Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS

Ihda Kartika Syamsuddin


102011101003
Pembimbing :
dr. Dwi Arianti, SP. JP FIHA

SMF ILMU PENYAKIT DALAM


RSD dr. Seobandi JEMBER
2015

Penyakit jantung koroner adalah


gangguan fungsi jantung akibat otot
jantung kekurangan darah karena
proses atherosklerosis.
PJK telah lama dikenal sebagai mans
diseasemortalitas PJK pada wanita
lebih tinggi jika dibandingkan pada pria.

Nama : Ny. SH
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 40 tahun
Status : Menikah
Agama : Islam
Alamat
: MH Thamrin Krajan 4/4,
Ajung, Kalisat-Jember
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Tanggal MRS : 11 Desember 2014
Pemeriksaan : 15 Desember 2014

Keluhan umum
: Nyeri dada
RPS
Nyeri dada dirasakan seperti ditindih benda berat
dan panas di dada kiri tembus hingga punggung
dan menjalar ke lengan kiri. Pasien juga sempat
pingsan selama kurang lebih 10 menit,
kemudian pasien merasa lemas dan mual, dada
berdebar serta tangan dan kaki terasa dingin.
Pasien juga mengeluh batuk, tidak berdahak
dan tidak disertai dengan sesak.

Nyeri dada dikeluhkan pertama kali


muncul sejak 2 minggu yang lalu. Nyeri
dada timbul terutama bila pasien
beraktivitas berat dan mereda dengan
istirahat. Sebelumnya nyeri dada tidak
pernah diikuti dengan pingsan, hanya
disertai dengan keringat dingin, dada
berdebar dan perasaan cemas.

Pasien mengaku tidak pernah memiliki


penyakit lambung dan tidak pernah ada
keluhan muntah setelah makan. Tidak ada
demam. BAB BAK dalam batas normal
RPD :
HT(+) DM(-) PJK(-)
RPK:
HT(+) DM(-) PJK(+)
RPO: Anti HT(-), Kontrasepsi oral (+)

Keadaan umum
Kesadaran
Tekanan darah
Nadi
Pernafasan
Suhu
IMT

:
:
:
:
:
:
:

lemah
compos mentis
87/37 mmHg
124x/menit
26x/menit,
36,9 o C
24,6kg/m2

Cor:
I : Ictus cordis tidak terlihat
P : Ictus codis tidak teraba
P : Batas jantung kanan parasternal line
dextra ICS VI
Batas jantung kiri axillaris anterior line
sinistra ICS V
A : S1, S2: normal, murmur -, gallop -,
ekstrasistole -

Pulmo
Dextra

Sinistra

I : simetris, retraksi -

I: simetris, retraksi -

P : fremitus raba +

P: fremitus raba +

P : sonor +

P: sonor +

A: Vesikuler +, Rhonki -,

A: Vesikuler +, Rhonki+ pada

Wheeing -

1/3 distal, Wheezing -

Sinus takiardi 124x/menit, LAD, ST elevasi V1234 dan T inverse I

Cor
:
CTR>50 %,
pinggang
jantung hilang,
kardiomegali
Pulmo : tak
tampak
infiltrat,
tampak
opasitas
dilobus inferior
sinistra
Sinus
phrenicocostali
s: kanan tajam

JENIS PEMERIKSAAN

HASIL PEMERIKSAAN NILAI NORMAL

HEMATOLOGI
Hemoglobin

12,0

12,0-16,0 gr/dl

Lekosit

24,8

4,5-11,0 x 109

Hematokrit

34,8

36-46 %

Trombosit

259

150-450 x 109

SGOT

135

10-31

SGPT

371

9-36

Albumin

3,2

3,4-4,8

GDA

204

<200

FAAL HATI

JENIS PEMERIKSAAN

HASIL PEMERIKSAAN NILAI NORMAL

ELEKTROLIT
Natrium

138,1

135-155 mmol/L

3,64

3,5-5,0 mmol/L

Chlorida

104,5

90-110 mmol/L

Calcium

2,08

2,15-2,57 mmol/L

Magnesium

0,80

0,77-1,03 mmol/L

Fosfor

1,97

0,85-1,60 mmol/L

K. serum

1,2

0,5-1,1 mg/dL

BUN

14

6-20 mg/dL

Urea

29

26-43 gr/24jm

Asam Urat

6,6

2-5,7 mg/Dl

Troponin-I

negatip

Negatip

Kalium

FAAL GINJAL

Nyeri dada tipikal


Mual
Dada berdebar
Keringat Dingin
Perasaan cemas
Sinkop
Lemas
Batuk
Riwayat Hipertensi
Hipotensi
Takikardi

Akral dingin
Rhonki 1/3 distal
paru kiri
Ro: opasitas pada
lobus inferior sinistra
Ro: Cardiomegali
EKG: EKG: ST elevasi
V1234 dan T inverse I
dan aVL
OT/PT meningkat
Leukositosis

Etiologi : PJK
Anatomis : IMA anterior ekstensif
Fungsional : Killip 4
Sekunder: Syok kardiogenik dan ALO

Profil Lipid
Arteriografi koroner

O2 3 lpm
Infus PZ 500cc/24jam dan minum maximal 1000cc/24jam
Inj. Furosemid 2x1 ampul
Inj lavenox 2x0,6cc
Dopamin 5g/kgBB/menit
Miniaspi 1-0-0
Plavix 75mg 1-0-0
Stator 20mg 0-0-1
ISDN 3x5mg bila TDS >100
Cardace 2,5mg 1/2-0/1/2
Concor 2,5mg 1/2-0-1/2
Laxadyn syr 2xCI
Disolf 3x1

EKG
Vital Sign
Gejala klinis

Menjelaskan tentang penyakit, pemeriksaan


yang perlu dilakukan dan tindakan medis
kepada pasien serta keluarga.
Menjelaskan kemungkinan komplikasi dan
prognosis kepada pasien dan keluarga
Menjelaskan tentang faktor risiko yang perlu
dihindari nantinya
Memberikan pilihan alat kontrasepsi yang
dapat digunakan oleh pasien.

Quo ad vitam
: Dubia ad malam
Quo ad functionam : Dubia ad malam

PEMBAHASAN

Penyakit jantung koroner adalah


gangguan fungsi jantung akibat otot
jantung kekurangan darah karena
adanya penyempitan pembuluh darah
koroner yang disebabkan oleh kelainan
pada arteri koronaria di mana kurang
lebih 98% terjadi karena proses
atherosklerosis pada arteri koronaria.

Jenis kelamin
Umur
Riwayat Keluarga
Dislipidemia
Hipertensi
Diabetes mellitus
Aktivitas fisik
Obesitas
Rokok
Hormonal Kontrasepsi hormonal: OC 10 tahun

Textbook
Lokasi

Sifat

Penjalaran

Substeranal, retrosternal dan


prekordial

Pasien
Prekordial

Rasa sakit seperti ditekan, rasa


terbakar, ditindih benda berat,
Ditindih benda berat dan
seperti ditusuk, rasa diperas,
panas
dan dipelintir
Lengan kiri leher, rahang bawah,
gigi, punggung/interskapula,
Pungung dan lengan kiri
perut dan dapat juga ke lengan
kanan

Membaik
dengan

Istirahat dan atau obat nitrat

Faktor
pencetus

Latihan fisik, stress emosi, udara


Aktivitas fisik berat
dingin, dan sesudah makan

Gejala yang
menyertai

Mual, muntah, sulit bernapas,


keringat dingin, cemas dan
lemas

Istirahat

Mual, keringat dingin,


cemas dan lemas

Textbook

Pasien

Pemeriksaan
Fisik

o Takikardi dan atau hipotensi


o Disfungsi ventrikel (S4 dan S3
gallop)
o Murmur middiastolik atau late
sistolik apikal sementara
o Pericardial friction rub

Takikardi dan hipotensi

EKG

ST elevasi dan T inversi

ST elevasi V1234 dan T


inversi pada I dan aVL

Foto Thorax

Normal atau kardiomegali

Kardiomegali

Lab

Troponin positip
Peningkatan CK
SGOT meningkat
Perubahan profil lipid (HDL
LDL)

Troponin negatip
SGOT meningkat

Syok Kardiogenik didefinisikan sebagai


tekanan darah sistolik <90mmHg selama
>1 jam di mana:
Tidak berespon dengan pemberian cairan
saja
Sekunder terhadap disfungsi jantung
Berkaitan dengan tanda-tanda hipoperfusi
atau indeks kardiak <2,2 l/menit/m 2 dan
PCWP > 18 mmHg

Textbook

Perawatan
Umum

o Bed rest total dan


dipasang monitor EKG,
tensi, pulse oxymetri
o Pasang akses IV
o 02 2-4 lpm
o Diet lunak porsi kecil
o Diberikan penenang
ringan; diazepam 5-10
mg
o Diberikan laksan ringan

Pasien

o Bed rest total dan


dipasang monitor
EKG, tensi, pulse
oxymetri
o Pasang akses IV
o 02 3 lpm
o Diet lunak porsi
kecil
o Laxadyn syr 2xCI

IMA

Antiplatelet
o Miniaspi 1-0-0
Nitrat
o Plavix 75mg 1-0-0
Morfin
o ISDN 3x5mg bila
B blocker
TDS >100
ACE inhibitor
o Concor 2,5mg 1/2Trombolitik
0-1/2
Heparin
o Cardace 2,5mg 1/2unfructionated atau
0-1/2
LMWH
o Disolf 3x1
o Warfarin
o Inj lavenox 2x0,6cc
o Magnesium
o Stator 20mg 0-0-1
o Statin
o
o
o
o
o
o
o

Syok kardiogenik

Dopamin
5g/kgBB/menit

Dopamin
5g/kgBB/menit

ALO

Diuretik

Inj lasix 2x1

Kelas

Definisi
ada

tanda

gagal

Mortalitas (%)

Tak

jantung

II

kongestif
+S3 dan/atau ronki basah

III

Edema Paru

30-40

IV

Syok kardiogenik

60-80

17

Faktor Risiko

Skor

Total Skor dan Mortalitas


dalam 30 hari (%)

Umur 65-74 tahun

0 (0,8)

Umur 75 tahun

1 (1,6)

Diabetes/hipertensi/angina

2 (2,2)

TDS <100mmHg

3 (4,4)

HR >100 x/mnt

4 (7,3)

Klasifikasi Killip II-IV

5 (12,4)

BB <67 kg

6 (16,1)

Elevasi ST anterior atau

7 (23,4)

LBBB
Waktu ke reperfusi >4 jam

8 (26,8)

11

>8 (35,9)

Total Skor

Aziz, F. 2014. Coronary Artery Diseas in Women: An Unsolved Dilemma. J Clin


Med Res. Vol 6(2): 86-90
Rilantono, L. A, dkk. 2004. Buku Ajar Kardiologi. Jakarta: FK UI

RSUD dr. Soetomo. 2010. Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Penyakit Jantung
dan Pembuluh Darah. Surabaya: RSUD dr. Soetomo

Sharma, K & Gulati, M. 2013. Coronary Artery Disease in Women. Global Heart.
Vol 8(2): 105-112

Shufelt, C. L & Merz. 2009. Contraceptive Hormone Use and Cardovascular


Disease. J Am Coll Cardiol. Vol 53(3): 221-231

Sudoyo, A.W, dkk. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1&2. Jakarta: Interna
Publishing

TERIMA KASIH