Anda di halaman 1dari 29

ENSEFALITIS

PRESENTED by ROHANI

Ensefalitis adalah suatu peradangan pada


parenkim otak.
Primer : melibatkan infeksi virus langsung dari
otak dan sumsum tulang belakang.
Sekunder : infeksi virus pertama terjadi di
tempat lain di tubuh dan kemudian ke otak.
Kematian

EPIDEMIOLOGI
Dunia : Sekitar 150-3000 kasus Amerika
SerikatKebanyakan kasus herpes virus
ensefalitis.
Lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang
dewasa muda

ETIOLOGI
Virus paling sering
Herpes virus
Arbovirus ditularkan oleh nyamuk kutu dan
serangga lainnya
Rabies ditularkan melalui gigitan hewan

FAKTOR RESIKO
Umur
Sistem kekebalan tubuh semakin lemah
Geografis daerah
Kegiatan lua
Musim

DIAGNOSIS
Secara umum gejala berupa trias ensefalitis :
1. Demam
2. Kejang
3. Kesadaran menurun
Berkembang jadi abses gejala TIK nyeri
kepala yang kronik dan progresif, muntah,
penglihatan kabur, kejang, kesadaran menurun.

CT dan MRI sekarang merupakan pilihan tepat


untuk menyelidiki suspek lesi pada otak.
Pemeriksaan darah lengkap, ditemukan jumlah
leukosit meningkat.
Pemeriksaan cairan serobrospinal :cairan jemih,
jumlah sel diatas normal, hitung jenis
didominasi oleh limfosit, protein dan glukosa
normal atau meningkat

Ensefalitis virus
- Pengobatan simptomatis
Analgetik dan antipiretik : Asam mefenamat 4 x 500
mg
Anticonvulsi : Phenitoin 50 mg/ml intravena 2 x
sehari.

- Pengobatan antivirus diberikan pada ensefalitis virus


dengan penyebab herpes zoster-varicella.
Asiclovir 10 mg/kgBB intra vena 3 x sehari selama 10
hari atau 200 mg peroral tiap 4 jam selama 10 hari.

Seorang pasien perempuan umur 23 tahun


dirawat di bangsal Neurologis RS Dr. M. Djamil
Padang tanggal 6 Juni 2015 dengan:
Keluhan Utama:
Penurunan kesadaran

Riwayat Penyakit Sekarang:


Penurunan kesadaran berangsur-angsur sejak 10
hari yang lalu. Dimana pasien awal nya masih
menyahut dan buka mata saat di panggil
keluarga, kemudian pasien tidak berespon lagi
saat di panggil keluarga.
Keluhan di awali dengan demam sejak 2 minggu
sebelum masuk rumah sakit, demam tidak
begitu tinggi, tampak oleh keluarga kedua
tungkai dan tangan menegang dan kaku sejak
pasien demam.

Kejang seluruh tubuh sejak 24 jam sebelum


masuk rumah sakit. Saat kejang tubuh kaku,
frekuensi kejang >5 kali/hari, lama kejang 3-5
menit, jarak antara kejang 1 jam, di sertai
dengan mata mendelik ke atas, keluar buih dari
mulut,
Kepala terasa sakit dan berdenyut sejak 2
minggu yang lalu, Pasien sudah makan obat
sakit kepala ( tidak ingat nama obatnya). Saat
ini sakit kepala bersifat hilang timbul.
Buang air besar dan buang air kecil biasa

Riwayat Penyakit Dahulu:


Tidak pernah kejang sebelumnya, tidak pernah
mengalami penyakit infeksi saluran pernafasan
akut sebelum kejang,tidak pernah mengalami
penyakit infeksi saluran pencernaan sebelum
kejang.

Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada riwayat penyakit seperti ini pada
anggota keluarga
Riwayat Sosial dan Ekonomi :
Pasien seorang ibu rumah tangga, sedang hamil
trimester II, hamil anak I

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
: Tampak Sakit Sedang
Kesadaran : Soporus
Tekanan darah :
110/80 mmhg
Frekuensi nadi :
114 x/menit
Frekuensi nafas
: 28 x/menit
Suhu :
38.5C

Status Internus
Keadaan Regional
Kepala
: Tidak ada kelainan
Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Hidung : Tidak ada kelainan
Telinga : Tidak ada kelainan
Mulut : Tidak ada kelainan
Leher : JVP 5-2 cm H2O

Cor dan pulmo : dalam batas normal

Status Neurologis
Kesadaran : GCS 9 ( E2M5V2 )
Tanda rangsangan selaput otak
Kaku kuduk : tidak ada Kernig
: tidak ada
Brudzinsky I : tidak ada Brudzinsky II : tidak ada
Laseque : tidak ada
Gejala dan tanda peningkatan tekanan intrakranial
Muntah proyektil
: tidak ada
Sakit kepala progresif
: tidak ada

Nervi Kranialis
N I
: N II
: - reflek cahaya +/+
N III, IV, VI : - pupil ukuran 2 mm, bentuk bulat, isokor, posisi
sentral
- bola mata bisa bergerak ke segala arah
N V
: reflek kornea +, reflek masseter +
N VII : - raut wajah simetris
N VIII
: vertigo dan nistagmus tidak ada
N IX : reflek muntah ada, arkus faring simetris, uvula di tengah
N X : N XI : N XII : -

TES KOORDINASI
Cara Berjalan

Sulit dinilai

Disatria

Sulit dinilai

Romberg test

Sulit dinilai

Disgrafia

Sulit dinilai

Ataksia

Sulit dinilai

Supinasi-Pronasi

Sulit dinilai

Rebound Phenomen

Tes Tumit Lutut

Sulit dinilai Tes Jari Hidung

Sulit dinilai

Tes Hidung Jari

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Motorik
A. Badan

B.Berdiri
berjalan

dan

Respirasi

Teratur

Duduk

Tidak dapat dilakukan

Gerakan

Sulit dinilai

Sulit dinilai

spontan
Tremor

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Atetosis

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Mioklonik

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Khorea

Sulit dinilai

Sulit dinilai

C.Ekster

Superior

Inferior

mitas
Kanan

Kiri

Kanan

Kiri

Gerakan

Kekuatan

555

555

555

555

Tropi

Eutropi

eutropi

eutropi

eutropi

Tonus

Eutonus

eutonus

eutonus

eutonus

Sensorik
Sensibilitas taktil

Baik

Sensibilitas nyeri

Baik

Sensibilitas termis

Baik

Sensibilitas kortikal
Stereognosis
Pengenalan 2 titik
Pengenalan rabaan

Fungsi Otonom
BAK : tidak ada keluhan
BAB : tidak ada keluhan

Reflek
A. Fisiologis

Kanan

Kornea

Kiri

Kanan

Kiri

Biseps

Berbangkis

Triseps

Laring

KPR

Masseter

APR

Dinding Perut

Bulbokavernosa

Atas

Creamaster

Tengah

Sfingter

Bawah

B. Patologis

Kanan

Kiri

Kanan

Kir
i

Lengan
Hofmann Tromner

Tungkai
(-)

(-)

Babinski

(-)

(-)

Chaddoks

(-)

(-)

Oppenheim

(-)

(-)

Gordon

(-)

(-)

Schaeffer

(-)

(-)

Klonus paha
Klonus kaki

Fungsi luhur
Kesadaran
Reaksi bicara

Tanda Regresi
Sulit

Refleks glabela

(-)

Refleks Snout

(-)

Refleks Menghisap

(-)

Refleks Memegang

(-)

Refleks palmomental

(-)

dinilai
reaksi intelek

Sulit
dinilai

Reaksi emosi

Sulit
dinilai

Laboratorium
Hb : 9,9 gr%
Leukosit : 17.600
Ht : 70
Trombosit
: 210.000

Diagnosa
Diagnosa klinik
: Ensefalitis
Diagnosa topik
: Ensefalon
Diagnosa etiologi
: Viral
Diagnosis sekunder
: -

Pemeriksaan Anjuran
CT scan
Pemeriksaan darah Rutin, kadar elektrolit
Lumbal Punksi
EEG
Funduscopy

Penatalaksanaan
1. Umum
- Breath : O2 4-5 liter/menit
- Blood : Kontrol tekanan darah dan frekuensi jantung
Infus Asering 12 jam / kolf
- Brain : Tinggikan kepala 300, awasi tanda-tanda oedem
otak.
- Bladder : Pasang kateter, Balance cairan
- Bowel : Diet MC TKTP
2. Khusus
Inj Ceftriaxon 2x2 gr
Parasetamol 4x500 mg
Acyclovir 5x800 mg
Fenitoin 2x100 mg