Anda di halaman 1dari 13

SYARIAT ISLAM DAN

PLURALITAS
MASYARAKAT

Novi Dwiansyah 240210130044


Poppy Lukytasari 240210130045
Zahra Radhiya 240210130046
Adinda Kartika Sari 240210130047
Diana Karisa 240210130048

SYARIAT ISLAM DAN


PLURALITAS MASYARAKAT

sti
a
p
a
y
n
lam
a
d
i
d
ok
,
t
p
a
m
k
o
a
l
r
e
a
k
y
mas
acam
h
a
m
r
u
e
b
b
e
ku
s
a
s
a
u
m
,
y
a
a
n
s
s
m
g
a
i
n
z
m
a
a
L
bersa
sia, b
u
a
r
,
r
a
e
c
d
e
n
s
ma.
g
e
g
a
a
a
d
n
hidup
e
a
b
d
r
t be
litik,
a
o
k
p
a
r
n
a
y
r
i
a
s
l
ma
si, a
a
s
i
n
a
g
r
bangsa,o
elah
t
i
a
m
K
a
y
ng
gguhn
a
n
r
u
o
s
e
e
s
s
,
n
a
a
i
d
s
ki
nu
Wahai ma n dari seorang laki-la ngsa-bangsa
berba
n kalia
n
a
a
k
li
a
t
a
p
k
i
c
n
n
nala
ik
k
me
d
e
g
ja
n
i
n
l
e
a
s
n
n
m
da
alia
perempuan u-suku bangsa agar k ng paling mulia di
dan bersuk sungguhnya orang ya rtakwa di antara
be
Se
g
.
l
n
n
a
i
a
l
e
p
gi
g
g
n
la
n
e
i
a
u
m
y
h
g
a
t
n
e
a
r
g
dalah o
ha Men
a
a
h
M
a
l
h
l
a
A
l
l
i
A
s
si
hnya
13)
u
:
t
g
a
n
u
g
j
r
u
u
s
e
H
S
l
kalian.
l(QS.A
a
n
e
g
n
e
Maha M

Berkaitan dengan pluralitas


ini, ternyata Islam tidak
menolak hal itu. Bahkan
Islam tidak mengenal 100%
anggota masyarakatnya
menganut agama Islam,
karena hal itu tidak sesuai
dengan fakta kefitrahan
manusia dan tidak sesuai
pula dengan firman Allah
SWT.

Dan jikalau Rabbmu


menghendaki, tentulah
beriman semua
manusia yang ada di
muka bumi itu
seluruhnya. Maka
apakah kamu hendak
memaksa manusia
supaya mereka
menjadi orang-orang
beriman semuanya?
(QS. Yunus:99)

Dengan demikian, pluralitas


merupakan hal yang diterima,
dihadapi, diatur secara adil
mekanismenya dan interaksinya
agar menjadi dinamika masyakat
yang positif dan bukan potensi
negatif yang melahirkan
anarkhisme massal.

Jadi, kenyataan tentang


masyarakat itu dimanapun sama
saja. Perbedaan yang fundamental
dari masing-masing tipe
masyarakat tersebut terletak pada
jenis sistem mekanisme yang
mengatur interaksi anggotaanggota masyarakat. Yang paling
penting adalah sistem mekanisme
itu haruslah benar dan adil,
sehingga dapat dijaga dan
dipelihara dengan tegas oleh
negara.

MASYARAKAT ISLAM

Masyarakat Islam adalah masyarakat


yang bersandar pada aqidah dan
aturan-aturan Islam yang bersumber
pada Al-Quran Al-Karim dan As
Sunnah.
Masyarakat Islam adalah masyarakat
yang menjadikan Islam sebagai
konsepsi kehidupannya, konstitusi
pemerintahannya, sumber hukumnya,
serta penentu arahnya dalam seluruh
aspek kehidupan.

Tidaklah mengherankan,
di dalam ajaran dan
hukum-hukum Islam
sarat dengan prinsipprinsip keadilan yang
pernah diterapkan sejak
masa Rasulullah SAW.
Hal ini tidak lain karena
kesempurnaan Islam
yang berasal dari Dzat
Yang maha Adil dan
Sempurna, sebagaimana
firmannya:

Pada hari ini telah


Kusempurnakan
untukmu agamamu
(Islam) dan telah
Kucukupkan nikmatKu
kepadamu, dan telah
Kuridlai Islam menjadi
agama bagimu (QS. Al
Maidah:3)

Jaminan Islam Terhadap


Nonmuslim

Salah satu perkara yang sering disodorkan untuk menolak


syariat Islam adalahadanya nonmuslim di masyarakat.
Mereka mengira bila Islam diterapkan semua orang harus
beralih agama, hak beragama nonmuslim diabaikan.
Padahal, siapa pun yang memahami sejarah Nabi SAW.
akan menolak pandangan seperti tadi.
Negara yang dimulai sejak Rasulullah SAW. di kota Yatsrib
(Madnah ar-Rasul atau al-Madnah al-Munawwarah)
terbukti memberlakukan hukum secara sama kepada
semua warga negara, baik muslim maupun nonmuslim.
Orang-orang nonmuslim yang menjadi warga negara
disebut sebagai ahlu dzimmah, yakni penduduk
nonmuslim yang menjadi warga negara yang tunduk
kepada sistem hukum Islam.

Adapun hak-hak nonmuslim yang dijamin Allah


dan RasulNya, antara lain:
Perlindungan dari serangan eksternal maupun kezaliman
internal sehingga mereka merasa aman dan tentram.
Berkaitan dengan hal ini Rasulullah SAW. bersabda:
Barang siapa yang bertindak dzalim terhadap seseorang
yang terikat perjanjian keamanan dengan kaum muslimin
atau membebaninya lebih dari batas kemampuannya, atau
Hak (Jaminan)
mengambil sesuatu dengan tanpa keridlaannya, maka
Perlindungan
akulah yang akan menjadi lawan si dzalim itu pada hari
Qiamat (HR. Abu Daud dan Baihaqi dalam Sunan Al Kubra,
juz V:205).

Nyawa atau darah para ahlu dzimmah dipelihara dan


dijamin keselamatannya. Oleh sebab itu, pembunuhan atas
nonmuslim diharamkan dalam Islam. Berkaitan dengan ini
Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa membunuh
Perlindungan
seorang muahid (orang yang terikat perjanjian dengan
(Jaminan)
masyarakat kaum muslimin) maka ia tidak akan mencium
nyawa dan
badan.
harumnya surga, sedangkan harum surga itu dapat tercium
dari jarak perjalanan 40 tahun (HR. Bukhari, Ahmad,dan
Ibnu Majah).

Imam Abu Yusuf dalam kitabnya Al Kharaj: 72 menukil


riwayat mengenai perjanjian Nabi saw. dengan orang-orang
Nasrani Najran: Bagi orang-orang Najran dan para
pengikut mereka diberikan jaminan Allah dan dzimmah
Perlindungan
Muhammad, Nabi dan RasulNya atas harta benda mereka,
(Jaminan)
tempat peribadatan serta apa saja yang berada di bawah
terhadap harta kekuasaan mereka, baik sedikit maupun banyak.

benda.

Siapapun tidak boleh mencaci maki seorang dzimmi


atau
mengajukan
tuduhan
palsu,
menjelekjelekkannya,
menggunjingkan
dengan
ucapan yang tidak disukainya, dan lainlain. Imam
Qarafiy dalam kitab Al Furuuq, juz III: 14,
menyatakan: Aqad dzimmah mewajibkan berbagai
hak untuk mereka, sebab mereka ada dalam
Perlindungan
lindungan kita, penjagaan kita, dzimmah kita,
(Jaminan) atas
dzimmah Allah dan RasulNya, serta agama Islam.
kehormatan
Maka barang siapa melakukan pelanggaran atas
mereka meski satu kata busuk atau gunjingan maka
ia berarti menyia-nyiakan dzimmah Allah, RasulNya,
serta dzimmah Islam.

Orang-orang nonmuslim dalam masyarakat Islam berhak


atas jaminan hidup, apalagi jika mereka dalam keadaan
fakir dan miskin. Sebab, seorang kepala negara
merupakan pemimpin atas seluruh rakyatnya dan ia
kelak akan dimintai pertanggungjawabannya atas
Jaminan hari tua perbuatannya terhadap rakyatnya. Rasulullah bersabda:
dan terbebas
Seorang imam (kepala negara) itu adalah pemimpin dan
kemiskinan
setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas
(Jaminan Ekonomi) rakyatnya (HR. Muslim).

Jaminan
kebebasan
beragama

Kebebasan beragama dan beribadah bagi orang-orang


nonmuslim adalah wajib, sebagaimana firman Allah
SWT. : Maka apakah kamu hendak memaksa manusia
supaya mereka menjadi orang-orang beriman
semuanya ? (QS. Yunus:99).

MASYARAKAT SEKULER

Masyarakat sekuler memiliki karakteristik


berbeda dengan masyarakat Islam. Masyarakat
sekuler adalah masyarakat yang memisahkan
agama dari kehidupan. Masyarakat yang
menjadikan prinsip-prinsip sekuler (dibuat
berdasarkan akal manusia dan kepentingan
manusia tanpa melibatkan nilai-nilai agama)
sebagai konsepsi kehidupannya, konstitusi
pemerintahannya, sumber hukumnya, serta
penentu arahnya dalam seluruh aspek
kehidupan.

Terdapat respon negatif terhadap syariat Islam. Pada


dasarnya hambatan menerapkan syariat Islam dibagi
dua kelompok, yaitu:

Pertama, Problem internal umat Islam.


Problem ini berkaitan dengan ketidakfahaman
umat Islam terhadap syariat Islam yang
memunculkan keberatan. Jika ditelaah hal ini
merupakan cermin ketidakberhasilan umat Islam
mengapresiasi ajaran Islam.

Kedua adalah Problem Eksternal.


ketidaksukaan kelompok atau negara yang benci
dengan Islam.

Berkaitan dengan itu, secara umum


kendala internal umat Islam dalam
menerapkan syariat adalah masalah
kekurang pahaman terhadap syariat
Islam, sehingga muncul Islamophobia.

Hal yang
menyebabka
n
islamophobia
:

Islam itu yang penting bukan


formalitasnya tapi substansinya.
Penduduk yang hidup di Indonesia
bukan hanya muslim tetapi juga
nonMuslim; tidak homogen tapi
heterogen.
Anggapan hukum Islam itu kejam,
diskriminatif, dan primitif.
Anggapan masyarakat kita tidak
siap.
Anggapan adanya ragam pendapat
tentang sistem politik dan
pemerintahan Islam