Anda di halaman 1dari 4

Tahap preparasi Bijih Secara Kimia

Tahap preparasi bijih secara kimia bertujuan untuk mengubah persenyawaan


kimia dari mineral-mineral yang terkandung dalam bijih sehingga mudah
diproses dalam tahap ekstraksi. Tahap preparasi kimia ini disebut juga tahap
praolahan yang meliputi Roasting (pemanggangan), Calcination (kalsinasi) dan
Agglomeration (aglomerasi). [Oediyani, 2007]
Proses pra olahan dapat didefinisikan sebagai pengerjaan bijih pada temperatur
tinggi, tetapi masih di bawah temperatue leleh komponen-komponennya dengan
tujuan untuk mengubah senyawa-senyawa logam yang terkandung menjadi
bentuk senyawa-senyawa lain yang lebih sesuai dengan persyaratan yang
diinginkan oleh tahap ekstraksi selanjutnya. [Haryono, 2006]
B.2.1 Kalsinasi
Proses kalsinasi didefinisikan sebagai pengerjaan bijih pada temperatur tinggi
tetapi masih di bawah titik leleh dengan disertai penambahan reagen dengan
maksud untuk mengubah bentuk senyawa dalam konsentrat. Proses kalsinasi ini
umumnya merupakan penguraian senyawa.kimia. Karena penguraian yang
terjadi disebabkan karena temperatur maka biasa disebut dengan dekomposisi
termal. Di dalam industri metalurgi, proses kalsinasi ini dapat dilakukan dengan
dua cara, yaitu secara langsung dan terpisah. Langsung maksudnya adalah batu
kapur CaCO3 langsung dimasukkan ke dalam tanur, sehingga pada temperature
9000C, akan terjadi kalsinasi dan di dapat kapur baker CaO. [Haryono, 2006]
Keuntungan :
Proses ini adalah tidak memerlukan instalasi khusus kalsinasi batu kapur.
Kerugian :
Pembakaran proses ini terpaksa menggunakan bahan bakar yang relatif mahal
(kokas) yang fungsi utamanya sebagai reduktor.
Sedangkan proses kalsinasi secara terpisah adalah proses kalsinasi dengan tanur
kalsinasi tersendiri untuk menghasilkan CaO.
Keuntungan :
Dapat menggunakan bahan bakar yang murah untuk pembakarannya
Kerugian :
Diperlukan instalasi khusus untuk kalsinasi ini. [Haryono, 2006]
B.2.2 Roasting (Pemanggangan)
Definisi roasting adalah proses pemanasan suatu bijih/konsentrat di bawah
temperatur lelehnya, disertai dengan penambahan reagen (biasanya gas)
dengan tujuan untuk mengubah bentuk senyawa-senyawa yang terkandung,
sesuai untuk proses selanjutnya. Proses pemanggangan ini kadang-kadang

merupakan proses ekstraksi atau proses pemurnian, jadi agak menyimpang dari
definisi di atas. [Haryono, 2006]
Jenis-jenis pemanggangan :
Pemanggangan Oksidasi
Pemanggangan Reduksi
Pemanggangan Chlorinasi
Pemanggangan Khusus
1. Pemanggangan Oksidasi
Pemanggangan ini merupakan pemanggangan terpenting karena banyaknya
penggunaannya dan sering dijumpai. Seperti diketahui bahwa di alam logam
banyak terdapat dalam bentuk sulfida. Oleh karena proses ekstraksi banyak
menggunakan reaksi reduksi, maka logam sulfida ini perlu diubah menjadi
bentuk oksida.
Logam-Sulfida => Logam-Oksida
||
Pemanggangan Oksidasi
Tentunya pemanggangan oksidasi tidak selalu bertujuan untuk menghasilkan
senyawa oksida logam., tetapi ada beberapa yang berbentuk lain.
MS + O2 => MO
MSO4
M + SO2
Proses selanjutnya adalah :
MO ===> Reduksi ===> Logam
MSO4 ====> Hidrometalurgi ====> M2+ + SO42M + SO4 ===> diperoleh logam secara langsung.
Diagram Kellog
Untuk menentukan berapa banyak gas yang harus diberikan dalam proses
roasting ini, agar membentuk senyawa oksida logam yang kita perlukan, maka
diperlukan suatu perhitungan kesetimbangan yang melibatkan bentuk-bentuk
oksida logam yang mungkin terjadi. Garis-garis grafik kesetingangan tersebut,
diplot pada suatu grafik. Grafik tersebut dikenal dengan nama diagram Kellog
Reaksi-reaksi yang mungkin terjadi :

S2 + 2O2

2SO2

(1)

2SO2 + O2

2SO3

(2)

MS + O2

(3)

2MO

(4)

+ SO2

2M

+ O2

2MS + 3O2

=
=
=

2MO + 2SO2 + O2
MeS

+ 2O2

2MO + 2SO2

(5)

(6)

2MSO4

MSO4

(7)

Untuk reaksi (4) sampai dengan reaksi (7), persamaan kesetimbangannya adalah
sebagai beriktu :
log PO2 logPSO2 = log K3
log PO2 = log K4

. (3)
. (4)

logPSO2 3log PO2 = log K5

. (5)

logPSO2 + log PO2 = log K6

. (6)

2log PO2 = log K7

. (7)

Setelah diagram Kellog selesai dibuat, maka dapat ditentukan reaksi yang
diinginkan. Misalnya kita menginginkan terjadinya perubahan dari bentuk sufida
tertentu menjadi bentuk oksida tertentu, maka ada dua kemungkinan yang
terjadi :
Dengan menaikkan tekanan O2 pada tekanan SO2 tetap
Dengan menurunkan tekanan SO2 dengan tekanan O2 tetap.
Keadaan kedua ini sulit untuk dilaksanakan dalam prakteknya.
Kurva diagram Kellog di atas merupakan kurva pemanggangan secara umum,
jadi pada prakteknya akan dipeloleh kurva yang bentuk keseluruhan sama,
hanya nilai-nilainya saja yang berbeda.
Ada beberapa jenis pemanggangan oksidasi :
Pemanggangan Oksidasi Sempurna
Pemanggangan Oksidasi Parsial
Pemanggangan Sulfatasi
Pemanggangan Metalisasi
Refrensi :
engineeringtown.com

Haryono Diedied, 2006. Diktat Kuliah Pirometalurgi. FT. UNTIRTA., Cilegon


Oediyani Soesaptri, 2007. Hidrometalurgi Buku Ke satu. FT. Untirta., Cilegon
Wikipedia.com/metalurgi