efektif daripada yang larut air dan digunakan pada konsentrasi yang lebih
rendah. Beberapa contoh senyawa yang dapat digolongkan sebagai lubrikan tidak larut air
antara lain : magnesium stearat, kalsium stearat, natrium stearat, asam stearat, Sterotex, talk,
lilin, Stearowet.
Selain itu, untuk membuat granul agar dapat mengalir yaitu dengan memperbesar gaya
berat,memperluas permukaan partikel dan memperluas permukaan corong. Serbuk berbeda
dengan ciran, serbuk bukan merupakan massa yang kontinyu, tetapi berupa kumpulan
partikel yang terpisah

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :

Sifat alir serbuk berpengaruh pada peningkatan reprodusibilitas pengisian ruang


kompresi pada pembuatan tablet dan kapsul , sehingga menyebabkan keseragaman bobot
sediaan lebih baik, demikian pula efek farmakologinya. Bila aliran granul kurang baik,
beberapa dies tidak akan terisi sempurna. Karena aliran yang kurang baik akan berakibat
terbetuknya jembatan atau lubang tikus (poor flow rat holing) dari granul di hopper.