Anda di halaman 1dari 6

Modul 5

VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL


1.

PENGERTIAN VARIABEL

Variabel adalah proksi (proxy) atau representasi dari construct yang dapat diukur dengan
berbagai macam nilai.
Variabel merupakan mediator antara construct (abstraksi dari fenomena-fenomena kehidupan
nyata yang diamati) yang abstrak dengan fenomena yang nyata. Variabel memberikan gambaran
yang lebih nyata mengenai fenomena-fenomena yang digeneralisasi dalam construct. Nilai
Variabel. Variabel dapat diukur dengan berbagai macam nilai tergantung pada construct yang
diwakilinya. Nilai variabel dapat berupa angka atau berupa atribut yang menggunakan ukuran
atau skala dalam suatu kisaran nilai.
2.

MACAM-MACAM VARIABEL

Variabel-variabel penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa pendekatan, di


antaranya berdasarkan :
A. Fungsi Variabel
Tipe-tipe variabel dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi variabel dalam hubungan antar
variabel, yaitu:
a. Variabel Independen dan Variabel Dependen. Variabel Independen adalah tipe variabel
yang menjelaskan atau mempengaruhi atau menjadi penyebab berubahnya variabel dependen.
Variabel Dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel
independen. Variabel independen (prediktor) disebut juga dengan variabel yang diduga sebagai
sebab dari variabel dependen, yaitu variabel yang diduga sebagai akibat. Variabel independen
juga disebut sebagai variabel yang mendahului dan variabel dependen sebagai variabel
konsekuensi.
Bentuk hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen berupa
hubungan korelasional dan hubungan sebab-akibat. Sesuai dengan fenomena sosial, bentuk
hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dapat bersifat positif dan
negatif.

b. Variabel Moderating (Variabel Contigency)


Variabel Moderating adalah tipe variabel-variabel yang memperkuat atau memperlemah
hubungan langsung antaravariabel independen dengan variabel dependen. Variabel moderating

merupakan tipe variabel yang mempunyai pengaruh terhadap sifat atau arah hubungan antara
variabel. Sifat atau arah hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-varabel
dependen kemungkinan positif atau negatif dalam hal ini tergantung pada variabel moderating.
c. Variabel Intervening. Variabel Intervening adalah tipe variabel-variabel yang mempengaruhi
hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen menjadi
hubungan yang tidak langsung. Variabel intervenig merupakan variabel yang terletak diantara
variabel-varibel independen dengan variabel-variabel dependen, sehingga variabel independen
tidak langsung menjelaskan atau mempengaruhi variabel dependen.
d. Variabel Kontrol. Variabel Kontrol adalah variabel yang mengendalikan agar pengaruh
variabel independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal.
B. Skala Nilai Variabel
Berdasarkan skala nilainya, variabel-variabel penelitian diklalsifikasikan menjadi 2 (dua), yaitu :
a. Varibel Kontinu. Varibel Kontinu adalah tipe variabel-varabel penelitian yang memiliki
kumpulan nilai yang teratur dalam kisaran tertentu. Nilai dalam variabel kontinu
menggambarkan peringkat atau jarak berdasarkan skala pengukuran tertentu.
b. Varibel Kategoris. Varibel Kategoris adalah tipe variabel-variabel penelitian yang memiliki
nilai berdasarkan kategori tertentu atau lebih dikenal dengan sebutan skala nominal. Skala nilai
pada variabel kategoris hanya merupakan label untuk emngidentifikasi kategori atau kelompok
variabel yang bersangkutan.
C. Perlakuan terhadap Variabel
Kalsifikasi variabel berdasarkan pada perlakuan peneliti terhadap variabel penelitian yaitu :
1. Variabel Aktif. Variabel Aktif adalah variabel-variabel penelitian yang dimanipulasi untuk
keperluan penelitian eksperimen.
2. Variabel Atribut. Variabel Atribut adalah variabel-variabel penelitian yang tidak dapat
dimanipulasi. Tidak semua variabel penelitian dapat dimanipulasi, misalnya variabelvariabel yang berkaitan dengan karakteristik manusia: intelegensi, sikap, jenis kelamin,
status sosial ekonomi. Variabel-variabel tersebut umumnya tidak mungkin atau sulit
untuk dimanipulalsi.
3.

DEFINISI OPERASIONAL
Definisi operasinal adalah penentuan construct sehingga menjadi variabel yang dapat

diukur.
Definisi operasional merupakan jembatan yang menghubungkan conceptual-theoretical
level dengan empirical-observatinal level. Definisi operasional menjelaskan cara tertentu yang

digunakan oleh peneliti dalam mengoperasionalisasikan construct, sehingga memungkinkan bagi


peneliti yang lain untuk malakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau
mengembangkan cara pengukuran construct yang lebih baik.
4.

PENGUKURAN VARIABEL

Pengukuran adalah penerapan angka-angka terhadap objek atau fenomena menurut aturan
tertentu, yaitu:

Indikan dari obyek

Indikan adalah sesuatu yang menunjukka pada sesuatu yang lain. Jika kita mengukur suatu objek
sebenarnya yang diukur bukannlah objek tersebut, bukan pula sifatnya tetapi yang diukur adalah
indikan dari sifat tersebut.

Pengukuran versus realita

Pengukuran variabel ilmu sosial sering mengandung tanda Tanya apakah pengukuran yang
dilakukan cocok dengan realita. Suatu pengukuran yang baik harus mempunyai sifat isomorphis
dengan realita.
Jenis-jenis ukuran, yaitu : Secara umum, terdapat empat jenis ukuran, yaitu:

Ukuran nominal. Ukuran nominal adalah ukuran sederhana di mana angka yang diberikan
kepada objek mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukkan tingkatan apaapa.

Ukuran ordinal. Ukuran ordinal adalah angka yang diberikan di mana angka-angka
tersebut mengandung pengertian tingkatan. Ukuran ini tidak memberikan nilai absolut
terhadap obyek tetapi hanya memberikan urutan atau rangking saja.

Ukuran interval. Ukuran interval adalah pemberian angka kepada set dari obyek yang
mempunyai sifat-sifat ukuran ordinal dan ditambah satu sifat lain yaitu jarak yang sama
pada pengukuran interval menunjukkan jarak yang sama dari cirri atau sifat obyek yang
diukur.

Ukuran rasio. Ukuran rasio adalah ukuran yang mencakup semua ukuran di atas ditambah
dengan satu sifat lain yaitu ukuran ini memberi keterangan tentang nilai absolute dari
obyek yang diukur.

5. KUESIONER ATAU ANGKET


Metode lain dalam upaya mengumpulkan data penelitian adalah dengan metode angket
(questionnaire=kuesioner atau daftar pertanyaan). Angket adalah sejumlah pertanyaan secara

tertulis yang akan dijawab oleh responden penelitian agar peneliti memperoleh data lapangan
atau empiris untuk memecahkan masalah penelitian dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Proses penyampaian pertanyaan kepada responden yang menjadi subjek penelitian dilakukan
dengan penyampaian daftar pertanyaan kepada responden secara langsung. Pengertian langsung
disini dalam arti peneliti menemui subyek penelitian (responden) untuk menyampaikan angket
untuk diisi atau dijawabnya. Jawaban dapat disampaikan secara langsung pada saat angket
diberikan atau atau dapat pula dilakukan dengan tenggang waktu dengan cara angket
ditinggalkan kepada responden untuk beberapa waktu kemudian angket akan diambil oleh
peneliti.
a.

Proses pembuatan Angket

Angket yang disusun harus benar-benar dapat mengukur variabel penelitian secara tepat. Angket
harus memberikan penilaian atau ukuran terhadap variabel pnelitian secara benar dan tepat. Oleh
karena itu dalam penyusunan angket penelitian minimal memperhatikan beberapa hal, yaitu:

Adanya relevansi antara pertanyaan angket dengan rumusan masalah dan hipotesis
penelitian

Kerangka arah angket adalah deskripsi lebih lanjut sebagai upaya pengukuran dari suatu
variabel penelitian.

Penggunaan kata dan kalimat yang sederhana dan fokus.

Pertanyaaan dan pernyataan tidak mendua (ambigu) arti atau samar-samar, dapat
memberikan keberanian untuk menjawab.

Penggunaan tata bahasa yang baik dan benar.

b.

Susunan Angket

Pada umumnya angket disusun dalam bentuk buku. Oleh karena itu perlu sistematika dan isi
yang baik. Susunan dan isi angket dapat terbagi dalam 3 bagian, yaitu:

Bagian awal. Bagian awal ini berisi judul penelitian dan identitas tim atau yang
menerbitkan angket tersebut.pada bagian ini juga perlu disampaikan kata pengantar dari
peneliti dan petunjuk menjawab atau mengisi pertanyaan dalam angket tersebut.

Bagian isi. Berisi pertanyaan-pertanyaan inti yang harus dijawab atau diisi oleh
responden. Susunan pertanyaan inti penelitian dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Pertanyaan pendahuluan yang biasanya berisi identitas responden (nama, alamat tempat tinggal)
Pertanyaan ciri demografi (umur, status pekerjaan,status perkawinan, pendidikan, agama, dll)

Pertanyaan inti yang dapat meliputi perilaku, pendapat, sikap, informasi maupun persepsi

c.

Bagian akhir. Pada bagian akhir ini dapat disampaikan beberapa pesan, catatan-catatan,
saran-saran dari responden atas angket dan atau data yang berkaitan dengan penelitian
tersebut

Model pertanyaan dalam angket

Pembuatan pertanyaan ditinjau dari segi model dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu:

Pertanyaan tertutup. Yaitu model pertanyaan dimana pertanyaan tersebut telah disediakan
jawabannya, sehingga responden hanya memilih dari alternatif jawaban yang sesuai
dengan pendapatnya atau pilihannya

Pertanyaan terbuka. Yaitu model pertanyaan dimana peneliti tidak menyediakan jawaban
atas pertanyaan yang diajukan, sehingga responden lebih dapat memberikan jawaban
yang bebas, luas dan bervariasi sesuai denagn pemahaman, pengetahuan atau pendapat
yang dimilikinya.

Pertanyaan semi terbuka. Pertanyaan model ini disusun dengan memberikan atau
menyediakan jawaban alternatif yang dapat dijawab atau dipilih responden penelitian,
namun juga disediakan jawaban yang terbukanya.

Pertanyaan tertutup dan terbuka, merupakan model pertanyaan dimana jawaban alternatif
disediakan dan diikuti dengan pertanyaan terbukanya.

DAFTAR PUSTAKA

Sekaran, Uma.2006.Research Methods for Business Buku 1 Edisi 4.Jakarta: Salemba Empat.
Indriantoro,Nur,Bambang Supomo.2001.Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan
Manajemen Edisi 1.Yogyakarta:BPFE-YOGYAKARTA.
Purwanto,Erwan Agus,Dyah Ratih Sulistyastuti.2007.Metode Penelitian Kuantitatif Untuk
Administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial Edisi 1.Yogyakarta:GAVA MEDIA.
Bungin,Burhan.2006.Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan
Publikserta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya Edisi 1.Jakarta:Kencana.
Umar,Husein.2007.Metodologi Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis.Jakarta:PT. Raja
Grafindo Persada.

http://achmadsudirofebub.lecture.ub.ac.id/2012/02/modul-5-metodologi-penelitianbisnis/