Anda di halaman 1dari 3

Jerawat (acne vulgaris)

Jerawat atau acne vulgaris merupakan suatu keradangan kronis dari folikel pilosebaseae
yang ditandai dengan adanya komedo, papul, kista, dan pustul pada daerah-daerah
predileksi
(muka,
bahu,
lengan
bagian
atas,
dada,
dan
punggung).
Acne vulgaris atau jerawat mulai timbul pada masa pubertas. Jerawat merupakan
keradangan dari folikel pilosebaseus akibat pembantukan komedo yang menyebabkan
distensi dan akhirnya pecahnya folikel yang berakibat keradangan berupa papul, pustul,
dan lesi nodulokistik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jerawat
1. keturunan
2. stres dan emosi
3. musim
4. diet
pengaruh makanan masih menjadi perdebatan para ahli
5. menstruasi
70% wanita mengalami eksasebasi 2-7 hari sebelum menstruasi
6. obat-obatan
kortikosteroid oral/topikal, ACTN, androgen, yodida, bromida, INH, vit. B12,
diphenylhidantoin, phenobarbital dapat menyebabkan eksaserbasi akne yang sudah ada
atau menyebabkan erupsi yang mirip akne (jerawat)
7. kosmetika
bahan-bahan yang bersifat komedogenik sering sebagai penyebab terutama terdapat
pada krim dasar, pelembab, krim tabir surya.

Hidradenitis Suppurativa
Hidradenitis suppurativa adalah peradangan kulit kronis yang ditandai oleh adanya
komedo dan satu atau lebih merah, benjolan lembut (lesi). Lesi sering membesar,
membuka dan mengeluarkan nanah. Jaringan parut dapat terjadi sebagai hasil setelah
beberapa kali kambuh.
Kondisi ini sering dianggap sebagai bentuk parah dari jerawat. Hidradenitis suppurativa
terjadi jauh di dalam kulit di sekitar kelenjar minyak (sebaceous) dan folikel rambut.
Bagian-bagian tubuh yang terkena biasanya pangkal paha dan ketiak, juga merupakan
lokasi utama dari kelenjar keringat apokrin.
Hidradenitis suppurativa cenderung untuk mulai terjadi setelah pubertas, bertahan
selama bertahun-tahun dan memburuk dari waktu ke waktu. Diagnosa dini dan
pengobatan Hidradenitis suppurativa dapat membantu mengelola gejala dan mencegah
berkembangnya lesi baru.

Hidradenitis suppurativa
adalah peradangan kulit kronis yang ditandai oleh adanya komedo dan satu atau lebih

merah, benjolan lembut (lesi). Lesi sering membesar, membuka dan mengeluarkan nanah.
Jaringan parut dapat terjadi sebagai hasil setelah beberapa kali kambuh.
Kondisi ini sering dianggap sebagai bentuk parah dari jerawat. Hidradenitis suppurativa
terjadi jauh di dalam kulit di sekitar kelenjar minyak (sebaceous) dan folikel rambut.
Bagian-bagian tubuh yang terkena biasanya pangkal paha dan ketiak, juga merupakan
lokasi utama dari kelenjar keringat apokrin.
Hidradenitis suppurativa cenderung untuk mulai terjadi setelah pubertas, bertahan
selama bertahun-tahun dan memburuk dari waktu ke waktu. Diagnosa dini dan
pengobatan Hidradenitis suppurativa dapat membantu mengelola gejala dan mencegah
berkembangnya lesi baru.

Penyebab
Hidradenitis suppurativa terjadi ketika kelenjar minyak (sebaceous) dan bukan kelenjar
folikel rambut diblokir dengan cairan, sel-sel kulit mati dan bahan lain yang dikeluarkan
dari sekitar kelenjar keringat apokrin. Ketika zat-zat ini bercampur dengan minyak dari
kelenjar sebaceous, maka dapat menjadi terjebak dan terdorong ke jaringan sekitarnya.
Bakteri kemudian dapat memicu infeksi dan peradangan. Tidak diketahui mengapa
terjadi penyumbatan, tetapi sejumlah faktor termasuk hormon, genetika, merokok dan
kelebihan berat badan - semua dapat memainkan peran. Kadang-kadang hidradenitis
suppurativa terjadi dengan penyakit lain, seperti penyakit Crohn atau penyakit Graves.

Gejala
Hidradenitis suppurativa biasanya terjadi di sekitar folikel rambut dimana minyak dan
kelenjar keringat ditemukan, seperti ketiak, selangkangan dan daerah anus. Hal ini juga
dapat terjadi di daerah dimana kulit sering tergosok, seperti paha bagian dalam, atau di
bawah payudara. Hidradenitis suppurativa dapat mempengaruhi area tunggal atau
beberapa area tubuh.
Tanda dan gejala Hidradenitis suppurativa meliputi:
1. Komedo
2. Benjolan merah lembut
3. Benjolan nyeri seukuran kacang
4. Luka pada benjolan

Hidradenitis suppurativa sering dimulai pada masa pubertas dengan benjolan tunggal
menyakitkan yang berlangsung selama beberapa minggu atau bulan. Bagi sebagian orang,
penyakit ini semakin memburuk dan mempengaruhi beberapa daerah tubuh mereka.
Sedangkan orang lain hanya mengalami gejala ringan. Kelebihan berat badan, stres,
perubahan hormon, panas atau keringat yang berlebihan dapat memperburuk gejala.

Pengobatan
Tidak ada obat untuk hidradenitis suppurativa. Tetapi pengobatan dini dapat membantu
mengelola gejala dan mencegah berkembanganya lesi baru. Pengobatan tergantung pada
luasnya daerah yang terkena dan apakah luka terinfeksi. Kasus ringan dapat diobati
dengan langkah-langkah perawatan diri, termasuk kompres hangat dan mencuci secara
teratur dengan sabun antibakteri.
Sedang kasus mungkin membutuhkan obat, seperti yang dioleskan pada daerah yang
terkena (obat topikal) atau yang dikonsumsi melalui mulut (obat oral). Obat tersebut
dapat termasuk:
1. Antibiotik
2. Obat retinoid oral
3. Obat anti inflamasi
4. Kortikosteroid atau obat imunosupresan
5. Tumor necrosis factor (TNF) alpha inhibitors
Untuk kasus yang parah atau berkelanjutan atau untuk lesi yang dalam, pembedahan
mungkin akan diperlukan.

Anda mungkin juga menyukai