Anda di halaman 1dari 3

RANGKUMAN KESIMPULAN

PERTEMUAN JEJARING, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN FAKTOR


RESIKO
TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) DI 5 (LIMA)
KABUPATEN/KOTA
PROPINSI PAPUA BARAT , 2 5 JUNI 2014
Berdasarkan dari arahan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Papua Barat,
paparan Narasumber Direktorat PL Ditjen PP dan PL Kementerian Kesehatan
dan paparan hasil kegiatan pengawasan TPM oleh
Dinas Kesehatan
Kabupaten/ Kota peserta pertemuan, ada beberapa kesimpulan yang dapat
dirumuskan pada pertemuan ini , sebagai berikut :
1. Permenkes 1096 tahun 2011 tentang higiene sanitasi jasaboga,
permenkes no. 1098 tahun 2003 tentang persyaratan higiene sanitasi
rumah makan dan restorant, permenkes nomor 942 tahun 2003 tentang
higiene sanitasi makanan jajanan dan permenkes no. 2 tahun 2012
tentang KLB keracunan pangan belum dijabarkan menjadi peraturan
daerah
maupun
peraturan
Bupati/Walikota,
sehingga
dalam
implementasinya belum dilaksanakan secara optimal.
2. Semua Kabupaten/Kota yang berada di wilayah Papua Barat
melaksanakan kegiatan pengawasan dan pembinaan TPM, namun belum
dilaksanakan sesuai dengan Standar yang diatur dalam Peraturan Menteri
Kesehatan seperti : Pemberian Sertifikasi Laik Sehat harus melalui proses
yaitu : Inspeksi Sanitasi, kursus terhadap penjamah, dan pengambilan dan
pemeriksaan sampel pangan secara laboratoris.
3. Pengelola program TPM di Kabupaten/Kota wajib melakukan Advokasi dan
Sosialisasi kebijakan program TPM dan diharapkan dapat menyentuh
pada tingkat pemegang kebijakan baik di internal Dinas Kesehatan
Kab/Kota maupun pada tingkat Pemerintah Daerah, untuk mendapatkan
dukungan pada tahap perencanaan kegiatan terkait dengan Sumber Daya
seperti (pendanaan, peralatan, dan peningkatan sumber daya manusia).
4. Dinas kesehatan Provinsi membuat surat edaran kepada dinas kesehatan
kabupaten/kota terkait dengan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan
TPM yang sesuai dengan permenkes.

5. Pembinaan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM), dengan sasaran Rumah


Makan, Restoran, Jasaboga, Kantin, PIRT, Sentra Pangan Jajanan, Makanan
Jajanan, dsb, terkait dengan Higiene Sanitasi, menjadi tugas pokok dan
fungsi dari seksi Kesehatan Lingkungan di Dinkes Kab/ Kota.
6. Penerbitan Sertifikat laik sehat TPM diwilayah kerja KKP manokwari sudah
berjalan sesuai dengan standar yang ada pada Permenkes, namun hal-hal
terkait dengan reward dan punishment terhadap pengusaha TPM belum
dikembangkan secara optimal.
7. Koordinasi dan jejaring antar dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan
kabupaten/kota dan KKP perlu ditingkatkan, sehingga akan terjalin
komunikasi yang baik dalam kerangka pembinaan dan pengawasan TPM
sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
8. Dukungan Pemerintah daerah terkait dengan program pengawasan dan
pembinaan TPM yang diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
masih belum maksimal, sehingga masih banyak kendala dalam
pelaksanaan pembinaan dan pengawasan TPM seperti : pelaksanaan
pengawasan dan pembinaan sesuai standar, dukungan peralatan
lapangan, dukungan laboratorium yang terakreditasi, peningkatan
Sumber Daya Manusia dari Puskesmas sampai dengan Kabupaten/Kota,
dukungan meda penyuluhan, dan sebagainya.
9. Penyelenggaraan pengawasan dan pembinaan TPM di Kabupaten/Kota
melibatkan petugas Puskesmas terutama dalam pelaksanaan Inspeksi
Sanitasi, sedangkan pemberian sertifikasi Laik Higiene Sanitasi/laik Sehat
dilaksanakan oleh petugas Dinas Kesehatan kabupaten/Kota.
10. Sistim Pelaporan TPM dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan Antara
dinas kesehatan provinsi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota yaitu
per triwulan dikirimkan ke provinsi oleh dinas kesehatan kabupaten/kota :
triwulan I sebelum tanggal 15 april, triwulan II sebelum tanggal 15 Juli ,
triwulan III sebelum tanggal 15 oktober, Triwulan IV sebelum tanggal 15
Januari.
11. Direktorat Penyehatan Lingkungan merencanakan :
memberikan dukungan stimulan melalui dana tugas pembantuan
(tuban) untuk pelaksanaan pembinaan dan pengawasan Sentra Pangan
Jajanan bagi Dinkes kabupaten/kota, dengan persyaratan mengirimkan
surat peminatan ditujukan kepada Direktur PL dengan tembusan dinas
kesehatan provinsi

Memberikan dana dekon bagi Dinkes Propinsi dalam rangka Pembinaan


petugas Kab/Kota terkait pengawasan TPM.
Memberikan peralatan Food Contamination Kit untuk SKD KLB
Keracunan Pangan bagi KKP, Dinkes Provinsi dan Dinkes Kabupaten
/Kota yang mengirimkan surat permintaan ditujukan kepada Direktur
PL dengan tenbusan Dinkes Provinsi
Memberikan dukungan NSPK, dukungan dalam pengembangan emonev Higiene Sanitasi Pangan, dan dukungan media penyuluhan.
12. Pelaksanaan SKD KLB Keracunan Pangan harus dilaksanakan sesuai
dengan Permenkes no 2 tahun 2013 tentang KLB Keracunan Pangan.
seperti: Koordinasi terkait KLB Keracunan Pangan, pembentukan TGC (Tim
Gerak Cepat), Pelaporan KLB Keracunan Pangan, dan sebagainya.
Manokwari, 4 Juni 2014