Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Bentuk kisi yang dapat mendifraksikan elektron yaitu kisi yang memiliki keteraturan dan
tersusun secara periodik, seperti halnya kisi pada kristal. Berkas sinar monokromatik yang jatuh
pada sebuah kristal akan dihamburkan ke segala arah, akan tetapi karena keteraturan letak atomatom, pada arah tertentu gelombang hambur itu akan berinterferensi konstruktif sedangkan yang
lainnya berinterferensi destruktif.
Sebagaimana telah dijelaskan di atas syarat terjadinya difraksi adalah apabila panjang gelombang
sinar sama dengan lebar celah/kisi difraksi dan perilaku gelombang ditunjukkan oleh beberapa
gejala fisis, seperti interferensi dan difraksi. Namun manifestasi gelombang yang tidak
mempunyai analogi dalam perilaku partikel newtonian adalah gejala difraksi.
Davisson dan Germer mempelajari elektron yang terhambur oleh kristal dengan menggunakan
peralatan. Dengan mengamati energi elektron dalam berkas primer, sudut jatuhnya pada target,
dan kedudukan detektor dapat diubah-ubah. Fisika klasik meramalkan bahwa elektron yang
terhambur akan muncul dalam berbagai arah, dengan hanya sedikit kebergantungan dari
intensitas terhadap sudut hambur dan lebih sedikit lagi dari energi elektron primer.
Suatu elektron sangat kecil bahkan tida dapat terlihat sehingga kita tidak dapat memecahkannya
dengan cara menyentuh elektron tersebut. Oleh karena itu kita akan melakukan percobaan
difraksi electron melalui simulasi. Dengan terkendalanya sarana prasana yang tiak tersedia dalam
laboratorium, maka percobaan difraksi electron menggunakan metode analisis suatu media
simulasi pembelajaran fisika yaitu Phet Simulation.
1.2 Tujuan
1. Mampu memahami apa yang dimaksud dengan difraksi electron
2. Mengetahui bagaimana terjadinya proses difraksi electron melalui percobaan Davisson dan
germer melalui simulasi
3. Mengetahui sudut hambur pada intensitas hamburan elektron tertinggi berdasarkan plot yang
terdapat pada simulasi

BAB II
LANDASAN TEORI
Ketika diteliti kembali kelihatannya agak ganjil bahwa sekitar dua puluh tahun berlalu
antara penemuan partikel dari gelombang dalam tahun 1905 dan spekulasi bahwa partikel dapat
menunjukkan sifat gelombang dalam tahun 1924. Namun, harus disadari mengusulkan suatu
hipotesis revolusioner untuk menerangkan data yang tadinya penuh misteri adalah lain dengan
mengajukan hipotesis yang sama sama revolusioner dalam ketiaadan mandate eksperimental
yang kuat. Hal kedua inilah yang dilakukan de Broglie pada tahun 1924 ketika ia mengusulkan
bahwa materi mempunyai sifat gelombang disamping partikel. Iklim intelektual yang
ditimbulkan oleh pengertian yang diajukan de Broglie yang segera menarik perhatian pada
permulaan abad itu, sangat berbeda dengan teori kuatum yang diajukan oleh plank dan Einstein
yang hampir tidak menimbulkan reaksi walaupun didukun secara empiris.
Keberadaan gelombang de Broglie secara eksperimental di tunjukkan orang dalam tahun
1927, dan prinsip dualitas yang dinyatakannya merupakan titik pangkal dari perkembangan
mekanika kuantum oleh schrodinger dalam tahun tahun berikutnya. Pada tahun 1927 terjadi
eksperimen davisson dan germer yang disebabkan oleh hipotesa de Broglie tentang difraksi
elektron.
Difraksi merupakan peristiwa penyebaran atau pembelokan cahaya pada saat melintas
melalui celah atau ujung penghalang atau biasa dikatakan bahwa difraksi pelenturan cahaya oleh
tepian suatu benda kedap, terjadi jika sebua benda yang tidak tembus pandang (kedap) diletakkan
di antara sumber cahaya dan layar sedemikian rupa sehingga benda itu menyisahkan tempat
untuk dilewati oleh cahaya dari sumber sehingga jatuh ke layar.
Difraksi merupakan metode yang unggul untuk memahami apa yang terjadi pada level
atomis dari suatu material kristalin. Sinar X, elektron dan neutron memiliki panjang gelombang
yang sebanding dengan dimensi atomik sehingga radiasi sinar tersebut sangat cocok untuk
menginvestigasi (penyelidikan dan penelitian tentang suatu masalah dengan cara mengumpulkan
data dilapangan) material Krista lin. Teknik difraksi mengeksploitasi (mengusahakan) radiasi
yang terpantul dari berbagai sumber seperti atom dan kelompok atom dalam kristal.
Ada beberapa macam difraksi yang dipakai dalam studi material yaitu: difraksi sinar X,
difraksi neutron(partikel inti atom yang tidak bermuatan) dan difraksi elektron. Namun yang
sekarang umum dipakai adalah difraksi sinar X dan elektron. Dari metode difraksi kita dapat
mengetahui secara langsung mengenai jarak rata-rata antar bidang atom. Kemudian kita juga
dapat menentukan orientasi (peninjauan) dari kristal tunggal. Secara langsung mendeteksi
struktur kristal dari suatu material yang belum diketahui komposisinya. Kemudian secara tidak

langsung mengukur ukuran, bentuk dan internal stres dari suatu kristal. Prinsip dari difraksi
terjadi sebagai akibat dari pantulan elastis yang terjadi ketika sebuah sinar berinteraksi dengan
sebuah target. Pantulan yang tidak terjadi kehilangan energi disebut pantulan elastis (elastic
scatering).
Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya ditulis sebagai
e-. Elektron tidak memiliki komponen dasar ataupun substruktur apapun yang diketahui,
sehingga ia dipercayai sebagai partikel elementer. Elektron memiliki massa sekitar 1/1836
massa proton. Momentum sudut (spin) instrinsik elektron adalah setengah nilai integer dalam
satuan h yang berarti bahwa ia termasuk fermion (zara atau electron, proton atau neutron yang
mematuhi fungsi distribusi Fermi-direc dalam pendistribusiannya). Antipartikel elektron disebut
sebagai positron(electron dengan muatan positif) yang identik dengan elektron, tapi bermuatan
positif. Ketika sebuah elektron bertumbukan dengan positron, keduanya kemungkinan dapat
saling berhambur ataupun musnah total, menghasilan sepasang (atau lebih) foton(kuantum
radiasi elektromagnetik) sinar gama(sinar sebagai hasil radiasi elektromagnetik yang mempunyai
daya rambat besar seperti sinar x berasal dari inti atom radioaktif.
Manifestasi gelombang yang tidak mempunyai analogi dalam kelakuan partikel newtonian ialah
gejala difraksi. Dalam tahun 1927 Davisson dan Germer di Amerika Serikat dan G.P Thomson
di Inggris secara bebas meyakinkan hipotesis de Broglie dengan menunjukkan berkas elektron
terdifraksi bila berkas itu dihamburkan oleh kisi atom yang teratur dari suatu kristal. Kita akan
membahas eksperimen Davisson dan Germer karena tafsirannya lebih langsung.
Davisson dan Germer mempelajari elektron yang terhambur oleh zat padat yang memakai
peralatan seperti pada Gb.5.1. Energi elektron dalam berkas primer, sudut jatuhnya pada target,
dan kedudukan detektor dapat diubah-ubah. Fisika klasik meramalkan bahwa elektron yang
terhambur akan muncul dalam berbagai arah dengan hanya sedikit kebergantungan dari itensitas
terhadap sudut hambur dan lebih sedikit lagi dari energi elektron primer. Dengan memakai blok
nikel sebagai target, Davisson dan Germer membuktikan ramalannya.
Ditengah-tengah pekerjaan tersebut terjadi suatu peristiwa yang memungkinkan udara masuk
kedalam peralatannya dan mengoksidasi permukaan logam. Untuk menguasai oksida nikel
murni, target itu dipanggang dalam oven bertemperatur tinggi. Setelah perlakuan tersebut,
targetnya dikembalikan kedalam peralatan dan pengukurannya dilakukan lagi. Sekarang ternyata
hasilnya sangat berbeda dari sebelum peristiwa itu terjadi: sebagai ganti dari variasi yang malar
(kontinu) dari intensitas elektron yang terhambur terhadap sudut timbul maksimum minimum
yang jelas teramati yang kedudukannya bergantung daripada eneri elektron. Grafik polar yang
bisa digambarkan untuk intensitas elektron setelah peristiwa itu ditunjukkan dalam Gb.5.2,
metoda plotnya dilakukan sedemikian sehingga itensitas pada setiap sudut berbanding lurus
denga jarak kurva (likuan) pada sudut itu dari titik hambatanya. Jika intensitas sama untuk
semua sudut hambur, kurvanya akan berbentuk lingkaran dengan titik hambur sebagai pusat.

Gambar 5.1 Eksperimen Davisson Germer

Bedil

detektor

Berkas
datang
(jatuh)
Berkas

Gambar 5.2 Hasil Eksperimen Davisson Germer

Dua pernyataan segera timbul dalam pikiran: apakah yang menjadi penyebab efek baru ini dan
mengapa tidak muncul sebelum target nikel itu dipanggang?
Hipotesis de Broglie mendorong tafsiran bahwa gelombang elektron didifraksikan oleh target
sama seperti sinar-x didifraksikan oleh bidang-bidang atom dalam kristal. Tafsiran ini mendapat
dukungan setelah disadari bahwa efek pemanasan sebuah blok nikel pada temperatur tinggi
menyebabkan banyak kristal individual kecil yang membangun blok tersebut bergabung menjadi
kristal tunggal yang besar yang atom-atonnya tesusun dalam kisi yang teratur.

Marilah kita tinjau apakah kita dapat membuktikan bahwa gelombang de Broglie merupakan
penyebab dari hasil Davisson dan Germer. Pada suatu percobaan tertentu berkas elektron 54eV
diarahkan tegak lurus pada target nikel, dan maksimum yang tajam dalam distribusi elektron
terjadi pada sudut 50o dari berkas semula. Sudut datang dan sudut hambur relatif terhadap suatu
keluarga bidang Bragg digambarkan pada gambar keduanya sudut 65 o. Jarak antara bidang
dalam keluarga itu yang bisa diukur melalui difraksi sinar-x ialah 0,91 Persamaan Bragg untuk
maksimum dalam pola difraksi ialah

n 2d sin
(5.1)

Disini d= 0,91 dan =65o; dengan menganggap n =1, panjang gelombang de Broglie
elektron yang terdifraksi ialah

2d sin 2 0,91 sin 65o 1,65

Dari rumus

n 2d sin

didapatkan

sin
h

mv
d

sehingga
h
sin mv
h
d
sin p
d

p 2mEk
karena

1/ 2

2meV

1/ 2

sehingga

dari

h
sin 2meV
d kons tan, maka
d

h
sin 1 meV1

h
sin 2 meV2

1
1

sin 1 v1 sin 2 v2

(5.2)
Gambar Gelombang de Broglie oleh target merupakan penyebab dari hasil Davisson dan Germer

50
O

Sekarang kita pakai rumus de Broglie

h
m

Untuk menghitung panjang gelombang elektron yang diharapkan. Energi kinetik 54eV kecil
dibandingkan dengan energi dian moC2 yaitu sebesar 5,1x105eV, sehingga kita dapat
mengabaikan efek relativistik. Karena
K

1 2
mv
2

Maka momentum elektron itu mv ialah


mv 2mK
2 9,1 10 31 kg 54eV 1,6 10 19 J / eV

4,0 10 24 kgm / s
Jadi panjang gelombang elektron itu ialah

h
6,63 10 34 J .s

1,66 10 10 1,66
24
m 4,0 10 kgm / s
besarnya sesuai dengan panjang gelombang yang diamati. Jadi eksperimen Davisson dan
Germer menunjukkan bukti langsung dari hipotesis de Broglie mengenai sifat gelombang benda
yang bergerak.

Pada eksperimen Davisson-Germer, berkas elektron yang jatuh pada bidang pemantul kristal
dengan sudut dan bidang pemantul yang memiliki selang jarak sebesar d akan menghamburkan
elektron dengan sudut hambur . Hubungan jarak antara atom a dan jarak antara bidang
pemantul d memenuhi persamaan berikut.

d=a cos( )
2

Gambar alat percobaan

Bentuk alat secara matematis

Dari gambar terlihat bahwa dan memenuhi hubungan


=90

Sehingga persamaan berubah menjadi


d=a sin

Seperti dalam kasus gelombang elektromagnetik, aspek gelombang dan partikel benda yang
bergerak tidak dapat secara serentak teramati sehingga kita tidak dapat menetapkan yang mana
gambaran yang benar. Yang dapat kita katakan adalah dalam situasi tertentu benda yang
bergerak menunjukkan sifat gelombang dalam situasi lain menunjukkan sifat partikel.
Kumpulan sifat apakah yang jelah terlihat bergantung pada besar panjang gelombang de
1,66
Broglienya dibandingkan dengan dimensi benda yang terlibat: panjang gelombang
dari
elektron 54 eV orde besarnya sama dengan jarak kisi dalam kristal nikel, tetapi panjang
4,8x 10 -34 m
gelombang bola golf bergerak dengan 30 m/s, seperti terlihat dalam pasal 4.1 hanya
terlalu kecil untuk menapakkan dirinya.

BAB III
DATA DAN ANALISIS DATA
No

Jarak antar

Jari-jari

Kecepatan

atom

atom

control

Sin

penembak
1

1,0 nm

0,15 nm

elektron
1270 km/s

0,5 nm

0,15 nm

1270 km/s

54

3
4

0,6 nm
0,7 nm

0,15 nm
0,15 nm

1270 km/s
1270 km/s

82
64

1,1 nm

0,15 nm

1840 km/s

20

58

BAB IV
PEMBAHASAN

Gambar data 1

Percobaan 1 menggunakan v = 1270 km/s dan D = 1,0 nm, sudut tertinggi 58


derajat

Gambar data 2

Percobaan 2 menggunakan v = 1270 km/s dan D = 0,5 nm, sudut tertinggi 54


derajat

Gambar data 3

Percobaan 3 menggunakan v = 1270 km/s dan D = 0,6 nm, sudut tertinggi 82


derajat

Gambar data 4

Percobaan 4 menggunakan v = 1270 km/s dan D = 0,7 nm, sudut tertinggi 64


derajat

Gambar data 5

Percobaan 5 menggunakan v = 1840 km/s dan D = 1,1 nm, sudut tertinggi 20


derajat

Pada grafik diatas menunjukan hubungan intensitas dan sudut yang


terbentuk. Kecepatan tembakan elektron mempengaruhi intensitas hamburan tetapi
tidak merubah sudut hamburan dengan intensitas tertinggi. apabila kecepatan
tembakan elektron ditingkatakan maka intensitas hamburan juga meningkat. Pada

variabel jarak antar atom (D) atau (a) mempengaruhi sudut hamburan dengan
intensitas tertinggi.Percobaan kali in menggunakan rumus yang telah di jelaskan di
landasan teori yaitu persamaan davisson-gemer yang persamaannya :

d=D sin
Dari semua percobaan yang dilakukan maka didapatkan nilai d, menggunakan
rumus diatas, yaitu sebagai berikut :

No

Jarak antar

Sin

atom (D)

1,0 nm

58

0,85

0,5 nm

54

0,40

3
4

0,6 nm
0,7 nm

82
64

0,60
0,63

1,1 nm

20

0,37

Pada praktikum difraksi electron davisson-germer ini saya menggunakan simulasi phet yang
sudah di download sebelumnya. Terdapat beberapa menu yang bisa di atur sedemikian rupa pada
simulasi tersebut , seperti jarak antar atom, jari-jari atom, plot,penggaris,kecepatan, control
penembak electron, protaktor.
Suatu penembak elektron menghasilkan berkas electron. Berkas tenaga kinetik elektron dalam
berkas diatur dengan mengatur besar potensial bedil elektron.

Skema peralatan ekpserimen Davisson dan Germer

Berkas electron diarahkan pada sasaran(target) yang terbuat dari bahan nikel. Elektron yang
dihambur oleh sasaran ini kemudian dikumpulkan oleh kolektor, yang juga sekaligus menjadi
detektor arus elektron. Kolektor dan detector dapat di ubah-ubah kedudukannya sehingga dapat
diperoleh pengamatan besar arus kolektor sebagai fungsi sudut hambur.

Elektron di tembakkan ke logam nikel


Elektron yang terhambur akan muncul dalam berbagai arah dengan hanya sedikit
kebergantungan dari intensitas terhadap sudut hambur dan lebih sedikit lagi dari energi elektron
primer.

BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Dengan kata lain melalui praktikum kali ini meyakinkan hipotesis de Broglie dengan
menunjukan berkas electron terdifraksi bila berkas itu dihamburkan oleh kisi atom yang tersusun
teratur atau rapat dari suatu Kristal. Semakin jauh atau renggang jarak antar antar atom maka
cahaya yg diteruskan pun semakin banyak,dan yang terdifraksi hanya sedikit ataupun jarak
antar bidang pemantul (d) bergantung pada jarak antar atom (D), apabila jarak
antar atom ditingkatkan maka jarak antar bidang pemantul juga semakin besar

DAFTAR PUSTAKA
Giancoli C. Douglas. 2001. Fisika edisi kelima jilid kedua (edisi terjemahan oleh Dra. Yuhilsa
Hanum, M.Eng dan Ir. Irwan Arifin, M. Eng). Jakarta : Erlangga.
Halliday David, Resnick Robert. 1984. Fisika edisi ketiga jilid kedua (edisi terjemahan oleh
Pantur Silaban, Ph.D dan Drs. Erwin Sucipto). Jakarta : Erlangga
Arthur Beiser. 1987 .Konsep fisika modern edisi ke empat ( edisi terjemahan oleh Penerbit
erlangga).Jakarta : Erlangga

http://nhingz-anwar.blogspot.com/2012/05/difraksi-elektron.html

LAPORAN PERCOBAAN METODE EKSPERIMEN FISIKA


DIFRAKSI ELEKTRON OLEH DAVISSON-GERMER

NAMA : INTAN MORINA


NIM : RSA1C312013

DOSEN PENGAMPU :
HAERUL FATHONI, S.Pd, M.PFis

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015

Anda mungkin juga menyukai