Anda di halaman 1dari 2

Colony counter Mikroba merupakan mikroorganisme yang sangat kecil.

Untuk
mengetahui banyaknya mikroba sangat tidak mungkin dilakukan bila tidak
menggunakan suatu metode perhitungan. Terdapat dua metode perhitungan
mikroba yaitu metode perhitungan mikroskopis langsung (direct microscopis count),
metode hitungan tak langsung (indirect microscopis count) dan dengan hitungan
cawan, baik dengan metode penyebaran maupun penuangan. Pada hakikatnya
perhitungan dasar ada 2 yakni penentuan jumlah sel(untuk mikroba bersel tunggal
seperti bakteri) dan penentuan massa sel (untuk mikroba bersel tunggal dan
berfilamen seperti kapang). Colony counter adalah alat yang berguna untuk
menghitung koloni yang telah diinkubasi dalam cawan. Alat ini dilengkapi dengan
kacapembesar dan dengan skala/kuadran yg membantu dlm pengamatan. Jmlh
koloni dlm cawan dptditandai dan dihitung secara otomatis. Range perhitungan
adalah 30-300 koloni. Colony counter termasuk dalam metode perhitungan dengan
cawan. Metode perhitungan ini merupakan metode penaksiran jumlah kepadatan
mikroorganisme secara tidak langsung dan informasi yang didapatkan hanya jumlah
bakteri yang hidup saja, bakteri yg mati tdk terhitung. Metode ini didasarkan pada
asumsi bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh
menjadi 1 koloni setelah proses pertumbuhan. Tetapi koloni yang tumbuh tidak
selalu berasal dari stu sel mikroorganisme krna beberapa mikroorganisme tertentu
cenderung untuk membentuk kelompok/berantai. Metode ini bergantung pada
inokulum, kesesuaian media dan lama waktu inkubasi.

Hemasitometer
Penentuan konsentrasi sel penting untuk mikrobiologi, biakan sel, dan banyak aplikasi yang
membutuhkan penggunaan dari larutan sel. Suatu alat yg digunakan untuk perhitungan sel
disebut ruang hitung. Jenis ruang hitung yang paling umum dikenal adalah hemasitometer.
Hemasitometer merupakan ruang kaca dg sisi yang menjulang dan kaca penutup yang akan
menahan cairan tepat 0,1 mm dri atas lanta ruang kaca. rUang hitung memiliki total luas
permukaan 9 mm persegi. Dengan metode ini sampel yg akan dihitung hanya tinggal di
masukkan ke dalam alat dan jumlah sel dapat ditentukan secara langsung dengan bantuan
mikroskop. Sehingga pelaksanaanya cepat dan tidak memerlukan banyak peralatan.
Namun,metode ini memiliki kelemahan yaitu tidak bias membedakan mikroorganisme yang
hidup dan mati. Sehingga yang didapatkan nantinya dalah jumlah total sel dalam populasi.
hemasitometer dibagi menjadi 9 arena yg masing berukuran 1 mm persegi. Kotak yg ditengah
dibagi menjadi 25 kotak besar, dan dlm masing kotak besar ada 16 kotak kecil. Sehingga di
bagian tengah ada 400 kotak kecil. Jumlah sel yg akurat adalah bila sel terhitung dalam 80 kotak
kecil antara 120-200 sel, jika lebih dari 200 maka sampel diencerkan.
agar miring Dalam teknik pembiakan murni tidak saja diperlukan bagaimana memperoleh suatu
biakan yang murni,tetapi juga bagaimana memeliharaserta mencegah pencaemaran baru dari
luar,media untuk membiakan bakteri haruslah steril untuk digunakan. Teknik inokulasi
merupakan suatu pekerjaan memindahkan bakteri dari medium lama kemedium yang baru

dengan ingkat ketelitian yang sangat tinggi.dengan demikian akan diperoleh biakan
mikroorganisme yang dapat digunakan untuk pembelajaran mikrobiologi.identifikasi biakan
mikroorganisme sering kali memerlukan penanam biakan segar tanpa terjadi
pencemaran.pemindahan mikroorganisme ini ilakukan dengan teknik aseptik untuk
mempertahankan kemurnian biakan selama peminahan berulankali.mkroorganisme dapat
ditumbuhkan dalam biakan cair atau padat,(Lay:1988) Pertumbuhan mikro organime daam agar
menggambarkan aktifitas metabolismenya,mikro aerob obligat berkembang biak pada lapian
permukaan karena pada bagian ini kanungan oksigennya inggi,mikrooranisme dapat
memperlihatkan pertumbuhan dengan ciri tertentu dalam biakan padat seperi agar miring atau
empengan agar. Agar miring lazimnya digunakan untuk menyimpan biakan murni sedangkan
agar lempengan lazimnya digunakan untuk memurnikan mikroorganisme,(lay:1988) Media agar
miring yaitu media agar padat dalam tabung reaksi yang diletakan miring sehingga mempunyai
permukaan media yang lebih luas daripada permukaan yang agak tegak , digunakan untuk
menumbuhkan dan menyimpan biakan murni sebagai stok biakan murni agar nutrient digunakan
untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tak selektip (mikroorganisme
heterotrop). Penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah pekerjaan memindahkan
bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ktelitian yang sangat tinggi.
Untuk melakukan penanaman bakteri(inokuasi) terlebh dahulu diusahakan agar semua alat yang
ada dalam hubungannya dengan medium agar tetap teril,hal ini untuk menjaga terjadinya
kontaminasi,(dwijoseputro:1998) Dalam teknik inokulasi ada beberapa metode yang digunakan
untuk mengisolasi biakan murni mikroorganisme yaitu: Metode gores,dalam metode ini
memerlukan keterampilan-keterampilan yang diperoleh dengan peltihan.penggoresan
penggoresan sederhana yang sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah.inokulum
digoreskandipermukaan mdia agar nutrient. Diantara goresan akan terdapat sel-sel yang cukup
terpisah sehingga dapat tumbuh menjadi koloni,(winarni:1997) Cara penggarisan dilakukan pada
medium pembiakan padat,bila dilakukan dengan baik maka akan mnghasilkan baik.ada beberapa
teknik dalam metode goresan yakni goresan T,goresan kuadran,goresan radian,goresan
sinambung,(kurs irianto:2006) Ada beberapa macam media yang di gunakan untuk inokulasi
yaitu mixed kiultur (berisi dua atau lebih species mikroorganisme), pate cultur (media padat
dalam petidris), slant culture (media padat dalam tabung reaksi). Perbedaan inokulasi jamur da
bakteri adalah inokulasi jamur menggunakan jarum ose bentuk batang, hifa yang berbentuk
benang mudah diambil dengan mengunakan jarum ose, sedangkan yang kedua yaitu inokulasi
baktei menggunakan jarum ose bentuk bulat, pada jarum ose yang berbentuk bulat bakteri akan
dapat terambil dalam jumlah yang relative banyak, (rohmat:2002)