Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH PENGETAHUAN BAHAN

POLIPROPILENA (PP)
Dosen :Ir. Retno Indarti, MT

Disusun Oleh :
Dini Nurdiani
1B D3 Teknik Kimia
141411036

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Polipropilena pertama kali dipolimerisasikan oleh Dr. Karl Rehn di Jerman, pada
1951, yang tidak menyadari pentingnya penemuan itu. Ditemukan kembali pada 11 Maret
1954 oleh Giulio Natta, Polipropilena pada awalnya diyakini lebih murah dari pada
polietilena.
Berbagai sumber daya digali untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dari
sumberdaya inilah manusia memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulamula manusia memakai sumberdaya ini menjadi berbagai perlengkapan dengan proses yang
sederhana dan tradisional. Proses ini memang tidak akan merusak lingkungan, namun
penggunaan sumberdaya tersebut kurang maksimal karena belum adanya pengetahuan yang
memadai saat itu.
Dengan ditemukannya berbagai ilmu terutama dalam bidang kimia, dibentuklah
berbagai bahan alternatif serta efisien yang tetap ramah lingkungan melalui proses kimia.
Berbagai bahan alternatif ini dibentuk melalui proses proses kimia tertentu hingga diolah
menjadi berbagai perlalatan atau kebutuhan hidup manusia. Dengan cara inilah penggunaan
sumberdaya dapat lebih dimaksimalkan.
Berbagai bahan alternatif pun semakin berkembang dan berhasil mengganti beberapa
sumberdaya yang berasal dari alam. Sampai saat ini berbagai sumberdaya alternatif pun
masih dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Beberapa bahan alternatif
tersebut di antaranya adalah PVC, teflon, karet buatan, polipropilena, dan masih banyak
lagi.

1.2 PERMASALAHAN
Dalam pengetahuan bahan polipropilena ini terdapat beberapa permasalahan yaitu
sebagai berikut :
1. Sifat fisik, kimia dan mekanik dari polipropilena
2. Cara Pembuatan polipropilena beserta Kegunaannya
3. Klasifikasi polipropilena
4. Dampak dan Penanggulangan bahaya yang ditimbulkan polipropilena bagi manusia
dan lingkungan
5. Produsen polipropilena

1.3 TUJUAN
Dalam penyusunan makalah tentang pengetahuan bahan polipropilena ini terdapat
beberapa tujuan yaitu sebagai berikut :
1. Mengetahui Sifat-sifat terutama sifat mekanika bahan dari polipropilena
2. Memahami cara pembuatan polipropilena
3. Mengetahui aplikasi atau kegunaan polipropilena di industri maupun di kehidupan
sehari hari
4. Mengetahui dampak penanggulangan bahaya yang ditimbulkan penggunaan
polipropilena bagi manusia dan lingkungan

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN


Makalah ini disusun dengan format sebagai berikut BAB I Pendahuluan berisi tentang
Latar belakang, Permasalahan, Tujuan, dan Sistematika Penulisan laporan. BAB II
Pembahasan berisi pengertian, sifat sifat, proses pembuatan polipropilena ,mekanisme

reaksi, dampak penggunaan, aplikasi . BAB III Penutup berisi kesimpulan , kemudian
Daftar pustaka.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN POLIPROPILENA

Biji Polipropilena
Polipropilena (PP) adalah polimer dengan penggunaan terbesar ketiga di dunia PE
dan PVC. Polimer ini memiliki keseimbangan sifat yang baik sehingga dapat kita temui
pada berbagai aplikasi, mulai dari kemasan makanan, perlengkapan rumah tangga, part
otomotif, hingga pelengkapan elektronik.
Polipropilena atau polipropena (PP) merupakan sebuah polimer termo plastik yang
dibuat oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya pengemasan,
tekstil (contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis, berbagai tipe wadah
alat-alat rumah tangga yang dapat dipakai kembali (contohnya seperti ember plastik, gelas
plastic, toples dan lain-lain), perlengkapan labolatorium, pengeras suara, komponen
otomotif, dan uang kertas polimer. Polimer adisi yang terbuat dari propilena monomer,

permukaannya tidak rata serta memiliki sifat resistan yang tidak tahan terhadap pelarut
kimia seperti basa dan asam. Polipropilena biasanya dapat didaur-ulang dengan simbol
nomor 5.

2.2 SUMBER POLIPROPILENA


Bahan baku merupakan bahan yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk.
Polipropilena merupakan polimer hidrokarbon yang dapat diolah pada suhu tinggi.
Polipropilena berasal dari monomer propilena yang diperoleh dari pemurnian minyak bumi.
Struktur molekul propilena dapat dilihat pada gambar berikut :

Propilena

Bahan baku yang digunakan :


Bahan Baku Utama (Propylene)
Bahan Penunjang
Bahan penunjang Terdiri dari :

Katalis, Katalis yang biasa digunakan adalah TiCl 4. Contoh katalis yang digunakan
dalam industri adalah SHAC (Shell High Activity Catalyst) 201 yaitu terdiri dari
TiCl4 (30% berat) dan white mineral oil (60-75%

Kokatalis berfungsi sebagai pembentuk kompleks katalis aktif sehingga


mempermudah terjadinya polimerisasi. Kokatalis yang digunakan adalah TEAL (Tri
Etil Alumunium, (C2H5)3 Al

Selectivity Control Agent (SCA) berfungsi untuk mengatur kecenderungan rantai


isotaktik dalam polimer dengan cara mematikan sisi aktif katalis yang menghasilkan
resin ataktik. SCA yang cocok untuk SHAC adalah Normal Para Tri Metoksi Silane
(NPTMS)

Hidrogen berfungsi sebagai terminator akhir reaksi polimerisasi sehingga diperoleh


polimer dengan panjang rantai dan berat molekul tertentu

Nitrogen

Karbon monoksida, sebagai kill system

Aditif

2.3 SINTESIS POLIPROPILENA


Polipropilena adalah hasil polimerisasi propena. Polimerisasi adalah pengabungan
molekul molekul sejenis menjadi molekul raksasa sehingga berantai karbon sangat
panjang. Molekul yang bergabung disebut monomer monomer. Sedangkan molekul
raksasa yang terbentuk disebut polimer.
Polipropilen dapat dibuat dari monomer propilen melalui proses polimerisasi
menggunakan katalis Ziegler-Natta, Kaminsky atau katalis metallocene. Pembuatan propena
terdiri dari 4 tahap besar. Pertama,

persiapan bahan baku dari minyak mentah untuk

mendapatkan monomer. Kedua, monomer mengalami polimerisasi pada produksi yang lebih
besar. Ketiga, hasil dari polimerisasi terbentuk resin resin (pelet / butiran). Keempat,
Produk resin yang tebentuk akan diolah lebih lanjut untuk menjadi produk baru.

Vent
Recovery

Reaction
System
Catalyst
Resin
Degassing

Additive
Addition

Raw Material
Handling

Pelleting System
To Resin Storage
& Loading

Tahapan pembuatan polipropilena sebagai berikut :

Persiapan Bahan Baku


Reaktor
Product Discharge System
Product Receiver
Product Purge Bin
Pelletizing System
Silo and Bagging System
Product
1. Reaktor : Reaktor dimana dalam reaktor terjadi reaksi polimerisasi propilen menjadi resin
propilena dengan menggunakan fluidized bed reactor fasa gas, reaksi ini terjadi didalam
unggun resin polipropilen yang terfluidakan dengan menggunakan unggun resin.

2. Product Discharge System : Dimana suatu sistem yang digunakan untuk mengeluarkan resin
yang terbentuk didalam reaktor dan dikirim ke product receiver.
3. Product receiver :

terjadi proses pemisahan campuran gas hidrokarbon, hidrogen dan

nitrogen dengan resin polipropilen, dari bagian bawah product receiver dimasukan gas
nitrogen yang berasal dari nitrogen surge tank.
4. Product Purge Bin : Purge bin dimana untuk menetraliser sisa katalis dan kokatalis (TEAL)
serta menghilangkan sisa-sisa gas yang masih terdapat didalam resin.
5. Pelletizing system : dimana untuk proses pembuatan pellet polipropilen dari resin
polipropilen. Resin polipropilen yang berasal dari product purge bin dan aditif masuk ke
dalam polipropilen dan additive dicampur dan dilelehkan didalam long continious mixer,
lelehan didalam long continous mixer masuk kedalam melt pump yang berfungsi untuk
menaikan tekanan polimer agar polimer melewati transition piece 1, screen changer
transition piece 2 dan die plate.
6. Silo dan bagging system : dimana pellet yang dihasilakan kemudian dimasukan kedalam silo
dan untuk proses pengantongan produk.
Resin atau biji plastik yang terbentuk kemudian diproses lebih lanjut untuk dijadikan
produk baru. Salah satu caranya adalah dengan metode ekstrusi. Proses ekstrusi adalah
proses mengubah bentuk dari bahan baku bijih plastik menjadi gulungan gulungan atau
roll plastik. Pertama-tama bijih plastik dilelehkan pada Ekstruder, kemudian diinjeksikan
melalui cetakan, setelah keluar dari cetakan yang sesuai dengan profil yang diinginkan
dinasukkan ke dalam alat kalibrasi. Keluar dari alat kalibrasi masuk tangki air untuk
didinginkan, setelah dingin dimasukkan ke ban penarik kemudian dipotong-potong sesuai
dengan ukuran yang diminta pada alat potong dan disusun pada alat penyusun.

2.4 MEKANISME REAKSI


Reaksi polimerisasi pembentukan polipropilen merupakan reaksi polimerisasi
pertumbuhan rantai atau polimerisasi adisi

Sebelum terjadi tahapan reaksi, katalis TiCl4 diaktifkan terlebih dahulu oleh ko-katalis
Al(C2H5)3 sehingga akan terbentuk pusat aktif (active center) katalis seperti pada reaksi
berikut ini :

Mekanisme reaksi yang terjadi terdiri dari 3 tahapan, yaitu:


1. Inisiasi
Setelah katalis diaktifkan oleh ko-katalis membentuk radikal bebas Ti, maka
monomer propilen akan menyerang bagian aktif ini dan berkoordinasi dengan logam
transisi, selanjutnya ia menyisip antara metal dan grup alkil. Sehingga mulailah
terbentuk rantai polipropilen.

2. Propagasi
Radikal propilen terbentuk akan menyerang monomer propilen lainnya terus
menerus dan membentuk radikal polimer yang panjang. Pada tahap ini tidak terjadi
pengakhiran, polimerisasi terus berlangsung sampai tidak ada lagi gugus fungsi yang
tersedia untuk bereaksi. Cara penghentian reaksi yang biasa dikenal adalah dengan
penghentian ujung atau dengan menggunakan salah satu monomer secara berlebihan.

3. Terminasi
Pada tahap ini diinjeksikan sejumlah hidrogen yang berfungsi sebagai
terminator. Hidrogen sebagai terminator akan bergabung dengan sisi aktif katalis
sehingga terjadi pemotongan radikal polimer yang akan menghentikan reaksi
polimerisasi propilene.

2.5 SIFAT FISIK, KIMIA , DAN MEKANIK POLIPROPILENA


1. Sifat Fisik Polipropilena

Kebanyakan polipropilena merupakan isotaktik dan memiliki kristalinitas tingkat


menengah di antara polietilena berdensitas rendah dengan polietilena berdensitas tinggi,
modulus Youngnya juga menengah. Melalui penggabungan partikel karet, PP bisa dibuat
menjadi liat serta fleksibel, bahkan di suhu yang rendah. Hal ini menjadikan
polipropilena dapat digunakan sebagai pengganti berbagai plastik teknik, seperti ABS.
Polipropilena memiliki permukaan yang tak rata, seringkali lebih kaku daripada beberapa
plastik yang lain, lumayan ekonomis, dan bisa dibuat translusen (bening) saat tak
berwarna tapi tidak setransparan polistirena, akrilik maupun plastik tertentu lainnya. Bisa
bula dibuat buram dan/atau berwarna-warni melalui penggunaan pigmen, Polipropilena

memiliki resistensi yang sangat bagus terhadap kelelahan (bahan). Polipropilena


memiliki titik lebur ~160 C (320 F).

2. Sifat Kimia Polipropilena


Polipropilena

Nama IUPAC1
poly(propene)
Nama lain:
Polipropilena; Polipropena;
Polipropena 25 [USAN];Polimer propena;
Polimer propilena; homopolimer 1-Propena
Identifikasi
Nomor CAS

[9003-07-0]
Sifat

Rumus
molekul
Densitas
Titik leleh

(C3H6)x
0.855 g/cm3, tak berbentuk
0.946 g/cm3, kristalin
~ 160 C

Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku pada temperatur dan


tekanan standar (25C, 100 kPa) Sangkalan dan referensi

1. Propilen diproduksi melalui sistem cracking pada proses pemurnian minyak bumi
yang juga menghasilkan etilen, metana dan hydrogen.
Reaksi: 2CH3CH2CH3 CH3CH=CH2 + CH2=CH2 + CH4 + H2
2. Reaksi propilen dengan Ammonia menghasilkan akrilonitrit pada industri asam
akrilit
Reaksi : CH3CH=CH2 + NH3 + 3/2 O2 CH2=CHCN + 3H2O
3. Pada temperature tinggi klorinasi propilen dengan klorida memproduksi gliserol
Reaksi : CH3CH=CH2 + Cl2 770K CH2=CH2Cl + HCl

Polipropilena juga mempunyai sifat isolator yang baik mudah diproses dan sangat
tahan terhadap air karena sedikit sekali menyerap air, dan sifat kekakuan yang tinggi.
Seperti polyolefin lain, polipropilena juga mempunyai ketahan yang sangat baik terhadap
bahan kimia anorganik non pengoksidasi, deterjen, alcohol dan sebagainya. Tetapi
polipropilena dapat terdegradasi oleh zat pengoksidasi seperti asam nitrat dan hidrogen
peroksida.

3. Sifat Mekanik Polipropilen


Polipropilena mempunyai ketahanan terhadap bahan kimia (chemical resistance)
yang tinggi tetapi ketahanan pukul (impact strength) nya rendah. Polipropilena dapat
mengalami degradasi rantai saat terkena radiasi ultra violet dari sinar matahari.
Polipropilena memiliki kekuatan dan kekakuan tinggi. Polipropilena memiliki tahan
panas sampai batas suhu tertentu dan fleksibel. Polipropilena mempunyai titik leleh yang
cukup tinggi yaitu 190-200 oC, sedangkan titik kristalisasinya antara 130-135 oC. PP juga
memiliki daya tarik yang lebih besar dibandingkan PE (polyethylene). Selain itu apabila
dibandingkan dengan PE, PP lebih kaku serta tidak mudah sobek.

2.6 APLIKASI POLIPROPILENA


Berdasarkan monomer penyusunnya, polipropilena dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. PP Homopolymer yaitu PP yang disusun hanya oleh monomer propilena. Sifat utama
jenis PP ini adalah kekakuannya, yang bahkan juga dimiliki pada temperature yang
tinggi. Jenis PP ini memiliki temperatur transisi gelas 0 oC, sehingga jenis PP ini bersifat
getas pada temperature rendah. Pada sifat optis, jenis PP ini memiliki tingkat kebeningan
sedang (translucent). Pada produk Tri Polyta, yang termasuk PP homopolymer adalah
jenis (grade) PP dengan kode huruf awal H, contohnya Trilene HF2.9BO dan
HL35HO. Contoh aplikasi (produk) dari PP Homopolymer yaitu kemasan makanan
seperti gula dan roti, karung plastic, sedotan minuman, peralatan rumah tangga, mainan
dan popok.
2. PP Random Copolymer yaiti PP yang disusun oleh monomer propilena dan etilena yang
tersusun acak dalam rantai PP. Random Copolymer dikenali terutama dari kebeningannya

dan kelenturannya yang tinggi. Namun kekuatan dan kekerasannya kurang jika
dibandingkan denagn PP homopolymer. Tri Polyta juga memiliki beberapa jenis (grade)
PP random copolymer, diantaranya Trielene RI10HC dan RE20WL. Jenis (grade) Tri
Polyta untuk PP random copolymer lainnya dapat dikenali dari kode huruf R. Contoh
dari PP Random Copolymer adalah wadah dengan kebeningan sedang seperti toples.

3. PP Impact Copolymer (ICP) yaitu PP yang disusun oleh monomer propilena dan etilena
yang tersusun dalam dua blok fasa, yaitu PP homopolymer dan ethylene-propylenerubber (EPR). ICP menawarkan variasi sifat yang besar, namun terutama dapat dikenali
dari sifatnya yang memiliki ketahanan pembebanan kejut ynag sangat baik, termasuk
pada temperatur rendah (memiliki temperatur transisi gelas -30 oC), dan berwarna putih
susu doff, berbeda dengan PP homopolymer atau juga PP random copolymer. Pada
temperatur jenis (grade) Tri Polyta, material PP impact copolymer diberi kode huruf awal
B contohnya adalah Trilene BI5.0GA dan BI32AN. Contoh Impact Copolymer yaitu
fumiture, peralatan rumah tangga, produk-produk otomotif dan elektronik, kaleng cat,
wadah tipis, gelas tipis, dan peralatan elektronik.
Polipropilena juga dapat digunakan dalam kegiatan kontruksi bangunan. Serat
Polipropilena merupakan bahan dasar yang umum digunakan dalam memproduksi bahanbahan yang terbuat dari plastik. Pertama kali fiber digunakan dalam industri tekstil
karena harganya murah dan dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Material ini
berbentuk filamen-filamen yang ketika dicampurkan dalam adukan beton untaian itu
akan terurai. Serat jenis ini dapat meningkatkan kuat tarik lentur dan tekan beton,
mengurangi retak retak akibat penyusutan, meningkatkan daya tahan terhadap impact
dan meningkatkan daktilitas.
Berdasarkan sifatnya, beberapa penggunaan polipropilen dalam lingkungan hidup seharihari antara lain:
1. Polipropilena kebal dari lelah: Kebanyakan living hinge (engsel fleksibel tipis yang
terbuat dari plastik yang menghubungkan dua bagian dari plastik yang kaku), seperti
yang ada di botol dengan tutup flip top, dibuat dari bahan ini.

2. Lembar propilena yang sangat tipis : Dipakai sebagai kondensator frekuensi radio yang
kehilangan frekwensinya rendah.
3. Tahan panas : Kebanyakan barang dari plastik untuk keperluan medis atau
labolatorium bisa dibuat dari polipropilena karena mampu menahan panas di dalam
autoklaf. Digunakan sebagai bahan untuk membuat ketel (ceret) tingkat-konsumen.

Wadah penyimpan makan yang terbuat dari polipropilen takkan meleleh di


dalam mesin cuci piring dan selama proses pengisian panas industri berlangsung. Untuk
alasan inilah, sebagian besar tong plastik untuk produk susu perahan terbuat dari
propilena yang ditutupi dengan foil aluminium (keduanya merupakan bahan tahanpanas). Seusai produk didinginkan, tabung sering diberi tutup yang terbuat dari bahan
yang kurang tahan panas, seperti polietilena berdensitas rendah (LDPE) atau polistirena.
Wadah seperti ini merupakan contoh yang bagus mengenai perbedaan modulus, karena
tampak jelas beda kekenyalan LDPE (lebih lunak, lebih mudah dilenturkan) dengan PP
yang tebalnya sama. Jadi wadah penyimpan makanan dari polipropilena sering memiliki
tutup yang terbuat dari LDPE yang lebih fleksible agar bisa tertutup rapat-rapat.
4. Sifatnya terhadap air,
Polipropilena merupakan sebuah polimer utama dalam barang-barang tak
tertenun. Sekitar 50% digunakan dalam popok atau berbagai produk sanitasi yang dipakai
untuk menyerap air (hidrofil), bukan yang secara alami menolak air (hidrofobik).
Penggunaan tak tertenun lainnya yang menarik adalah saringan udara, gas,
dan cair dimana serat bisa dibentuk menjadi lembaran atau jaring yang bisa dilipat untuk
membentuk kartrij (cartridge) atau lapisan yang menyaring dalam batas-batas 0,5 sampai
30 mikron. Aplikasi ini bisa ditemukan di dalam rumah sebagai saringan air.
5. Polipropilena Biaxially -dwisumbu- Oriented polypropylene (BOPP),
Lembaran BOPP ini digunakan untuk membuat berbagai macam bahan
seperti clear bag (tas yang transparan). Saat polipropilena berorientasi dwisumbu, ia
menjadi sejernih kristal dan berfungsi sebagai bahan pengemasan untuk berbagai produk
artistik serta eceran.
6. Pewarnaan yang mudah dan ke-fleksibilitas-an,

Polipropilena yang berwarna-warni banyak dipakai dalam pembuatan


permadani dan tatakan untuk digunakan di rumah. Militer AS pernah menggunakan
polipropilena atau 'polypro' untuk membuat lapisan dasar cuaca dingin seperti kaos
lengan panjang atau celana dalam yang panjang. (Saat ini, poliester menggantikan
polipropilena dalam berbagai aplikasi di militer AS.)

2.7 KEKURANGAN DAN KELEBIHAN POLIPROPILENA


Polipropilen memiliki kelebihan dan kekurangan salah satunya :

Mampu menahan kimia meski dipanaskan dalam suhu tinggi (antara suhu 800C dan
suhu 999C) inilah rekor terbaik bagi seluruh plastik.

Dapat pecah, meski tidak melukai diri sendiri dan orang lain. Plastik ini bisa pecah
(bagi minuman yang dikemas dalam gelas plastik).

Beberapa keuntungan penggunaan serat Polipropilena dalam campuran beton, adalah


sebagai berikut :

memperbaik daya ikat beton saat pre-hardening stage, sehingga mengurngi keretakan
akibat penyusutan

memperbaiki ketahanan terhadap kikisan

memperbaiki ketahanan terhadap tumbukan

memperbaiki ketahanan terhadap penembusan air dan bahan kimia

memperbaiki keawetan beton.

meningkatkan kuat tarik belah beton

2.8 DAMPAK POLIPROPILEN TERHADAP KEHIDUPAN DAN


LINGKUNGAN
Ada beberapa hal yang terjadi pada lingkungan yang disebabkan oleh limbah
poliproilen , diantaranya :

Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.

Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh
hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.

PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman
akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.

Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.

Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di


dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.

Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan
mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.

Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.

Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap
kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat
mencernanya.

Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan
hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.

Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan


pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.

Karena Polipropilen adalah salah satu jenis plastik yang sangat baik bagi tubuh
manusia dan Plastik ini memiliki satu kelebihan yaitu mampu menahan reaksi kimia meski

dipanaskan dalam suhu tinggi. Maka polipropilena baik digunakan dan tidak berbahaya.
Selain itu dengan menggunakan bahan polipropilena dapat mengurangi bahaya zat
karsinogen yang dapat menyebabkan penyakit kanker.Polipropilena dapat mengalami
degradasi rantai saat terkena radiasi ultra-ungu dari sinar matahari. Jadi untuk penggunaan
propilena di luar ruangan, bahan aditif yang menyerap ultra-ungu harus digunakan. Jelaga
(celak) juga menyediakan perlindungan dari serangan UV. Sehingga polipropilena sulit
didegradasi.

Penanganan limbah plastik yang paling ideal adalah dengan mendaur ulang. Akan
tetapi, hal itu tampaknya tidak mudah dijalankan. Proses daur ulang melalui tahap- tahap
pengumpulan (sortir), pelelehan, dan pembentukan ulang. Tahapan paling sulit adalah
pengumpulan dan pemisahan. Kedua tahapan ini akan lebih mudah dilakukan jika
masyarakat dengan disiplin tinggi ikut berpartisipasi, yaitu ketika membuang sampah
plastik.
Berikut ini merupakan salah satu hasil daur ulang dari plastik :

2.9 PRODUSEN DI INDONESIA


Salah satu produsen plastik jenis PP yang ada di Indonesia adalah PT Tri Polyta
Indonesia dengan kapasitas produksi 380.000 ton per tahun. PT Tri Polyta Indonesia

Tbk menguasai pangsa pasar dalam negeri sebesar 57%. Sisanya oleh PT Polytama
Propindo sebesar 15%, Pertamina 5% dan sisanya 24% produk import.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Polipropilena adalah salah satu bahan alternatif yang lebih kita kenal dengan sebutan
plastik. Polipropilena merupakan bahan alternatif yang dibuat dari pemurnian minyak bumi
dengan suhu tinggi. Bahan ini banyak kita temui dalam berbagai peralatan mulai dari
peralatan dapur hingga peralatan elektronik. Polipropilena banyak digunakan dalam
berbagai peralatan karena sifatnya yang kuat, tahan lama, tahan panas, tahan air, tidak
beracun dan dapat di daur ulang sehingga bersifat ramah lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA
https://id.scribd.com/doc/37170563/plastik-polipropilen
https://id.scribd.com/doc/129562258/POLIPROPILENA-docx#download
https://id.scribd.com/doc/37170563/plastik-polipropilen#
http://bilangapax.blogspot.com/2011/02/polipropilen.html