Anda di halaman 1dari 16

9/10/12

PENGUKURAN
FREKWENSI MASALAH
KESEHATAN / PENYAKIT
(1)

Pengukuran atau perhitungan


frekwensi masalah kesehatan /
penyakit
n

untuk menilai keadaan masalah kesehatan /penyakit pada


suatu populasi/ masyarakat

9/10/12

Bentuk penyajian :
n

1. Angka mutlak data kurang bermanfaat

2. Proporsi (angka/rate)

3. Ratio

Proporsi
n

Hasil pengukuran/hitungan dibagi dengan jumlah total orang


dalam kelompok tsb.

Contoh :

10 kasus infeksi saluran nafas pada mhs FKG unair dengan


jumlah total 500 mhs

akan memberikan makna berbeda dengan


n

10 kasus infeksi saluran nafas ditemukan dari jumlah total 20


mhs FKG Unair

9/10/12

Jenis proporsi dikenal


sbg angka / rate
Nilai rate besarnya peristiwa yang terjadi terhadap
jumlah keseluruhan penduduk di mana peristiwa tsb
berlangsung dalam suatu batas waktu ttt
Rate perbandingan suatu peristiwa dibagi dengan
jumlah penduduk yang mungkin terkena peristiwa yang
dimaksud (population at risk) dalam waktu yang sama
dinyatakan dalam persen atau permil.

Ukuran untuk mengukur masalah


penyakit :
1.

Insiden :

- Incidence rate / angka insidensi


- Attack rate
- Secondary atack rate

Prevalen : - Period prevalence rate


- Point prevalence rate / Angka prevalensi

9/10/12

Ukuran untuk mengukur masalah


kematian :

1.

Mortality rate/ Angka mortalitas

2.

Age specific mortality rate

3.

Case fatality rate

Ukuran untuk mengukur masalah


penyakit :

9/10/12

Insiden
frekwensi penderita baru suatu penyakit
yang ditemukan pada suatu wkt ttt disatu
kelompok masyarakat
Angka insidensi hanya dapat dihitung pada
suatu penelitian longitudinal krn utk
diperlukan dua angka yaitu jumlah penderita
baru dan jumlah populasi yang mungkin
terkena penyakit baru tsb (population at risk)

Perlu diperhatikan :
1.

Penelitian tentang jumlah penderita baru a. masalah


menentukan penderita baru hrs diketahui kapan mulai
sakit
b. masalah menentukan siapa yang dimaksud dengan
penderita baru tsb

2. Penelitian tentang jumlah penduduk yang mungkin terkena


penyakit

9/10/12

+ Incidence rate/ angka insidensi


= Jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada
suatu jangka waktu ttt (1 th) dibandingkan dengan jumlah
populasi/penduduk yang mungin terkena penyakit baru
(population at risk) pada pertengahan jangka waktu yang
bersangkutan dalam persen atau permil

Attack rate
= Jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada
satu saat dibandingkan dengan jumlah populasi yang mungkin
terkena penyakit tsb pada saat yang sama dalam persen atau
permil

Secondary attack rate


= jumlah penderita baru suatu penyakit yang terjangkit pada
serangan kedua dibandingkan dengan jumlah populasi
dikurangi yang telah pernah terkena pada serangan pertama
dalam persen atau permil

Manfaat angka insidensi


nuntuk

mengetahui masalah kesehatan dan


resiko untuk terkena masalah kesehatan
yang dihadapi program pencegahannnya

nUntuk

mengetahui penyebab masalah


kesehatan(etiologi)

nAttack

rate dpt dimanfaatkan dalam


memperkirakan derajat serangan atau
penularan suatu penyakit

9/10/12

RUMUS ANGKA INSIDENSI


n

Angka insidensi = Jumlah penderita baru

X 100 %

Jmlh total orang yang beresiko

100% atau permil


persatuan waktu (t0-t1)

Contoh :
n

Pada suatu daerah dengan jmh penduduk pada tanggal 1


Januari 2011 sebanyak 100.000 orang yang semuanya rentan
terhadap penyakit , ditemukan laporan penderita baru sbb :
Februari 50 orang, Maret 100 orang. April 150 orang. Mei 10
orang dan bulan juni 90 orang

Angka insidensi =

50 + 100 + 150 + 10 + 90

X 100% = 4/10 %

100.000

Artinya : dari tiap 10 orang ada penderita baru sebanyak 4


orang selama angka waktu tertentu
(to - t1)

9/10/12

Angka insidensi diperlukan untuk :

1. Membandingkan perkembangan penyakit pada populasi


kelompok yang berbeda, atau pada periode yang berbeda

2. Mencari etiologi dari suatu penyakit

RUMUS ATACK RATE

Attack rate

jml penderita baru satu saat

X 100%

jml total populasi yang beresiko pada saat itu

9/10/12

Contoh :
n Dari

500 siswa SD ternyata 100 siswa


diantaranya tiba-tiba menderita muntah berak
setelah jajan makanan dikantin sekolah

n Attack

rate = 100/500 x 100% = 20%

manfaat utk memperkirakan derajat serangan


atau penularan suatu penyakit. Makin tinggi nilai
attack rate maka penyakit tsb makin memiliki
derajat serangan dan penularan yang tinggi pula

RUMUS SECCONDARY ATTACK


RATE
n

Seccondary attack rate

Jml pend. pd serangan kedua

X 100%

Jml populasi populasi yg pernah sakit

9/10/12

Prevalen
n

tentang frekwensi penderita lama dan baru yang ditemukan


pada suatu jangka waktu ttt disekelompok masyarakat ttt
(populasi)

Perhitungannya - dihitung pada seluruh jumlah populasi dan


dihitung cukup 1 kali

Period prevalence rate


n

= jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang


ditemukan pada suatu jangka waktu ttt dibagi dengan jumlah
penduduk / populasi pada pertengahan jangka waktu yang
bersangkutan dalam persen atau permil

Nilai period prevalence rate ini jarang digunakan hanya


digunakan untuk suatu penyakit yang sulit diketahui saat
munculnya misalnya : kanker dan penyakit kelainan jiwa

10

9/10/12

Point prevalence Rate / Angka


prevalensi
n

= jumlah penderita lama dan baru pada satu saat dibagi


dengan jumlah penduduk pada saat itu dalam persen atau
permil

Manfaat angka prevalensi

perencanaan dan evaluasi program pelayanan kesehatan


utuk menilai mutu pelayanan yang ada

RUMUS PERIOD PREVALENCE


RATE (T0-T1)
n

Period prevalence rate (t0-t1)

= jml penderita

(t0-t1)

X 100%

jml total populasi (to-t1

11

9/10/12

Contoh
n

Jumlah mahasiswa D3 sebanyak 100 mhs, 20 orang diantaranya


sejak 2 bulan yang lalu tidak masuk kuliah karena menderita
penyakit Infeksi saluran nafas, dan selanjutnya pada hari ini 30
orang lainnya terpaksa pulang karena juga menderita penyakit tsb.

Period prevalence rate

= 20 + 30 x

100% = 50 %

100

Catatan

jarang digunakan krn dlm nilai ini terkandung nilai point


prevalence rate dan incidence rate

Digunakan untuk suatu penyakit yang sulit diketahui saat


munculnya misal penyakit kanker dan penyakit kelainan jiwa

RUMUS POINT PREVALENCE


RATE / ANGKA PREVALENSI
n

Angka prevalensi
jml penderita penyakit / kasus

x 100%

jml total populasi saat itu

12

9/10/12

Contoh :
n

Dari 100 mahasiswa D3 yang telah diperiksa terdapat 50


mahasiswa yang menderita penyakit infeksi saluran nafas

Angka prevalensi = 50/100 x 100% = 50%

artinya dari 100 mhs yang terkena penyakit sebanyak 50


mhs

Hubungan antara Insiden dan


Prevalen
n

prevalen menggambarkan jumlah kasus pada satu saat


ditentukan oleh banyaknya orang yang sakit sebelumnya
(insiden), serta lamanya orang tersebut menderita penyakit
(duration)

P=IXD

P = prevalen

I = Insiden

D = duration (lama berlangsungnya suatu penyakit )

13

9/10/12

Ciri-ciri insiden
n

1. Jenis observasi dinamis

2. Pembilang jml kejadian yang baru pada periode waktu ttt


didalam populasi ttt

3. Penyebut jml orang yang mempunyai resiko mendapat


kejadian tsb sepanjang periode waktu ttt

Ciri-ciri prevalen :
n

1. Jenis observasi statis

2. Pembilang jumlah orang dengan kondisi ttt pada waktu ttt

3. Penyebut jml orang yang diperiksa atau yang menderita


penyakit tersebut maupun yang tidak menderita atau yang
dapat menderita

Ukuran untuk mengukur masalah


kematian :

14

9/10/12

Angka Kematian /Mortalitas rate

= jml orang yang meninggal x 100%

jml total populasi

Infant Mortality Rate (IMR)

= jml seluruh kematian bayi X100%

jml kelahiran hidup

n Age

spesific mortality rate

= Jml kematian dlm kelompok umur ttt X 100%


Jml total populasi dlm kelompok umur yang sama
n Case

fatality rate =

= Jml kematian akibat peny.ttt X 100%


Jml total populasi yang menderita peny. tsb

15

9/10/12

Ratio
n =

perbandingan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya


yang tidak berhubungan.

n Ratio

= jml peristiwa A (t0-t1)


jml peristiwa B (to-t1)

n Contoh

data dlm bentuk ratio dari pengukuran


terhadap penyakit TBC disatu daerah ditemukan
perbandingan penderita penyakit TBC pria dan wanita
adalah 0,2

16