Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KASUS

Mioma Geburt

Disusun oleh:
Nadira Danata
1102011188

PEMBIMBING
Dr. Muhammad Syarif Sp.OG

KEPANITERAAN OBSTETRI DAN GYNECOLOGY


RSUD PASAR REBO JAKARTA
25 Mei 2 Agustus 2015

I. IDENTITAS PASIEN
Nama
Umur
Pekerjaan
Pendidikan
Agama
Alamat
Tanggal masuk
Tanggal pemeriksaan

: Ny. I
: 39 tahun
: Ibu Rumah Tangga
: SMK
: Islam
: Jl. Batu Merah Rt 4 RW 2 Kelurahan Pejaten Timur
: 11 Juni 2015
: 11 Juni 2015

II. ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan secara: Autoanamnesa
Keluhan Utama
: Haid terus menerus selama 2 minggu SMRS.
III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke IGD RSUD PS Rebo tanggal 11 Juni 2015 dengan keluhan haid
terus menerus selama 2 minggu. Riwayat haid teratur. Mulai tidak teratur 2 bulan yang
lalu. Haid menjadi lebih lama. Keluar flek flek dan keputihan. Pasien merasa nyeri perut
bawah. Pasien merasa lemas dan pusing.
IV. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
- Riwayat Hipertensi (-)
- Riwayat Diabetes Melitus (-)
- Riwayat Asma (-)
- Riwayat alergi obat (-)
V. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
- Riwayat Hipertensi (-)
- Riwayat Diabetes Melitus (-)
- Riwayat Asma (-)

VII.RIWAYAT PERSALINAN
NO Jenis
Kelamin
1
2
3

Perempuan
Perempuan
Perempuan

Usia

Jenis

Penolong Usia Anak

Kehamilan
Aterm
Aterm
Aterm

Persalinan
Spontan
Spontan
Spontan

Bidan
Bidan
Bidan

BB lahir

20th
3300 g
14th
4100g
Meninggal 4200g
usia

tahun
VIII. RIWAYAT MENSTRUASI
1

a. Haid pertama
b. Siklus haid
c. Lama haid

: 12 tahun
: Teratur
: 6-7 hari

IX. RIWAYAT KONTRASEPSI


Pasien tidak menggunakan alat kontrasepsi.
X. STATUS GENERALIS
Keadaan
Umum
TSS

Kesadaran

Tekanan

FN

RR

Suhu

Compos

Darah
120/80

89x/menit

24x/menit

36 o C

Mentis

mmHg

XI. PEMERIKSAAN FISIK


1. Kepala: Normocephal
2. Mata : Conjunctiva anemis +/+ . Sklera ikterik -/3. Leher : Trakea berada di tengah, tidak ada pembesaran kelenjar getah bening
4. Payudara
:
Tampak besar dan menengang
Papilla mamae lebih menonjol
Hiperpigmentasi areola mamae
Tuberkel montgomerry tampak terlihat jelas
5. Thorax
:
a. Paru-paru:
Inspeksi: Bentuk dada normal, pergerakan dinding dada dalam keadaan

statis dan dinamis simetris.


Palpasi: Fremitus taktil dan vocal kanan dan kiri simetris, tidak teraba

masa.
Perkusi: Sonor di seluruh lapang paru.
Auskultasi: Vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/b. Jantung:
Inspeksi: Iktus cordis tidak terlihat.
Palpasi: Iktus cordis teraba.
Perkusi: Batas jantung dalam batas normal.
Auskultasi: BJ I/II normal, murmur (-), gallop (-)
6. Abdomen
:
Buncit,
Terdapat linea nigra
Striae gravidarum (+)
Bising usus (+)
Tinggi fundus sesimpisis pubis
Kontraksi baik
7. Genitalia
: Terdapat sekat pada vagina dan dua porsio
8. Extremitas :
Akral hangat ++/++
2

Edema --/--

XII. PEMERIKSAAN PENUNJANG


- Laboratorium: 11 Juni 2015
Hematologi
Hemoglobin
Hematokrit
Leukosit
Eritrosit
Trombosit
Hitung Jenis

Hasil
4,3
15
13,09
1,9
695

Nilai Rujukan
11.7 - 15.5
32 47
3.6 11
3.8 - 5.2
150 440

Basofil
Eosinofil
Netrofil batang
Netrofil segmen
Limfosit
Monosit
LUC
Urinalisa
Urin lengkap
Makroskopis
Warna
Kejernihan
Kimia Urin
Berat jenih
PH
Glukosa
Bilirubin
Keton
Darah/ Hb
Protein
Urobilinogen
Nitrit
Leukosit esterase

0
2
0
67
22
7
2

0-1
1-3
3-5
50-70
25-40
2-8
<4

Kuning
Jernih

Kuning
Jernih

1,025
6,0
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

1,012 1,025
4,8 7,4
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

XIII. DIAGNOSIS
Ibu

Satuan
g/dL
%
103/L
juta/L
ribu/L
%
%
%
%
%
%
%

mg/dL
mg/dL
mg/dL
/uL
mg/dL
mg/dL
/uL

: Anemia ec perdarahan pervaginan susp mioma geburt

XIV. PENATALAKSANAAN
- Perbaikan KU
- Celocid 2x75gr
- Transamin 3x250gr
- 2x5 PRC
XV. PROGNOSIS
a. Quo ad vitam
: ad bonam
b. Quo as functionam : ad bonam
c. Quo ad sanationam : ad bonam
3

TINJAUAN PUSTAKA
MIOMA GEBURT

2.1. Definisi
Mioma uteri merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang
menumpangnya. Mioma geburt merupakan mioma submukosum yang tumbuh bertangkai
menjadi polip, kemudian dilahirkan melalui saluran serviks.1
2.2. Etiologi dan Patogenesis
Etiologi pasti dari mioma uteri belum diketahui. Diduga stimulasi esterogen sangat berperan
dalam kejadian mioma uteri. Hipotesis ini didukung oleh adanya mioma uteri yang banyak
ditemukan pada usia reproduksi dan jauh menurun pada usia menopouse. Hormon ovarium
dipercaya menstimulasi pertumbuhan mioma uteri karena peningkatan insidensinya terjadi
setelah menarke. Pada kehamilan, pertumbuhan tumor ini makin besar. Nulipara memiliki
resiko lebih besar untuk terjadinya mioma uteri dibandingkan dengan multipara.1
Jaringan mioma uteri mengandung lebih banyak reseptor esterogen jika dibandingkan dengan
miometrium normal. Ada juga teori cell nest atau genitoblas. Teori menyatakan bahwa
terjadinya mioma uteri bergantung pada sel-sel otot imatur yang terdapat pada cell nest yang
selanjutnya dapat dirangsang terus-menerus oleh esterogen.1
2.3. Patologi Anatomik
Menurut letaknya, mioma dibagi menjadi:

Mioma submukosum: berada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga


uterus.
Mioma intramural: mioma terdapat di dinding uterus di antara serabut miometrium.
Mioma subserosum: apabila tumbuh ke luar dinding uterus sehingga menonjol pada
permukaan uterus, diliputi oleh serosa.

Mioma submukosum dapat tumbuh bertangkai menjadi polip, kemudian dilahirkan melalui
saluran serviks (myom geburt). Mioma subserosum dapat tumbuh di antara kedua lapisan
ligamentum latum menjadi mioma uteri intraligamenter.
Sarang miom dapat mengalami nekrosis dan infeksi yang diperkirakan karenan gangguan
sirkulasi darahnya. Misalnya terjadi pada miom geburt hingga perdarahan berupa metroragi
atau menoragi disertai lekore dan gangguan-gangguan yang disebabkan oleh infeksi dari
uterus sendiri.1
2.4. Diagnosis
A. gambaran klinik
Hampir sebagian penderita tidak merasakan adanya kelainan, keluhan penderita bergantung
pada lokasi atau jenis mioma yang diderita. Berbagai keluhan penderita dapat berupa:2
1. Perdarahan abnormal uterus

Perdarahan merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada penderita mioma
uteri. Perdarahan yang banyak dan lama dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.
Perdarahan pada mioma submukosa seringkali diakibatkan oleh hambatan pasokan
darah endometrium, tekanan, dan bendungan pembuluh darah area tumor atau
ulserasi endometrium di atas tumor. Tumor bertangkai seringkali menyebabkan
trombosis vena dan nekrosis endometrium akibat tarikan dan infeksi (vagina dan
kavum uteri terhubung oleh tangkai yang keluar dari ostium serviks). Dismenorea
dapat disebabkan oleh efek tekanan, kompresi, termasuk hipoksia lokal miometrium.
2. Nyeri
Nyeri lebih banyak terkait dengan proses degenerasi akibat oklusi pembuluh darah,
infeksi, torsi tangkai mioma atau kontraksi uterus sebagai upaya untuk mengeluarkan
mioma subserosa dari kavum uteri. Gejala abdomen akut dapat terjadi akibat oklusi
pembuluh darah, infeksi, torsi tangkai mioma atau kontraksi uterus sebagai upaya
untuk mengeluarkan mioma subserosa dari kavum uteri. Gejala abdomen akut dapat
terjadi bila torsi berlanjut dengan terjadinya infark atau degenerasi merah yang
mengiritasi selaput peritoneum. Nyeir pinggang terjadi ketika miom menekan
persarafan yang berjalan di atas permukaan tulang pelvis.
3. Efek penekanan
Mioma geburt dapat menyebabkan sekret serosanguinea vaginal, perdarahan,
dispareunia, dan infertilitas. Bila ukuran tumor lebih besar lagi, akan terjadi
penekanan ureter, kandung kemih, dan rektum.
B. Pemeriksaan fisik
Mioma uteri mudah ditemukan melalui pemeriksaan bimanual rutin uterus. Diagnosis mioma
uteri menjadi jelas bila dijumpai gangguan kontur uterus oleh satu atau lebih massa yang
licin, tetapi sering sulit untuk memastikan bahwa massa seperti ini adalah bagian dari uterus.
C. Temuan laboratorium
Anemia merupakan akibat paling sering dari mioma. Hal ini disebabkan perdarahan uterus
yang banyak dan habisnya cadangan zat besi. Kadang-kadang mioma menghasilkan
eritropoetin yang pada beberapa kasus menyebabkan polisitemia. Adanya hubungan antara
polisitemia dengan penyakit ginjal diduga akibat penekanan mioma terhadap ureter yang
menyebabkan peninggian tekanan balik ureter dan kemudian menginduksi pembentukan
eritropoetin ginjal.
D. Pemeriksaan Penunjang

USG (abdominal dan transvaginal)


Ultrasonografi transabdominal dan transvaginal bermanfaat dalam menetapkan
adanya mioma uteri. Ultrasonografi transvaginal terutama bermanfaat pada uterus yng
kecil. Uterus atau massa yang paling besar paling baik diobservasi melalui
ultrasonografi transabdominal. Mioma uteri secara khas menghasilkan gambaran
ultrasonografi yang mendemonstrasikan irregularitas kontur maupun pembesaran

uterus. Adanya kalsifikasi ditandai oleh fokus-fokus hiperekoik dengan bayangan


akustik. Degenerasi kistik ditandai adanya daerah yang hipoekoik.3
Histeroskopi
Dengan pemeriksaan ini dapat dilihat adanya mioma uteri submukosa, jika tumornya
kecil serta bertangkai. Tumor tersebut sekaligus dapat diangkat. 3
MRI
MRI sangat akurat dalam menggambarkan jumlah,ukuran dan lokasi mioma, tetapi
jarang diperlukan. Pada MRI, mioma tampak sebagai massa gelap terbatas tegas dan
dapat dibedakan dari miometrium yang normal. MRI dapat mendeteksi lesi sekecil 3
mm yang dapat dilokalisasi dengan jelas, termasuk mioma submukosa. MRI dapat
menjadi alternatif ultrasonografi pada kasus - kasus yang tidak dapat disimpulkan.3

2.5. Tatalaksana
Terapi harus memperhatikan usia, paritas, kehamilan,konservasi fungsi reproduksi, keadaan
umum, dan gejala yang ditimbulkan. Bila kondisi pasien sangat buruk, lakukan upaya
perbaikan yang diperlukan termasuk nutrisi, suplementasi zat esensial, ataupun transfusi.
Pada keadaan gawat darurat akibat infeksi atau gejala abdominal akut, siapkan tindakan
bedah gawat darurat untuk menyelamatkan penderita. Pilihan prosedur bedah terkait dengan
mioma uteri adalah miomektomi atau histerektomi.2
Penderita dengan mioma yang kecil dan tanpa gejala tidak memerlukan pengobatan, tetapi
harus diawasi perkembangan tumornya. Jika mioma lebih besar dari kehamilan 10 12
minggu, tumor yang berkembang cepat, terjadi torsi pada tangkai, perlu diambil tindakan
operasi.3,4,5,6
Terapi medikamentosa yang dapat memperkecil volume atau menghentikan pertumbuhan
mioma uteri secara menetap belum tersedia pada saat ini. Terapi medikamentosa masih
merupakan terapi tambahan atau terapi pengganti sementara dari terapi operatif. Adapun
preparat yang selalu digunakan untuk terapi medikamentosa adalah analog GnRH,
progesteron,danazol, gestrinon, tamoksifen, goserelin, anti prostaglandin,agen-agen lain
(gossipol,amantadine). 7,8,9

ANALISA KASUS

Pasien datang ke IGD RSUD PS Rebo tanggal 11 Juni 2015 dengan keluhan haid terus
menerus selama 2 minggu. Riwayat haid teratur, durasi 6-7 hari. Mulai tidak teratur dan
memanjang sekitar 2 bulan yang lalu. Haid menjadi lebih lama. Keluar flek flek merah
kehitaman dan keputihan. Pasien merasa nyeri perut bawah. Pasien merasa lemas dan pusing.
Dalam anemnesis ditemukan:

Menometroragi
Nyeri perut bawah
Lemas dan pusing

Keadaan ini sesuai dengan gejala mioma geburt, yakni perdarahan uterus yang memanjang
dan tidak teratur. Nyeri perut bawah juga ditemukan. Nyeri perut bawah terkait dengan proses
degenerasi akibat oklusi pembuluh darah, infeksi, torsi tangkai mioma atau kontraksi uterus
sebagai upaya untuk mengeluarkan mioma subserosa dari kavum uteri. Lemas dan pusing
menandakan pada pasien kemungkinan sudah kehilangan banyak darah yang menyebabkan
anemia. Tidak ada keluhan buang air besar dan buang air kecil, hal ini menandakan tumor
belum mendesak vesika urinaria maupun rektum.
Status generalis:
Keadaan
Umum
TSS
(pasien

Kesadaran

Tekanan

FN

RR

Suhu

Compos

Darah
120/80

89x/menit

24x/menit

36 o C

Mentis

mmHg

nampak
anemis)
PF:
Kepala, leher, dan dada alam batas normal. Pada mata ditemukan konjungtiva anemis.
terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah. Pada pemeriksaan VT, ditemukan massa pada
serviks yang diduga massa dari uterus.
Pemeriksaan penunjang:
Hematologi
Hemoglobin
Hematokrit
Leukosit
Eritrosit
Trombosit

Hasil
4,3
15
13,09
1,9
695

Nilai Rujukan
11.7 - 15.5
32 47
3.6 11
3.8 - 5.2
150 440

Satuan
g/dL
%
103/L
juta/L
ribu/L

Pada pemeriksaan penunjang didapatkan Hb, Ht, dan eritrosit rendah. Pada perdarahan yang
terjadi akibat miom geburt, perdarahan biasanya berlangsung lama. Hal ini akan
8

mengakibatkan terjadinya anemia defisiensi besi. Perdarahan pada mioma submukosa


seringkali diakibatkan oleh hambatan pasokan darah endometrium, tekanan, dan bendungan
pembuluh darah area tumor atau ulserasi endometrium di atas tumor. Pada pasien juga terjadi
kenaikan trombosit dan leukosit yang mungkin disebabkan kenaikan eritropoietin. Urinalisa
masih menunjukan batasan normal yang menggambarkan fungsi ginjal masih baik.
Diperlukan pemeriksaan biopsi untuk meyakinkan diagnosis.
Pasien diterapi dengan:

Perbaikan kesadaran umum dengan transfusi


PRC 2x5
Celocid 2x75gr
Transamin 3x250gr
Pemasangan kassa di vagina (3 lembar)

DAFTAR PUSTAKA
1. Angsar Dikman Muh. Ilmu Kebidanan. Edisi keempat. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
Prawihardjo, 2010. Hal: 460