Anda di halaman 1dari 16

PENGUJIAN HIPOTESIS KOMPARATIF K SAMPEL

INDEPENDEN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Aljabar Linear
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Kartono, M.

Disusun oleh:
Otto Manurung

(0401514009)

Lintang Pamor Alfi Mardani

(0401514025)

Riyan Fikri Winayus

(0401514027)

Karyadi

(0401514055)

Rombel : Khusus_B Pendidikan Matematika S2

PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

BAB 6
PENGUJIAN HIPOTESIS KOMPARATIF K SAMPEL INDEPENDEN
Statistik Nonparametris yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif k sampel
independen antara lain adalah:
1. Chi Kuadrat k sampel untuk data nominal
2. Median Extention
3. Kruskal-Walls One Way Anova untuk data ordinal
1. Chi Kuadrat K Sampel
Uji Chi kuadrat (dilambangkan dengan "2" dari huruf Yunani "Chi" dilafalkan "Kai")
digunakan untuk menguji hipotesis komparatif lebih dari dua sampel, bila data nya berbentuk
diskrit atau nominal. Dasar uji kai kuadrat itu sendiri adalah membandingkan perbedaan
frekuensi hasil observasi (fo) dengan frekuensi yang diharapkan (fh). Perbedaan tersebut
meyakinkan jika harga dari Chi Kuadrat sama atau lebih besar dari suatu harga yang
ditetapkan pada taraf signifikan tertentu (dari tabel 2). Rumus dasar yang digunakan untuk
pengujian adalah sama dengan komparatif dua sampel independen, yaitu sebagai berikut.

x
2

x2

fh

fh

= Chi Kuadrat

f0

= Frekuensi yang diobservasi


fh

= Frekuensi yang diharapkan


Contoh:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan
menerapkan berbagai metode pembelajaran di kelas XI IPA SMA Negeri Semarang. Data
penelitian diperoleh sebagai berikut: Metode Ceramah (A1) dari 17 siswa, 6 siswa tuntas dan
11 siswa tidak lulus), Metode Diskusi (A2) dari 20 siswa, 14 siswa tuntasdan 6 siswa tidak
tuntas, Metode Pemberian Tugas (A3) dari 18 siswa, 13 siswa tuntas dan 5 siswa tidak tuntas,
dan Metode Campuran (A4) dari 19 siswa, 17 siswa tuntas dan 2 siswa tidak tuntas.
Berdasarkan data yang diatas, maka:
1. Judul penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:

Perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran di kelas XI IPA
SMA Negeri Semarang.
2. Variabel penelitian:
Hasil belajar siswa
3. Rumusan Masalah:
Adakah perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran di
kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.
4. Sampel:
Terdiri 4 kelompok sampel, yaitu:
a. Sampel Metode Ceramah (A1) berjumlah 17 orang.
b. Sampel Metode Diskusi (A2) berjumlah 20 orang.
c. Sampel Metode Pemberian Tugas (A3) berjumlah 18orang.
d. Sampel Metode Campurab (A4) berjumlah 19 orang.
5. Hipotesis:
H0
: Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan berbagai metode
pembelajaran di kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.
H1

: ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan berbagai metode

pembelajaran di kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.


H 0 : 1 2 3 4
H 1 : 1 2 3 4

(salah satu beda)


6. Kriteria Pengujian Hipotesis:
H0
x 2 hitung
x 2 tabel
Terima
jika harga chi kuadrat hitung (
) < harga chi kuadra tabel (
).
7. Penyajian Data
Data hasil penelitian selanjutnya disusun kedalam tabel 1. Untuk mengetahui frekuensi
fh

yang diharapkan (

) pertama-tama harus dihitung dari keseluruhan sampel hasil belajar

siswa dari empat kelompok. Jumlah seluruh anggota sampel untuk 4 kelompok hasil
belajar tersebut adalah : 17 + 20 + 18 + 19 = 74.
Persentasi siswa yang tuntasdiperoleh:
6 14 13 17 50
p

100% 67,6%
74
74
fh

Frekuensi yang diharapkan (


berikut:
1. Metode Ceramah (A1)
2. Metode Diskusi (A2)

) untuk siswa yang tuntas dari 4 kelompok adalah sebagai


17 67,6%

11,49

20 67,6%

13,51

3. Metode Pemberian Tugas (A3)

18 67,6%

12,16

19 67,6%

12,84

4. Metode Campuran (A4)


Persentasi siswa yang tidak tuntasdiperoleh:
11 6 5 2 24
q

100% 32,4%
74
74
fh

Frekuensi yang diharapkan (

) untuk siswa yang tidak tuntas dari 4 kelompok adalah

sebagai berikut:
1. Metode Ceramah (A1)
2. Metode Diskusi (A2)
3. Metode Pemberian Tugas (A3)

17 32,4%

5,51

20 32,4%

6,49

18 32,4%

5,84

19 32,4%

6,16

4. Metode Campuran (A4)


Harga-harga tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam tabel 1 sehingga harga Chi
Kuadrat dapat dihitung.
Tabel 1. Data Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri Semarang
Kelompo
k
A1

T/TT
Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas

A2
A3
A4
Jumlah

6
11
14
6
13
5
17
2
74

11,49
5,51
13,51
6,49
12,16
5,84
12,84
6,16

-5,49
5,49
0,49
-0,49
0,84
-0,84
4,16
-4,16
0,00

30,102
30,102
0,237
0,237
0,702
0,702
17,324
17,324

2,621
5,460
0,018
0,036
0,058
0,120
1,349
2,811
12,473

8. Perhitungan Pengujian Hipotesis


Berdasrkan perhitungan yang telah dirumuskan ke dalam tabel 1 terlihat bahwa Chi
Kuadrat hitung = 12,473. Untuk memberikan interprestasi terhadap nilai ini maka perlu
dibandingkan dengan harga Chi Kuadrat tabel dengan dk dan taraf kesalahan tertentu.

Dalam hal in besarnya

dk s 1 k 1 (4 1) 2 1 3

(s adalah jumlah kelompok

sampel = 4). Berdasarkan dk = 3 dan taraf kesalahan 5%, maka harga Chi Kuadrat tabel
= 7,815.
Harga Chi

hitung

Kuadrat

Hitung

x 2 tabel 12,473 7,815

lebih

besar

dari

harga

Chi

Kuadrat

tabel

. Karena harga Chi Kuadrat hitung lebih besar dari

H0

H1

harga Chi Kuadrat tabel, maka


ditolak dan menerima
.
9. Kesimpulan:
Ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran di kelas XI
IPA di SMA Negeri Semarang, dan perbedaan itu tercermin seperti data dalam sampel.
Berdasarkan data yang terkumpul, mempunyai harapan untuk meningkatkan hasil belajar
dengan menggunakan metode-metode pembelajaran tersebut.
10. Saran
SMA Negeri Semarang perlu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan
berbagai metode pembelajaran dalam pembelajaran di kelas.

Menggunakan program SPSS

Met_pem * Lulus_TidakTuntasCrosstabulation
Count
Lulus_TidakLulus
Lulus

Met_pem

Total

Total

Tidak Lulus

Metode A1

11

17

Metode A2

14

20

Metode A3

13

18

Metode A4

17

19

50

24

74

Chi-Square Tests
Value

df

Asymp. Sig. (2sided)

12,473a

,006

Likelihood Ratio

12,687

,005

Linear-by-Linear Association

10,680

,001

Pearson Chi-Square

N of Valid Cases

74

a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The minimum


expected count is 5,51.

Analisis:
H0

: Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan berbagai metode
pembelajaran di kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.
H1

: ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan berbagai metode pembelajaran di
kelas XI IPA SMA Negeri Semarang

Pengambilan keputusan:
1. Dasar pengambilan keputusan menggunakan perbandingan statistik hitung dengan
statistik tabel.
Jika statistik hitung < statistik tabel, maka Ho diterima
Jika statistik hitung > statistik tabel, maka Ho ditolak
Statistik hitung
Dari tabel output diatas terlihat bahwa statistik hitung kruskal wallis (sama dengan

perhitungan chi-square) adalah 12,473


Statistik tabel
Disini digunakan tabel chi-square sebagai pembanding. Dengan melihat tabel chi
kuadrat

untuk df =(k-1)(s-1)=(4-1)(2-1)=3 dan tingkat signifikan = 0,05, maka

didapatkan nilai statistik tabel = 7,815


Keputusan :
Karena statistik hitung > statistik tabel (12,473 >7,815 ), maka Ho ditolak
2. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas :
Jika probabilitas (sig.) > 0,05, maka Ho diterima
Jika probabilitas (sig.) < 0,05, maka Ho ditolak
Keputusan
Terlihat bahwa pada kolom Asymp sig (2-tailed) untuk diuji 2 sisi adalah 0,006
Disini didapat probabilitas dibawah 0,05, maka Ho ditolak

Berdasarkan dari kedua pengujian, hasil yang diperoleh sama yaitu Ho ditolak dan
menerima H1 artinya ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan berbagai
metode pembelajaran di kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.
2. Median Extention (Perluasan Median)
Test median extention digunakan untuk menguji apakah dua atau lebih kelompok (sampel)
independen berbeda dalam nilai tengahnya, dengan kata lain apakah dua atau lebih sampel
independen berasal dari suatu populasi yang mempunyai median yang sama atau berasal dari
populasi yang sama. Test median extention digunakan untuk menguji hipotesis komparatif
median k sampel independen bila datanya berbentuk ordinal. Dalam test ini ukuran sampel
tidak harus sama.

x
2

Rumus yang digunakan untuk pengujian adalah rumus Chi Kuadrat

x2

0ij

f hij

, yaitu:

f hij

Dimana:
x2
= Chi Kuadrat
f 0ij
= Banyak kasus pada baris ke i dan kolom j
f hij
= Banyak kasus yang diharapkan pada baris ke i dan kolom ke j
dk untuk rumus tersebut adalah

k 1 r 1

dimana k adalah banyak kolom dan r banyak

baris. Dalam test median r = 2 dengan demikian:


H0

ditolak bila Chi Kuadrat (

x2

dk k 1 r 1 k 1 2 1 k 1

) tabel lebih besar ( > ) dari Chi Kuadrat (

x2

) hitung.

Contoh:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar siswa dengan
menerapkan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe
group investigation, dan kooperatif learning tipe student teams achievement division (STAD).
Dalam hal ini dilakukan penelitian terhadap 3 kelas, yaitu kelas A1 (kooperatif learning tipe
jiqsaw), kelas A2 (kooperatif learning tipe group investigation), dan kelas A3 (kooperatif
learning tipe STAD). Dalam penelitian ini digunakan sampel hasil belajar siswa, kelas A1 =
20 orang, kelas A2 = 23 orang, dan kelas A3 = 21 orang.

Berdasarkan hal tersebut, maka:


1. Judul penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
Perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif
learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe group investigation, dan kooperatif
learning tipe student teams achievement division (STAD).
2. Variabel penelitian:
Hasil belajar siswa
3. Rumusan Masalah:
Adakah perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran
kooperatif learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe group investigation, dan
kooperatif learning tipe student teams achievement division (STAD)?
4. Hipotesis:
H0
= Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan model
pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe group
investigation, dan kooperatif learning tipe student teams achievement division
(STAD).
H1

= Ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran


kooperatif learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe group investigation, dan

kooperatif learning tipe student teams achievement division (STAD).


5. Kriteria Pengujian Hipotesis:
H0
x 2 hitung
diterima apabila harga Chi Kuadrat hitung
< harga Chi Kuadrat tabel

tabel

6. Penyajian Data:
Data hasil penelitian ditunjukkan pada tabel 2.
Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif
Learning Tipe Jigsaw, Kooperatif Learning Tipe Group Investigation, Dan Kooperatif
Learning Tipe Student Teams Achievement Division (STAD).
Kelas A1
3
6
5
8
6
3
5
4
7

Hasil Belajar Siswa


Kelas A2
9
7
9
8
8
7
5
7
6

Kelas A3
9
7
8
9
9
8
8
9
10

5
7
4
5
5
7
4
5
7
6
5

5
4
5
7
3
5
9
9
8
9
7
8
7
9
n 2 23

n1 20

9
8
7
9
10
10
8
7
8
7
10
8
n3 21

Karena ini adalah tes median, maka median hasil belajar siswa dari 3 kelas tersebut perlu
dicari. Untuk memudahkan pencarian, maka data 3 kelas tersebut diurutkan mulai dari
jumlah yang terkecil. Median hasil belajar siswa dari 3 kelas tersebut adalah angka ke 32
dan 33 yaitu (7+7) : 2 = 7. Setelah median 3 kelas diurutkan, maka perlu dihitung jumlah
hasil belajar siswa di atas, dan di bawah median. Hal ini ditunjukkan pada tabel 3. (ini
f0

merupakan

).
fh

Untuk menentukan .
f h 1 19 : 2 10
Kelas A1,
.
f h 10 13 : 2 11,5
Kelas A2,
.
f h 17 4 : 3 10,5
Kelas A3,
Tabel 3. Jumlah Hasil Belajar Siswa
Jumlah Hasil Belajar Siswa
Kelompok
Jumlah hasil belajar siswa

7
di atas median
Jumlah hasil belajar siswa

Kelas A1
1

10
10*

19

A3
17

11,5*
13

10*

Kelas

Kelas A2

10,5*
4

11,5*

10,5*

di bawah median
Jumlah

7
20

23

21

Untuk kelas A1, jumlah hasil belajar siswa diatas median = 1, kelas A2 = 10, dan kelas
A3 = 17.
7. Pengujian untuk Pengujian Hipotesis.
Nilai-nilai yang telah dihitung dalam tabel 3 tersebut dimasukkan kedalam rumus Chi
Kuadrat, jadi:

x
2

0 ij

f hij

f hij

1 10

10

10 11,5

11,5

17 10,5

10,5

x 2 24,014
Harga Chi kudrat hitung

tabel

tabel

tabel

tabel

hitung

tersebut, selanjutnya dibandingkan dengan Chi Kuadrat

, dengan dk = k -1 = 3-1=2 dan

ditetapkan 0,05. Dengan Chi Kuadrat

dapat ditemukan yaitu sebesar 5,99. Ternyata Chi Kuadrat hitung lebih

besar dari Chi Kuadrat tabel ( 24,014 > 5,99). Karena harga hitung lebih besar dari harga
H0

tabel, maka

ditolak dan

H1

di terima.

8. Kesimpulan:
Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara model pembelajaran
kooperatif learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe group investigation, dan
kooperatif learning tipe student teams achievement division (STAD).
9. Saran
SMA Negeri Semarang perlu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan
berbagai model pembelajaran dalam pembelajaran di kelas.
Menggunakan program SPSS
Frequencies
Kelas
Kelas A

Kelas B

Kelas C

Nilai

> Median

10

17

<= Median

19

13

Test Statisticsa
Nilai
N

64

Median

7,00

Chi-Square

24,014b

Df

Asymp. Sig.

,000

a. Grouping Variable: Kelas


b. 0 cells (0,0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected
cell frequency is 8,8.

Analisa :
Hipotesis
H0

= Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran
kooperatif learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe group investigation, dan
kooperatif learning tipe student teams achievement division (STAD).
H1

= Ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif
learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe group investigation, dan kooperatif
learning tipe student teams achievement division (STAD).

Pengambilan keputusan
1. Dasar pengambilan keputusan menggunakan perbandingan statistik hitung dengan
statistik tabel.
Jika statistik hitung < statistik tabel, maka Ho diterima
Jika statistik hitung > statistik tabel, maka Ho ditolak
Statisttik hitung
Dari tabel output diatas terlihat bahwa statistik hitung kruskal wallis (sama dengan

perhitungan chi-square) adalah 24,014


Statistik tabel

Disini digunakan tabel chi-square sebagai pembanding. Dengan melihat tabel chisquare untuk df =k-1=3-1=2 dan tingkat signifikan = 0,05, maka didapatkan nilai
statistik tabel = 5,991
Keputusan :
Karena statistik hitung > statistik tabel (10,978 > 5,991 ), maka Ho ditolak
2. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas :
Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima
Jika probabilitas < 0,50, maka Ho ditolak
Keputusan
Terlihat bahwa pada kolom Asymp sig (2-tailed) untuk diuji 2 sisi adalah 0,000
Disini didapat probabilitas dibawah 0,05, maka Ho ditolak
Berdasarkan dari kedua pengujian, hasil yang diperoleh sama yaitu Ho ditolak dan
menerima H1 artinya Ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan model
pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe group
investigation, dan kooperatif learning tipe student teams achievement division
(STAD).
3. Analisi Varian Satu Jalan Kruskal-Wallis
Teknik ini digunakan untuk menguji hipotesis k sampel indenpenden bila datanya berbentuk
ordinal. Bila dalam pengukuran ditemukan data berbentuk interval atau rasio, maka perlu
diubah dulu ke dalam data ordinal (data berbentuk ranking/peringkat). Uji H atau KruskalWallis adalah suatu uji statiska yang dipergunakan untuk menetukan apakah k sample
independen berasal dari populasi yang sama ataukah berbeda.
mus yang digunakan untuk pengujian ini ini adalah sebagai berikut:
2

k R
12
j
3 N 1

N N 1 j 1 n j

Dimana:
N

: Jumlah seluruh data dari sampel

: Banyak sampel

Rj

: Jumlah rangking pada sampel ke j.


nj

: Jumlah sampel ke j.

Contoh:
Dari hasil penelitian pembelajaran di tiga kelas dengan metode pembelajaran yang berbeda
pula. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar yang dihasilkan dengan
metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini dilakukan pada tiga kelas XI IPA yang

diambil secara random. Jumlah siswa pada sampel kelas A = 14 siswa, sampel kelas B = 14
siswa, dan sampel kelas C = 14 siswa.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka:
1. Judul Penelitiannya dapat dirumuskan sebagai berikut:
Perbedaan prestasi belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran di kelas XI
IPA SMA Negeri Semarang.
2. Variabel Penelitian:
Variabel indendenden : Metode pembelajaran
Variabel dependen
: Prestasi belajar
3. Sampel :
Sampel penelitian ini terdiri dari tiga kelas, yaitu: kelas A = 14 siswa, kelas B = 14
siswa, dan kelas C = 14 siswa.
4. Rumusan Masalah:
Adakah perbedaan prestasi belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran di
kelas XI IPA SMA Negeri Semarang?

5. Hipotesis:
H0
: Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa dengan menerapkan metode
pembelajaran di kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.
H1

Ada

perbedaan

prestasi

belajar

siswa

dengan

menerapkan

metode

pembelajaran di kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.


6. Kriteria Pengujian Hipotesis:
H0
x 2 hitung
diterima apabila harga Chi Kuadrat hitung
< harga Chi Kuadrat tabel

tabel

7. Penyajian Data:
Data hasil penelitian ditunjukkan pada tabel 4.
Karena Tset Kruskal-Walls ini bekerja dengan data ordinal, maka data tersebut diatas
yang beruda data interval tersebut diubah kedalam data ordinal. Jadi tiga kelas tersebut
dibuat rangking dari yang terkecil sampai yang terbesar. Data ordinal tersebut
selanjutnya disajikan pada tabel 5.
Tabel 4. Prestasi Belajar Siswa dengan Menerapkan Metode Pembelajaran di Kelas XI
IPA SMA Negeri Semarang.
Kelas A

Prestasi Belajar Siswa


Kelas B
Kelas C

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

68
64
60
68
68
68
68
60
56
64
60
76
64
60

80
80
78
76
96
84
80
92
88
80
88
76
76
76

73
75
80
77
69
82
74
75
78
79
75
75
78
79

Tabel 5. Rangking Prestasi Belajar Siswa dengan Menerapkan Metode Pembelajaran di


Kelas XI IPA SMA Negeri semarang
Kelas A
Ranking
68
32
64
36
60
39,5
68
32
68
32
68
32
68
32
60
39,5
56
42
64
36
60
39,5
76
20
64
36
60
39,5
Jumalh Ra = 488

Prestasi Belajar Siswa


Kelas B
Rangking
80
9
80
9
78
15
76
20
96
1
84
5
80
9
92
2
88
3,5
80
9
88
3,5
76
20
76
20
76
20
Jumlah Rb = 146

Kelas C
Rangking
73
28
75
24,5
80
9
77
17
69
29
82
6
74
27
75
24,5
78
15
79
12,5
75
24,5
75
24,5
78
15
79
12,5
Jumlah Rc = 269

8. Perhitungan untuk pengujian Hipotesis:


Jumlah rangking masing-masing kelas seperti ytang ditunjukkan pada tabel 5 di atas
adalah: R1 = 488, R2 = 146, dan R3 = 269. Harga-harga tersebut selajutnya dimasukkan
dalam rumus:
2

k R
12
j
H
3 N 1

N N 1 j 1 n j

488
146 269
12

42 42 1 14
14
14
2

3 42 1

12 238144 21316 72361

129
1806
14
14
14

H 157,69 129 28,69


Harga H hitung selanjutnya dibandingkan dengan harga Chi Kuadrat tabel
dengan dk = k 1 = 3 1 = 2. Taraf kesalahan 5% (0,05), maka harga Chi
Kuadrat Tabel 5,99. Harga H hitung lebih besar dari tabel (28,69 > 5,99).
Karena harga hitung lebih besar dari tabel, maka Ho ditolak dan menerima
H1.

9. Kesimpulan
Ada perbedaan prestasi belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran di
kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.
10. Saran:
SMA Negeri Semarang perlu meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menerapkan
berbagai metode pembelajaran dalam pembelajaran di kelas.
Menggunakan program SPSS
Ranks
Kelas

Nilai

Mean Rank

Kelas A

14

8,14

Kelas B

14

32,57

Kelas C

14

23,79

Total

42

Test Statisticsa,b
Nilai
Chi-Square

28,694

Df

Asymp. Sig.

,000

a. Kruskal Wallis Test


b. Grouping Variable:
Kelas

Analisis:
H0

: Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa dengan menerapkan metode


pembelajaran di kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.

H1

: Ada perbedaan prestasi belajar siswa dengan menerapkan metode

pembelajaran

di kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.


Pengambilan keputusan:
1. Dasar pengambilan keputusan menggunakan perbandingan statistik hitung dengan
statistik tabel.
Jika statistik hitung < statistik tabel, maka Ho diterima
Jika statistik hitung > statistik tabel, maka Ho ditolak
Statistik hitung
Dari tabel output diatas terlihat bahwa statistik hitung kruskal wallis (sama dengan

perhitungan chi-square) adalah 28,694


Statistik tabel
Disini digunakan tabel chi-square sebagai pembanding. Dengan melihat tabel chisquare untuk df =k-1=3-1=2 dan tingkat signifikan = 0,05, maka didapatkan nilai

statistik tabel = 5,991


Keputusan :
Karena statistik hitung > statistik tabel (28,694 >5,991 ), maka Ho ditolak
2. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas :
Jika probabilitas (sig.) > 0,05, maka Ho diterima
Jika probabilitas (sig.) < 0,05, maka Ho ditolak
Keputusan
Terlihat bahwa pada kolom Asymp sig (2-tailed) untuk diuji 2 sisi adalah 0,000
Disini didapat probabilitas dibawah 0,05, maka Ho ditolak
Berdasarkan dari kedua pengujian, hasil yang diperoleh sama yaitu Ho ditolak dan
menerima H1 artinya ada perbedaan prestasi belajar siswa dengan menerapkan metode
pembelajaran di kelas XI IPA SMA Negeri Semarang.