Anda di halaman 1dari 4

Jawaban Take Home Test

Ekonomika Transportasi
1. ..........
2. Berikan Sumary mengenai apa esensinya, aplikasi untuk analisis maupun
terapan untuk kasus di Indonesia
Jawaban :
Dalam topik permasalahan kelompok kami mengenai Regulasi atau Kompetisi
menjelaskan bahwa terdapat suatu mekanisme setelah adanya kebijakan
lain/deregulasi pada pasar perekonomian di Negara Inggris, tentunya dengan
adanya suatu kebijakan juga berdampak pada persaingan usaha pelayanan
Angkutan Penumpang pada tiap tiap Perusahaan penyedia jasa (operator)
yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Dalam hal ini
peran pemerintah sangat penting pada tingkatan pengambil kebijakan,
sehingga adanya suatu ketentuan dalam pemberian layanan angkutan umum
kepada masyarakat dengan tetap menjaga pasar persaingan (kompetisi)
diantara semua operator yang melayani. Dalam pembahasan permasalahan
topik ini terlihat berbagai kendala yang kerap terjadi dalam penerapan
kebijakan yang ditentukan seperti munculnya Ketidakstabilan dalam pasar
persaingan, Kurangnya koordinasi, Penjadwalan dan informasi, Bunching
(Penggugusan/pengurangan) bus, ketidakpastian layanan terhadap konsumen,
persaingan pada rute bersubsidi terutama pada bagian yang menguntungkan,
kesulitan dalam membangun pola permintaan dan Pola Kegiatan yang
semakin kompleks. Penyelenggaraan angkutan umum di Inggris dan Wales
yang dilaksanakan di bawah koordinasi Dewan Kota/Kabupaten. Dengan
adanya kebijakan deregulasi orientasi penyelenggaraan angkutan umum lebih
mengarah kepada penyediaan angkutan umum yang bersifat komersil. Adanya
deregulasi menyebabkan munculnya koordinasi yang tidak baik yang
menyebabkan terjadinya ketidaknyamanan yang dirasakan oleh konsumen
dan pada akhirnya akan mengurangi kinerja pelayanan angkutan umum
secara keseluruhan sebagai berikut :
a. Rute-rute pelayanan angkutan umum yang disubsidi oleh pemerintah
adalah rute-rute utama yang memiliki potensi demand rendah yaitu rute
yang menghubungkan wilayah dalam perkotaan menuju wilayah batas
perkotaan dengan luar perkotaan.
b. Tingginya pendapatan di rute-rute utama menyebabkan fokus pemberian
subsidi diberikan kepada rute-rute pelayanan yang memiliki demand yang
rendah (daerah pedesaan / perbatasan). Kompetisi oleh pihak-pihak
(operator angkutan umum) yang ditunjuk untuk melayani rute-rute tersebut
c. Potensi dan Profitabilitas dari pendapatan pasar menurun, hal ini sangat
dirasakan oleh pihak penyedia layanan;
d. Ketidakstabilan dalam layanan angkutan penumpang, penumpang
mendapatkan tingkat pelayanan yang tidak sesuai dengan keinginan dari
pengguna layanan itu sendiri;
e. Adanya efek kesulitan informasi/asimetris Informasi karena adanya tingkat
persaingan yang kurang sehat antar operator yang menyebabkan
terbatasnya akses layanan;

f.

Subsidi silang hanya dapat dibenarkan dalam kondisi pasar bebas di mana
memberikan kontribusi terhadap profitabilitas karena operator hanya akan
melayani rute komersil.

Berdasarkan beberapa permasalahan deregulasi dan adanya kompetisi di


atas, salah satunya terdapat penerapan strategi subsidi yang dilakukan
Pemerintah yaitu jenis subsidi silang. Konsep pemberian subsidi untuk
meningkatkan okupansi pelayanan angkutan umum. Pemberian subsidi
diberikan sebagai stimulus berubahnya perilaku pemilihan moda perjalan
masyarakat untuk lebih memilih menggunakan angkutan umum dengan tarif
yang ditawarkan lebih murah dan tentunya dapat memberikan pelayanan
yang nyaman, aman, dan cepat sampai tujuan. Adapun mekanisme pemberian
subsidi dimaksud adalah dengan memberikan subsidi kepada penyedia
angkutan umum yang memiliki demand penumpang yang rendah agar tetap
dapat bersaing secara sehat dengan penyedia jasa yang memiliki demand
yang tinggi. Untuk meminimalisir subsidi silang dapat dilakukan dengan cara
kepada rute demad tinggi dioperasikan dengan menggunakan bus kapasitas
besar (revenue besar) sedangkan untuk rute demand rendah dioperasikan
dengan menggunakan bus kapasitas sedang/kecil (biaya operasi Kendaraan
kecil). Dengan adanya penyesuaian kapasitas angkutan dengan demand
tersebut pemberian subsidi tidak terlalu besar dan operator masih mengalami
keuntungan serta kebutuhan angkutan umum bagi masyarakat dapat
terlayani. Dalam sisi pelayanan angkutan umum, untuk menciptakan sistem
layanan yang dilaksanakan dalam lingkup persaingan secara sehat terdapat
beberapa hal yang harus diperhatikan :
1. Tender untuk mendapatkan operator dengan layanan yang kompetitif dan
layanan sosial dapat diikuti oleh semua pihak, namun ada batas yang
ditekankan yaitu pengalaman manajerial dan operasional dan jenis
kendaraan yang tersedia;
2. Terdapat beberapa posisi operator di Great Britain dalam memberikan
layanan bus baik layanan di daerah pedesaan maupun layanan spesialis
(ex : sekolah dan rumah sakit);
3. Pengambilan keputusan oleh Office of Fair Trading dan Monopolies dan
Mergers Commission;
4. Dalam kasus operator eksisting, jaringan komersial akan dioperasikan
secara menguntungkan dengan memberikan tingkat pengembalian yang
memuaskan, sementara pemerintah daerah beroperasi pada rute tertentu
yang merugikan, misalnya layanan pinggiran kota dan pedesaan.
5. Operator penyelenggara angkutan yang sudah lama eksis dapat menarik
diri dari layanan yang telah mereka operasikan selama bertahun-tahun
karena tingkat pengembalian yang rendah dan ketidakpastian terkait
keuntungan di masa mendatang yang akan dihasilkan dari persaingan
yang terus meningkat;
6. Operator alternatif dengan dukungan keuangan yang terbatas, cenderung
tidak mampu menggantikan operator yang sudah ada sebelumnya.

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dalam menilai keberhasilan


atau sebaliknya dari deregulasi bus di Inggris, ketika sasaran pemerintah
(Conservatif pada tahun 1985) dibandingkan dengan hasil-hasil kebijakan,
yang hasilnya tidak sepenuhnya mencapai sasaran utama meskipun beberapa
output telah dicapai dalam kerangka kompetitif namun menghindari
ketidakstabilan yang disebutkan sebelumnya. Ada sistem alternatif tujuan
yang akan mengaktifkan layanan bus yang akan diberikan dalam pasar yang
kompetitif, mengurangi biaya operasional dan tingkat dukungan pendapatan,
membuat operasi bus lebih banyak permintaan sensitif, meningkatkan nilai
uang dan mencegah perusahaan-perusahaan besar yang mendominasi pasar.
Penerapan dalam Kasus di Indonesia
Dalam konteks penerapan di Indonesia dengan permasalahan persaingan pasar
ekonomi akibat dampak adanya Deregulasi untuk saat ini memang dianggap
penting guna memperbaiki sistem perlayanan angkutan umum ke arah yang
lebih baik. Dampak deregulasi dengan menciptakan ruang kepada publik dalam
hal ini swasta untuk dapat berperan langsung dalam menciptakan sistem
angkutan umum yang lebih kompetitif yang dapat memberikan pelayanan lebih
maksimal kepada pengguna jasa. Dampak deregulasi di Indonesia mulai dapat
dirasakan khususnya di subsektor perhubungan darat, seperti pelayanan
angkutan darat (AKAP, AKDP), dimana peran banyak perusahaan swasta yang
bertindak sebagai operator dalam menciptakan iklim kompetitif dengan
memberikan pelayanan kepada pengguna jasa berpedoman pada standarstandar pelayanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai regulator.
Dalam contoh kasus ini, kami menawarkan suatu penerapan sistem alternatif
tujuan yang dapat ditawarkan yaitu dengan Sistem Waralaba. Contoh penerapan
sistem yang telah dilakukan di Inggris seperti pada pembahasan permasalahan
diatas dapat diterapkan di Indonesia. Waralaba mengenai penyediaan moda
transportasi semua rute di Inggris ditangani oleh pemerintah daerah pada distrik
masing-masing melalui dewan kota. Semua Rute baik yang terkategorikan
gemuk maupun kurus, pengoperasiannya oleh swasta melalui tender sesuai
dengan peraturan yang ditetapkan oleh dewan kota dengan sistem waralaba.
Sistem ini menguntungkan bagi semua pihak, baik pemerintah, operator maupun
masyarakat. Karena operator ini berkompetisi terkait dengan fasilitas pelayanan
yang lebih baik dari standar yang ditetapkan oleh dewan kota, tarif yang
kompetitif dan terjangkau masyarakat serta masalah keteraturan jadwal dan
ketepatan waktu pemberangkatan. Waktu kontrak pada sistem waralaba yang
hanya 3-5 tahun memungkinkan perubahan yang cepat untuk pelayanan yang
lebih baik dan kompetisi yang fair antar sesama operator. Hal ini tergantung

pada konsep sistem waralaba yang dibuat dan diterapkan. Jika sistem waralaba
yang diimplementasikan hanya diberikan kepada satu pihak (operator tunggal),
maka potensi persaingan yang muncul akan sangat kecil atau bahkan tidak ada.
Namun apabila dijalankan oleh banyak pihak atau lebih dari satu
perusahaan/operator, maka kompetisi dalam hal menarik penumpang atau user
tetap terbuka, bahkan lebih baik karena kompetisi yang muncul tidak lepas dari
pengawasan pemerintah sebagai pihak pemilik waralaba yang akan
mengaktifkan layanan bus yang akan diberikan dalam pasar yang kompetitif,
mengurangi biaya operasional dan tingkat dukungan pendapatan, membuat
operasi bus lebih banyak permintaan sensitif, meningkatkan nilai uang dan
mencegah perusahaan-perusahaan besar yang mendominasi pasar. Tujuan
tersebut dapat dicapai dalam kerangka kompetitif namun menghindari
ketidakstabilan yang disebutkan di atas . Waralaba akan dikeluarkan oleh
otoritas lokal ( yang juga akan menjadi koordinasi dan otoritas subsidi ) untuk
rute, sekelompok rute, koridor perjalanan atau daerah kecil. Suatu bentuk
waralaba yang kompetitif dapat memenuhi banyak permasalahan operasional
dan keuangan yang melekat dalam posisi deregulasi seperti :
Memungkinkan persaingan ;
Menyediakan pasar yang lebih aman di mana restrukturisasi telah menyebabkan
beberapa perusahaan dominan ;
Mencegah ketidakstabilan ;
Memungkinkan retensi fungsi koordinasi dewan daerah, dan ;
Kelangsungan jadwal yang tepat dan operasi rutin ;
Memberikan nilai untuk uang ;
Mengambil persaingan dari jalan , tetapi memungkinkan nilai penuh yang akan
dicapai dalam sistem waralaba ;
Memungkinkan pengenalan proposal yang bertahap ;
Memungkinkan alternatif bentuk waralaba kompetitif untuk dikejar ;
Memungkinkan untuk jaringan bus terpadu ;
Memungkinkan otoritas subsidi untuk memprediksi belanja subsidi yang lebih
akurat.
Mencapai efisiensi tanpa adanya pasar yang tidak stabil
Dalam skema penerapan waralaba, adapun keuntungan yang dihasilkan dalam
penerapannya akan mencapai manfaat kompetisi sambil memberikan stabilitas
yang lebih besar dan koordinasi pelayanan . Skema tersebut memiliki dukungan
luas di antara berbagai organisasi yang mewakili konsumen dan operator yang
menerima nilai persaingan di angkutan umum sebagai sarana untuk mencapai
nilai yang didefinisikan lebih baik untuk uang dari subsidi bus . Kerangka
waralaba dapat bekerja dengan dewan kabupaten , konsorsium kabupaten di
otoritas transportasi bersama sambil mengurangi biaya unit, inovasi
menggembirakan
,
mempertahankan
manfaat
kompetisi
itu
dapat
mempertahankan fitur yang baik - travelcards , pemasaran koordinasi bus dan
kereta api - dalam jaringan yang memenuhi kebutuhan masyarakat.